
"Aku tak pernah membayangkan akan bertemu dengan seseorang seperti dirinya yang bisa membuatku selalu merasa bahagia..
Canda tawa bersamanya adalah sebuah kenyamanan yang belum pernah kurasakan sebelumnya dan membuatku selalu memikirkannya..
Dia memang tak pandai merangkai kata romantis.. tapi dia menyayangiku dan mau berjuang untukku..
Aku bisa merasakan cinta dari ketulusan hatinya..
Sorot mata lembut dan senyum dibibirnya bagai obat penenang saat aku merasa gelisah..
Bahkan baru kali ini ada seorang pria menangis untukku karena takut akan kehilangan..
Cinta yang ia berikan memberi warna baru dalam kehidupanku..
Dia yang tak takut mati demi diriku membuat aku berjanji akan selalu menjaga hatinya..
Aku berharap Tuhan dapat menyatukan kami dalam kebahagiaan..
Zacky.. aku mencintaimu*.."
"heyyy...!"
Laila tersentak dan menghadap Vanya yang ada di sampingnya..
"dengerin aku gak sih..?" rajuk vanya dengan memanyunkan bibirnya dan membuat Laila tersenyum menunduk malu..
"kalo belum puas mandangnya lanjutin aja gak usah dengerin aku ngomong..!" sindirnya yang tau sedari tadi sahabatnya itu memandang Zacky yang sedang membahas sesuatu bersama teman-temannya di seberang ranjangnya..
"apaan sih.. gitu aja ngambek..!"
Laila menyubit pipi Vanya gemas hingga membuatnya mengaduh..
"napa sih beb..??"
ternyata mereka jadi pusat perhatian Fatan dan yang lainnya..
"ini nih.. calon sepupu kamu kayaknya minta cepet-cepet di resmiin jadi sepupu deh..!" ledek Vanya menunjuk Laila dengan dagunya..
Laila mendelik dan kembali mendaratkan cubitan yang kini mengenai lengannya..
dan semua tertawa melihat ekspresi Laila saat Vanya meledeknya.
Termasuk Zacky yang kini tersenyum manis memandang kekasihnya. Meski tak tau apa yang mereka bicarakan tapi ia yakin itu menyaangkut dirinya..
Laila pun jadi salah tingkah dibuatnya..
ceklekk
"Laila...?"
"ayah...??"
Vanya berdiri dan mundur memberi ruang untuk Rahadi..
"sekarang kamu gimana sayang..?" tanyanya dengan memeluk tubuh anak gadisnya..
"aku gak apa-apa Yah..!" jawabnya saat Rahadi melepaskan pelukan dan tersenyum..
"bagaimana ini bisa terjadi sama kamu nak..?"
Rahadi menggenggam tangan Laila yang nampak biasa saja seperti tak terjadi apa-apa..
"ceritanya panjang Yah.. tapi ayah bisa lihat sendiri aku gapapa kan..?" jawabnya dengan terus tersenyum..
mengingat kondisi ayahnya ia tak mau ayahnya terlalu mengkhawatirkanya..
"sayang..?"
sapa Damar saat memasuki ruangan itu dan langsung memeluk adiknya..
"kakak takut banget tau dek...!" katanya dengan mengusap lembut kepala Laila..
"jangan lebay deh kak.. adek kakak ini kan kuat..!" balasnya dengan mengedipkan matanya yang dimengerti oleh Damar..
"oh iya.. Zacky gimana..?" tanya Damar dan dijawab tengokan Laila mengarah pada Zacky dan diikuti tatapan Damar dan Rahadi padanya..
__ADS_1
Detik itu Rahadi baru menyadari ada pemuda itu disana..
Damar mendekatinya untuk menanyakan keadaan Zacky saat ini.. sedangkan Rahadi hanya menatap tak merubah posisinya tetap diranjang Laila..
ia hanya menyimak percakapan Damar saat berterimakasih pada Zacky. tapi ia tak mau ikut campur sampai saat Damar menanyakan luka sayatan di lengan Zacky ia mulai membuka suara...
