
"namaku ZACKY ARYATAMA PUTRA..!!"
"apa...???"
krik
krik
krik
"phfftt... buahahahahaaa....!"
Zacky mendelik melihat tanggapan wanita cantik didepannya yang tertawa saat ia serius dengan perkenalannya..
"aduhh.. lawakan kamu gak banget...!"
ucapnya dengan memegangi perutnya yang sakit karena tertawa..
"jadi kamu fikir aku lagi ngelucu...?"
tanya Zacky dengan melipat tangannya didada.
"kamu tuh ya..
nama papa kamu itu Arya...!"
Zacky hanya manggut-manggut membiarkan kekasihnya menikmati tawanya
"sedangkan Putra itu kan anaknya Om Ta____"
Laila menghentikan ucapannya dan menyurutkan senyumannya seakan mendapatkan pemikiran lain..
"apa..? hmm?" ledek Zacky dengan menyondongkan wajahnya
"tunggu dulu..!"
Zacky menarik tubuhnya kembali berdiri tegak masih dengan tangannya yang melipat..
Arya Tama...???
"jadi selama ini kamu____"
Laila menujuknya dengan tatapan yang tak terbaca membuat Zacky meringis..
"jadi Putra itu kamu,,? tega kamu ya permainin aku.. ihh.....!"
Laila melempari Zacky dengan bantal karena kesal..
Walau tak sakit, tapi Zacky tetap mencoba melindungi diri dengan lengannya..
"gak gitu yank...!" ia mencoba membela diri namun nampaknya Laila masih sangat kesal
"dasar pembohong..!!"
"nyebelin..!!"
amuknya dengan masih melempari Zacky dengan apa saja yang ada didekatnya.. termasuk jeruk dan kawan-kawannya..
"ehhh.. ampun yank.. iya maaf.. maaf..! infus kamu bisa lepas nanti.." ucapnya menahan tangan Laila yang masih ingin meluapkan kekesalannya..
"kamu nyebelin Zacky.. nyebelin.. nyeb_____!"
teriakannya terputus karena Zacky menyumpal mulut Laila dengan bibirnya agar ia tak melanjutkan aksi marah-marahnya....
Laila terbelalak sejenak kemudian melepaskan cengkraman tangan Zacky untuk mendorongnya agar menjauh.. nafasnya masih memburu karena emosinya yang meledak begitu saja.. rasanya Laila ingin menangis saat itu juga..
"maaf sayaaangg...!" bujuk Zacky dengan meraup wajah Laila yang merah padam
"diem..!!" ucapnya menyingkirkan tangan Zacky dan membuang muka..
ia yang kini duduk bersila dan melipat tangan didada kembali menoleh karena mendengar Zacky yang tengah terkekeh..
"kenapa ketawa..?? gak lucu ya..!!" omel Laila kemudian kembali membuang muka..
Zacky masih terkekeh dan mendudukan dirinya ditepi ranjang Laila..
"jangan marah sayang.. harusnya kamu seneng dong kalo ternyata Putra itu aku..??" ucapnya masih mencoba membujuknya untuk tidak marah..
"apa?? seneng??" ia menoleh
"hmm!!"
"kamu pikir aku seneng kalo inget gimana galaunya aku mikirin kamu? terus aku harus seneng gitu waktu kamu ngerjain aku.. hah..?"
"ngerjain apa..?" pura-pura bodoh..
"pesan-pesan Putra dan kamu juga ngebiarin aku nunggu kamu lama direstoran waktu itu.. ternyata semua ulah kamu..?!"
"kalo itu aku bener2 gak tau yank..!" bantahnya tak berbohong
"terus kenapa waktu itu kamu datang dan bawa aku pergi..?" tanyanya meminta penjelasan..
Zacky membawa Laila pergi saat itu karena memang ia cemburu jika Laila harus bersama pria lain.
Tapi saat Laila mengatakan pria itu bernama Putra dan ternyata anak dari Tama, ia pun baru menyadari jika kartu nama yang papanya berikan itu adalah kartu nama pemilik restoran yang papanya rencanakan untuk dirinya bertemu Laila. Namun sayang, dirinya tak melirik sedikitpun dan hanya menyimpannya dalam saku..
"kalo udah tau kenapa kamu gak bilang??"
