
Hari mulai senja..
Hembusan angin gunung membelai lembut wajah Laila yang berdiri di ujung teras dengan menutup mata..
Rambutnya yang panjang dan halus melambai-lambai seakan berirama...
Pemandangan itu pun tak luput dari perhatian Zacky yang sedari tadi meatapnya dari bangku teras..
Ia menikmati keindahan Tuhan yang tak kalah menakjubkan dari pemandangan sunset..
"Apa..sunset...??"
Fatan menggaruk-garuk kepalanya..
"ya mana boleh.. aku gak enak doongg...??" tambahnya..
"pokoknya aku mau liat sunset.. .huwaaaaaa...!" rengekan Vanya membuat semuanya mendekat ke ruang tamu..
"ada apa nak...??" tanya Farida yang datang dari arah dapur..
"kamu kenapa sih..??" sambung Laila..
"aku pengen liat sunset di danau tempat kemping....!" jawabnya sedikit merengut..
Nadia datang dari depan dengan menenteng satu kantong plastik berisi minyak, gula dan sebagainya..dan ia mendengar ucapan Vanya
"tempat kempingnya kan jauh Vanya..." kata Nadia..
"tapi aku mau kesana mbaakk.. sebenernya Laila juga pengen kesana juga kok.. boleh ya mbak yaaaa...!" Vanya merayu dengan bergelayut di lengan Nadia dan memasang muka sedih..
Laila beringsut menyembunyikan wajahnya di balik punggung Zacky yang berdiri di depan pintu..
"yaelaah.. tu anak pake jual nama aku segala..!" gumamnya..
Nadia bingung.. dia takut jika Damar menanyakan mereka sedangkan mereka tak ada dirumahnya..
"tapi kalau mas Damar nanyain.. tar mbak jawabnya gimana...? masa mbak harus bohong?" pusing...
Sesaat pun hening dan ditengah kegalauan... mereka dikejutkan suara nyanyian anak-anak..
balonku ada limaa..
rupa-rupa warnanya...
Semua celingukan mencari arah suara.. dengan sedikit mengacak-acak isi kantong belanjaanya.. Nadia cengengesan saat menemukan benda yang ia cari..
"ppffftt..buahahahahaahaa.....!"
semua tertawa saat tau ternyata itu suara nada dering ponsel Nadia..
Nadia mencebikkan bibirnya dan menerima panggilan di poselnya. Ternyata dari Damar..
Dan seperti dugaannya.. kakak Laila itu banyak bertanya tentang adik kesayangannya...
"sekarang mereka sedang apa?" tanya Damar disana..
"me.. mereka ada ko mas.. lagi ngobrol di depan.. hehe...!" Nadia agak canggung.. tapi ia tidak berbohong memang mereka masih ada di sana..
Dari nada bicara Nadia nampaknya Damar sedikit menyimpan curiga..
"apa mereka baik-baik aja..?"
belum sempat Nadia membalas.. Laila nyerobot duluan..
"hayy Kak.. apa kau merindukanku...?" tanya Laila
Dan Damar yang tadinya agak khawatir pun jadi tersenyum..
"siapa yang merindukanmu...?? aku hanya merindukan calon kakak iparmu..!" jawabnya dengan menahan tawa..
"ck... ya sudah kalo gitu aku gak mau pulang.. awas ya kalo rindu..!" balasnya dan memberikan ponsel pada Nadia kembali..
"mereka baik-baik aja mas..!" sambung Nadia..
"baiklah.. kalau mereka buat kesalahan jangan segan memarahi mereka ya sayang..!" pesan Damar..
"iya mas.. selama disini mereka tanggung jawab aku.. kamu tenang aja..!" jawabnya..
__ADS_1
Panggilan pun diakhiri dan Vanya bersorak kegirangan yang membuat semuanya diam dan melongo...
krik krik krik
"kenapa...??" Vanya bingung sendiri..
Fatan menyembunyikan wajah di balik telapak tangannya..
"cewek gue gitu amat ya..?" gerutunya meratapi nasib punya pacar rada somplak.. untung sayang...
" ya kamu napa sih pake over acting segala..?" Laila meminta penjelasan..
"ka Damar kan udah tau kita ada dirumah.. kalo sekarang kita berangkat berarti bukan salah mbak Nadia dong? kan mbak Nadia gak boong.. beres kan..??"
"tumben pinter....!"
"iihhh... Laila maah...!"
Walaupun sedikit ragu.. tapi akhirnya Nadia mengijinkan mereka pergi..
Nasehat dan aturan pun bertebaran dari Nadia dan Farida..
"hati-hati ya..!" Nadia melambaikan tangan..
Merekapun mulai menaiki motor.. dan seseorang merubah semuanya tanpa ada rencana sebelumnya..
"STOOP..!"
Bagas menghentikan mereka yang keluar dengan memakai jaket tebal dan ransel kecil di punggungnya..
"aku harus ikut...!" teriaknya..
"kamu mau ngapain gas..?" tanya Nadia dengan kedua tangan di pinggang
" mbak.. di rumah aja mereka bisa ngapa-ngapain.. apalagi disana? kan gak ada yang jagain kakak cantik...!" celotehnya..
Bener juga.. kalo gak ada yang ngawasin bisa gawat..! gumam Nadia dalam batinnya..
Mengingat mereka yang sudah dewasa, Nadia gak mau terjadi sesuatu yang tak di inginkan pada calon adik iparnya itu..
"baiklah.. Laila.. Bagas ikut ya..?" pinta Nadia..
"ya naik mobil kak Laila lah.. ayo kak..!" ajaknya yang malah nyelonong duluan mengarah mobil Laila yang terpakir agak jauh dari rumahnya..
