
Pak Arif menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe tempat dimana Vanya berada. Laila turun dari mobil dan melangkah lebih cepat karena cuaca sudah mulai gerimis.
Laila masuk dan matanya mulai menjelajahi isi kafe mencari keberadaan Vanya..
Keadaan kafe yang cukup ramai membuatnya kesulitan.
"Tu anak dimana sih..?"
Laila mulai kesal dan dia berniat melakukan videocall..
Tapi belum sempat memegang ponsel pandangannya menemukan sosok gadis yang menundukkan kepalanya di atas meja paling ujung dekat pojokan..
"Heyy...!"
Laila sedikit menggebrag mejanya..
Vanya mendongak tanpa mengatakan apa-apa.. Wajahnya terlihat kusut dan matanya sembab..
Sepertinya dia sudah cukup lama menagis..
"cari tempat tuh yang agak enakan napa.. di pojokan gini mau liat apa??" Laila mencoba mengajaknya bicara..
Vanya masih diam, dia menopang kepalanya dengan tangan kanan.. dia terlihat lesu tak bertenaga..
"tadi tu disini sepi.. aku duduk di situ tu..!" menunjuk ke meja depan dekat dengan jendela.. mungkin karena di luar gerimis jadi banyak yang berhenti disana walau cuma ngopi-ngopi...
"terus kenapa pindah...?"
kini Vanya menggakkan tubuhnya..
" kalo aku duduk di depan.. orang yang baru masuk juga bakal liat aku nangis. mungkin tukang parkir juga ngeliatin terus kalii..!" cerocosnya..
waah.. udah mulai berkicau.. mulai sadar nih..! gumam Laila..
"oke... jadi sekarang kenapa aku harus kesini..hm??"
Vanya kembali menampakkan wajah sedihnya...
"huaaaaaa..."
tangisnya pecah lagi.. Laila mencoba membekap mulut Vanya takut menjadi pusat perhatian.. dia celingukan memastikan tak ada yang melihat.
Tapi jelas saja.. cukup banyak pasang mata yang mengarah ke mereka...
Laila nyengir dengan sedikit mengangguk tanda maaf pada mereka..
"kalo nangis di tempat umum tu jangan kenceng-kenceng..!" omelnya yang membuat Vanya berhenti menangis..
"kamu kenapa siih....??" tanyanya lagi
"Fatan.. La.."
katanya dengan segukan..
"kamu di putusin..??"
Vanya terbelalak dan spontan mengetukkan jarinya ke kepala dan meja didepannya..
"amit amit....!" katanya..
"ya terus napa..?" Laila sedikit tertawa..
"semalam Fatan di keroyok orang La.. dia sampe babak belur...!" ceritanya...
"aku tau..!" jawaban Laila membuat Vanya terkejut..
"kamu tau..?? aku kan baru cerita...??"
Laila menyesap minuman milik Vanya..
__ADS_1
"iya.. yang semalam nolongin dia kan aku...!" jawabnya dengan memainkan sedotan dalam gelas minuman..
Vanya menutup mulutnya dengan tangan seakan tak percaya kalau sahabatnya kini berkelahi lagi seperti dulu..
"qo bisa?? kalo gitu berarti kamu bawa motor lagi ya La..?"
"iya.. aku kangen soalnya..!"
"berarti yang bikin bok*ng Fatan sakit juga kamu dong..??"
Laila tersedak mendengar pertanyaan Vanya dan kini ia tertawa membayangkan saat itu..
"aku gak sengaja.. lagian ada Zacky juga disana dan yang bikin aku jatohin Fatan itu karena ternyata ada Fikri juga...!"
"apa mereka gak tau itu kamu..??"
"kalo mereka tau udah pasti ngomong sama kamu.. aku kan pake helm, dia gak bakalan ngenalin aku..." katanya masih menyesap minuman Vanya lagi dan lagi..
haus mengkin.. (haha)
"kamu yakin Fikri gak bakal cerita tentang kamu??"
"aku rasa gak bakal.. kalo pun iya aku gak nyesel qo.. kalo bukan karena aku.. mungkin sekarang kamu gak nangis di kafe.. tapi di pemakaman!" goda Laila di barengi tawa...
"ihh Lailaaaa.. aku gak mau jadi janda sebelum nikah...!" celotehnya dengan bergelayut pada lengan Laila..
