Karena Kamu

Karena Kamu
merindukanmu


__ADS_3

 


*flashback*


 


✈✈✈


Fatan mondar mandir dengan sesekali melirik jam tangannya.


Penjemputan client penting yang ditugasnya khusus oleh papanya kali ini menyita banyak waktu..


Pesawat yang harusnya sudah mendarat, ternyata molor lebih dari satu jam..


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya pesawat mereka pun mendarat..


Fatan segera berdiri di depan pintu keluar untuk menyambut tamunya, namun perhatiannya teralihkan saat seorang wanita cantik berpakaian minim dan berkacamata hitam melenggang bak seorang model..


ia berjalan dengan menyeret koper dan sebuah blezer dilengan tangannya yang lain..


"buset.. bening amat..!" gumamnya dengan terus mengikuti pergerakan wanita itu sampai hampir melupakan tamunya..


Wanita itu tersenyum ke arahnya..


Fatan celingkuan, siapa tau wanita itu tersenyum pada orang dibelakangnya. Tapi nihil, tak ada orang lain yang membalas senyumannya..


dia senyum sama gue kali ya?


Wanita itu semakin mendekat..


ehh.. kok dia kesini?


Fatan gugup,.


Tanpa persiapan, wanita itu langsung memeluknya..


gue mimpi gak sih


gumamnya lagi dengan tangan mengambang diudara..


Fatan bingung apa yang harus dia lakukan, haruskah dia mendorong wanita itu karena merasa tak kenal??


Tapi untuk menolak pelukan itu, rasanya sayang untuk ia lewatkan..


tolong Fatan.. ingat Vanya..!!


ia mencoba menyadarkan diri..


"maaf nona, mungkin anda salah orang..!" ucap Fatan dengan melepaskan pelukan wanita itu.


Dia nampak cemberut..


"kamu Fatan kan..?" tebaknya dengan membuka kacamatanya..


Dan ternyata, Fatan terkejut bukan main saat menyadari siapa sebenarnya wanita itu..


"Ca.. Caca...??"


wanita itu tertawa renyah..


"kau melupakanku?? tega sekali..!" ujarnya dengan meninju pelan dada Fatan dengan wajah sedih yang dibuat-buat..


"kenapa kamu ada disini???" tanya Fatan gugup


"heyy.. dulu aku juga pernah tinggal disini, kalau aku ingin kembali, apa aku salah..hm??" tanyanya dengan melipat tangan didada berpura-pura marah


"bukan begitu, tapi maksudku.... kenapa kamu kembali??"


Wanita itu terkekeh..


"aku tak punya alasan lain selain mengejar cintaku..!" ujarnya dengan senyum mengembang..


Tersimpan harapan besar dimatanya..


"bukannya kamu gak mencintai dia Ca..? kenapa sekarang malah kembali untuk mengejarnya..? kamu gak sedang bercanda kan?"


Dia tersenyum dengan wajah tertunduk sejenak lalu mendongak lagi...


"apa aku terlihat sedang bercanda?"


Fatan tertegun


"aku tau, sebelumnya memang hanya sebuah sandiwara,, tapi sekarang.. aku sudah menyadari kalau aku benar-benar mencintainya, dan aku menyesali kebodohan itu. aku selalu memikirkan dia dan setelah kepergiannya, aku merasakan separuh jiwaku hilang. Dan sekarang aku akan mencari separuh jiwaku dan membawanya untuk kembali..!"


Fatan mengusap wajahnya gusar..


"gak bisa Ca.. (fatan menggeleng)


semuanya sudah berubah,..! apa yang kamu cari tak mungkin kamu dapatkan lagi.."


ucapnya mencoba menjelaskan..


Seketika hening..


Dia merasakan akan ada sesuatu yang tak menyenangkan untuk ia dengar..


"apanya yang berubah?? siapa yang berubah?? jelaskan Fatan..!" desaknya meminta penjelasan..


Tapi, Client Fatan muncul dan percakapan mereka terhenti..


"Ca.. nanti aku jelasin.. sekarang aku harus segera pergi..!" ucapnya tergesa-gesa


"Fatan..!!" ia menahan tangan Fatan dan membuatnya kembali berbalik..


"apa sih? itu tamu aku udah nungguin..!" ucapnya kesal


"katakan dulu ada apa!" ia kembali memaksa dan Fatan berdecak..


"Ca, lebih baik kamu jangan lagi berharap, karena sekarang statusnya sudah berubah. dia sudah menikah..! oke?"


jawabnya kemudian berlalu meninggalkan wanita yang mematung ditempatnya dengan mulut terperangah..


aku datang untuk memberinya kejutan, tapi kenyataannya.. aku yang terkejut..


