
🏭
Laila berulang kali melirik jam tangannya.. ia nampak gelisah karena yang di tunggu tak kunjung datang..
Begitu juga dengan Rahadi, ia tak mendapat kabar apapun dari sahabatnya untuk keterlambatannya itu..
Rahadi bisa melihat putrinya sedang gelisah. ia berfikir nampaknya Laila sudah tak sabar menunggu pertemuannya dengan Putra..
Rahadi senyum-senyum ditengah kegelisahannya sendiri yang menanti sahabat dan calon mantunya..
Waktu terus berjalan.. tamu mulai berdatangan membuat isi gedung semakin penuh. Dengan berat ia menaikkan sudut bibirnya saat menyalami tamu Damar yang menyapanya..
Terlalu lama berdiri membuat pengantin wanita nampak kelelahan menyalami tamu undanga yang seperti tak ada habisnya.. kebanyak dari mereka adalah rekan bisnis Damar dan juga karyawannya..
Keluarga besar Nadia juga masih ada disana.. anak-anak bermain kejar-kejaran tak mempedulikan tamu-tamu yang tak sengaja tersenggol dan membuat Farida tepok jidat.
"anak mu itu suruh diem.. jangan bikin malu..!" pinta Farida pada sepupunya yang membawa anak bungsunya..
"biarin aja mbak.. mereka seneng tuh main sama anak kota..!" jawabnya enteng membuat Farida geleng kepala..
Laila yang sedari tadi berdiri kini duduk satu meja dengan Ayahnya yang tak jauh dari pelaminan..
ia memainkan gelas minumannya dengan sesekali melihat jam tangannya semakin gelisah..
"kak.. mau ini gak?? enak lho kak... aaa...."
Bagas mengejutkan Laila dengan membawa piring berisi berbagai jenis makanan dan ingin menyuapinya, namun Laila menepisnya dan nampak kesal..
Bagas berdecak dan memakannya sendiri..
"kenapa sih...?"
Bagas memiringkan wajahnya menatap Laila yang kini sudah jadi kakaknya itu terlihat sangat masam dan tidak memperdulikannya..
ia menghela nafas dan enggan bertanya lagi karena ia merasa ada yang tak beres dengan kakak cantiknya..
"kita gabung sama kak cerewet aja yuk..!" ajaknya menarik tangan Laila mengajaknya pindah menuju meja Vanya dan yang lainnya yang berada di sudut gedung resepsi..
kenapa memilih disudut??
tentu aja agar suara berisik mereka gak terlalu mencolok ditengah-tengah kerumunan orang dewasa..
Hanya mereka anak muda yang datang ke acara itu.. karena teman Laila memang hanya mereka..
Vanya mengangkat alisnya mengarah Bagas dan dibalasnya dengan mengangkat kedua bahunya..
Dihari bahagia Damar itu harusnya Laila turut bahagia. tapi nampaknya ia tak bersemangat terlihat dari wajahnya yang sedari tadi ia tekuk
"napa sih..?"
tanya Vanya dengan mengusap punggung tangan Laila yang kini duduk bersandar disampingnya..
Fatan dan yang lainnya pun ikut menunggu jawaban Laila..
"Zacky belum datang..!" jawabnya lirih dengan wajah menunduk..
"lah.. kirain kalian lagi berduaan..?" fikir Fatan dan membuat Laila mendongak dengan melipat tangan diperutnya..
__ADS_1
"berduaan dari hongkong.. nongol juga belum..!" balasnya sinis..
"tadi dia bilangnya mau kesini lho.. nyangkut dimana tu anak..?" ucap Dhani dengan menyomot makanan diatas meja dan memasukannya kedalam mulut..
"enak aja lu ngomong nyangkut.. emangnya tali B*..?" Rafa menepuk tengkuk Dhani hingga membuatnya tersedak..
"sialan...!" balasnya dengan pura-pura ingin menonjok Rafa yang cengengesan menertawakannya.
"mungkin bentar lagi juga dateng.. gue telfon dari tadi nomernya gak aktif ini..!" lanjut Fatan dengan memperlihatkan layar ponselnya..
Sebenarnya Laila juga sudah melakukan hal yang sama.. karena itulah Laila kesal sekaligus cemas dengan sulitnya ia menghubungi Zacky..
