Karena Kamu

Karena Kamu
alas bedak 1


__ADS_3

"APA....??


kau serius...??"


Tanya Laila dengan menarik lengan Bagas..


"ya masa hal kaya gini bercanda sih kak..?? Mbak Nadia bilang kakak gak bisa dihubungi..."


Laila terduduk lemas..


"udah yuk kita pulang..!" Zacky menarik tangan Laila membantunya berdiri..


"Vanya.. lo ikut pulang gak..?" tanya Zacky pada Vanya yang ikut bengong melihat laila yang melemas..


"iya.. gue juga pulang...!"


Zacky meminta Fatan membereskan barangnya karena dia akan mengangar Laila pulang..


Gak mungkin banget ngebiarin Laila nyetir dengan keadaan seperti itu..


dan Bagas membantu membawakan barang milik Laila..


Fikiran Laila sudah bercampur aduk.. .mau menghubungi Damar pun tak bisa karena ponselnya tak menyisakan baterai..


Setelah sampai di rumah Nadia.. Laila berlari mendekati Nadia yang tengah mondar mandir di depan pintu..


"mbak.. ayah gimana..?" dengan pipi basah berlinang air mata..


" mbak juga belum tau.. kita ke kota sekarang aja..!" ajak Nadia yang sama paniknya..


"barang aku mbak..?" Laila mau masuk tapi Nadia mencegahnya.


"Barang kamu sudah mbak beresin dan punya Vanya juga...!" Nadia menunjuk koper yang sudah ada di ruang tamu..


Entah ada yang tertinggal atau nggak.. Nadia membereskan yang ia lihat saja..


"Gas.. gue titip motor gue ya.. tar dhani yang bawa..!" pesan Zacky saat mereka berpamitan pulang..


"iya kak.. hati-hati ya.. jagain kak cantik..!" dengan muka sedih..


"pasti..!"


Zacky pergi lebih dulu untuk memarkirkan mobil Laila..


"kak Vanya.. jangan kangenin aku ya...!"


"dasar bocah bandel.. gue sebel sama lo.. tapi gue juga sedih pisah sama lo...!"


"huwaaaaaa..."


keduanya kompak menangis dengan berpelukan...


"ibu.. makasih ya.. maafin Laila udah ngrepotin ibu..!"


"nggak nak.. ibu seneng ada kamu disini.. semoga ayah kamu gak papa ya nak..!"


Laila memeluk Farida dengan linangan air matanya.. bukan perpisahan seperti ini yang ia inginkan...


"kakak.. sudah jangan menangis.. aku gak kuat liat kak cantik nangis..!" pipi bagas sama basahnya seperti Laila..


dan Laila memeluknya sebagai perpisahan..


Mereka pun pergi..


Nadia ikut kembali ke kota karena sama cemasnya mendengar kabar buruk itu..


"mbak.. apa kak Damar sudah bisa dihubungi..?" Laila menoleh Nadia yang duduk di belakang bersama Vanya..


"belum Laila.. nomernya masih gak aktif..!" jawab Nadia yang masih sibuk mencoba menghubungi Damar..


"ayah kecelakaan dimana mbak..?" Laila terus bertanya sedangkan Nadia juga belum tau detilnya karena Damar hanya mengabari kalai ayahnya kecelakaan dan setelah itu dia tak bisa dihubungi...


"Zacky.. cepetan...!" kata Laila dengan nangis sesenggukan..


"iya sayang kamu tenang ya...!"


tangan kiri Zacky menggenggam tangan Laila untuk menenangkannya..


sedangkan tangan kanannya masih standby di kemudi...


"kamu berdoa aja .. semoga ayah kamu gak papa.. ya..!"


Laila mengangguk.. sehalus mungkin Zacky berucap agar Laila bisa sedikit lebih tenang..

__ADS_1


Tak ada percakapan sama sekali.. sepi..


Saat berhenti karena lampu merah.. keheningan di dalam mobil pun terpecah saat mendengar suara yang tidak asing...


kruyuuukk..


semua kompak mengarah pada si pengemudi..


Zacky tersenyum meringis melihat semua menatapnya..


"Zacky kamu lapar..?" tanya Nadia


"iya mbak.. tadi Zacky tu baru bangun..!" jawab Vanya..


Oh.. pantesan aja Zacky keliatan berantakn.. tapi orang ganteng mah sekacau apapun tetep ganteng.. seperti calon suamiku.. gumam Nadia dalam hati..


dan Zacky hanya nyengir.. menahan laparnya..


"Zacky maafkan aku.. gara-gara aku sampai kamu belum sempat makan apa pun..!" kata Laila yang matanya sudah sembab..


"gapapa sayang.. aku baik-baik aja..!" jawab Zacky dengan mengelus lembut kepala Laila..


"kita berhenti saja dulu ya Laila.. biarkan Zacky makan dulu..!" pinta Nadia..


"Oh gapapa mbak.. aku masih kuat qo..!" tolak Zacky..


"tapi masih jauh lho Zack.. kamu makan dulu..!" Laila membujuknya.. tak apa sedikit lebih lama sampainya.. dari pada terjadi apa2 pada kekasihnya..


Tapi Zacky masih saja menolak.. karena dia tau begitu khawatirnya Laila pada ayahnya.. iya pun tak mau mengulur waktu..


"Zacky STOP..!"


teriak Laila yang kemudian Zacky menghentikan mobilnya..


"ada apa Laila...??"


Laila tak menjawab.. dia keluar dari mobil dan menuju sebuah mini market..


beberapa saat kemudian Laila kembali dengan satu kamtong plastik berisi beberapa bungkus roti dan minuman..


