
🌹🌹
Beberapa rindu memang harus dibiarkan menjadi rahasia, bukan untuk disampaikan.
Hanya untuk dikirim lewat doa.
Tapi bukan itu yang ada di fikiran Laila..
Berusaha mati-matian menahan rindu hanya untuk memenuhi egonya..
Entah sampai dimana egonya tersalurkan, namun dengan situasinya yang seperti ini bukan tidak mungkin akan mudah surut jika terus berlanjut..
Laila masih senyum-senyum gemas sendiri di meja kerjanya mengingat beberapa menit lalu antara dirinya dan orang yang sebenarnya sangat ia rindukan..
Namun sesaat kemudian ia baru menyadari sesuatu..
sebenernya Zacky beneran kerja disini gak sih? apa karena dia asisten pribadi bos ya pakaiannya gak seformal karyawan lain..
ternyata Laila memikirkan penampilan Zacky yang sangat santai..
karyawan lain aja pake dasi.. masa dia nggak? peraturan disini beda kali ya..?
tapi dia tetep ganteng bangeet....
Laila masih memikirkan yang mungkin orang lain gak akan ambil pusing tentang itu..
aahh.. mikirin apa sih?
biarin aja dia maunya gimana..
Laila mengumpat dengan memegangi kepalanya dan menggeleng-geleng mencoba menghilangkan Zacky dari fikirannya..
"kamu kenapa..?"
Akmal mendatanginya dengan membawa dua cangkir kopi ditangannya dan menatapnya penuh tanda tanya
Laila yang terkejut gelagapan sedikit malu, takut-takut Akmal mengira dirinya kerasukan makhluk tak kasat mata..
"ehh.. gapapa kok..!"
jawabnya canggung karena masih mencoba menetralkan perasaannya..
"jangan lerlalu terbebani sama kerjaan.. kalo butuh bantuan ngomong sama aku aja..!"
Akmal dengan senang hati menawarkan setiap waktunya untuk Laila..
"gapapa Mal..makasih.. masih ada mbak Amel kok.. kamu tenang aja..!" tolaknya dengan halus karena ia takut kedekatannya dengan Akmal akan disalah artikan..
"nyantai aja La... nih buat kamu..!" ucapnya dengan memberikan secangkir kopi..
Laila nampak kebingungan merangkai kalimat penolakan yang gak akan membuat Akmal tersinggung..
.
"nggak usah Mal.. buat yang lain aja..!" tolaknya lagi dengan senyum dipaksakan..
" aku tuh buatin khusus buat kamu lho La..!" Akmal kekeuh memaksanya untuk tidak menolak..
"tapi aku____."
ucapannya tiba-tiba terputus saat sebuah berkas mendarat didepan matanya..
"jangan ditolak.. dibuat khusus tuh..!" sindirnya dengan menatap sekilas sebelum ia berlalu begitu saja..
Tatapan yang hanya berkisar beberapa detik itu mampu menancap dalam ke hati Laila karena ketajamannya..
aduhh.. gawat..
pasti marah deh tuh..
Laila menggigit bibir bawahnya merasakan firasat buruk..
"kamu dimarahin dia ya..?" tanya Akmal menunjuk arah Zacky pergi..
"nggak kok..!" jawabnya gugup dengan membuka berkas yang Zacky berikan padanya..
ya ampuun.. ini kan berkas yang aku copy tadi..
Laila menepuk keningnya merasa bodoh sendiri. kenapa ia bisa lupa membawa berkas itu sampai harus Zacky yang membawa ke mejanya dan melihat dirinya bersama Akmal..
sepertinya bos sedang marah sama Laila deh.. kenapa ya?
gumam Akmal dalam hatinya yang melihat atasanya itu menatap tajam Laila..
"aku anterin ini ke mbak Amel dulu"
Laila membawa berkasnya dan cepat-cepat beranjak menghindari Akmal yang mungkin akan bertanya lebih banyak lagi..
"kasian Laila.. pasti dia tertekan dengan kerjaan dari si bos..!"
lirihnya menatap punggung Laila yang semakin menjauh..