"ya mana ada janda tapi belum nikah? "
"makanya kamu tu bilangin sama Fatan gak usah ikut balap liar kaya gitu lagi.. ganti dengan kegiatan sosial atau balapan resmi di sirkuit.. itu bisa meminimalisir keributan"
"dengan begitu orang juga bisa respect dengan komunitasnya dan juga di segani..." ceramahnya panjang lebar..
"tapi dulu kamu gak kaya gitu..?" Vanya membalikkan...
"yaaa... pemikiran dulu dan sekarang kan beda Nya...!" sangkalnya..
emang iya sih dulu difikiran Laila tu taunya yang penting happy.. beda dengan sekarang yang harus fikir ulang kali jika ingin melakukan hal yang unfaedah
"kamu tenang aja nanti aku bantu cari cara biar dia pensiun..!!"
Vanya girang dan memeluk erat Laila...
"aku kecekek Nya..!!"
* * *
Zacky menuntun mamanya masuk ke mobil karena gerimis makin merapat..
Binar kebahagiaan di wajah Salma belum memudar..
Meski ragu ragu.. Zacky mencoba mencari tau apa yang terjadi dengan mamanya.. dan apa maksudnya dengan menyebut nama almarhum adiknya Shofia....
"ma...??"
"hmm.." Salma menoleh arah Zacky yang sudah duduk di kursi kemudi dan mulai menjalankan mobilnya..
Wajah Salma nampak santai masih dengan senyuman..
"tadi mama kenapa??"
Zacky harap-harap cemas menunggu penjelasan sang mama.
"Zacky.. tadi mama hampir kerampokan..!"
"heuhh??" ngrem mendadak..
"ehh.. pelan pelan sayang kalo mau berhenti..!" Salma menepuk bahu Zacky..
Kini Zacky duduk menyamping mengarah mamanya..
__ADS_1
"mama kerampokan????
kenapa senyum..???"
Zacky makin khawatir mamanya semakin parah... tapi sang mama malah tertawa...
Dan Zacky makin khawatir...
Salma menghela nafas dan mulai mengontrol dirinya..
"kamu jangan panik gitu ah.."
Zacky masih antusias menunggu penjelasan mamanya..
"ayo jalan.. ceritanya sambil jalan tar keburu ujan lho..."
Zacky manut dan melenjutkan perjalanan pulang..
"tadi ada yang nolongin mama..."
katanya memulai bercerita..
"siapa ma...?"
"mama tidak sempat berkenalan.. tapi dia sangat cantik.." matanya membayangkan gadis itu..
"dia perempuan..??" Zacky mengerutkan keningnya..
"iya... tapi dia hebat nak... dia bisa ngalahin perampokan itu tanpa terlihat kesulitan..!" katanya sedikit heboh..
Zacky baru melihat mamanya seperti ini..
Sedikit ragu2 Zacky bertanya lagi..
"ma... lalu kenapa tadi mama menyebut Shofia?? ada mereka mirip..??"
Zacky takut pertanyaannya membuat mood mamanya kembali buruk...
Salma menghela nafas lagi..
"tidak nak.. mereka tidak mirip sama sekali.. tapi mama merasakan kenyamanan di dekatnya.."
Salma mendongakkan wajahnya menahan air matanya jangan sampai jatuh..
"ma..."
Zacky menggenggam tangan Salma dengan tangan kirinya. Salma pun mengarahkan pandangannya pada Zacky dan mengelus punggung tangannya..
"mama baru menyadari.. selama ini mama belum bisa menerima kenyataan kalau Shofia sedah tiada.. tapi saat bertemu gadis tadi mama jadi sadar.. mungkin ini memang sudah rencana Tuhan buat mama.." airmatanya luruh.. dada Zacky sudah terasa sesak.. tapi ia berusaha menahannya..
"nanti kita ke kepemakaman Shofia ya nak..!"pinta Salma dengan menyeka airmata dan sedikit tersenyum
Zacky mengangguk..
Gadis itu sangat menarik,, dia bisa membuat mamanya kembali tersenyum..aku harus menemukannya untuk mama!! batin Zacky..
* * *
Seketika hujan turun sangat deras..
Zacky menghentikan mobilnya di depan sebuah kafe karena mamanya merasa lapar..
Ya... kafe dimana Laila berada saat ini..
Apakah Salma akan bertemu lagi dengan Laila di sana????
*tunggu kelanjutan ceritanya...
jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan klik tanda jempol yaa...
__ADS_1
makasiìiihh*....