
⛅
"hahahahaha....hffft...!"😄
Laila membekap mulut Vanya yang tertawa lepas didepannya..
ia malu karena mereka mengundang perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan yang ada disana..
"bisa pelan gak sih ketawanya..??" omel Laila dengan melirik kesekitar resto tempat mereka makan..
"aku gak bisa bayangin cara kamu lakuin itu kaya gimana.. hahaha...!" ia masih saja menertawakan sahabatnya yang terlihat kesal.
"aku gak tahan liat Zacky yang terus saja mengabaikannku..!" dengusnya dengan buang muka
"ya makanya,, jangan deketin Akmal lagi.. bandel sih..!" omelnya masih dengan tertawa..
"aku kan udah bilang, kalo aku gak ngomong sama dia tar dia terus aja deketin aku Nya..
Mungkin setelah aku bilang udah nikah, dia gak akan ngerepotin aku lagi.."
"kamu udah bilang suami kamu itu bos dia..??"
Laila terdiam sejenak..
"belum.." jawabnya dengan mengaduk minumannya dengan sedotan..
"cuma bilang sudah nikah aja kayanya udah cukup..!" kemudian ia menyesap minumannya..
"hhaishh.. aku rasa... dia gak akan percaya gitu aja.. pasti dia bakal deketin kamu lagi..!" ucap Vanya menakut-nakuti..
Laila mencebikkan bibirnya..
"ya jangan sampe dong Nya.. kamu gak tau aja gimana susahnya aku bujuk Zacky biar dia gak marah lagi..
aku harus berusaha keras dan terpaksa aku merelakan urat malu ku terputus begitu saja sampai-sampai setelah aku melakukannya aku tak berani menatap suamiku sendiri..
(laila mendengus) sungguh diluar dugaanku sendiri.. aku terus merayunya daan....
ohh.. memalukan sekali..!!" ucapnya dengan menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan..
Vanya terkekeh..
"kenpa harus malu.. kalian itu suami istri, pasti sudah sering melakukannya bukan..??"
Laila berdecak kemudian menyondongkan wajahnya membuat Vanya melakukan hal yang sama.. dan ia pun berbisik..
"melakukan hal itu memang sudah sering,, tapi aku yang memulai duluan, baru kali ini..!!"
"phffftt.. buahahahaha....!"
plaak..
Laila memukul tangan Vanya namun usahanya tak mampu menghentikan tawa itu..
Sunguh kesal.. sangat sangat kesal..
"apa kamu rayu dia sampe pake cara liar.. hah??"
godanya yang mendapat delikkan mata dari Laila
Ternyata menceritakannya pada Vanya bukanlah solusi yang bagus..
"apanya yang liar..?" tanya Fatan yang baru datang beriringan bersama Zacky
Laila menendang kaki Vanya dan berkomat kamit dengan mendelikkan matanya yang dimengerti olehnya..
"oh.. ini (Vanya menunjuk ponselnya)
ada berita katanya ular liar masuk mesin mobil.. iya kan Laila..??" tanyanya dengan menaik turunkan alisnya menggoda sahabatnya..
Laila pun gelagapan..
"oh.. iya.. ular liar.. iya ular..!" jawabnya canggung..
Vanya menahan tawanya dan membuat dua orang pria yang duduk disamping pasangannya masing-masing saling tatap penuh arti..
Nampaknya mereka mengerti dengan pembicaraan para wanita itu..
flashback
Percakapan dua orang pria didalam toilet dengan keadaan yang sepi..
"napa sih lo.. dilihat dari bibir lo yang nyengir mulu tuh gue pastiin lo lagi seneng banget ya..!?" tanya Fatan sambil melakukan kegiatan membuka resleting celana jeansnya..
Zacky yang berdiri disampingnya dan melakukan hal yang sama hanya tersenyum tak menanggapi rasa penasaran sepupunya..
"kayaknya abis dapet jatah dobel nih..? ngaku aja deh lo..ya kan??" godanya dengan menyenggol lengan Zacky menggunakan sikutnya..
"sotoyy lo..!" sangkalnya masih tersenyum malu-malu saat menyudahi kegiatannya dan berpindah ke washtafl..
Fatan pun mengikutinya..
"cerita lah.. penasaran gue..!" ia memaksa..
