Karena Kamu

Karena Kamu
Suami-Istri


__ADS_3

ketika kau gagal dalam sebuah perjuangan..


bukan berarti kau harus menyerah..


itu kata hati seseorang yang tengah marah dengan menghancurkan apa saja yang ada didekatnya sebagai pelampiasan..


Berita menikahnya wanita pujaan secara mendadak membuatnya murka..


ia mencengram kuat kerah baju orang yang ada dihadapannya dengan tatapan yang berapi-api..


"ini semua gara-gara lo, kenapa lo ninggalin dia gitu aja hah..? dasar tidak becus..!" teriaknya dengan mendorong orang itu hingga terjungkal..


"sory bos.. gue udah mencium kedatangan polisi.. jadi gue___"


"DIAM..!" teriaknya lagi memotong ucapan orang itu ketika ia mencoba berdiri..


"gue gak terima Laila nikah sama orang lain..! Laila hanya milik gue, dan secepatnya gue bakal pisahin mereka.. apapun caranya..!"


janjinya dengan senyum menyeringai dan menyeramkan..


* * *


Setelah berganti pakaian, Laila memenuhi permintaan dua orang polisi yang turut serta menyaksikan pernikahan mereka, yang memintanya untuk memberikan keterangan tentang kasus penculikannya..


Diruang inapnya lah lokasi introgasi dilangsungkan..


"sebelumnya, mereka yang membawa saya ada sekitar lima orang, tapi setelah saya sadar,, dirumah itu hanya ada satu orang pak..!" jawabnya setelah polisi itu bertanya padanya ditemani Zacky yang terus menempel padanya dan tak mau melepaskan genggaman tangannya..


"anda mengenalnya?"


"tidak pak..!"


"coba anda lihat beberapa foto ini, mereka adalah komplotan kriminal yang sudah lama menjadi buronan, mungkin ada salah satu dari mereka..!"


polisi itu menyodorkan ponselnya yang berisi foto orang2 yang ia maksudkan.. dan ternyata Laila mengingat salah satunya..


"iya ada,, yang ini pak..!" jawabnya yakin dengan menunjuk gambar wajah yang ia ingat..


"jadi dia pelakunya..??"


"iya pak.. tapi saya rasa dia melakukan itu atas arahan seseorang..??"


"maksud kamu..?" Zacky mengerutkan keningnya..


"begini.. aku sengaja menguping dia menghubungi seseorang.. dan sepertinya itu adalah orang yang ada dibalik kejadian kemarin..!"


Zacky mengangguk namun ia masih bertanya-tanya..


"Lalu tentang rumah itu bagaimana pak..?" tanya Zacky mencari info lebih lanjut..


Mereka menjelaskan setelah diselidiki ternyata pemilik rumah itu sudah meninggal dan tak ada ahli warisnya karena ia tak mempunyai keturunan. tapi menurut penuturan tetangganya, beberapa hari sebelumnya ada seorang pria membawa beberapa orang tukang dan sepertinya tengah melakukan renovasi.


"siapa nama pemiliknya..?"


"pak Haryono..!"


apa?? haryono??


sepertinya aku tak asing dengan nama itu..


ucap Laila dalam hatinya


Dan Laila mulai mencurigai seseorang,, tapi mungkinkah ia sekejam itu mencurigai seseorang tanpa bukti..


"apa anda mengenalnya..??"


"tidak pak.. tapi aku ingat sesuatu..!"


semua menatap kearah Laila..


"kamu perhatikan tidak waktu nyelametin aku disana..?" Laila menoleh pada Zacky dengan sedekit mer**as pahanya..


deg


Entah kenapa hanya sentuhan seperti itu bisa membuatnya berdebar,, padahal wanita yang kini jadi istrinya itu tidak bermaksud apa-apa karena ia terlalu bersemangat..


Zacky menunduk melihat salah satu tangan Laila yang berada dipahanya dan kembali mendongak menatapnya


"ee.. nnggakk..!" jawab Zacky menggeleng dengan gugup..


