
😡
Keakraban antara Laila dan Akmal membuat beberapa wanita disana merasa tak suka melihatnya..
"hari pertama kerja aja udah berlaga sok akrab dengan Akmal.. gimana kalo udah resmi gantiin mbak Amel.. bisa makin besar kepala dia..!" ucap si penghasut..
"bisa-bisa dia ngerebut Akmal dari kamu tuh..!" timpal si penghasut kedua..
"kalian bisa diem gak sih..? jangan bikin aku tambah panas deh..!" omel wanita yang menaruh perasaan pada pria yang sedang makan siang bersama Laila..
"ya ampun Denia.. harusnya kamu bertindak dong.. jangan diem aja. kalo perlu kasih pelajaran sama tu anak baru..!" hasutnya lagi memberi dukungan pada wanita yang akrab disapa Nia itu..
"udahlah kita liat aja nanti.. kalo dia macem-macem aku juga gak bakal diem gitu aja..!" balasnya tak mau terburu-buru mengambil tindakan..
Zacky yang tak sengaja melintas didepan kantin menangkap pemandangan yang tak menyenangkan..
Dari kejauhan ia melihat ada pria lain yang menatap penuh perasaan terhadap wanita yang dicintainya..
Tentu saja ia merasa tak rela..
"siapa dia..?"
"dia itu Akmal, staf keuangan kita..!" jawab Bayu menjelaskan pada tuan mudanya yang sudah menampakkan wajah yang berapi-api..
"PECAT..!"
perintahnya keluar begitu saja tanpa berfikir lagi..
"apa..?"
"PECAT..! kamu gak ngerti kata pecat hm?"
"ayolah Putra... menendang karyawan tanpa alasan yang jelas gak semudah itu..!"
"siapa yang menendang..? aku cuma nyuruh mecat dia..!"
Bayu menggaruk kepalanya dengan senyum meringis... ternyata ia salah menempatkan kalimat dalam situasi seperti ini..
"iya.. iya.. maksud aku mecat dia..!" jawabnya memilih mengalah..
"kinerja Akmal itu sangat bagus, akan sulit untuk kita mendapatkan orang seperti dia..!" lanjutnya mencoba mempertahankan karyawan yang berprestasi..
"aku bisa ya maafin kamu yang menyentuh tangan Laila,, kalau sampai orang lain yang menyentuhnya aku gak segan nyingkirin dia dari sini..!"
"heyy.. dia hanya memberi selamat.. kalau aku menolak dan dia tersinggung pasti kamu marah juga.. lalu untungnya aku dimana??" tanyanya yang serba salah menghadapi bosnya yang cemburuan..
Zacky berdecak dan menghela nafas kasar kemudian pergi karena dia tak akan sanggup jika harus lebih lama melihat mereka..
Akmal terkejut saat Laila tiba-tiba berdiri menatap kesebuah arah dengan tatapan yang tak terbaca..
"kenapa..?"
"oh.. gapapa.. mungkin aku salah liat..!" jawabnya kembali duduk dan melanjutkan makannya dengan berbincang bersama teman-teman barunya
mungkin aku terlalu merindukannya..
gumam Laila dalam hati dengan melirik sekilas tempat dimana ia seperti melihat seseorang yang ia cintai menghilang..
* * *
HARI KEDUA
Semuanya masih nampak normal, dan Laila cukup menikmati pekerjaannya..
Sikap dan perilaku Laila yang menyenangkan membuatnya mudah mendapatkan banyak teman. Apalagi kecantikannya itu selalu menjadi daya tarik yang kuat..
"itu siapa..?"
tanya Zacky saat ada seorang pria mendekati Laila dan mengajaknya bicara.
"itu Heru,...!"
"yang itu siapa?"
tanyanya lagi saat pria lainnya mendekati Laila..
"Ari.. dia sudah punya istri.."
"itu..?"
"OB..!"
"itu?"
"itu?
"itu?"
"heyy.. kapan kamu kerjanya kalo mantengin cctv terus..?" omel Bayu yang semakin dibuat kesal dengan tingkah Zacky
"kenapa banyak sekali yang deketin Laila..?" keluhnya masih memperhatikan laptop yang menampilkan video dari kamera yang sengaja ia pasang sengaja untuk mengawasi Laila..
"biarkan saja.. lagi pula itu cuma masalah kerjaan.. OB aja dicemburuin..!" ledeknya lagi..
"kasih kesempatan dia buat berteman.. oke?" bujuknya yang membuat Zacky terpaksa menutup laptopnya walau malas harus kembali pada pekerjaannya..
__ADS_1
Laila nampak berjalan beriringan dengan Akmal setelah makan siang bersama, tentunya mereka tidak berdua. Ada Sri dan yang lainnya juga..
Melihat Akmal yang semakin dekat dengan kekasihnya membuat Zacky geram..