* * *
"heh.. heh.. heh.. ada apa lagi sih?"
tanya Bayu sambil memunguti beberapa bantal kecil dan kembali meletakkan disofa yang kini diduduki Zacky..
"tu orang ngeselin banget tau gak..?"
ucap Zacky yang melampiaskan kemarahannya pada bantal sofanya itu..
"siapa..? OB..?"
tanyanya lagi yang mendapat pelototan sekaligus lemparan bantal yang dengan sigap ia tangkap..
"kasih tau Amel, kalo dia udah pindah ke kantor pusat, suruh dia tenteng Akmal sekalian...!"
Bayu tertawa dan mendudukan dirinya disamping Zacky..
"kamu kira keranjang sayur ditenteng?"
Zacky hanya berdecak dan Bayu bisa melihat atasannya itu sudah kesal tingkat Dewa..
"yang penting Laila tetap punya kamu kan.. biarin aja mereka temenan..!"
"nggak...!" bentaknya yang mebuat Bayu menarik wajahnya..
"gak bisa.. aku gak akan biarin gitu aja..!"
Zacky mengatur rencana absurd yang sebenarnya tak ingin Bayu ikuti..
Namun atasan yang berasa adik itu begitu memelas seperti anak kecil yang minta dibelikan mainan olehnya..
__ADS_1
"tapi kalo sampe tuan besar tau jangan bawa-bawa aku ya..?" syarat dari Bayu jika ia ingin melancarkan rencananya menjauhkan Akmal dari Laila..
"jangan takut.. kalau sampe papa mecat kamu,, ( menunjuk Bayu)
aku masih punya bengkel yang bisa memperkerjakan kamu oke..!??"
"ahh.. kamu ini..!" balasnya lesu..
" kamu pengen aku fokus kerja kan..?" ia menatap Bayu yang nampak masih ragu
"ya cuma ini cara yang bisa bikin aku fokus kerja!" lanjutnya mencoba meyakinkan
"tapi aku gak yakin..!" balasnya dengan berkacak pinggang
"awas ya.. inget sama tujuan awal kamu.. aku bisa bertindak layaknya seorang kakak kalau kamu membuat kesalahan.. jangan macem-macem!"
"iya... bawel..!!"
* * *
"katanya kamu dimarahin bos ya La?" tanya Sri mendekati Laila yang tengah meracik teh manis di pantry kantor..
"bukan bos.. tapi asistennya..!" jawab Laila tanpa mengalihkan pandangan dari minuman yang di aduknya..
Sri mengOh dan melakukan hal sama seperti yang Laila lakukan..
"kamu gapapa..?" tanya Sri lagi
"gapapa.. cuma masalah kecil!" jawabnya kemudian menyesap tehnya dengan bersandar di meja pantry..
lagian itu bukan masalah kantor.. kata batinnya
Sayup-sayup terdengar perbincangan karyawan wanita yang tengah membicarakan bos gantengnya..
"biar gak pake jas tetep ganteng ya?" wanita 1 meminta pendapat..
"pengen tau deh kalo dirumah itu bos kaya gimana?" kata wanita 2 gemas..
"mau gimana juga udah ganteng mah susah.. tetep aja ganteng..!" timpal wanita 3 yang membuat mereka tertawa bersamaan..
Sri yang mendengar itu langsung kepo dan ikut nimbrung bersama mereka..
Laila hanya menggeleng kepala mendengar mereka yang terlalu berlebihan memuji bos yang sebenarnya sudah punya istri.. begitu fikirnya..
"ngapain sih ngomongin si bos.. gantengan juga asistennya..!"
Laila berkata pelan pada dirinya sendiri namun mereka masih bisa mendengar ucapannya.
Laila menoleh saat tiba2 mereka menghentikan ghibah mereka dan beralih menatap dirinya..
Sadar ia jadi perhatian, Laila pun nyengir dan berhasil menghindar saat Amel memanggilnya..
"Laila kelilipan apa ya? masa pak Bayu lebih ganteng dari tuan muda kita sih..?" tanya salah satu dari mereka yang membuat mereka mengangkat bahu bersamaan..