Laila berdecak dan kembali mengalihkan pandangan pada polisi dibadapannya tanpa memperhatikan wajah suaminya yang tengah memandangnya dengan tatapan yang memanas..


"Begini pak.. rumah itu didesign sesuai favorit saya, mulai dari warna cat, lukisan dan dia juga meminta orang itu membawakan makanan favorit saya...!" ucapnya bersemangat memberi tambahan petunjuk.


"A..aku akan berusaha mengingat orang yang berkaitan dengan Haryono itu pak..!" ucapnya lagi sedikit kaku karena ia merasa ada sesuatu yang merayap dipunggungnya, yang tak lain adalah tangan suaminya..


Dua orang polisi itu saling tatap dan mengambil kesimpulan bahwa penculik itu adalah orang yang sangat mengenal Laila..


Mereka pun beranjak berpamitan setelah mengatakan akan memproses lebih lanjut.


Bukan hanya karena harus segera memproses laporan itu, tapi juga mereka sudah risih melihat Zacky yang terus memepet istrinya walau Laila sendiri berulang kali berusaha mendorongnya untuk menjaga jarak..


Ahh.. sepertinya mereka mengerti..


"kamu ini apa-apaan sih..?" omelnya berkacak pinggang setelah mengantar polisi keluar dari ruangan itu..


Zacky terkekeh dan menarik istrinya hingga jatuh tepat dipangkuannya dan menyekap tubuh Laila..


"siapa suruh mancing-mancing..??" ucapnya dengan menyibakkan rambut panjang Laila kebelakang..


"Hah?? mancing apaan sih..??" ia benar-benar tak mengerti dan hendak bediri namun Zacky menahannya dan semakin mengeratkan sekapannya membuat wajah mereka semakin dekat..

__ADS_1


Entah kenapa Laila merasa gugup, tatapan pria yang kini jadi suaminya itu membuatnya salah tingkah..


Zacky tersenyum dan meraraih dagunya dan mengecup bibirnya sekilas..


"kamu kenapa..hm?"


Laila mengerjap dan menggigit bibir bawahnya..


deg


deg


deg


Laila semakin gugup


"a..aku_____"


"ssttt...!"


Zacky menempelken telunjuknya dibibir Laila dan ia menuntun tangan Laila untuk ia lingkarkan di lehernya..


"Kamu takut..?" lirihnya kemudian Laila mengangguk canggung..


Zacky tertawa kecil dan memeluknya semakin erat.. jantung Laila semakin berdebar hebat..


"Gak ada yang perlu kamu takuti, kita sudah menikah, dan sekarang kamu milik aku..!" bisikan Zacky membuat wajahnya merona, dan hembusan nafas yang menerpa telinganya membuat seluruh tubuhnya meremang..


Zacky menarik tengkuk Laila dan ******* bibirnya ..


tangannya semakin erat melingakar dileher Zacky saat ia merasakan tangan suaminya merayap masuk kedalam bajunya dan mulai menjelajah dari pinggang ke punggung hingga beralih mengusap perutnya dengan lembut..


Aliran darahnya terasa berdesir lebih cepat,,


tubuhnya memanas saat tangan itu beranjak naik dan ******* dadanya..


Laila terbelalak sejenak, merasakan rasa yang asing baginya.. namun ia kembali memejamkan mata membalas permainan lidah suaminya dan menikmati setiap pergerakannya.


Tapi ketukan dipintu kembali membuyarkan kegitannya..


AMBYAAAARRR....


Zacky mendengus kesal saat Laila beranjak bangun untuk membukakan pintu dan lagi-lagi mamanyalah yang menggagalkan semuanya..


Zacky merebahkan diri disofa dan menutupi mata menggunakan lengannya..


Rasanya ingin sekali ia menjungkir balikkan sofa yang ia rebahi saat ini..


Laila tau jika suaminya itu tengah kesal..


lebih tepatnya dia marah..