"halo..?" ucap Laila pura-pura malas saat ia menerima sebuah panggilan di ponselnya..
"yank.. kok baru di angkat sih..?" protesnya karena itu adalah panggilan yang kesekian kalinya yang diabaikan Laila..
"aku baru ada waktu..!" jawabnya sok sibuk untuk melancarkan aksi balas dendamnya..
"aku kangen.. bisa kita ketemu..?"
"emm.. gimana ya..( pura-pura berfikir padahal ia sudah menunggu pertanyaan itu)
aku sibuk..!" jawabnya singkat
"kamu marah sama aku..?"
"denger ya.. sekarang aku tuh udah kerja, jadi aku sibuk sekali..!" ucapnya mengkhianati kata hatinya sendiri..
"tidak bisakah kamu meluangkan sedikit waktu untukku??" pintanya memelas penuh harap..
"bukankah sejak kamu sibuk, kamu juga gak punya waktu untukku?" Laila membalikkan pertanyaan Zacky yang membahas tentang waktu..
"iya maaf yank.. aku bisa jelasin kok.. beri aku kesempatan buat jelasin semuanya..!"
"oke.. tapi tidak sekarang..!"
"kapan..?"
"akhir pekan aja..! tapi...."
"tapi apa?"
"kalo kamu gak nepatin janji lagi mungkin aku gak akan ngasih kamu kesempatan lagi..!" ancam Laila yang tak benar-benar dari hatinya..
"baiklah.. aku janji..!"
Laila nampak kegirangan dengan memeluk ponselnya gemas..
Dan tentu saja Zacky bisa melihat itu..
"tadi ngomong sama aku jutek banget.. sekarang malah kegirangan..!" Zacky tersenyum dan berbicara sendiri dengan menyentuh Laila di layar laptopnya..
maaf ya yank.. aku janji akan memperbaiki semuanya..
ikrarnya dalam hati..
* * *
Laila nampak kerepotan membawa setumpuk berkas yang harus ia pindahkan ke meja kerja sekertaris Amel..
Tanpa dimintai bantuan, Akmal langsung membantunya..
Seperti biasanya mereka berjalan beriringan sambil sedikit bercanda yang mengundang tawa Laila..
Tapi Zacky masih bertahan melihat itu walau pagi yang harusnya masih sejuk itu sudah mulai terasa panas baginya..
Saat makan siang pun sama.. Laila dan Akmal terlihat semakin akrab dan kerap mendapat ledekan dari kawan lain yang membuat Akmal jadi tersipu sendiri..
"heh.. Laila itu udah punya pacar.. jangan jodoh-jodohin gitu deh..!" omel Sri yang mendapat sorakan dari teman yang lainnya..
"bener ya Laila..?"
tanya salah satu dari mereka dan dianggukinya dengan tersenyum..
"yaaah... patah hati deh kita...!" ucapnya yang sebenarnya meledek Akmal yang nampak kecewa..
Tapi kenyataan bahwa Laila sudah mempunyai kekasih tak merubah sikapnya pada Laila.. Mereka tetap dekat seperti biasanya.. toh baru pacaran ini.. mungkin begitu fikirnya..
Akmal yang tengah berdiri disamping Laila melihat ada binatang kecil dirambut Laila dan ia mencoba menyingkirkannya setelah meminta ijin pada pemilik rambut berkilau itu sebelumnya..
Namun yang tertangkap mata Zacky seolah Akmal membelai rambut kekasihnya..
"sialan..!!" umpatnya langsung beranjak berdiri dari kursi kebesarannya..
sudah cukup ia bersabar.. tapi nampaknya kali ini ia tak dapat lagi menahannya..
"mau kemana kamu?" tanya Bayu yang saat itu kebetulan ada diruangan Zacky untuk mengawasi pekerjaannya yang belakangan ini kurang baik karena waktunya banyak terbuang untuk mengawasi karyawan spesialnya..
Zacky mengacuhkan Bayu, ia berbalik dan nampak menghubungi seseorang..
Entah apa yang merasukinya tiba-tiba saja dia membuka jas dan dasinya.. menggulung lengannya dan keluar dengan membawa beberapa berkas..
"dasar tidak konsisten..!" ucap Bayu dengan menggelengkan kepalanya..
* * *
Disebuah ruangan khusus, Laila menghidupkan mesin fotocopy yang tersedia disana dan mulai mengcopy tiap lembarnya yang ia sendiri tak tau berkas apa yang Amel berikan padanya.
Saat ia menata kerta-kertas dihadapannya itu tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang amat ia kenali..
mungkin aku benar-benar merindukannya, bagaimana mungkin orang ini bisa jadi semirip dia?
ia menatap pria yang berdiri disampingnya yang tengah menatapnya juga..
