Karena Kamu

Karena Kamu
menghadap Profesor


__ADS_3

☘☘


"kalian lagi ngapain...??"


Zacky dan Fikri serempak menatap arah suara dan melepaskan cengkraman tangan di kerah masing-masing..


Fikri menatap Zacky dan Bagas bergantian dengan tatapan yang jelas terlihat tak suka..


"sialan.. saingan gue nambah..!" fikirnya..


"ada apa ini..??"


Laila keluar karena memang dia penasaran.. kemudian menatap Bagas yang hanya memberi jawaban dengan mengangkat bahunya.


"orang-orang aneh...!" celetuk Bagas yang membuat Zacky melotot padanya..


"awas lho ya..!" ancam Zacky dalam hati dengan sedikit menggerakkan bibirnya dan Bagas pun mengerti arti tatapan Zacky dan membuatnya ingin tertawa..


"udah bagas kamu masuk.. dan kalian kita duduk dulu..!" menunjuk pada Zacky dan Fikri.


Laila berjalan mendahului mereka untuk duduk di bangku tunggu depan ruang inap..


Sebelum Bagas masuk ia menyempatkan menjulurkan lidah ke arah Zacky dan ia melihatnya..


Bagas makin terkekeh melihat Zacky yang kesal dengan tingkahnya..


"kalian kenapa sih ribut disini..??"


tanya Laila saat mereka sudah duduk.. ia melirik kanan dan kiri karena saat ini Laila berada di tengah-tengah mereka..


Tapi mereka bungkam dengan saling membuang muka.. dan Laila pun geram dibuatnya..


"ya udah.. diem aja terus sampe magrib aku masuk..!" Laila bangkit tapi kedua tangannya ditahan


"jangan..!!" jawab mereka serempak dan itu membuat Laila duduk lagi..


"dia mulai duluan..!" lirik Fikri pada Zacky..


"kok gue...??" tak terima


"emang lo kan yang nyerobot..?"


"gue udah janji kok mau kesini..!"


"gue juga..!!"


"udah udah.. kalian tu kaya anak kecil tau gak??" Laila mencoba melerai..


"mending masuk aja sama-sama.."


"NGGAK..!!" lagi-lagi mereka kompak..


"ya udah pulang aja sana..!" Laila kesal dan ia berdiri..


"iya iya aku mau..!" Zacky menahan tangannya "tapi gak tau dia mau gak..!" dengan melirik Fikri..


Sesaat Fikri berfikir untuk menerima atau tidak tawaran masuk bersama..


"oke.. tapi gue duluan yang ngomong sama Profesor..!" jawabnya mengiyakan..


"terserah lo deh..!" balas Zacky malas..


Laila pun mengajak keduanya untuk menemui ayahnya di dalam..


dengan cepat Fikri mendahului maju kedepan. Zacky yang tertinggal mengalah dan Fikri masuk terlebih dahulu..


Tapi Zacky menarik tangan Laila saat ia hendak mengikuti Fikri masuk..


Fikri sudah di dalam.. ia melirik kebelakang ternyata Zacky dan Laila belum mengikutinya masuk.


Rasanya ingin kembali lagi keluar, tapi Rahadi sudah menatapnya. Ya malu dong kalo tiba-tiba dia balik lagi...

__ADS_1


Setelah beberapa saat Zacky dan Laila masuk..


"nah loh.. mereka baru nongol.. ngapain dulu tuh..?" bisik Bagas pada Vanya dan di balas tabokan di pahanya..


Bagas mencebikkan bibirnya sambil mengusap pahanya yang tak berdosa..


Laila mengenalkan mereka pada ayahnya dan kedua pemuda itu menyalami Rahadi bergantian..


Basa basi pun mulai bertebaran mulai dari tanya kabar dan mengenai kesehatan ayah Laila itu...


"Om masih ingat saya kan..?" tanya Fikri..


Rahadi berdehem..


"ekhemm.. tentu saja saya ingat dengan anak laki-laki yang sudah membawa putri saya jadi anak berandalan di jalanan..!" jawabnya santai namun tidak dengan yang mendengarnya..


Mereka semakin tak nyaman dengan tatapan Rahadi yang tajam..


"tapi saya rela mengorbankan hidup saya untuk Laila Om..!" tambahnya yang ingin mendapat point lebih dari Rahadi..


"saya tau.. tapi itu hanya luka kecil bahkan saya tau berapa jahitan di pinggangmu..!" jawabnya dengan menyunggingkan salah satu sudut bibirnya..dan Fikri sedikit terkejut mendengar ucapan Rahadi.. tapi kemudian dia terdiam karena memang tuduhan Rahadi itu benar.


"dulu kamu pingsan karena kamu memang takut darah kan...?" lagi-lagi Fikri dibuat terkejut oleh ayah Laila..


Dulu.. setelah kejadian itu Rahadi sempat menjenguk Fikri di Rumah sakit dan menanyakan kondisinya. Dokter hanya mengatakan itu luka kecil dan tidak ada masalah lain.


Dari alasan itu lah Rahadi bisa menepis anggapan hutang nyawa padanya.


enak saja kau memakai kejadian itu sebagai senjata untuk mendapatkan anakku. tidak semudah itu.. aku tidak menyukai anak seperti dirimu


gumam Rahadi dalam hati


Mendengar penjelasan ayahnya, Laila jadi tertegun..


berarti selama ini dia digalaukan dengan rasa hutang nyawanya pada Fikri yang mengatakan hampir mati untuknya itu adalah kebohongan..