Bagaimana tidak, disaat ia sudah menegang, semuanya terhenti oleh kehadiran sang mama..


"Ada apa mah..?"


Salma tersenyum kemudian melirik putranya yang terlihat menelan ludah menahan amarah.. kemudian kembali menatap menantunya..


"Sayang,, dokter bilang kamu sudah tidak perlu mendapatkan perawatan lagi.. jadi kamu pulang saja.. beristirahatlah dirumah..!" ucapnya dengan merapikan ujung baju Laila yang sedikit terangkat..


ia pun gelagapan dan wajahnya bersemu menahan malu..


"i..iya mah..aku bilang ayah dulu..!"


"tapi ayah kamu sudah beristirahat, tadi dr Wildan sudah memberinya obat..!"


"Kalo gitu aku bilang sama kakak dulu..!" ucapnya kemudian pergi setelah Salma mengangguk dan tersenyum sebagai persetujuan.


Salma masuk mendekati putranya dan memukul lengan pria yang tengah merajuk padanya itu..


"Apa sih mah..?" dengusnya dengan merubah posisi menjadi duduk..


"Dasar.. berani macem-macem kamu ya?" omelnya sembari ikut duduk dengan menyuruh putranya sedikit bergeser..


"Macem2 apa sih maah..??


sebelumnya aku bisa terima kalo mama takut aku kebablasan.. nah kalo sekarang kan beda mah..


mama gak pengertian banget deh ah..!" rajuknya dengan menyandarkan tubuhnya disandaran sofa seakan melemah tak bertenaga..


"Heh.. anak nakal. Mama mu ini justru pengertian banget sama kamu.. gada bersyukurnya kamu ya punya ibu kaya mama..!" balas Salma ikut kesal..


"Pengertian dari mananya coba..?" ucapnya lemah dengan duduk menyerong membelakangi mamanya..


"Dasar anak tak tau terimakasih.. untung aja mama yang memergoki kalian, kalo ada dokter, suster atau orang lain gimana coba?"


Zacky berbalik kembali menghadap mamanya mencari penjelasan..


"jadi maksudnya..??"


"kamu bawa Laila dari sini, awas.. jangan lakukan di tempat sembarangan..!" ucap Salma melengos dengan berpura-pura marah..


Zacky tersenyum girang dan baru mengerti apa yang dimaksud mamanya


"Mamaku memang terbaik..!" ucapnya dengan memeluk sang mama dari samping


"Memangnya mama gak ngerti apa?? mama kan pengen cepet punya cucu juga..!" balasnya kembali tersenyum dengan mengusap lengan yang memeluknya..


*


"Hati2 ya sayang.. istirahat dengan baik..!" pesan Salma saat Laila hendak memasuki pintu mobil yang sudah dibukakan oleh Zacky..

__ADS_1


"iya mah..!" ia pun memeluk Salma sebagai tanda berpamitan..


Setelah Laila telah nyaman dikursinya, ia melihat Salma berbisik sesuatu pada Zacky yang dibalas angukan dengan melirik kearahnya kemudian mengecup sekilas pipi Salma sebelum menyusul Laila kedalam mobil.


* * *


Laila nampak senyum-senyum sendiri dengan memainkan cincin kawin dijari manisnya..


ia tak menyangka jika saat ini dia telah berganti status menjadi seorang istri..


Meski pernikahannya terjadi secara dramatis, namun ia bahagia karena yang menikahinya adalah orang ia cintai..


"Kamu kenapa..?"


tanya Zacky mengusap puncak kepala Laila dibalik kemudinya..


Laila tersenyum dan menoleh padanya..


"Aku gak nyangka aja,, kemarin kita pacaran sembunyi2,, sekarang udah jadi suami istri aja..!" ucapnya kemudian tertawa kecil..


"Kamu seneng..?"


tanyanya menoleh sekilas dan kembali fokus pada jalan didepannya..