"perlu ya gue cerita sama lo..?"
"yaelah.. tibang cerita gitu doang susah bener..!" dengusnya kesal, namun ke sok' tau'annya kembali aktif
"pasti ada yang beda ya?? ya kan ya kan..?? ayolaah.."
Zacky berdecak dan jengah dengan desakan manusia sok tau itu, tapi memang dia ngerti sih..
"yang jelas, gue baru tau sisi lain istri gue..!" jawabnya dengan wajah bersemu..
"ciaaaahh.. apa gue bilang.. pasti gak jauh dari soal itu deh..!" ucapnya dengan menepuk bahu Zacky setelah mengeringkan tangannya dengan tisu..
Zacky melirik tangan itu kemudian menyingkirkannya..
"kok kayaknya lo lebih berpengalam dari gue deh..?"
Fatan gelagapan..
"yaa.. ya.. kalo yang gitu sih gue ngerti lah.. hehe..!" jawabnya cengengesan..
"tapi lo belum ngelakuin kaya gitu kan..?"
Fatan membulatkan matanya dan terlihat gugup..
"apaan si lo.. ya belum lah..!" ia tersenyum canggung..
"awas aja lo kalo sampe macem-macem, abis lo sam gue..!" ancamnya dengan pura-pura ingin menonjok..
"haissh.. udah lah.. lo percaya deh sama gue..!" ucapnya meyakinkan..
"ngomong-ngomong, kapan lo mau bulan madu?" tanyanya mengalihkan pembicaraan..
"ntar lah.. setelah proyek gue yang ini deal. kemungkinan setelah ulang tahun perusahaan..!"
"asiiiikk.. tar gue nyusul ah..!!"
"ngapain?? mau ngeribetin gue lo..??"
"elaahh.. takut amat..!!"
__ADS_1
mereka pun tertawa dan kembali ke resto tempat mereka makan..
"kamu udah belanjanya yank..?" tanya Zacky dengan mengintip paperbag belanjaan istrinya yang berisi sebuah sepatu bermerk..
"udah.. aku cuma beli kado buat Sri aja kok..!" Laila menujuknya menggunakan dagu..
"cuma ini..??"
"hmm..!"
Zacky mengangkat kedua alisnya tak percaya,, istrinya memang bukan tipe perempuan yang gelap mata saat berada dipusat perbelanjaan seperti sekarang ini..
Bisa dikatakan uangnya lebih dari cukup untuk mendapatkan apa saja yang ia inginkan,.
Tidak seperti wanita yang ada disamping sepupunya. Entah penting atau tidak, jika dia suka maka akan langsung membelinya. Dan itu membuat Zacky bergidik saat memperhatikannya..
"apa..?" tanya Vanya tak terima dengan tatapan Zacky yang seolah mengejeknya
"diihh.. apa..??"
"heh.. aku tau ya kamu lagi banding bandingin aku sama istri kamu kan..??"
Zacky terkekeh..
"gue cuma kasian sama sepupu gue aja kok,..!!"
"duit banyak buat apaan kalo gak buat dibelanjain.. iya kan beb..?" ucap Vanya dengan merebahkan kepalanya manja dibahu Fatan
"i.. iya..!" jawabnya kaku
"emangnya kerja cape gitu buat apaan..?" Vanya menjulurkan lidahnya meledek..
Zacky tertawa kecil kemudian merangkul Laila dari samping..
"istri gue mah fikirannya beda,, kita sih nabung sebanyak mungkin buat anak-anak kita,, iya kan sayang..??" Zacky menyindirnya balik..
"kamu bener banget suamiku sayang..!!" timpal Laila meraup wajah Zacky mendukung ucapanya..
Dan Vanya mendapat juluran lidah pembalasan darinya..
Laila terkekeh melihat Vanya yang malah kesal pada kekasihnya sendiri..
"kok ngambeknya sama aku sih..?"
"ya itu Zacky nya nyebelin..!"
Fatan menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat wanita kesayangannya yang akhir-akhir ini sangat baperan..
Dan itu terlihat sangat lucu bagi Laila..
Tak hentinya Zacky memandang istrinya yang tengah tertawa..
Dan sepertinya sampai kapan pun memandang wajah itu, ia tak akan pernah merasa bosan..
"kita pulang yuk..!" bisiknya yang membuat Laila menoleh..
