Karena Kamu

Karena Kamu
kamu Bintang?


__ADS_3

💄💄💄


"HAH...??


Kok gini sih mbak..??"


Laila terkejut saat melihat pantulan wajahnya dalam cermin dimeja riasnya..


"ya mau gimana lagi? udah beres sih gimana dong??"


jawab Nadia yang sibuk merapikan peralatan make up nya yang berserakan di atas kasur Laila..


"tadi kan aku udah bilang mbak.. berantakan sedikit sih gapapa..." ucapnya memutar badan mengarah Nadia yang berada di belakangnya..


Nadia berdecak, ia menghentikan kegiatannya dan membalas tatapan Laila..


"kamu tu udah cantik, dibikin jelek juga cantiknya tetep keliatan Laila...!" jawabnya tak habis fikir kenapa adiknya ini malah pengen keliatan jelek..


"ya tapi kan gak serapih ini mbaak...!" balas Laila kembali memutar menghadap cermin dengan lesu dan memasang wajah sendu ..


"jangan gitu ah...!" hibur nadia yang kini berdiri di belakang Laila dengan memegang kedua bahunya.


"mbak denger.. om Tama itu gak maksain kalian buat pacaran.. cuma buat ngenalin kalian aja kok..!" bisiknya dengan menyondongkan wajah dan menempelkan pipinya di pipi Laila..


"jadi.. aku boleh nolak kan mbak..?" tanya Laila menatap pantulan wajah Nadia didalam cermin..


"ya... gak tau juga sih.. lagian kamu juga belum tau dia gimana kan..!?"


jawabnya ragu kemudian menegakkan tubuhnya dan kembali melanjutkan aktifitas memasukkan bedak pada pouch make upnya..


Laila menghela nafas.. mbak Nadia benar juga, kalau ternyata Putra itu persis seperti dugaan ayah dan aku jadi suka gimana dong..? batinnya mencelos..


nggak.. nggak..! gak boleh!


batinnya lagi dan membuat ia menggeleng menyadarkan diri..


Laila memasukkan ponsel pada tas dan beranjak keluar dari kamarnya..


"widiiihhh... cantik amat..!" goda Bagas saat melihat Laila menuruni tangga beriringan dengan Nadia..


Rahadi tersenyum kagum mengikuti gerak langkah Laila yang menghampirinya..


"gimana Yah..?"


tanya Nadia dengan melingkarkan tangannya di lengan Rahadi..


"kamu memang pinter..!" pujinya menepuk punggung tangan Nadia yang berada dilengannya kemudian tertawa kecil..


"kalo liat ceweknya secantik ini, pasti kak Putra gak bakal nolak deh...!" goda Bagas lagi membuat Laila melayangkan tas mini nya ke bahu Bagas dengan gemas..


Dan mereka pun tertawa saat melihat Bagas yang diburu Laila saat pukulan keduanya tak berhasil..


"sudah.. sudah..!" lerai Rahadi


"nanti makeup kamu luntur Laila..!" lanjutnya merapikan rambut Laila yang sedikit berantakan..


Laila semakin terlihat kesal dengan mengangkat kepalan tangan saat Bagas terus meledeknya di balik punggung sang ayah..


Rahadi menggandeng Laila menuju mobil yang sudah ia siapkan.


Pak Arif membukakan pintu dan Laila mulai masuk..


"hati-hati ya pak..!" pesan Rahadi yang diangguki supirnya..


Bagas mengacungkan ibu jari sesaat sebelum mobil itu bergerak dan malah dibalas pelototan dari Laila..


ia pun tertawa puas berhasil menggoda kakak barunya..


* * *


Sebuah restoran berbintang empat milik teman ayahnya itu menjadi tujuan Laila..


Sedikit berlari saat ia memasuki restoran karena langit mulai merintikkan tetesan air...


Pemilik restoran menyambutnya langsung sesuai yang direncanakan Rahadi dan Tama..


ia mengantar Laila ke tempat yang sudah di siapkan dan mempersilahkannya duduk..


Ternyata Putra belum datang.. fikirnya karena melihat mejanya yang masih kosong.


Laila menatap keluar jendela melihat tetesan air yang mulai berjatuhan lebih banyak..