"nggak.. itu gak mungkin.. dia hanya mencintaiku dan selamanya akan menjadi milikku.. tidak ada yang boleh mengambilnya dariku.. tak akan ku biarkan.. tidak akan!!"


pekiknya dengan mengusap tetesan air mata yang jatuh begitu saja..


* * *


"namanya Laila, apapun yang ingin nona ketahui, semuanya ada disini..!" ucap seseorang dengan menyerahkan sebuah amplop besar pada Caca yang tak lain adalah Marissa..


Wanita yang pernah dicintai Zacky..


ia mengeluarkan isi amplop setelah orang suruhannya itu pergi..


"cantik juga..!" dengusnya saat menatap foto Laila..


"Pantas saja dia terjerat, wanita ini memang cantik. Tapi dia tak mungkin melupakanku hanya karena wanita seperti ini.."

__ADS_1


ucapnya dengan melempar foto dan biodata Laila ke atas meja dengan kasar..


"kita lihat saja, aku akan memenangkan hatinya kembali..!"


tuturnya lagi dengan senyum menyeringai..


* * *


"jadi lo udah bilang kalo gue udah nikah..?"


"hmm..!"


jawab Fatan setelah ia menceritakan pertemuannya dengan Marissa..


"bagus kalo gitu,,!" balas Zacky santai dengan menyandarkan tubuhnya di sofa ruang kerjanya di bengkel....


"kok lo bisa setenang itu sih?"


Zacky tersenyum..


"emangnya apa yang harus gue takutin hm?:"


Fatan ikut duduk bersandar dengan menunjukkan kegelisahannya..


"gue yang diambang masalah, kok lo yang pusing sih..?" ledek Zacky dengan menendang pelan kaki Fatan..


ia pun menolek kemudian berdecak..


"gue takut Zack.. tau sendiri kan gimana wataknya Caca?"


"Ambisius..??"


Fatan mengangguk..


Yang ia takutkan adalah Laila, ia takut wanita itu akan kecewa..


Namun Zacky sudah memikirkan hal itu. Sejak Fatan memberitahukan kembalinya Marissa adalah untuk dirinya, ia sudah punya rencana sendiri.


"gue bakal tenemui Caca sebelum dia datang cari gue..!"


"lo yakin gak bakal kecantol dia lagi? makin bening dia bro.." candanya sedikit menggoda..


"ck.. gue udh punya yang jauh lebih berkilau, selain menyejukkan fikiran, dia juga bisa menghangatkan hati..!" tuturnya dengan mengepalkan tangannya didada


"ciaaa.. dulu lo bilangnya gak akan ada yang bisa menggeser tempat Caca dihati lo..!" cibirnya meledek..


"sialan..!" umpatnya dengan menimpuk Fatan dengan buku besar ditangannya


"itu jauh sebelum gue kenal Laila.. dan kali ini hanya ada nama Laila dihati gue..!" ujarnya dengan membusungkan dadanya..


"ehh tapi kok, itu tu kayaknya masih ada nama Caca deh..!" candanya lagi seolah melihat sesuatu didada sepupunya..


"set** lo..!" balas Zacky dengan menindih Fatan kemudian memukulinya pelan membuat mereka teringat masa kecil sebelum mengenal kata cinta, mereka pun terkikik bersama.


"tapi lo yakin kan gak bakal terpengaruh Caca lagi.?" tanya Fatan lagi setelah candaan mereka usai..


"udah deh,, semuanya udah selesai. jangan ngomongin Caca lagi..


Caca itu____"


"Caca...??"


ucapan Zacky menggantung, mereka menoleh bersama dan terkejut dengan pemilik suara yang datang tiba-tiba..


"ehh.. yank..!!" Zacky gelagapan..


"kok gak bilang mau nyusul sih..? tau gitu kan kita bareng aja..!" ucapnya beranjak berdiri dan mendekatinya


"aku bawain makan siang buat kamu..!" jawabnya mengacungkan kotak makanan kemudian melangkah untuk meletakkannya dimeja.


"lagi bahas apa sih? tadi Caca siapa?" Laila yang kini duduk disamping Fatan bertanya sambil membuka makanan yang ia bawa..


Dan bodohnya,, ditanya seperti itu Fatan mendadak gagap..


Laila mengerutkan keningnya, kenapa Fatan segugup itu?


Zacky menyadari kecurigaan istrinya, ia langsung memutar otak mencari alasan..