"kamu dipanggin keruangan pak Putra..!" ucap Amel menyampaikan pesan si bos..
Laila mengangguk dan menuju ruangan atasannya..
"masuk..!" seru Bayu setelah mendengar ketukan pintu..
Laila yang memasuki ruangan besar itu melirik sekilas pada orang yang tengah mengerjakan sesuatu di sofa ruangan itu..
Zacky kerjanya diruangan bos?
Bayu yang sebelumnya menduduki kursi kebesaran Zacky pun berdiri saat Laila sudah berada di hadapannya dan memberikan beberapa map padanya..
"ini apa pak..?"
"map..!" jawabnya singkat
"iya.. maksudnya apa yang harus saya kerjakan dengan ini pak..!"
Zacky nampak menahan tawa melihat Bayu yang tiba-tiba terlihat bodoh didepan Laila..
"Oh.. iya.. anu.. (menggaruk keningnya)
kamu cek semua data ini.. kalau ada yang salah cepet buat laporan ya!"
titahnya yang diangguki Laila dan ia pamit kembali ke meja kerjanya namun Bayu mencegahnya..
"kerjakan disini saja..!"
"disini..??"
Bayu mengangguk dan Laila patuh walau merasa ada yang tak wajar..
ia menarik kursi yang ada didepannya namun ia salah lagi..
"jangan disini..!" cegah Bayu menggeser kursi yang Laila pegang..
"di sofa saja..!" tunjuknya pada sofa yang juga ada Zacky disana..
"disana pak..?"
"hmm.."
"tapi......."
"sudah.. cepat kerjakan..!" potongnya dengan mendorong paksa Laila untuk duduk bersebelahan dengan Zacky yang berlagak sibuk dengan laptopnya dan Bayu duduk di sisi lainnya..
Laila terlihat canggung nampak dari duduknya yang belum juga mendapatkan posisi nyaman..
Zacky menoleh dan mendelikkan matanya ke arah Bayu agar ia segera enyah dari sana..
Tapi bukan kakak namanya kalau tidak memanfaatkan situasi seperti ini untuk memberi peringatan adiknya dulu..
"Laila kamu tenang saja.. kalau ada kesulitan nanti pu_.. emm Zacky bisa bantuin kamu..!" ucapnya dengan menepuk keras bahu
Zacky dan Zacky pun tertawa dipaksakan dengan sedikit mengeratkan rahangnya menatap Bayu yang tengah tertawa lepas..
Laila juga tersenyum, tapi sama terpaksanya karena ia merasa horor sendiri dengan situasi ini..
"kamu haus Laila..?"
Laila mengerjap belum siap menjawab tapi Bayu sudah berucap lagi..
"saya juga haus..!" katanya dengan memegangi perutnya.. eh bukan.. tenggorokannya..
"Zacky.. ambilkan minuman..!" titahnya yang membuat Zacky kembali menoleh
"akuu..??" ia menatap tak percaya..
"iya.. cepet ambil..!"
__ADS_1
kapan lagi bisa ngerjain kamu kaya gitu.. hehehe...
Zacky pun terpaksa beranjak mengambil dua buah minuman dari dalam lemari pendingin yang ada diruangannya..
awas ya kamu Bayu... aku potong gaji kamu
ancamnya dalam hati..
Setelah Zacky kembali duduk dan meletakkan minuman itu diatas meja, Bayu malah bangkit dan mengatakan ada urusan diluar..
"saya pergi dulu ya Laila..!" ucapnya sebelum keluar ruangan besar itu..
"i.. iya pak..!"
Laila yang sedari tadi merasa bingung kini semakin tak nyaman ditinggal berdua dengan Zacky..
"kenapa yank...?" tanya Zacky yang melihat Laila sibuk sendiri dengan fikirannya..
"aku gapapa..!" sangkalnya dengan membuka map ditangannya tinggi hingga menutupi wajahnya..
Zacky tersenyum miring dan kembali pada pekerjaannya..
Tak ada percakapan sama sekali.. Laila tak bisa didekati pria lain saja Zacky sudah merasa senang..