"kan masih siang..!" tolaknya yang masih ingin bersama sahabatnya
Zacky merapatkan bibirnya mencoba berfikir mencari alasan..
"udah.. kalian pulang aja sana.. kayaknya sepupu gue pengen ngulangin yang semalem tuh..!" ledek Fatan menggoda pasangan yang masih hangat-hangatnya itu..
"hah..??"
Laila langsung melirik Zacky yang tengah cengengesan dengan tatapan yang tajam..
mati gue
Mau tak mau Laila mengiyakan untuk segera pulang. jika tidak, bisa-bisa dia akan terus jadi bahan ledekan pasangan dihadapannya..
Dan Laila baru tau, ternyata para pria juga sama embernya dengan wanita..
Karena Laila memutuskan untuk pulang, Vanya pun enggan berlama-lama disana jika tak ada Laila..
Namun saat Vanya bangkit dari duduknya, ia nampak limbung dan hampir jatuh jika saja Fatan tak menahannya. ia sangat khawatir..
"kamu kenapa Nya..?" tanya Laila yang merasakan hal yang sama
"dia tuh pusing kebayakan mikirin belanjaan, yank..!"
Laila mencubit pinggang Zacky dan Vanya hanya menaggapinya dengan cebikan bibirnya dan nampak kesal..
*
"tunggu donk yank...!!"
Laila terus saja berjalan mendahului Zacky dan mengabaikannya saat mereka telah sampai diparkiran..
"yaankk...!" Zacky menahan tangannya membuat ia berhenti melangkah..
Laila menatapnya dengan tatapan yang berapi..
"cerita apa sama Fatan..?"
ucapnya to the point
"aku gak cerita apa-apa yank..!"
"bohong..!! kenapa tadi dia ngomongnya gitu..?" ucapnya lagi seperti ingin menangis..
"nggak yank..!" Zacky meraup wajah Laila
"dia cuma nebak aja, dan kebetulan yang dia bilang emang bener..!"
Laila tertegun sejenak..
"maksudnya..??"
Zacky terkekeh dan menurunkan salah satu tangannya ke pinggang Laila..
"emangnya aku pengen kita cepet-cepet pulang tu mau ngapain..?" godanya yang pura-pura tak dimengerti Laila..
"ya mana ku tau.. paling juga mau ngabisin hari liburnya tidur siang dirumah..!" jawabnya malu-malu..
"iya.. ni**rin kamu..!" balasnya dengan mencolek hidung istrinya..
Laila semakin bersemu..
ia memandang punggung Zacky yang semakin menjauh untuk mengambil sepeda motornya..
Laila merasa saat ini mereka seperti masih sedang pacaran saja..
Ditengah kesendiriannya menunggu Zacky, ia dikejutkan oleh seseorang yang menggertaknya dari belakang..
"Sri..?? sama siapa..??"
ia mengenalkan pria yang bersamanya sebagai kekasihnya pada Laila..
"kamu sendiri sama siapa?? kok ada disini??"
Laila tersenyum..
"aku lagi nungguin suami aku disana..!" jawabnya menunjuk arah Zacky pergi..
__ADS_1
Sri tertegun.. ia yang mendengar percakapan Laila dan Akmal kemarin tak menyangka jika Laila benar-benar telah menikah..
"Laila, kamu beneran udah punya suami? kirain cuma ngibulin Akmal doang.??"
Laila tertawa..
"masa bohong sih..? nih buat kamu..!" Laila memberikan paperbag ditangannya..
"apa ini..??"
"kado yang kujanjikan kemarin..!"
Sri membukanya dan terperangah saat melihat hadiah yang Laila berikan..
"gapapa.. aku seneng kalo kamu suka.. dipake yah..!" ucap Laila saat Sri merasa sungkan mendapat hadiah yang menurutnya berlebihan..
"makasih Laila,, aku suka banget dan____"
ucapannya menggantung saat sebuah sepeda motor berhenti di depan Laila..
"ehh..suami aku udah dateng..!"
Sri nampak memperhatikan dan meneliti pria berhelm didepannya,,
Dan saat pria itu membuka helmnya, ia semakin terperangah...
"waaahhh....!!"
Ribuan bintang seakan bertaburan disekeliling pria itu membuat Sri tak mau melewatkannya walau hanya satu kedipan mata saja..