Suasana kelabu seakan mencerminkan perasaan Laila saat itu..


lima belas menit berlalu..


Laila memainkan bibir gelas minumannya yang berisi tinggal setengah dengan salah satu tangan menopang pelipisnya..


"Mungkin kejebak macet.. hujannya deres.. fikirnya mencoba bersabar menunggu kedatangan Putra.

__ADS_1


tiga puluh menit kemudian


Laila melipat tangannya diatas meja dengan memainkan jarinya mengetuk bergantian..


Sesekali ia melihat keluar jendela yang menampakkan sisa-sisa tetesan air hujan yang membasahi dedaunan.


"Mungkin ban mobilnya bocor..


ia masih berfikiran positif meski mulai merasa dongkol


empat puluh lima menit terlewatkan


Laila melirik jam tangannya berulang kali dan mulai kesal.


Pemilik restoran menyadari kegelisahan Laila dan menghampirinya..


"nona.. anda mau pesan makanan? nanti saya siapkan..!"


ia menawarkan berbagai menu makanan karena bisa dipastikan kalau Laila sudah merasa lapar..


Namun tak sopan bagi Laila jika ia mendahului makan sebelum teman makannya datang.


"nanti aja..!" tolaknya dengan tersenyum dipaksakan..


Jelas.. saat ini Laila benar-benar kesal dibuatnya.. menunggu dengan waktu yang tak sebentar itu membuat otaknya memanas.


ia duduk bersandar dengan melipatkan tangan diperutnya..


"beraninya dia membuatku menunggu seperti ini..!" gerutunya tak bisa menyembunyikan wajah kesalnya..


"awas aja kalo ketemu, aku balas..!" ancamnya dengan mengeratkan rahangnya..


tingg...


notifikasi sebuah pesan diponselnya..


Bintang :


hayy.. sedang apa kamu?


Bintang..?


Laila membelalakkan matanya.


Kenapa dia selalu datang diwaktu yang tepat.


Laila :


malam ini aku kesel banget..


Bintang :


Kenapa?


Laila :


"aku sedang menunggu orang yang ayah jodohkan denganku dan sampai sekarang dia belum datang.." adunya


Bintang:


pacarmu tidak tau?


Laila :


"tentu saja tidak.. aku memang merahasiakannya..


ia tertegun setelah membaca balasan Laila. kenapa Laila tak menceritakan jika ia ada pertemuan dengan pilihan ayahnya..


Laila kembali memasukkan ponselnya pada tas dan bertambah kesal saat tak ada balasan yang ia terima.


Bintang itu selalu saja datang dan pergi begitu saja, gerutunya dalam hati dan beralih meraih minumannya yang kesekian kali dan menenggaknya habis...


"kamu pengen aku kembung..?"


ucap Laila sewot saat pelayan restoran kembali menghampiri Laila dan menawarkan minuman lagi setelah melihat isi gelasnya telah kandas..


Pelayan itu pun undur diri dan menghampiri pemilik restoran yang nampak ikut gelisah..


tingg


Bintang:


kalau kamu bosan, tinggalkan saja tempat itu


walau kesal, ia tetap membalas pesan itu..


Laila:


bagaimana caranya..?

__ADS_1


Bintang:


keluarlah.. aku menunggumu diluar


deg!!


jantung Laila terasa tersentak saat membaca pesan bintang.


bukankah malam ini ia akan bertemu Putra, tapi teman curhatnyalah yang akan segera ia ketahui..


nanti kalo aku keluar, tar dia bilang dilangit lagi?


fikirnya ragu takut bintang hanya mempermainkannya.


Tapi saat bintang memberinya pesan untuk segera keluar membuat Laila semakin penasaran dengannya..


Laila pun beranjak meninggalkan restoran setelah berpesan jika ada yang mencarinya katakan saja sedang keluar sebentar dan di iyakan si pelayan..


Laila berdiri di bahu jalan dan meliahat kanan kiri yang memperlihatkan seorang pun. Dengan cuaca pasca hujan seperti itu membuat jalanan nampak sepi.


Laila menghentakkan kakinya kesal merasa sudah dibodohi..