"apa kamu juga ingin memakai luka itu sebagai modal untuk mendekati anak saya..?"
ucapan Rahadi sontak membuat semua pasang mata mengarah padanya..
Menyadari ayahnya jadi pusat perhatian, Damar mengisyaratkan sesuatu pada Vanya..
tanpa berucap ia mengerti dan mengajak teman-temannya untuk keluar dan diikuti Damar dari belakang.
Mereka pun bergantian mengangguk hormat saat melewati Rahadi..
"ayah ini bicara apa sih..?" tanya Laila penuh hati-hati saat temannya sudah berada diluar..
"ya mungkin saja dia juga sama seperti anak itu karena sudah menolongmu..!"
"tidak om..!" sergah Zacky dan membuat Rahadi menoleh padanya..
"saya tidak pernah memaksakan Laila untuk mencintai saya dengan alasan apapun kecuali Laila sendiri yang menerima saya apa adanya..!" ucapnya tanpa jeda dan berhasil membuat Zacky membeku..
"memangnya apa yang bisa kamu banggakan pada Laila..?" tanyanya dengan senyum meremehkan
"kamu hanya mahasiswa yang masih bergantung pada orang tua bukan..?"
lanjutnya tanpa ada pembelaan dari Zacky
"Ayah.. !" Laila memegang lengan Rahadi..
"Zacky sudah bekerja Yah.. dia tidak selalu mengandalkan orangtuanya..! bahkan motornya saja ia beli sendiri dengan usahanya..!"
Laila angkat bicara untuk membela kekasihnya..
Rahadi mengangkat salah satu sudut bibirnya..
"usaha apa yang kamu maksud?" melirik Laila yang nampak gugup mendapat tatapan dari ayahnya.
"di.. dia.. memenangkan kejuaraan balapan motor di luar kota Yah.. dan itu bukan hal mudah untuk sampai dikejuaraan itu yah..!" lagi-lagi Laila membela Zacky sebelum ia menjawab pertanyaan Rahadi
"iya om.. tapi sekarang sudak tidak lagi..!' jawabnya santai..
pantas saja Laila begitu membelanya.. ternyata dia masih tertarik dengan hal berbau kebut-kebuatan.. anak ini bisa merusak putriku
batin Rahadi..
ia takut kalau Laila akan terpengaruh oleh Zacky dan kembali liar seperti dulu.. jelas ia tak suka dengan itu..
"dan kamu sudah bekerja begitu..?"
"iya om.."
"memangnya pekerjaan apa yang kamu bisa..?" masih dengan nada meremehkan dan dugaannya tepat saat Laila mengatakan Zacky bekerja sebagai supir.. supir pribadi tepatnya..
Rahadi bergumam.. tidak mungkin anak sepertinya mendapat pekerjaan yang lebih bagus dari seorang bernama Putra yang ia pilihkan untuk Laila..
Rahadi ingin tertawa namun hanya menahannya.. sedangkan Laila merasa tidak enak pada Zacky dengan respon Ayahnya..
"saya rasa jadi seorang supir bukanlah pekerjaan yang salah.. benar kan om..?"
Pertanyaan Zacky membuat Rahadi terdiam. Memang tak ada pekerjaan yang salah selama itu tidak merugikan orang lain. Rahadi juga simpati pada anak muda yang mau berusaha.. tapi ia belum menyukai Zacky..
"memang tidak salah.. tapi Laila sudah punya pilihannya sendiri..?"
mata mereka membesar bersamaan karena terkejut dengan ucapan Rahadi..
apa? kapan aku bilang begitu?
gumam Laila dalam hatinya..
"ayah.. aku___"
Rahadi memotong ucapan Laila yang ingin mengajukan protes atas ucapannya tadi..