"Pak Putra ganteng bangeet..!!"
pujinya yang melihat atasannya itu berpakaian santai dan tatanan rambut yang sedikit mengacak membuatnya terlihat lebih macho..
Seisi kantor bisa pada lumer kalo liat bosnya kaya gini.. begitu fikirnya..
"udah sih liatinnya..!!" ucap kekasih Sri yang merasa terasingkan..
Sri pun tersenyum malu kemudian menyapa atasannya yang ternyata suami Laila..
Ooh.. ternyata..
ibu Bosnya adalah temannya sendiri..
"Laila, kamu berhutang penjelasan padaku..!" bisiknya yang membuat Laila tertawa kecil..
"baiklah... tapi tolong rahasiakan ini dulu.. oke??" bisiknya balik membuat kesepakatan..
* *
Zacky menghentikan laju motornya didepan sebuah bangunan yang Laila kenal..
"kok berhenti disini? (Laila bingung)
motor kamu bermasalah ya? tapi kan bengkelnya tutup..!"
Zacky hanya tersenyum dengan membuka kunci gerbangnya dan membawa Laila masuk setelah menutupnya tanpa menggemboknya lagi..
ia membuka kunci rolling door dan membukanya secelah hanya seukuran motornya dan dibawanya masuk.
Laila yang masih belum mengerti, hanya mengikuti apa yang diarahkan suaminya..
"kamu pernah kesini..??"
Laila mengangguk
"kenapa kamu bisa punya kunci tempat ini??"
Zacky tersenyum,,
"ini adalah hasil jerih payah yang aku rintis dari nol..!" jawabnya dengan membentangkan tangannya menunjukkan kekuasaannya ditempat itu..
Laila tersenyum, tapi ia masih heran..
"jadi nama ZAP itu, diambil dari nama kamu??"
Zacky tertawa lagi, sebenarnya nama itu ide dari teman-temannya yang berarti
Zacky Aryatama Putra.
Lucu memang, tapi ia suka..
Laila menyunggingkan senyuman, lagi-lagi suaminya memberi kejutan..
Zacky membawa Laila untuk memasuki ruang kerjanya disana..
dan ia menuntun Laila untuk duduk dikursi kebesarannya.
Laila tersenyum lagi, ada foto dirinya diatas meja besar berkaca hitam tempat Zacky melakukan tugasnya..
"kamu suka..??" tanya Zacky yang berdiri dibelakang kursi yang Laila duduki.
Laila mengangguk senang, kemudian beralih mendekati sebuah foto besar di dinding dekat pintu masuk. Zacky pun mengekorinya..
"ini semua karyawan kamu ya..?"
"hmm..!"
jawabnya dengan memeluk dari belakang dan menempatkan dagunya dibahu Laila..
Perhatian Laila pun tertuju pada salah satu dari mereka. Siapa lagi kalau bukan satu-satunya wanita disana..
"Zora.. ya itu Zora gadis yang pernah kamu cemburui..!"
Laila tersenyum, jadi yang Zacky maksud pernah bertemu adalah ditempat itu..
"dia memang terlihat masih dibawah umur.. tapi lihatlah.. dia manis sekali..!" ucap Laila bersedih yang dibuat-buat..
"gak ada yang lebih manis dari kamu sayang..!" bisik Zacky yang mulai menciumi leher Laila dari belakang..
"Ayy.. kamu_____"
pekiknya saat tangan Zacky mulai bergerak semaunya..
ia membalikkan tubuh Laila dan ******* bibir manis istrinya..
semakin bergairah dan semakin tak terkendali..
Entah sejak kapan resleting dibelakang bajunya sudah turun dan lengan bajunya yang merosot menampakkan bahunya yang mulus..
Zacky menggigit segaris kain berwarna hitam yang menjadi tali penyangga buah **danya..
"aku mau seperti yang semalam kamu lakukan sayank..!" hembusan nafas Zacky yang menerpa telinganya membuat seluruh tubuhnya merinding..
siang itu pun terasa lebih panas dari biasanya..
tok tok
"Bos...!!"
Mereka terkejut dan Laila langsung bersembunyi dibalik tubuh suaminya yang sudah bertelanjang dada..
"arrgghh... sial..!!"
__ADS_1