
"Zacky.. aku gak bisa nafas.."
pekik Laila masih dalam posisi berpelukaan..
Zacky tersadar dan melepaskan pelukannya.. ia tertawa saat melihat Laila sibuk mengatur nafas dengan memegangi lehernya..
Zacky menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan dan masih tertawa..
"Oh Tuhaaaan... kau menolongku..!" gumamnya..
Laila memukulnya kesal dan menyadarkannya..
"kenapa kau malah tertawa.??" Laila sedikit berteriak..
"ha ha ha.. maafkan aku sayang.. untung aku cepet sadar.. kalau tidak mungkin aku akan memakan mu disini..!" katanya dengan mendekatkan wajahnya pada Laila..
Laila mendorong bahu Zacky agar dia menjauh.. "apaan sih...kamu kaya drakula tau gak?"
Zacky kembali tartawa..
"maaf.. aku gak bermaksud begitu.. hanya saja saat bersama mu aku selalu gak bisa____ah.. sudahlah.. maaf ya..!" dengan membelai lembut kepala Laila..
"aku tau... gak seharusnya juga kita disini..!" Laila menunduk dengan memainkan ujung jaketnya..
"apa yang kamu lakukan disini..?" tanya Zacky
"kamu sendiri tau dari mana aku ada disini..?" dia mendongak dan balik nanya..
Zacky berdecak..
"ditanya balik nanya.. aku tau dari ini...!" dengan mengacungkan ponselnya dan di mengerti oleh Laila..
Laila memalingkan pandangan..
"aku gak bisa tidur.. tadi Fikri menghubungiku.. katanya dia mau menemui ayah buat bilang dia serius sama aku dan setelah lulus kuliah nanti dia ingin melamarku..!" pandangan Laila lurus menatap danau..
"apa kamu punya perasaan yang sama dengan Fikri..??"
Laila menoleh dan tersenyum kecut..
"kau gila.. apa kau tak percaya kalau aku hanya mencintaimu..??" sedikit emosi dengan pertanyaan Zacky..
"kalau begitu aku akan menemui ayahmu lebih dulu..!"
Laila menatap Zacky yang juga sedang menatapnya dengan menggenggam kedua tangan Laila..
"kau yakin..??" Laila tersenyum meremehkan..
"tentu saja.. asalkan kamu mau kerjasama.. hmm??" dengan menaikkan sebelah alisnya..
"apa...??" Laila mengerutkan keningnya..
"nanti kuberi tau.. tapi yang penting aku harus mendapatkan hati Damar dulu..!"
"kamu ingin menduakan aku dengan kak Damar??"
krik krik krik
pertanyaan konyol Laila berhasil membuat Zacky terpaku dengan mulut menganga..
"ppffthh...aku bercanda...!!" Laila tertawa dengan memegang pipi Zacky yang mulus..
"Laila.. aku benar-benar ingin memakanmu..!"
Zacky menyekap Laila.. dengan kekuatan tanganya Laila susah bergerak..
"Zacky lepas.. nanti kita dikira sedang mesum..!" Laila menahan rasa geli di lehernya yang kembali terasa..
"emang lagi mesum.. biar dinikahin disini sekalian..!" godanya yang membuat Laila semakin berontak..
"jangan gila Zacky...!" dengan terus berusaha mendorongnya..
dan Zacky kembali tertawa..dengan perlahan melepaskan dekapannya..
"kalau aku gila.. sudah sejak awal aku memakanmu...!"
"lagipula aku gak mau kehilangan kepercayaan dari Nadia...!" ia menarik tangan Laila dan mennggenggamnya..
"apa kau akan memperjuangkan cinta kita..?"
"pasti.. dan aku yakin bisa membahagiakan mu.. karena kamu sangat penting buatku..!" dan mengecup punggung tangan Laila..
"ayo kita kembali.. lama-lama disini aku bisa benar-benar gila karena kamu..!"