Zacky tak menjawab, ia hanya cengengesan bingung sendiri menjawabnya..
"Oh.. maksudnya biar kamu bisa leluasa ngerjain aku begitu..?" omelnya lagi dengan memukul paha Zacky hingga membuatnya mengaduh..
"bukan gitu.. (ia meraih tangan Laila untuk ia genggam)
tadinya aku pengen ngasih kejutan buat ulang tahun kamu.. susah payah lho yank aku menjaga rahasia ini, tapi karena mendesak kemarin papa dan ayah kamu mutusin buat mempertemukan kita..!"
"jadi ayah juga udah tau kalo Putra itu kamu??"
"hmm!"
"kok bisa..??"
flashback
"apa maksud kamu Tama..?" tanya Rahadi pada Tama melalui ponselnya
"sepertinya kita tidak bisa melanjutkan perjodohan Putra dan Laila!" jawabnya..
"kenapa..?" tanyanya lagi
__ADS_1
"bukannya kamu bilang Laila sudah punya pacar, dan Putra juga sudah memiliki wanita yang ia cintai, aku tak bisa memaksanya kawan...!"
deg
Rahadi syok berat hingga membuatnya jatuh pingsan mendengar ucapan sahabatnya untuk mengakhiri perjodohan anaknya..
Sedangkan ia sudah berikrar akan menikahkan Laila dengan putranya. Karena Rahadi tak mau Laila menikahi pria yang tak jelas seperti Zacky..
Damar yang sejak awal sudah tau mencoba bernegosiasi dengannya dirumahsakit, Zacky yang awalnya menolak akhirnya menyerah dan akan membuka semuanya demi kesehatan ayah dari wanita yang dicintainya.
"bukannya kamu sudah punya pacar..?" tanya Arya tak percaya saat Zacky meminta papanya untuk melanjutkan perjodohannya dengan Laila...
"iya pah.. tapi aku mau nikah sama Laila..!"
"kenapa?? papa gak akan maksa kamu Putra.."
"gak Pah.. nanti papa juga tau.. kita kerumah sakit dulu buat ketemu om Rahadi..!"
Dan setelah bertemu dan dijelaskan, akhirnya semua terbuka dan tak ada rahasia lagi..
Rahadi pun jadi tau, kalau Putra itu adalah Zacky yang ia kenal..
Semua telah mengetahuinya, kecuali Laila, hanya dia yang tak tau..!
Bahkan sejak Laila mulai menghindari Zacky pun, Rahadi lah yang jadi informan khususnya untuk mengawasi Laila..
"kamu bilang anakmu itu pendiam dan mandiri, ternyata dia suka berkelahi dan kebut-kebutan juga!" sindir Rahadi pada sahabatnya..
"heh orang tua, putraku memang sudah mandiri sekarang..!" belanya dengan menepuk bahu Zacky yang berdiri disampingnya
"kamu juga bilang putrimu anak rumahan yang lemah lembut, tapi dia juga seorang jagoan kan..?" sindirnya balik..
"heh tua bangka.. dia memang lemah lembut,, tapi tak ada salahnya juga kan kalau dia bisa bela diri..!"
kilahnya membela sang putri,, padahal sebelum ia sendiri tak suka putrinya yang suka berkelahi..
Zacky hanya tersenyum menyimak perdebatan dua orang tua dihadapannya..
"heh.. berarti kamu ya yang menindas putraku dengan berkarung-karung beras itu hah..?" tanyanya berpura-pura marah mengingat cerita Zacky yang dikerjai ayah kekasihnya..
Rahadipun gelagapan
"yaa.. aku lakukan itu biar aku tau seberapa kuat calon menantuku..!" kilahnya lagi dengan mengalihkan pandangannya kearah lain..
"kau ini.. luka ditangannya itu baru saja sembuh, kau malah menindasnya seperti itu.. dasar keterlaluan..!" omelnya lagi tak terima..
"ahh.. sudahlah..!" balas Rahadi menghentikan perdebatan mereka..
"nyatanya mereka saling mencintai, lalu kapan kita menikahkan mereka..!" ucapnya lagi yang membuat Zacky terbelalak..
"aku sih terserah Putraku saja..!" ucap Aryatama dengan merangkul pundak putranya..