"euu... yank, Fatan udah mau pergi. kangen Vanya katanya.. iya kan Tan..??"


Zacky mendelikkan matanya mengisyaratkan ia untuk segera enyah.. dan lagi-lagi Fatan kurang tanggap hingga Zacky harus mengedipkan matanya berulang kali..


"aahh... iya iya.. aku pergi dulu..!"


ucapnya beranjak dari tempatnya semula..


Laila menyilangkan tangannya didada, menatap punggung Fatan yang hampir menyentuh pintu..


"tunggu...!!"


teriak Laila dan menghentikan langkahnya


mati gue!!


"eh.. napa??" tanyanya berbalik dengan senyum terpaksanya..


ia takut sekali kalau Laila akan kembali menanyakan pembicaraannya dengan Zacky tadi..


Dan Zacky yang merasakan aura hitam, sibuk menerka-nerka dengan kalimat apa yang akan keluar dari mulut istrinya..


Laila menatap Fatan tajam..


"kapan kamu nikahin Vanya..?"


tanyanya datar namun tatapannya menusuk..


Tapi entah kenapa, mereka malah menghela nafas lega..


"udah masa proses, tunggu kabar baiknya aja..!"


"jangan tunggu sampai perut Vanya membuncit.. kamu harus cepat menikahinya. lebih cepat lebih baik..!"


"hehe.. siap nyonya bos..!" dengan gaya hormat sambil membungkuk


"cih..!"


Fatan tertawa kemudian mengedipkan sebelah matanya pada Zacky sebelum ia benar-benar pergi..


"masakin apa yank..?" tanya Zacky mendudukan dirinya samping istri tercinta kemudian mulai menyantap makanan yang Laila siapkan..


"waah.. istriku memang terbaik.. aku beruntung banget bisa miliki kamu yank..!" tuturnya kemudian mengecup kening sang istri..


Entah pujian atau gombalan yang terucap dari bibir suaminya, tapi mendengar itu Laila merasa tersanjung..


Semenjak usainya pertengakaran kemarin, suaminya semakin pandai membuatnya tersenyum dan itu membuat Laila gemas dengan mencubit pipi suaminya..


Gelak tawa pun pecah..


tok tok

__ADS_1


"kak bos..??"


Zora menyumbulkan kepalanya dibalik pintu..


"eh.. hay Zora... masuklah..!" sapa Laila dengan senyum manisnya meminta ia untuk mendekat.


"kakak..?? sejak kapan disini, kenapa aku gak tau..?" tanya Zora membalas senyuman Laila.


Ya.. kini mereka sudah saling mengenal. Dan gadis yang pernah dicemburui Laila itu, kini ia menyukainya..


"belum lama,, kemarilah kita makan bersama..!"


Zora sumringah, ia segera menyerbu makanan dihadapannya yang terlihat sangat menggiurkan matanya..


plaakkk


Zora mengaduh dan menarik cepat tangannya yang hampir menyentuh makanan yang mampu membuat perut berdendang ria..


Zora menatap tajam mata si pelaku..


"punya gue...!"


larangnya membalas tatapan tajam Zora..


"maaf.. tapi aku maksa..!" balasnya dengan menyambar cepat salah satu kotak makanan milik bosnya..


Zacky hanya melongo melihat makanannya dirampas paksa sang karyawan cilik yang langsung melahapnya sambil berdiri tanpa salah dan dosa..


Dan Laila,, apa lagi yang ia lakukan selain tertawa terpingkal melihat tingkah mereka yang kekanakan...


"ada paan sih lo kesini? ngerecokin gue aja..!" omel Zacky pada Zora yang kini ikut duduk disamping Laila untuk mejadikannya tameng, kalau-kalau bos sekaligus kakak angkatnya itu tiba-tiba merebut makanannya kembali..


"aku cuma mau ngasih tau stok air minum kita habis.. kasian tuh customer pada keausan..!" jawabnya dengan mulut penuh


"ya ngapain masih disini,, sana telfon minta kirim, cepetan..!" omelnya lagi yang merasa terganggu dengan kehadirannya..


"gak bisa,, gak ada yang ngirimnya, lagi hajatan. harus ngambil kesana langsung..!"


"ya udah, lo kesana dong..!"


" gak bisa juga, aku masih lagi ngerjain sesuatu diluar.. sibuk..!" tolaknya tanpa mengalihkan perhatian dari makanannya..


Kalau masih sibuk, kenapa malah nyangkut disini.. dasar bocah..!! dumel Zacky dalam hatinya..