Rafa dan Dhani mencoba menghiburnya dengan candaan agar ia tertawa.. walau terkadang candaannya garing tapi tetap bisa membuat yang lainnya tertawa..
Dan sesekali Bagas dan Vanya bertengkar dan membuat keributan hanya karena makanan pun membuat mereka kembali tertawa..
Namun keramaian disekitar Laila tak ada yang mampu membuatnya mengembangkan senyuman..
Sedangkan Fatan sibuk menghubungi tantenya untuk menanyakan keberadaan Zacky dan ternyata dugaannya tepat. Zacky sudah pergi lebih dari satu jam lalu dan itu membuat Laila semakin khawatir..
drrrt.. drrrt
ponsel Laila bergetar dan muncul sebuah nama disana..
ia menggeser ikon berwarna hijau untuk menerima panggilan..
"iya mbak Clara.. ada apa..?" jawabnya pelan bahkan terkesan malas menjawab..
yank...???
suara yang ia dengar tak lain adalah suara kekasihnya.. tapi kenapa dia memakai ponsel Clara..??
Semua menoleh Laila yang nampak terkejut memanggil nama teman mereka dan seketika hening..
iya yank.. ini aku
jawabnya lirih
Laila membelalakkan matanya..
maaf.. aku gak bisa nepatin janji buat nemenin kamu..
tambahnya bernada menyesal..
"kamu dimana..? kenapa kamu bisa sama mbak Clara..??"
teman-temannya masih antusias menyimak percakapan Laila dengan Zacky..
ak.. aku___
ucapannya terpotong karena Clara merebut ponselnya dan melanjutkan percakapannya dengan Laila...
"APA...??"
Laila terkejut hingga berdiri mendengar penjelasan Clara..
Fatan dan yang lainnya ikut berdiri dan terlihat panik walaupun mereka tak tau apa yang sebenarnya terjadi..
__ADS_1
"ada apa Laila..?"
tanya Fatan saat sambungan telepon Laila sudah berakhir
Laila tidak menjawab.. namun terlihat dari tatapan mata kosong dan tangannya yang bergetar membuat mereka yakin jika terjadi sesuatu yang tak menyenangkan..
apa yang terjadi antara Zacky dan Clara?
fikir Vanya menduga-duga
Dan yang lain pun bermain dengan fikirannya masing-masing
Dhani :
napa tu anak sama cewek lain sih?
Rafa :
Clara itu cantik gak ya?
Bagas :
kalo sampe kak Zacky bikin kak Cantik nangis.. aku pastiin besok dia gak bisa liat matahari lagi..
tapi gimana caranya??
Laila meminta Fatan mengantarnya kesuatu tempat dan di setujui olehnya..
karena khawatir dengan sahabatnya, Vanya meminta ikut untuk menemaninya dan itu membuat semuanya juga ingin ikut bersama mereka..
"baiklah.. kita bagi dua mobil aja..!"
ujar Fatan mengalah setelah mendapat paksaan dari teman-temannya..
Laila menghampiri ayahnya yang kini tengah ngobrol dengan Tama dan beberapa teman ayahnya yang lain..
Laila mencoba tersenyum menyapa teman-teman ayahnya kemudian ia meminta ijin untuk keluar dan berjanji akan segera kembali.
ia merasa lega saat Rahadi mengijinkanya dan tak mempersulitnya.. ia segera bergegas menyusul Fatan yang sudah menunggunya di parkiran bersama yang lainnya..
Tak membutuhkan waktu lama untuk sampai di tempat yang Clara alamatkan..
Tanpa menunggu yang lain Laila langsung turun saat mobil Fatan berhenti didepan sebuah bangunan yang tak begitu besar namun memanjang itu...
Sedikit berlari Laila menuju sebuah kamar yang diarahkan seseorang disana sebelumnya..
Karena panik, begitu sampai Laila langsung membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu..
Zacky dan Clara terkejut dengan terbukanya pintu secara tiba-tiba..
namun lebih mengejutkan lagi saat Laila melihat Zacky terbaring di tempat tidur dengan bertelanjang dada..
kenapa bisa seperti ini..!
batinnya dengan membekap mulutnya sendiri..
bersambung..
__ADS_1
*jangan lupa Lika nya ya🖒
yang setia ngasih Like mana suaranya..??😍*