Zacky mendadak gugup,,
"aku.. aku ingin memberi kejutan dulu buat Laila.. hehe..!" jawabnya canggung dan ditanggapi tawa oleh dua orang ayah itu..
*
"jadi cuma aku yang baru tau..?"
"hmm..!"
"tapi kenapa om Tama manggil kamu dengan nama Putra..?"
"itu karena papa seneng banget waktu mama ngelahirin anak pertamanya laki-laki, dan papa sangat bangga manggil aku dengan nama Putra..!" jawabnya kemudian mengecup puncak kepala Laila..
"jadi cuma orang tua kamu yang manggil Putra??"
"nggak.. cuma papa dan____"
"dan siapa..??" tanyanya penasaran
"emm..nggak.. cuma papa aja kok..!" jawabnya menutupi..
(wah.. masih ada rahasia tuh..)
"aku masih bingung dengan masalah nama ini..?"
"kenapa..?"
"semua manggil papa kamu dengan nama Arya, tapi kenapa ayah manggil Tama..?"
Zacky terkekeh..
"aku juga baru tau, kalo ternyata cuma ayah kamu yang manggil papa dengan nama Tama. tapi kata papa, dengan nama itu dia merasa jadi teman yang spesial buat ayah kamu..!"
Laila mengOh dan sesekali membenarkan posisinya agar lebih nyaman..
"kalian tega ya sama aku.., banyak banget yang aku gak tau..!" dumelnya diposisi nyaman dalam dekapan pria yang baru ia ketahui adalah calon suaminya itu.
"sebenernya bukan bermaksud begitu.. hanya saja menggodamu itu sangat menyenangkan..!"
plaakk
"aduhh.. jangan dipukul yank.. dicium aja..!" rengeknya semakin mendekatkan wajahnya yang memang sudah dekat..
Laila tersenyum dan Zacky semakin mengeratkan pelukannya..
"yank..!"
Laila mendongak menatap wajah pria yang semakin hari semakin membuatnya bahagia itu
"apa..?"
"kamu pengennya kapan kita nikah..??"
Laila menegakkan duduknya dan kini mereka berhadapan..
"nikah..?"
"iya.., kenapa?"
"tunangan aja belum masa langsung nikah..?"
"ya gapapa.. kamu gak mau nikah sama aku hm.?"
wajah Laila bersemu..
"ya mau.. tapi kan__"
__ADS_1
"sayaang... ( Zacky kembali meraih wajah Laila dengan kedua tangannya)
kita mau nunggu apa lagi hm?"
kening mereka menyatu..
"apa gak terlalu cepet..?"
"yank.. aku gak bisa nunggu lebih lama lagi.. kalo udah begini siapa yang mau tanggung jawab..?"
"hah..? maksudnya..?"
Zacky menarik dagu Laila untuk menyatukan bibir mereka. Laila mengerti apa yang Zacky rasakan, dan ia pun merasakan hal yang sama. tangannya mengulur mendekap tubuh kekar Zacky dengan erat.. Zacky menarik tengkuk Laila untuk memperdalam lumatannya, dan jemarinya yang lain menelusuri punggung Laila hingga membuatnya semakin meremang..
Bibirnya beralih merambat ke leher jenjang Laila dan membuat mereka hanyut dalam suasana heningnya rumah sakit.
Hingga saat ada seseorang yang membuat kegiatan mereka terhenti..
"dasar anak nakal...! turun..!!" omelnya dengan menarik telinga Zacky hingga membuatnya meringis..
Laila pun gelagapan, wajahnya memerah malu luar biasa... saking malunya, ia merasa ingin berpura-pura pingsan saat itu juga..
"bandel kamu ya.. Laila lagi sakit begitu masih kamu sosor juga..!" ia masih mengomel gemas dengan prilaku Zacky..
"udah tante.. kasian Zackynya..!" belanya tak tega melihat kekasihnya kesakitan..
"kalo gak gini nanti kebablasan dia..!!"
"aduh... ampun mah.. lepasin dulu napa..!"
Laila kembali terbelalak mendengar Zacky memanggil Salma dengan sebutan mama..
Apa lagi yang aku gak tau..?? batinnya..
"jadi tante Salma mamanya Zacky..?" tanyanya memastikan..
