
🌹
bahagia itu bukan milik dia yang hebat dalam segalanya..
melainkan milik dia yang mendapatkan hal sederhana dalam hidup dan mensyukurinya..
dan sepertinya saat ini Laila sedang tidak bersyukur...
Coklat yang ia makan telah habis separuhnya, namun mood nya belum juga membaik..
terlihat dari caranya menghancurkan balokan lembut manis itu tanpa semangat dengan salah satu tangannya menopang kepala diatas meja makan..
"kak.. liat deh.. foto wisuda kakak kemarin udah aku cetak.. bagus kan.??!" Bagas menyodorkan beberapa lembar foto berukuran sedang kepadanya..
Laila hanya melirik sekilas kemudian kembali mengunyah coklatnya masih dalam posisi yang sama..
"tapi kok aku keliatan tua ya..?" gerutunya sembari memegangi pipinya sendiri mencoba menyamakan wajah aslinya dengan foto yang ia pegang..
"lagian siapa suruh pake jas..!" ucap Laila malas tanpa mengalihkan pandangannya yang entah kemana..
"ehh... ayah sama kak Damar juga pake jas.. tapi mereka terlihat sangat gagah..!"
"ya terus..??" tanya Laila menegakkan duduknya dan menoleh pada adik barunya..
"hehe.. aku kan pengen keliatan gagah seperti mereka.. tapi kok keliatan aneh ya..?"
"tergantung amal dan perbuatan..!!" celetuk Laila kembali pada posisi menopang kepalanya..
"emangnya kakak gak bisa liat kalo aku tu anaknya baik.. rajin.. soleh.. suka menabuang.. tidak so____"
"STOP..!"
teriak Laila dengan mengangkat tangannya memotong ocehan Bagas yang semakin membuatnya pusing..
Sejak ia menerima tawaran Damar untuk kuliah, Bagas tinggal bersama mereka dan waktunya saat berada dirumah dia habiskan untuk menemani Laila.
Lebih tepatnya mengganggu kakak barunya itu...
"bisa diem gak..?" omelnya yang mendapat cebikan bibir dari Bagas..
"judes amat deh.. apa perlu ya aku nyesel muji2 kakak kemaren..?" dengan gaya marah yang dibuat-buat..
"muji apaan..?" tanyanya balik dengan menegakkan duduknya
" semua orang juga muji kakak, waktu nama kakak dipanggil naik kepanggung dengan gelar lulusan terbaik aku tepuk tangan paling keras lho kak..!" Laila mengacuhkan celotehan Bagas..
"udah cantik pinter baik.. saat itu kakak bener-bener jadi pusat perhatian deh.. aku sampai gak bisa lupa liat kakak yang begitu anggun dihadapan semua orang..!" celotehnya lagi dengan membayangkan saat-saat itu dengan mata terpajam dan tersenyum..
tapi lain halnya dengan Laila yang nampak biasa saja menanggapi ucapan Bagas.. ia menghela nafas dan malah melemas..
"percuma Gas.. gak ada yang liat..!" desah nya yang membuat Bagas berdecak dan menggeleng..
"udah lah kak.. jangan sedih gitu.. masa orang segitu banyaknya menghilang cuma karena gak ada satu orang doang..?"
pletakk
Bagas mengaduh saat kepalanya mendapat ketokan dari ujung balok coklat Laila yang masih terbungkus
"gak seremeh itu ya..?" bantah Laila yang kesal karena orang yang sangat ia harapkan kehadirannya ternyata tak datang..
"ayolah kak.. jangan secemen itu lah..! kaya gada yang laen aja deh.. kan ada aku." bujuknya menggoda Laila dengan menaik turunkan alisnya..
Laila berdecih dan ia beranjak berdiri..
"gak segampang ya itu ngilangin kecewa yang diberikan orang yang kita cintai..!" ucapnya seraya meninggalkan Bagas seorang diri..
"kak..!" panggilnya membuat Laila yang sudah berada di pertengahan tangga menoleh..
"cinta itu ngerepotin.. kakak jangan sampe deh jadi budak cinta..!" teriak Bagas membuat Laila tersenyum miring..
"tunggu aja sampe kamu ngerasain jatuh cinta..!" tegasnya kemudian melanjutkan langkahnya menuju tempat ternyamannya..
Bagas mengangkat bahunya dan memutar tubuhnya kembali menghadap meja dengan menggerutu sendiri..
"siapa yang mau jatuh cinta? aku kan sukanya sama kakak aja..!" gerutunya tak mau ambil pusing dengan namanya cinta..
__ADS_1
"tapi aku tetep keliatan ganteng kok..!" gumamnya dengan tersenyum sendiri saat ia kembali memperhatikan lembaran foto ditangannya..
* * *
"kau ini sedang apa kenapa lama sekali..?" omel Bayu pada atasan berasa adik itu..