Zacky berdecak, dengan malas ia beranjak bangun menuju meja kerjanya untuk meletakkan berkas yang tengah ia kerjakan. ia mengambil kunci dan jaketnya untuk pergi sendiri ke toko penyuplai air mineral dibengkelnya.


Namun Laila mencegahnya, karena ia tau Zacky sedang sibuk dengan pekerjaannya dibengkel setelah beberapa waktu lalu ia terlalu sibuk diperusahaan..


"biar aku aja..!" ujarnya dengan merebut kunci mobil ditangan suaminya


"tapi___"


"gapapa.. aku juga bisa. kamu lanjutin kerjaan kamu aja.. oke.!"


Zacky tersenyum,, istrinya memang pengertian sekali..


cupp


ia kembali mendaratkan kecupan dikening sang istri..


"pameeerrr...!" ledek Zora yang mendapat pelototan dari Zacky..


Laila tersenyum lalu beranjak pergi diekori Zora yang ikut keluar karena tak mau terlalu lama satu ruangan dengan bosnya yang saat ini sedang galak, fikirnya..


*


Cukup lama Laila pergi, dan masih belum juga kembali..


Zacky yang masih sibuk diruangannya, ia beranjak dari kursi putarnya mengarah sofa dimana tempat ponselnya berada.


Terlalu lama istrinya pergi, membuatnya merasa cemas.


ia pun meraih ponsel dan mendial nama istrinya, namun belum sempat panggilannya tersambung, Zacky terkejut dengan tangan seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang..


Zacky tau siapa yang mengejutkannya, dan ia menghela nafas lega..


"akhirnya kamu dateng juga Yank.. lama banget sih..??" ucapnya mengusap tangan yang melingkar diperutnya..


tapi kenapa ia merasakan sesuatu yang berbeda..


"aku merindukanmu Putra...!"


ucapnya yang membuat Zacky terbelalak menyadari jika suara wanita itu bukanlah milik istrinya..


Dengan cepat ia melepaskan tangan yang masih membelitnya dan memutar badan untuk melihat pemilik tangan itu.


ia berharap, semoga saja wanita ini tidak seperti dugaannya..


Tapi kenyataannya, wanita itu tepat seperti yang ia duga..


"Caca..??"


Wanita itu tersenyum dan kembali memeluknya..


"aku merindukanmu,, sangat rindu Putra..!" ucapnya bernada manja seperti yang biasa ia lakukan dulu..


Zacky mencoba melepaskan dekapan wanita itu, ia tak bisa membiarkan Marissa memperlakukannya sesuka hati seperti sebelumnya..


Namun Marissa semakin mengeratkan pelukannya membuat jantung Zacky berdetak lebih cepat dari biasanya..


"cukup Ca.. lepaskan aku..!" pintanya pada wanita yang bersikeras tak mau melepasnya..


"aku gak mau, aku sudah terlalu lama menahan ini dan aku tak akan melepaskanmu..!" jawabnya keras kepala..


Zacky geram,, ia tak mau yang Marissa lakukan menimbulkan sebuah kesalah pahaman..


"Caca, LEPASKAN..!" bentaknya yang membuat wanita itu menurunkan tangannya dan mundur satu langkah..


"kau membentakku Putra..?? apa kau sudah tak menginginkanku..?? "


tanyanya lirih, hatinya seakan retak mendapat perlakuan kasar pria yang dulu sangat memanjakannya


"iya.. dan aku gak pernah mengaharapkan kehadiranmu..! aku sudah beristri dan sekarang aku bahagia.. jadi tolong pergilah.."


Marissa mendengus dengan menaikkan sebelah bibirnya..


"kamu bilang bahagia..?" tanyanya dengan senyum meremehkan, ia melipat tangannya didada


"kamu mencintaiku, bagaimana mungkin kamu bisa bahagia tanpa aku Putra..?" ucapnya dengan mengarahkan jari telunjuknya kepipi Zacky dan bergerak turun kelehernya.


"hentikan Ca..!" ucapnya menahan pergerakan tangan yang mencoba menggoyahkan pertahanannya.


Wanita ini memang pernah ada dan mampu meluluhkan hatinya..


Tapi tidak untuk kali ini, semuanya hanya masa lalu..


Marissa tersenyum, ia merasakan keteduhan karena saat ini pria yang ia rindukan tengah menggenggam dan menatap matanya..


ceklekk..

__ADS_1


Marissa menoleh dan Zacky terkejut dengan kedatangan seseorang yang kini berdiri didepan pintu memperhatikan mereka..


"sayang..???"


__ADS_2