Zacky menarik tangan Laila untuk berdiri..
"aku yang bisa gila karena kamu..!" balas Laila sambil berjalan berpegangan tangan dengan Zacky..
__ADS_1
"yeeh.. karena kamu...!"
"iihh.. karena kamu..!"
Keduanya berjalan menuju perkemahan dengan candaan saling menyalahkan dan tak ada yang mau mengalah..
yaahh.. salahkan author saja kalau begitu..!
* * *
"kak.. bangun.. udah mau siang nih...!"
Zacky hanya menggeliat merubah posisi tidurnya..
"heh.. bangun woyy.. katanya mau ngajakin liat matahari terbit.. siang begini masih molor..!" umpat Fatan..
"berisik banget si.... gue baru tidur tau..!"
Zacky hanya membuka matanya sebentar dan merem lagi..
"kak Zacky mah payah.. aku mau nemuin kak cantik aja ah.."
Bagas beranjak berdiri dan pergi menemui Laila di areanya..
Dan Laila sedang sibuk memakai syal di lehernya..
"duhh.. gimana ini..?" Laila belum menemukan posisi syal yang tepat untuk menutupi lehernya..
Vanya yang sedang berdandan pun pusing melihat Laila yang kebingungan..
"ribet amat sih.. pake gituan doang kayanya repot banget..!" katanya yang masih sibuk dandan..
Laila melirik benda di tangan Vanya dan bertanya..
"Nya.. ini krim foundation ya?" dengan menunjuk benda bulat kecil di tangan Vanya.. dan ia hanya menjawab "hmm" tanpa mengalihkan pandangan dari cermin..
"aku minta boleh ya..?" pinta Laila sedikit malu-malu..
Vanya menoleh dan tersenyum girang.. ternyata sahabatnya mulai ganjen seperti dirinya..
"kamu mau pake..? serius..??" tanyanya sedikit tak percaya..
"iya.. minta sedikit aja..!" jawab Laila dengan merebut krim alas bedak itu dari tangan Vanya..
Vanya tertawa..
"banyak juga gapapa...!" tambahnya..
Tanpa sepengetahuan Vanya.. Laila menggunakan krim itu untuk menutupi jejak bibir Zacky yang berwarna merah kehitaman di lehernya..
"ck.. apa yang harus ku katakan kalau ada yang liat.. dasar gila..!" umpatnya yang di dengar Vanya..
"Hah..?? siapa yang gila..??"
Laila menoleh dan tersenyum..
"he he... disana ada orang gila..!" dengan menujuk entah kemana..
Vanya merungkut memeluk Laila ketakutan..
"dimana Laila...?"
tiba-tiba
"HUWAAAAA...!"
"ORANG GILAAAA....!!" teriak Vanya yang dibalas tawa oleh Bagas...
"ha ha ha ha ha....!"
Menyadari pelakunya adalah Bagas.. Vanya naik pitam dan memukuli Bagas dengan sisir ditangannya..
"dasar gila...!" omelnya..
"iya ampun ampun..! pedess kak..!'' Bagas mencoba menahan tangan Vanya yang masih ingin memburunya..
dan Laila hanya tertawa mendapat hiburan gratis..
"ngapain lo..?" tanya Vanya saat emosinya mereda..
"disana bete.. kak Zacky tidur terus..!" jawabnya dengan mendudukan dirinya di pintu tenda Laila..
"Zacky masih tidur..?" tanya Laila..
"hmm... semalam dia gak bisa tidur dan keluar.. mungkin dia belum lama tidur.. soalnya aku gak tau kapan kak Zacky kembali..!"
Laila tersenyum.. mungkin setelah kembali ke tenda Zacky juga tak bisa tidur seperti dirinya..
__ADS_1
"apa semalam kak Zacky kesini...?" Bagas curiga..
Laila mengerjap kaget dengan pertanyaan Bagas..