__ADS_1
"Laila hanya akan memilih pria baik yang mandiri dan bisa membahagiakannya..!"
aku kurang baik gimana?
mandiri iya.. bisa bahagiain Laila juga iya..
tapi kenapa dia masih belum bisa nerima aku? gerutunya Zacky
Sebenarnya bisa saja Zacky mengatakan kalau ia punya bengkel yang ia rintis sendiri. tapi Zacky tak mau di anggap cari muka oleh Rahadi. Membiarkan saja mereka hanya tau dirinya sebagai supir karena Zacky ingin memberi kejutan untuk Laila
"saya tau om.. dan saya pasti akan membuktikan bisa menjadi seseorang yang Laila inginkan..!"
bukan mau aku.. tapi mau ayah..
balas Laila namun hanya dalam hati.
maksudku kan biar dia menyerah.. kenapa anak ini malah mau berusaha..?
Rahadi pun berkata-kata dalam hatinya
"ya terserah kau saja.. yang jelas Laila sudah punya calon terbaik..!" imbuh rahadi sesaat sebelum dokter masuk dalam ruangan itu..
Mereka tersenyum senang mendengar kabar baik dari sang dokter yang mengatakan hasil tes Laila dan Zacky cukup baik.. tidak ada luka serius pada keduanya.
Mengingat besok adalah hari pernikahan Damar, mereka sangat senang karena diperbolehkan untuk pulang malam ini juga.
"ayah tunggu dimobil..!"
ucapnya sebelum Rahadi meninggalkan Laila untuk berpamitan pada teman-temannya.
"makasih semuanya.. jangan lupa besok datang ya..!" pesan Laila pada Fatan, Rafa dan Dhani setelah gantian bersalaman dengannya
"siaap.. yang penting banyak cewek cakep pasti datang deh..!" jawab Rafa yang di balas sorakan dari yang lainnya..
"kamu cepet sehat ya.. jangan lupa obat memarnya dipake biar besok udah cantik lagi..!" ledek Vanya saat berpelukan dengannya..
"emangnya sekarang jelek ya..?" tanya Laila dengan wajah cemberut..
"jelek gak yaa..?" godanya lagi yang mendapat cubitan dipinggangnya yang membuat ia tertawa.. mereka pun keluar lebih dulu memberi kesempatan untuk Laila dan Zacky berbicara..
Laila merasa gugup saat Zacky tersenyum menatapnya..
"kamu gak mau liat aku yank..?" tanya Zacky menyondongkan wajahnya yang melihat Laila hanya menunduk dihadapannya..
"aku__
Zacky mendekat dan menangkup wajah Laila membuat ia mendongak untuk mempertemukan tatapan mereka..
"tadi aja liatin aku terus.. sekarang udah depan mata malah gak mau liat.. kenapa hm??"
Laila semakin gugup saat mereka semakin dekat..
"aku minta maaf soal ayah tadi..! tolong jangan diambil hati ya..!" Laila takut kalau Zacky akan tersinggung dengan ucapan ayahnya..
Tapi Zacky tetap tersenyum dan tak mempermasalahkan itu..
"aku gak papa..!" jawabnya lembut
"justru aku bakal jadiin motivasi untuk terus berjuang dapetin kamu..!" katanya dengan mengecup singkat ujung hidung laila.. ia mengerjap kaget bersamaan dengan degup jantung yang mulai tak berirama..
Zacky selalu saja membuatnya seperti itu..
"kamu bisa datangkan besok..?"
"aku usahakan.."
"baiklah.. kalau gitu ayo kita pulang..!" ajak Laila dengan menurunkan tangan Zacky dari pipinya dan mulai beranjak mendekati pintu..
tapi ia berbalik dan menubruk dada Zacky saat ia menarik tangan Laila untuk kembali..
tanpa persiapan Laila menerima kecupan lembut dibibirnya dari Zacky.. walau awalnya ia terkejut tapi akhirnya Laila membalas.
Zacky tersenyum sesaat setelah pagutan itu terlepas..
kesan manis mengakhiri kebersamaan mereka malam ini di rumah sakit..
__ADS_1
apa jadinya diriku jika Laila dimiliki pria lain..
batinnya