"iya sayang.. maafin tante ya.. kalo mau marah, marahin anak tante aja..!" ucapnya yang mendudukan dirinya ditepi ranjang dengan meraih tangan Laila..
"jadi setelah ini apa lagi yang aku gak tau..?"
sindir Laila dengan mendelikkan matanya pada pria yang tengah memamerkan deretan gigi putihnya..
"ya ampun.. ini kamar rumah sakit atau kapal pecah sih..??" ucap Arya saat memasuki ruangan Laila yang mendapat pemandangan tak biasa..
"itu ulah dia om..!" jawab Laila menunjuk Zacky agar ia lepas tanggung jawab....
"kok aku..?" protesnya..
"udah jangan protes.. kamu rapihin aja semuanya, gak enak banget diliatnya..! kaya abis ada tawuran aja.." timpal Salma yang membuat Zacky terpaksa memunguti apa saja yang Laila lempar barusan..
"emang abis tawuran mah..!"
"apa..?? kamunya aja yang bikin ulah. Dasar tak tau tempat..!"
"wahh.. ada apa memangnya..!?" Arya jadi penasaran..
"udahlah.. kalian bapa sama anak sama saja..! pokoknya mulai sekarang mama harus ekstra jagain Laila.."
Laila menahan tawa dan sesekali menjulurkan lidahnya saat Zacky meliriknya dengan mencebikkan bibirnya..
"ooh.. sepertinya papa melewatkan sesuatu.. benarkan..?" goda Arya pada Zacky yang kini duduk bersebelahan di sofa ruangan itu..
"apaan si pah..?"
Arya dan Salma tertawa bersama melihat wajah sepasang insan yang tengah dimabuk cinta itu memerah karena malu..
"permisi pak..!" Bayu masuk ruangan Laila setelah sebelumnya Arya mempersilahkannya untuk masuk..
pak Bayu?? batin Laila
"maaf tuan.. dokter bilang ayahnya nona Laila ingin bertemu dengan tuan muda..!"
Laila menoleh dan kembali mendelikkan matanya menatap tajam pada Zacky yang ingin bersembunyi dibalik punggung papanya..
tuan muda..??
bagus ya Zacky.. ternyata Bayu juga bagian dari sandiwara kamu..
Zacky mengerti tatapan itu dan kini ia tengah dalam kondisi siaga 1.
Untuk menghindarinya, Zacky buru-buru keluar untuk menemui calon mertuanya..
"tante.. emangnya ayah ada dimana? kenapa ayah gak kesini..?" tanyanya dengan mengguncang lengan Salma meminta penjelasan..
Salma nampak bingung untuk memulai kalimatnya,, ia harus ekstra hati2 menyampaikan kondisi ayahnya saat ini..
Dan benar saja, Laila langsung meraung tanpa bisa menahan tangisnya walau sebentar saja..
Salma memeluknya dengan penuh kasih sayang menenangkan Laila yang terus menyalahkan dirinya sendiri..
"Zacky.. jaga Laila dengan baik.. jangan membuatnya menangis.. saya tak akan rela kalau kamu sampai menyakiti dia..!" ucap Rahadi lirih saat ia Zacky sudah berada didekatnya..
"iya om.. saya janji.. saya akan menjaga Laila dengan segenap jiwa raga saya..!"
"saya percaya sama kamu..!"
"Ayah...!!"
tiba-tiba saja Laila masuk disusul Arya dan Salma karena ia begitu memaksa untuk bertemu ayahnya..
dan ia menghambur memeluk sang ayah yang terbaring lemah..
"maafin aku ayah..!" ucapnya lirih dibarengi tangis sesenggukannya..
"kamu gak salah sayang.. maafin ayah yang gak bisa jagain kamu..!"
"jangan ngomong gitu Yah.. ayah yang terbaik dan gak akan ada yang ngalahin posisi ayah..!"
Rahadi tersenyum dengan mengusap kepala putrinya...
"Tama..!" panggilnya membuat Arya mendekat..
Laila menegakkan duduknya dan Zacky bangkit memberikan kursi yang ia duduki untuk papanya..
"ada apa..?"
"aku tak bisa menunggu lama lagi, kita nikahkan saja mereka sekarang.."
"APAA....??"
__ADS_1
seru mereka kompak..