Zacky melirik Laila yang sudah duduk di boncengan motornya dengan mengangkat kedua alisnya..
"ya mau gimana lagi..? yuk turun..!" ajak Laila pada Zacky yang sudah memasang wajah kesal..
Dan mereka bertiga pergi dengan mobil Laila.. sedangkan motor Zacky ditinggalkan di rumah Nadia..
* * *
"waah... biarpun aku orang sini tapi baru sekarang aku liat danau ini kak..!" Bagas mengedarkan pandangan dengan berjalan beiringan bersama Laila..
Zacky yang sedari tadi kesal makin dibuat kesal..
Selama di perjalanan Bagas selalu mengajak Laila bicara.. jangankan untuk macam-macam, pegangan tangan saja selalu direcoki sang satpam..
"woyy... qo mukanya bete...?"
Fatan menepuk bahu Zacky dari belakang..
"sebel gue.. dijalan gue berasa jadi supir tau gak..?"
Zacky menatap Laila dan Bagas yang sudah berjalan mendahuluinya..
"yaelah.. masa lo kalah sama bocah itu...?" ledek Fatan
"diem lo..!"
Zacky menyikut dada Fatan dan berjalan mendahuluinya..
Pemandangan Sunset yang mereka incar hanya kebagian beberapa menit saja karena mereka terlambat sampai..
Walaupun hanya sebentar.. tapi mereka menikmati keindahan langit yang berwarna merah kehitaman itu..
Zacky, Laila dan Bagas duduk sejajar dengan Laila di tengahnya dan menghadap ke barat di tepi danau..
__ADS_1
sedangkan Vanya dan Fatan tak usah ditanya lagi.. karena mereka berdua sudah pasti sedang sibuk berselfie..
Disana tidak hanya ada mereka.. tapi pengunjung lain juga menikmati pemandangan yang sama..
Tak banyak percakapan antara mereka karena suasana saat itu membuat mereka terlena dengan keindahannya..
Zacky perlahan menarik sebelah tangan Laila dan menggenggam erat dalam pangkuannya..
Laila menikmati genggaman Zacky tanpa mengalihkan pandangannya..
Bagas yang melihat itu pun mengejutkan mereka..
"ehh... apaan tu tangannya?? lepasin gak kak..!" Bagas mencoba menarik tangan Laila..
"apa sih gas.. cuma pegangan doang..!" Laila sendiri tak mau melepaskan tangan Zacky..
"tapi kan itu banyak orang kak...!" dengan menunjuk arah orang-orang disana..
"cuma kaya gini gak bakalan di grebek hansip kali gas..!" dengan mengacungkan genggaman tangan mereka..
Zacky melirik Bagas dan membalas dengan menjulurkan lidahnya.. kali ini Laila ada di pihaknya...
Bagas ngambek dan membuang muka.. Zacky tertawa kecil melihat tingkah Bagas yang kekanakan..
Ponsel Zacky berdering dan ternyata panggilan video dari Rafa...
Zacky memanggil Fatan untuk mendekat padanya..
Saat mereka sudah bertatap muka lewat layar ponsel.. disana Rafa ngomel-ngomel gak ada judul...
"kalian jahat banget sih sama gue?? tega lo semua...!" katanya..
"apaan sih..? sini lo ke danau.. kita lagi disini..!" saut Fatan..
"dasar kamprett.. lo berdua enak-enakn jalan sama cewek.. lha gue disini cuma jadi bebi sister doang tau gak??" dengan muka amat kesal..
"napa sih..? bukannya lo lagi nyari cewe baru??" sambung Zacky
"cewek apaan.. baru juga gue deketin tu cewek udah pada kabur duluan..!"
Rafa terlihat kesal bercampur sedih..
"emang kenapa..?" Fatan menahan tawanya dan Zacky hanya senyum-senyum..
"baru juga gue mau pdkt.. si Dhani tiba-tiba dateng meluk gue.. dingin katanya..!! ya jelas aja tu cwek lari bergidik liat gue.. emangnya gue cowok apaan...??" cerocosnya..
"buaaa ha ha ha ha ha ha ....!"
semuanya tertawa..
"ehh gila lo semua malah ngetawain gue.. tuh temen lo udah tepar dan gue jadi gak bisa kemana-mana jagain tu anak..!" ponselnya di arahkan pada Dhani yang terlihat sedang meringkuk di dalam tenda dengan jaket super tebalnya..
Mereka pun kembali ke tenda untuk melihat keadaan teman mereka yang super lemah itu..
Benar saja.. Dhani terlihat sedang menggigil kedinginan..
Bagas duduk disamping Dhani dan mengambil botol minuman yang berisi air tak jernih..
"nih kak.. minum ini.."
Bagas membantunya untuk duduk
"air apaan ini..?"
Dhani memutar-mutar botol itu mencari nama merk minuman di tangannya itu..
"udah gak usah bawel kak.. minum aja..!" paksa Bagas..
Dari mencium baunya saja Dhani sudah meringis.. tapi Bagas terus memaksanya dan akhirnya ia pun mau..
"ehh.. qo enak sih..?" tanya Dhani yang kemudian menenggaknya lagi..
"iya donk.. itu buatan aku sendiri lho kak..!" jawabnya dengan menepuk dadanya..
"emang itu air apa Gas..?" tanya Laila..
"ini minuman jahe madu kak.. biar badan anget..!" jawabnya dengan nyengir...
__ADS_1
"tu anak nyebelin tapi perhatian juga.. padahalkan baru pertama ketemu!" gumam Zacky memperhatikan Bagas yang kini memijit pundak pria yang baru ia kenal beberapa menit lalu itu...
part ini masih berlanjut ya...