Kenapa kau lakukan itu Fik..? batinnya


"dan kau.. siapa tadi namamu..?" tanya Rahadi menunjuk pada Zacky..


"saya Zacky Om.." jawabnya..


"kamu masih kuliah..?"


"iya Om.. tapi___"


"saya suka anak muda yang pintar dan sudah mempunyai pekerjaan yang bagus.. saya mau masa depan Laila terjamin nantinya..!" ucapnya to the point..


Ternyata Rahadi mengerti dengan kedatangan dua orang pemuda ini menjenguknya. Sudah dipastikan mereka memang ingin mendapat simpati darinya. Tapi sayang.. Rahadi tak berminat pada keduanya karena dia sudah memiliki pilihan sendiri.. yaa "Putra"


* *


"kenapa dia melakukan ini padaku..?" gumamnya dengan memijit pangkal hidung dan di dengar oleh Zacky..


"udah.. jangan dipikirin lagi.. sekarang kamu gak usah merasa berhutang budi lagi padanya..hm?!"


Zacky menenangkan Laila dengan menggenggam tangannya.


Pertengkaran yang baru saja terjadi antara Laila dan Fikri membuat Laila pusing. Tapi Fikri tidak merasa kalah.. karena setidaknya Zacky juga bukan kandidat yang diinginkan Rahadi.


Laila menatap Zacky yang tengah tersenyum padanya..


"apa kamu mengerti apa yang ayahku maksud..?" mata Laila mulai berkaca-kaca dan Zacky menanggapinya dengan tersenyum bersama belaian lembut di kepala Laila..


"aku ngerti..!" jawabnya dengan mengangguk.


"apapun itu caranya.. aku pasti berjuang untuk kamu..!!" tambahnya dengan mengecup lembut punggung tangan Laila..


Entah perasaan apa yang harus Laila utarakan untuk masalahnya ini..


"aku takut..!" ucapnya lirih dengan bibir bergetar..

__ADS_1


"hey.. takut apa?? asalkan kamu percaya, aku pasti lakukan segalanya untuk kamu.. kamu harus yakin kalau aku pasti bisa.. percayalah..!"


Zacky merangkulkan tangannya pada bahu dan membawa Laila dalam dekapannya..


Laila tak bisa menahan air matanya yang sudah terbendung..


"ayah sudah memilih seseorang yang dia suka untukku Zack..!"


"kamu tenang aja.. aku pasti bisa membuktikan kalau aku mampu membahagiakanmu..!" Laila mengangguk masih dalam dekapan Zacky..


"tapi kamu gak suka kan sama pilihan ayah kamu..?"


pertanyaan Zacky membuat Laila mendongak dan menegakkan duduknya..


"kau ini bicara apa..? melihat orangnya saja belum pernah mana mungkin aku bisa menyukainya..!" jawabnya dengan nada meninggi..


"iya.. iya aku percaya tapi jangan marah gitu dong.. aku kan takut..!" goda Zacky yang membuat Laila tertawa dan memukul bahunya.. Zacky terkekeh dan kembali menarik Laila dalam pelukannya..


Sesaat pun mereka menyatukan perasaan dalam diam..


"hayoo... ngapain loohh...?"


Bagas mengejutkan Zacky dan Laila yang sedang berpelukan.. kemudian ia ikut bergabung duduk bersama mereka..


Laila melepaskan pelukan Zacky.. dia sendiri tak menyadari kalau ini dirumah sakit..


"kamu ngagetin aja..!"


"sadar tempat dong.. emangnya ini di hutan..?" jawab Bagas yang kembali mendapat tabokan di paha nya..


"pada seneng banget nabok sih..??" gerutunya..


"ehh.. dari gue belum..!" Zacky berpindah duduk dari samping Laila ke samping Bagas dan ia mulai melingkarkan tangannya di leher Bagas..


"e.. e.. ehh.. apa ini kak..?" Bagas mulai panik dengan apa yang Zacky lakukan padanya..


"tadi lo bilang apa..?? gue orang aneh begitu..??" dengan senyuman mengancam..


"hehehe.. i.. itu bercanda ko kak.. piss..!" katanya dengan mengacungkan dua jari berbentuk V


Zacky masih tak mau melepaskannya dan membuat Bagas frustasi..


"kak cantik.. tolongin aku dari orang aneh ini kak..!"


"APA..??" Zacky makin mengeratkan lengannya..


"minta maaf gak..?" ancam Zacky yang masih menyekapnya..


"iya.. iya .. maaf kak.. aku minta maaf..!" katanya..


"bilang kakak ipar ganteng.. ayo..!" pintanya..


"yaelah.. ribet amat sih kak..?" protes Bagas


"mau dilepasin gak..??"


"iya.. iya.." Bagas pun menyerah..


"maaf ya kakak ipar ku yang ganteng.. !'' sambungnya dengan menekan kata ganteng dan senyum terpaksa..


"nah... gitu kan enak.. lo bakalan jadi adek ipar kesayangan gue..!" ujar Zacky yang mulai melepaskan lengannya dan beralih memukul punggung Bagas.. ia pun mengembangkan senyuman.. lain halnya dengan Bagas yang cemberut dengan susah payah mengusap punggungnya yang sakit..


dan Laila hanya tersenyum melihat tingkah dua orang pria di sampingnya itu..


Dasar orang-orang aneh..


gumamnya..


🍀🍀


kasih dukungan buat author dengan like ya..😘

__ADS_1


__ADS_2