Karena Kamu

Karena Kamu
kehadiran Bagas 2


__ADS_3

🏥


"haayy.... hehehe...!"


Bagas melambaikan tangan dan tersenyum cengengesan khas dirinya.. Dia berhasil membuat semua yang ada di dalam menganga dengan kehadirannya yang tiba-tiba.


Menyadari hal itu ia pun memecah keheningan..


"apa kalian merindukanku...??" masih dengan senyumannya..


"ish...!"


Vanya melengos dan Rahadi hanya menghela nafas kasar..


"Ya Tuhan.. ternyata orang aneh yang Vanya katakan itu adalah dirimu..??" Laila berkacak pinggang..


"apanya yang aneh.. aku hanya bercanda kenapa seserius itu..?" jawabnya tanpa rasa bersalah..


"heh.. bercandamu itu menakuti orang dan aku fikir kau itu sakit jiwa..!" tuduh Vanya yang sudah duduk di sofa dan melipat kakinya..


"ehhh.. tega sekali kau kak mengatai aku sakit jiwa.. mulutmu itu lebih pesas dari ketoprak berkaret dua tau gak..?" balas Bagas dengan menunjuknya..


"aeh.. sudah sudah.. kalian itu selalu saja begitu..!"


Laila mencoba melerai.. kalau di biarkan bisa membuat serangan jantung ayahnya kembali kambuh..


"apa kau tak ingin menyambutku kak cantik..??" Bagas membentangkan tangannya meminta pelukan pada Laila..


"haiisshh... baiklah..!"


Laila pun memeluknya sengkat..


"kenapa kau tiba-tiba ada disini..??"


"aku ingin menjenguk ayah..!" jawabnya dengan berjalan mendekati Rahadi dan memeluknya..


"kamu sendiri..??"


belum juga Bagas membalas riuh orang berbicara menarik perhatian Laila dan yang lainnya mengarahkan pandangan pada pintu..


Disana terlihat Nadia menggandeng Farida dan diikuti Adnan dibelakangnya..


"wahh.. kejutan sekali kalian datang kemari..!"


Laila menyambutnya dengan memeluk Farida dan bersalaman dengan Adnan..


Kabar sakitnya Rahadi membuat keluarga Nadia ikut merasa cemas.. di tambah lagi Bagas yang merengek terus minta datang menjenguk Rahadi..


Setelah basa basi dan saling menyapa selesai mereka pun bercengkrama santai.. Sesekali mereka tertawa dengan kelakuan Vanya dan Bagas.


Padahal terakhir mereka bertemu keduanya terlihat sedih dan haru dengan perpisahan yang mendadak.. Tapi setelah bertemu lagi mereka kembali pada keadaan seperti semula.. bagai tokoh kartun yang tak ada yang mau mengalah.. ya.. tom and jerry


"pak Adnan.. sepertinya tanggal pernikahan Damar dan Nadia kita percepat saja..!"


Semua pandangan beralih pada Rahadi dan Adnan yang duduk di samping ranjang Rahadi.


Laila terkejut dengan permintaan ayahnya yang tiba-tiba ingin mempercepat pernikahan Damar.


Bukan karena tak suka.. tapi Laila memikirkan ayahnya seolah berfikir dirinya tak punya banyak waktu lagi.


"saya..... " Adnan menggantung perkataannya. Dia bingung harus menjawab apa. Membuat acara pernikahan itu bukanlah hal yang mudah bagi keluarganya.. Sedangkan kondisi keuangannya tak memungkinkan untuk membuat sebuah acara besar..


Laila berdiri dan mendekat pada ayahnya..

__ADS_1


"ayah.. maksud ayah apa mempercepat pernikahan Damar..!" dengan tatapan mata yang berkaca-kaca


Rahadi terdiam melihat ekspresi Laila yang sepertinya berlebihan..


"ayah ingin cepat punya cucu.. apa ayah salah..?" jawabnya santai..


"tapi bukan itu yang Laila tangkap dari nada bicara ayah..!" katanya yang kini duduk di tepi ranjang dan menggenggam tangan ayahnya..


"ayah mengerti apa yang kamu fikirkan.. kamu jangan takut.. justru ayah sangat bersemangat untuk hidup..!" jawabnya seraya tersenyum..


"tapi bagaimana dengan keluarga mbak Nadia..?"


Rahadi melirik Adnan yang sepertinya kebingungan.


"ayah rasa pak Adnan pasti setuju.. iya kan pak..?" tanya Rahadi pada Adnan yang tengah tertunduk.. Mendengar pertanyaan itu membuatnya mendongak..


"tapi saya____"


"pak Adnan tidak usah khawatir.. saya pastikan segala sesuatunya akan saya atur sepenuhnya.. pak Adnan hanya perlu berkata iya saja.. saya tak mau ada penolakan..!" katanya yang terkesan memaksa tapi di sambung dengan tawa..


Adnan melirik arah Nadia dan Farida yang duduk disofa.. dia minta persetujuan dengan tatapan matanya dan di balas anggukan dari keduanya.. sepertinya mereka mengerti dengan keinginan Rahadi..