"aku gak tahan denger suara perut Zacky..!" kata Laila saat sudah masuk mobil dan memakai sabuk pengamannya..


Bagaimana Zacky tak jatuh cinta pada Laila.. fikiran sedang kacau saja masih perhatian padanya..


Zacky memakan roti yang Laila belikan dengan terus fokus menyetir..


termasuk Vanya yang ketiduran pun sampai terbangun..


Pengen ketawa..tapi semuanya menahan..


sejenak Laila bisa memalingkan kekhawatirannya..


Panggilan itu dari Damar..


ia memberitahu RS tempat ayahnya di rawat..


Setelah beberap jam perjalanan akhirnya mereka sampai di RS yang di alamatkan Damar..


Laila keluar lebih dulu dan berlari memasuki rumah sakit. ia tak memperdulikan tubuhnya yang lelah setelah perjalanan jauh..


Dan yang nyetir sudah pasti lebih lelah...


"sus.. ruang ICU dimana?" tanya Laila di receptionis tergesa-gesa..


suster memberi petunjuk pada Laila dan ia langsung berlari menuju arah yang di tuju..


Saat sudah di depan ruang ICU, Laila melihat seorang dokter keluar dari ruangan itu..


"om Wildan...!"


Laila memanggil sang dokter dan mendekat..


"Oh.. Laila... kapan kau sampai..?" kata dr Wildan yang juga sahabat ayahnya itu..


Laila tak menjawab malah balik bertanya tentang keadaan ayahnya..


"ayah kamu belum siuman.. kamu banyak berdoa ya nak!"


air mata Laila semakin deras..


Laila pun meminta ijin untuk menemui ayahnya di dalam.. dan dr Wildan mengijinkannya asalkan sebentar saja..


Laila pun masuk dan mendekati ayahnya..

__ADS_1


ingin sekali rasanya ia memeluk sang ayah yang tengah menutup mata tak sadarkan diri..


Laila tak mampu membendung airmatanya yang tetus saja mengalir..


Di tengah kesedihannya.. ia memperhatikan tubuh ayahnya yang dipasangi berbagai alat medis.. tapi tak ada luka sedikitpun di tubuhnya bahkan hanya lecet sekalipun..


Apa yang terjadi dengan ayah?? kenapa sakitnya bukan seperti orang yang kecelakaan..?? apa ada yang disembunyikan dariku..?? dan kenapa sampai sekarang ia belum bangun juga..??


Fikiran Laila tak karuan memikirkan kondisi ayahnya.. dia tak bisa menanyai dr Wildan karena sedang sibuk dengan pasien lainnya..sedangkan Damar belum kembali ke rumah sakit..


Laila menyandarkan tubuh lelahnya di sandaran kursi tunggu di luar ruang ICU..


"hey.. kebiasaan...!"


Zacky mengejutkaannya..


"ck.. kamu yang kebiasaan ngagetin terus..!" balas Laila..


"kalau kamu gak bengong ya gak bakalan kaget dong...!" Zacky menarik hidungnya dan membuat Laila tersenyum..


"kamu sendiri..?"


tanya Zacky dengan memberikan beberapa makanan untuk Laila..


"Vanya lagi nganterin ka Nadia ke kontrakannya...!"


Laila membuka bungkus makanan yang Zacky bawa dan Zacky duduk di sampingnya..


Laila menghadap Zacky dan mengendus tubuhnya..


"kamu kenapa sih..? mau cium?"


Zacky mendekatkan pipinya dan mendapat tabokan ringan menjauhkan wajahnya yang semakin mendekat..


ia pun terkekeh melihat Laila yang malu-malu..


"dasar gak tau tempat..!" gerutunya..


"kamu abis mandi ya..?" sambung Laila yang mencium aroma segar dari tubuh Zacky..


dan Zacky pun cengengesan..


"abisnya badan aku gak enak banget.. jadi numpang mandi di toilet minimarket rumah sakit ini.."


"Pantes aja udah bening.." celetuk Laila yang membuat Zacky tersipu..


"ehh.. perlengkapan mandinya dari mana??" Laila memikirkan sabun dan teman-temannya..


Zacky berdecak..


"kan itu di minimarket.. ya dapet beli di situ lah..!"


"Benar juga.. apa kamu gak malu??"


"ya malu lah.. mau gimana lagi.. badanku udah gak enak.. kalo gak terpaksa mah ogah.. mana pelayannya cwek semua lagi..!"


Laila jadi tertawa.. kasian kamu yank.. demi aku kamu rela mandi di mini market rumah sakit..


Tiba-tiba saja Zacky membuka jaketnya dan memakaikannya di punggung Laila dengan bagian lengannya di belitkan ke leher Laila..


Laila merasa risih tiba-tiba Zacky melakukan ini..


"Zacky apa-apaan sih.. aku gak dingin..!"


Laila mencoba melepas belitan jaket dilehernya.. tapi Zacky mencegahnya..


"jangan Laila..!"


"kenapa..?"


"itu nya keliatan..!" dengan menunjuk-nunjuk leher Laila..


ia pun mengerjap mengingat ada bekas drakula di lehernya..


"ah.. bagaimana ini..?"


Zacky hanya tersenyum memamerkan deretan gigi putihnya.. ia merasa bersalah kali ini..


Laila teringat dengan alas bedak yang ia pakai.. tapi Laila tak memiliki benda itu..


dan Laila pun melirik Zacky dan ide bagus keluar..


"Zacky.. kembalilah ke mini market.. belikan aku foundation.. cepat..!" pintanya..

__ADS_1


"HAH... AKU....????""


bersambung


__ADS_2