Namun entah kenapa Laila merasa kesal sendiri saat Zacky mengacuhkannya..
ia curi-curi pandang dengan sedikit menurunkan map yang menutupi wajahnya..
ternyata dia lebih mempesona saat fokus kerja kaya gitu..
Laila pun tersenyum kecil
"gak usah ngintip..!" seru Zacky yang membuat Laila dengan cepat menaikkan mapnya lagi
"siapa yang ngintip..!" dustanya..
Zacky menurunkan mapnya hingga ia bisa menatap wajah cantik kekasihnya..
"kenapa sih masih jutek aja..?" tanyanya dengan memutar badan dan kini mereka berhadapan...
"aku gak gitu ya..!"
"terus kenapa ngomong masih gitu aja..?" Zacky mulai frustasi..
dan Laila sedikit terenyuh dengan sikapnya..
apa aku berlebihan ya?
batinnya mulai goyah..
"aku ngerasa banyak yang kamu tutupi dari aku..!" ucapnya memulai pembicaraan..
"aku nutupin apa yank..?"
Laila hanya menunduk dan tak menjawab pertanyaan Zacky..
"soal waktu..??" tanyanya lagi yang dibalas buang muka dari Laila..
"oke.. aku jelasin sekarang..!"
"Laila sayang.. (menggenggam tangan Laila)
maaf.. maaaf.. banget aku jarang luangin waktu buat kamu karena aku beneran sibuk dengan kerjaan..!"
"terus janji kamu hadir diwisuda aku juga batal karena kerjaan..?"
Zacky terdiam sejenak..
"yank.. hari itu aku harus gantiin kerjaan papa yang penting banget diluar kota!" jawabnya separuh jujur karena yang sebenarnya bukan diluar kota, tapi diluar negeri..
"papa aku tiba-tiba ngedrop dan aku harus gantiin dia..!"
"emangnya papa kamu kerja apa..?"
"yaa.. pokoknya kerjaan itu penting banget buat papa..!"
"tuuh kaaan...!" Laila menarik tangannya dan Zacky meraihnya lagi untuk kembali ia genggam..
"ehh.. dengerin dulu..!" Laila patuh..
"apapun kerjaan itu, yang jelas aku udah usahain datang tapi aku terlambat yank...!"
Saat itu memang ada keterlambatan penerbangan yang membuat Zacky tak bisa hadir tepat waktu..
"kamu gak bohong kan..??"
"aku berani bersumpah demi apapun biar kamu percaya sama aku..!" ucapnya dengan menegakkan duduknya dan memngangkat tangan kanannya..
Laila pun tersenyum dengan tersipu..
"boleh aku nanya..?"
"apa..?"
"kenapa kamu tiba2 pengen cepet kerja?" mengingat saat Laila menghubungi Damar dan nampak terburu2 ingin bekerja..
"gak tiba2 kok.. aku emang pengen kerja..!"
sangkalnya
"kamu mau balas aku ya? atauu______"
"atau apa?"
Zacky mendekatkan wajahnya pada Laila
"kamu mau melirik pria lain hm??"
Laila berdecih dan memalingkan wajahnya yang mungkin memerah karena Zacky terlalu dekat dengannya..
"aku gak segampangan itu..!" jawabnya masih membuang muka..
"lalu Akmal.. ngapain kamu sama dia?"
Spontan Laila menoleh dan ternyata Zacky sudah menguncinya disudut sofa..
"kita cuma temenan.. gak lebih..!" jawab Laila gemetaran.. bukan karena takut disangka berbohong, tapi karena Zacky semakin dekat hingga membuatnya tak bisa bergerak..
"jauhi dia.. aku gak suka..!" bisik Zacky yang membuatnya semakin meremang..
"nggak.. percayalah kita gada papa..!"
"cuma aku yang boleh ada di fikiran kamu.. pria lain jangan..!"
__ADS_1
bisiknya lagi yang membuat dinding kemarahan Laila yang ia bangun sekuat mungkin pun runtuh seketika oleh sentuhan lembut yang mendarat dibibirnya..