"dan sayang.." tambahnya menatap Laila. "Setelah Damar menikah, ayah tinggal memikirkan pernikahan untukmu..!"


"APA..??"


* * *


🏠


ditempat lain


"ebuset.. gila lo ngagetin gue aja..!"


"bangun lo.. tidur mulu..!" Zacky kembali menimpuk Fatan dengan bantal untuk yang kedua kalinya..


"pagi pale lo.. liat tuh tukang bubur di depan aja udah balik..!"


tunjuknya kearah luar pada penjual bubur yang biasa mangkal diseberang jalan depan rumah Fatan..


Karena Zacky terus mengganggunya Fatan pun terpaksa bangun..


"apa sih..??" dengusnya..


"bantu cariin gue kerjaan yah..!"


Fatan melongo..


"gila lo.. bokap udah ngasih kerjaan malah lo tolak.. bego lo..!" jawabnya yang kemudian berlalu beranjak ke kamar mandi..


"gue gak mau sebelum bokap gue berubah..!"


Fatan keluar dan kembali merebahkan tubuhnya di tempat tidur samping Zacky..


(bentar amat.. buang air kecil doang kali yee)


"napa si Zack.. lo sama Om Arya sekarang kaya sama musuh aja..? padahalkan dulu kalian baik-baik aja..!"


"gue gak suka sejak bokap deket sama tu cewek.. dia udah nyakitin nyokap gue..!"


"mungkin Om Arya punya alasan untuk itu.."


"alasan..?? ya tentu lah alasannya nyokap gue sakit dan tu cewek jauh lebih muda dan fresh dibanding nyokap.. buktinya sejak nyokap gue depresi bokap deket sama tu cewek..!" nada bicaranya meninggi dan tangannya mengepal menahan emosi..

__ADS_1


"kayaknya lo berdua perlu ngobrol deh..!"


sepertinya hari ini fikiraan Fatan rada bener..


"males gue.. paling ujung-ujungnya suruh ngurusin perusahaannya...!" jawabnya ketus


"lah.. elo kan lagi gak punya duit sekarang? kartu kredit, ATM sama mobil lo kan disita..! biar tu semua balik mending lo nurut aja.. gak usah cari kerjaan yang laen deh.. oke?"


Fatan meninju lengan Zacky pelan..


"udah gue bilang gue masih marah sama bokap.. lagian gue masih punya si bohay..!" jawabnya yang kemudian ia berdiri..


"heh mau kemana lo..??"


"ke rumah sakit..!" jawabnya dengan melambai tangan beranjak keluar tanpa berbalik..


"waah tu anak bener-bener sakit gak punya duit..!" Fatan menggeleng dan melanjutkan mimpinya..


* * *


🏥


Zacky memarkirkan si bohay di parkiran rumah sakit. Motor yang sempat di titipkan dirumah bagas dan di bawa pulang oleh Dhani yang kemudian bermalam di garasi Fatan..


Saat ia masuk lift ternyata seseorang juga datang dari arah lain ikut masuk dan menuju lantai yang sama.


Mereka hanya berjabat tangan dan tersenyum satu sama lain. Hanya itu.. dan selebihnya mereka hanya diam sampai pintu lift terbuka dan ternyata mereka menuju ruangan yang sama..


"lo mau kemana..?" tanyanya..


"nengokin ayahnya Laila.." jawab Zacky datar..


"mending lo tar balik lagi deh.. sekarang gue ada perlu sama ayahnya Laila..!"


"dihh.. gue juga..!" jawab Zacky yang hendak memegang handle pintu tapi tangannya di tepis dan sedikit mendorong tubuh Zacky hingga mundur satu langkah


"weeyy... santai Fik..!" Zacky mengangkat kedua tangannya..


"mending lo balik deh..!"


"apaan..? gue mau masuk..!"


"gue bilang.. gue mau ada urusan dan sekarang mending lo balik karena gue yang mau masuk..!" tambahnya kembali mendorong Zacky dengan emosi karena melihatnya yang tak mau mengalah..


Mendengar keributan diluar, Rahadi meminta Laila mengeceknya..


Karena ia sedang menyuapi ayahnya, Bagas pun berinisiatif sendiri..


"biar aku aja kak..!" pintanya yang kemudian berjalan mendekati pintu..


Saat setelah membukanya ia terkejut melihat pemandangn di depan matanya yang tak biasa..


Zacky dan Fikri sudah berhadapan dengan wajah yang sangat dekat dan tangan di kerah berlawanan saling menarik..


Kok kesannya kaya yang mau ciuman ya..? fikir Bagas


"kalian lagi ngapain..?" ia bengong


Melihat ada pria lain yang keluar dari ruangan Rahadi membuat Fikri semakin kesal..


"siapa lagi ini...?" batinnya yang menganggap Bagas sebagai ancaman berikutnya..


bersambung

__ADS_1


🍀


bantu Like ya guys..😘


__ADS_2