"ya mana mungkin dia kesini.. malam hari gak boleh ada pria yang memasuki area wanita.. iya kan Nya..??" Laila melirik arah Vanya..
"iya... tapi aku gak yakin kalo kamu gak keluar tadi malem..!"
Vanya seolah menyudutkannya..
"apaan sih..? kan kita tidur bareng.. dan kamu tidur nyenyak banget Vanyaa...!" balas Laila
"justru karena aku nyenyak banget.. kalo kamu keluar juga aku gak bakal denger iya kan...!!"
"ngaco ihh...!" Laila melengos dan keluar tenda menghindar..
kalo Vanya terus mancing.. lama-lama bisa keceplosan juga..
Mengingat Zacky.. Laila pun kembali masuk tenda dan mencari ponselnya untuk menghubungi Zacky.. tapi saat ia mendapatkannya ternyata baterainya habis.. dan ia lupa membawa powerbenk..
"hhaishh... ponselku mati..!" Laila kembali memasukan ponselnya dalam tas..
"kita kesana aja yuk...!" ajak Vanya..
Mereka pun bergegas menuju area perkemahan pria..
Saat di perjalanan terlihat Rafa sedang mengajak ngobrol dua orang gadis remaja..
"dasar playboy...!" gerutu Vanya dan mendapat ide bagus untuk teman playboy nya itu..
Vanya mendatangi Rafa yang sedang asik tebar pesona..
"sayang.. kenapa kamu sangat kejam.. kamu mencampakkan aku demi wanita ini... huwaaaa...." Vanya nangis bombai di depan Rafa dan gadis incarannya..
"apa sih Nya...?" Rafa berdiri dan bermaksud menutup mulut Vanya..
Tapi Vanya memukulnya manja..
"kamu jahat...!"
"Vanya stop deh.. gue_____ ehhh kalian mau kemana..?" Rafa melongo gadis-gadis nya pergi begitu saja tanpa mengatakan apa-apa..
"ppffhhtt...buahaahahaahaha....!"
Vanya tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi Rafa yang di tinggalkan gebetannya karena gak suka...
"keterlaluan lo Nya... ini yang ke lima kalinya lho Nya... masa gue gagal lagi...!" Rafa terlihat frustasi..
"bodo amat.. lagian kalo kita balik ke kota lo juga bakal lupain dia gitu aja.. kasian gue sama tu anak..!" menunjuk arah dua gadis remaja itu pergi..
"ck... udah 18 hari gue jomblo.. rekor baru ini mah...!" katanya yang biasa ngejomblo paling lama 10 hari itu...
"bodo...!" Vanya melengos dengan menjulurkan lidahnya dan pergi..
Sebagai penonton yang baik.. Laila dan Bagas pun ikut tertawa..
"Zackyy.. sampai kapan kamu mau tidur..??"
Laila menepuk-nepuk pipi Zacky pelan.. dan perlahan ia membuka mata..
Melihat Laila di depan matanya.. ia tersenyum dan menarik laila hingga jatuh dalam pelukannya..
"ehh... kak cantik di apain..?"
Bagas menarik Laila agar ia terlepas dari Zacky..
dan Zacky terbangun dan duduk..
"he he... maaf.. aku fikir mimpi..!" dengan menggaruk kepalanya..
"dasar...!! ini makanlah.." Laila membawakan Zacky makanan karena pasti ia lapar jam segini baru bangun..
Bagas beranjak meninggalkan mereka karena untuk menerima panggilan di ponselnya..
"kamu cuci muka dulu sana.. kusut banget tau..!" Laila mengacak rambut Zacky yang memang berantakan..
bukanya nurut Zacky malah memanyunkan bibirnya mengarah Laila..
"apa...?"
"cium dulu..!" pintanya..
"heh... ada Bagas tauu...!" tolak Laila..
"gak ada..!" Zacky sedikit memaksa..
tiba-tiba...
__ADS_1
"kak Laila.. ayah kakak kecelakaan...!"
APAAAA....????