__ADS_1
"Laila..?" sapanya pura-pura terkejut
Laila masih mematung seakan belum mempercayai siapa yang ada dihadapannya. Sampai saat orang itu ingin memeluknya membuat ia tersadar..
"eehhh.. mau ngapain..?" cegah Laila menahan dada Zacky yang mendekat kepadanya..
"peluk..! kamu gak kangen sama aku..?" godanya yang membuat Laila mundur satu langkah..
Kangen sih kangen.. tapi gengsi Laila lebih tinggi untuk mengakuinya.. Dia kan masih marah.
Laila harus berusaha keras menutupi perasaannya..
"kenapa kamu bisa ada disini..??" tanya Laila berlagak pura-pura sinis
"aku juga kerja disini..!" jawabnya jujur..
"sejak kapan.. kenapa aku baru liat..?"
Laila masih mencoba bertahan dengan sikap acuhnya..
"aku sudah lama kerja disini..!" jawabnya masih jujur..
"jadi bekerja disini membuatmu sangat sibuk sampai gak punya waktu hm?"
Zacky tertegun saat Laila menyindirnya dengan pertanyaan itu..
ia mengerti kalau saat ini Laila masih marah padanya..
"yank.. aku____"
"kamu dibagian apa..?" tanya Laila mengalihkan pembicaraannya..
"aku..??" tanyanya menunjuk dirinya sendiri..
"ya iya lah..!" jawab Laila nampak kesal..
"aku.... (ia berfikir mencari posisi yang cocok untuk dirinya.. dan "aha!!")
"aku asisten pribadi Bayu..!" jawabnya mulai berbohong yang membuat Laila mengangkat kedua alisnya..
Ternyata mereka satu kantor, dan Laila bingung mengekspresikannya.
"emang kemaren kemana aja?"
"aku baru kembali dari tugas diluar kota..!" nambah deh bohongnya...
"benarkah..?"
" kamu gak percaya sama aku..?"
"nggak..!" jawabnya memalingkan pandangan
"Laila.. kamu masih marah..?" Zacky memutar tubuh Laila agar ia bisa menatapnya..
"kenapa kamu selalu menghindar..?" tanya Zacky yang mulai menampakkan wajah serius..
"aku gak menghindar..!" kilahnya dengan mengibaskan pelan tangan Zacky yang masih dibahunya..
"aku kan udah bilang sekarang aku udah kerja, jadi aku sibuk..!" ucapnya kembali buang muka karena mulai tak nyaman dengan tatapan Zacky..
"Oh.. sibuk ya..?" tanya Zacky mendekat dan membuat Laila mundur satu langkah. degup jantung yang tak beraturan sudah pasti mengacaukan perasaannya.
"kamu mau ngapain..?" tanya Laila saat ia sudah tak bisa mundur lagi karena terbentur tembok..
Zacky yang terus mendekat membuatnya tak bisa menyembunyikan rasa gugupnya..
"aku mau minta maaf yank..!"
"aku udah ditungguin mbak Amel..!" jawabnya kembali mengalihkan perhatian karena terburu-buru ingin segera keluar dari situasi seperti ini.. kabur adalah jalan satu-satunya.. tapi Zacky menarik tangan Laila hingga membuatnya kembali membentur tembok dan mengunci Laila dengan kedua tangannya..
"kenapa Laila..??"
Zacky semakin mendekat dan menatapnya semakin dalam. tatapan itu membuat Laila bertambah gugup..
inget Laila.. kamu lagi marah sama dia. jangan sampe tembok pertahanan kamu runtuh hanya karena matanya..
bisik hatinya..
"a..akuu____"
"kasih aku kesempatan buat jelasin Laila...!"
pinta Zacky semakin memelas dihadapannya.. ia semakin mendekat hingga membuat wajah mereka nyaris tak berjarak..
Oh Tuhaan.. kalau terus begini aku bisa goyah
gumamnya dalam hati..
Suara detak jantung Laila mendominasi dikeheninga ruangan itu saat Zacky mulai meraih tengkuknya sebelum tangan Laila membekap mulut Zacky..
"sesuai janji kita kemarin.. aku akan ngasih kamu kesempatan diakhir pekan nanti..!" ucapnya tersenyum dan masih membekap bibir yang hampir menyentuhnya.. dan itu berhasil membuat Zacky meregangkan jarak dan di manfaatkan Laila untuk melarikan diri..
Dibalik tembok Laila tak bisa menahan kegirangannya lagi.. hatinya menjerit-jerit menyerukan kata bahagia.. jika bukan dikantor mungkin ia sudah salto saking senangnya..
Bukan hal yang mudah baginya menyembunyikan rasa itu di hadapan orang yang ia cintai..
__ADS_1
Dan yang masih diruang fotocopy ia senyum-senyum sendiri padahal hatinya sedang meratapi kegagalannya..