"ya seneng lah.. biarpun aku gak bilang, kalo kamu liat aku nyengir gini pasti kamu bisa nebak kan..?"


Zacky meraih tangan Laila dan membawanya untuk ia cium..


Laila tersenyum lagi tapi kemudian ia menyurutkan senyumnya saat menyadari Zacky membelokkan mobilnya ke sebuah parkiran yang asing.


"Kita mau ngapain ke hotel??" tanyanya bingung..


"yaa.. ngapain kek..!" jawabnya dengan mengedipkan sebelah matanya dan hendak beranjak keluar, namun Laila mencegah dengan menarik tangannya untuk kembali duduk....


"Kenapa..? seperti yang kamu bilang, kita kan suami istri.. ada yang salah..??"


bukan masalah salah atau benar.. aku kan malu nanti orang disana pada ngeliatin..


gumamnya dalam hati..


Pasalnya, mereka terlihat tidak seperti suami istri tapi lebih terlihat seperti sepasang kekasih yang yang tengah dimabuk cinta..


"Emm.. sayang.. kita memang sudah menikah.. tapi kan kita belum punya bukti. takut aja tiba2 ada razia.. kan malu..!!" tuturnya beralasan yang masuk akal karena surat nikah mereka baru akan diproses besok..


Zacky mengangguk mengerti


"Jadi..??"


"Ya kita kerumah saja..!" jawabnya masih memegangi tangan Zacky..


ia pun memiringkan duduknya dan menatap wajah sang istri..


"jadi kamu maunya dirumah??" ucapnya dengan mengusap pipi Laila..


"em.. maksudnya_____"


"Baiklah.. sebaik-baiknya tempat adalah kamar sendiri.. oke kita pulang aja..!" jawabnya tersenyum santai..


Laila membuka mulut hendak meralat, namun ia urungkan dan membiarkan Zacky bersama pemikirannya sendiri..


maksudnya kan bukan gitu..


kata batinnya ngedumel sendiri..


Tak ada percakapan sampai Zacky memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Laila..


ia segera bergegas masuk lebih dulu dengan alasan ingin cepat2 ketoilet dan Zacky hanya tersenyum menanggapinya..


Zacky tersenyum dan mengangguk saat melewati Bi ani yang membukakan pintu. Wanita paruh baya itu tak merasa rerkejut saat Zacky ikut masuk dan mengekori Laila masuk ke kamar karena Damar sudah mengabarinya beberapa jam lalu..


Zacky memasuki kamar Laila dan nampak tak ada yang berubah sejak pertama kali ia masuk kesana saat ia menjenguk Laila dulu..


Zacky merebahkan tubuhnya ditempat tidur Laila dan menatap langit-langit kamar. Kemudian tatapannya beralih menatap pintu kamar mandi yang sedari tadi belum terbuka.


Kini kamar itu adalah miliknya juga,, dan mungkin waktunya bermalam disana akan lebih sering..


Cukup lama Zacky menunggu, tapi Laila tak kunjung keluar..


Entah kenapa, mengingat apa yang mereka lakukan dirumah sakit membuat Laila gugup..


Didalam kamar mandi dia tak melakukan apa-apa..


Mondar mandir tak jelas dengan kegugupannya..


tok tok tok


"yank.. kamu ketiduran ya..??"


Laila terlonjak kaget dan semakin gelagapan saat Zacky membuka pintu itu dengan tiba-tiba..


"Kamu lagi ngapain..??" tanyanya dengan melipat tangannya didada..


"a.. aku______ ehhh....!"


Tiba-tiba saja Zacky menggendongnya dan membawanya ke tempat tidur..


Zacky langsung meyambar bibir Laila, ********** dengan penuh gairah. ia tak bisa menahan lagi nafsunya sudah memuncak..


dan Laila tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti pergerakannya.


Malam panjang dengan status baru segera dimulai.

__ADS_1


Zacky berjanji akan memburu istrinya sampai pagi..


__ADS_2