Seperti dugaannya, bintang itu selalu mengaku dirinya dilangit.. mana mungkin sekarang tiba2 muncul untuk menyelamatkannya.


Laila pun kesal dan berniat kembali kedalam restoran.


Namun langkahnya terhenti saat sorot lampu mengarah padanya.


Laila menoleh dengan mengangkat tangannya menghalau cahaya yang menyilaukan matanya dan membuat ia berbalik menghadap jalan..


Sebuah sepeda motor berhenti tepat dihadapannya.


Seseorang berpakaian rapi dengan wajah tertutup helm menoleh padanya.


"ka.. kamu bintang?" tanya Laila gugup menunjuk padanya. ia pun mengangguk..


jadi ini adalah bintang teman curhatku..?


gumam Laila dalam hati tak menyangka jika ia akan bertemu dengannya..


sesaat mereka saling pandang walau terhalang kaca helm sebelum bintang menarik tangan Laila untuk naik di boncengan motornya..


"ta.. tapi...!" pekik Laila ragu menuruti ajakannya..


namun bintang kembali mengisyaratkan dengan tangannya untuk segera naik..


"aku kan pake baju kayak gini..!" serunya dengan mendekap bahunya sendiri yang memakai dress tanpa lengan.


Bintang pun menarik tangan Laila dan mengenakan jas yang ia pakai sebelumnya pada Laila. ia pun naik dan dengan cepat bintang melesatan motornya menjauh dari retoran..


Entah kenapa dengan mudahnya Laila percaya begitu saja pada bintang yang baru saja ia temui.


Mungkin kedekatan mereka di chat membuat Laila percaya padanya..


Laila berpegang erat di sisi kanan kiri baju Bintang. Walaupun dengan sengaja Bintang menacap gas dengan kecepatan tinggi, tapi Laila tak mau berpegangan dengan memeluknya.


Laila berkacak pinggang masih mengenakan jas milik bintang dan menatap bintang yang juga tengah menatapnya dibalik kaca helm. Mereka berhenti disebuah tempat dan belum ada perbincangan diantara mereka.


"buka nggak..?" bentak Laila kesal karena bintang masih tak mau membuka helmnya. ia hanya menggeleng dan tak berbicara sedikitpun.


"ya sudah.. kalo gak mau, aku pergi..!" ancam Laila berbalik meninggalkannya namun bintang menarik tangannya kuat hingga membuat Laila menubruk dada bintang.


Laila terbelalak dan reflek menjauhkan diri.


"sebenarnya kamu siapa..?" tanya Laila lagi benar2 kesal dibuatnya..


Bintang pun menyerah, perlahan ia menarik helmnya ke atas dan mulai menampakkan dagunya..


pemandangan itu membuat Laila penasaran dengan memiringkan kepalanya tanpa sadar..


Setelah menampakkan bibir jantung Laila berdebar.. beberapa detik lagi ia akan tau siapa bintang sebenarnya..


Setelah itu nampak hidung mancung yang sangat ia kenal.. namun pencahayaan yang buruk membuatnya tidak yakin.. jantungnya pun semakin berdegup lebih kencang..


Dan saat penutup kepala itu telah terlepas, jantung Laila seakan ikut terlepas dari tempatnya saat sebuah senyuman terkembang di wajah rupawanya...


"Zacky...??" ucapnya lirih bersamaan dengan kakinya yang melemas...


"e..e..eehhh...!"


Zacky menahan tubuh Laila yang hampir ambruk dihadapannya..


ia merangkul Laila memapahnya untuk duduk di sisi jalan..


Bukan karena kaget melihat ketampanan Zacky, tapi ia membayangkan betapa malunya ia yang sudah menceritakan semua tentang kekasihnya langung pada yang bersangkutan..


"kamu bintang?" tanyanya memastikan membuat Zacky tersenyum dan mengangguk masih dengan merangkul bahu Laila..


"kamu suka kalau ternyata bintang itu aku.. heum?"

__ADS_1


tanya Zacky tersenyum yang malah membuat Laila menganga dan mengangkat kedua alisnya


"aku pengen pingsan aja...!" seru Laila merengek yang membuat Zacky jadi kebingungan...


__ADS_2