"tunggu bentar.. dari tadi telfon aku gak diangkat..!'' balasnya tetap fokus pada benda kotak tipis bermerk ternama miliknya
"kamu selalu saja membuatku panik seperti ini Laila..!" gumamnya lirih berbicara pada dirinya sendiri..
"ayolah.. papamu bisa marah kalau tamunya menunggu terlalu lama..!" Bayu mengomel lagi saat ia tak tahan melihat Zacky yang terus saja mengulur waktu..
"lagian papa ini.. mentang-mentang ada aku seenaknya saja dia pepergian ninggalin kantor..!" gerutunya malas
"tuan besar pergi untuk pekerjaan juga.. lagian siapa lagi yang akan mengurus perusahaan ini kalau bukan kamu..?"
"nggak.... aku ingin cepat2 membuat perusahaanku sendiri..!" jawabnya dengan melengos..
"bukannya kamu sudah punya bengkel dan popularitasnya juga sudah bagus.. apa masih kurang..?" tanya Bayu menggodanya
"aku nggak mau terus-terusan kerja dibawah kendali papa..!" ujarnnya bernada sinis
"jadi kamu kurang sibuk?"
"bukan begitu.. tapi___"
"baiklah.. kalau kamu kurang sibuk lebih baik kamu buka pabrik sendiri dan buka cabang untuk bengkelmu di kota besar lainnya. setelah itu nikmati masa sibuk mu sendiri karena aku akan segera resign jadi asisten kamu..!" cerocos Bayu yang membuat Zacky membeku sejenak..
"mana boleh begitu.. aku masih butuh kamu.. kalau bukan karena ingin belajar banyak, aku juga gak mau kerja di kantor papa..!"
dumelnya yang dibalas gelengan kepala dari Bayu..
"udah ngedumelnya..??"
"kapan ini ketemu tamunya...??"
Zacky berdecak dan meletakkan ponselnya di saku dalam jasnya..
"iya.. iya.. cerewet sekali..!" Zacky menjawab kesal namun tetap patuh. kemudian ia beranjak dan diikuti Bayu dibelakangnya..
langkah mereka menuju ruang pertemuan terhenti saat Zacky berbalik menghadap Bayu yang berada dibelakangnya
"ada apa..?"
"apa buket yang aku minta sudah kamu kirim..?" bisiknya pada Bayu karena saat ini disekitar mereka bertebaran karyawan yang tentunya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing..
Dan sesaat Zacky mengangguk dan tersenyum saat ada karyawan yang melewatinya dan memberi hormat kepadanya..
Tapi bukan hormat ala militer.. karena Zacky bukanlah seorang Jenderal..
"sudah..!" balas Bayu sama berbisiknya seperti yang Zacky lakukan..
"apa yang kamu tulis..?" tanyanya lagi masih berbisik..
Bayu celingukan dan segera menarik Zacky untuk menaiki lift..
"apaan sih..?" tanya Zacky saat mereka sudah berada di kotak besi bergerak itu..
"kamu bilang gak mau jadi pusat perhatian, kenapa menanyakan hal seperti itu di depan karyawan lain..?" Bayu kembali mengomel karena atasannya itu selalu saja tak sabaran jika mengenai orang yang ia cintai..
"kau ini semakin hari semakin cerewet aja..!" dengus Zacky melipat tangannya didada..
"cepet bilang... apa yang kamu tulis..hm??" tanyanya antusias..
"aku tulis "maafkan aku Laila" pertanda Zacky ...!" jawabnya merasa sudah tepat dan berfikir pasti Zacky merasa senang..
"Apa..??"
"cuma itu..??"
tanya Zacky memastikan catatan apa yang Bayu tuliskan untuk kekasihnya..
Dan Bayu mengangguk percaya diri..
"ya Ampuuun...!" Zacky menyandarkan tubuhnya dalam lift dengan sebelah tangan menutupi wajahnya
__ADS_1
"kenapa..? kamu terharu..?" tanya Bayu masih dengan kepercayaan dirinya..
"terharu apanya..??
kamu ini bisa lebih romantis nggak sih??" tanyanya lagi dengan mengusap wajahnya gusar..
"heh.. aku gak bisa membuat kata-kata romantis seperti yang kamu minta Put..!"
"terus.. waktu pacaran kamu ngapain aja sama istri kamu..hah?"
nampaknya Zacky jadi gemas dengan Bayu..
"aku gak pacaran.. kita dijodohin dari kecil. mana ada cerita romantis-romantisan kaya gitu..!" jawab Bayu mengatakan yang sejujurnya..
"heran ya.. kamu tu pinter dalam segala hal.. tapi ternyata aku salah nyerahin tugas kaya gini sama kamu..!"
"ya gimana dong..? tapi aku tambahin beberapa gambar hati berwarna merah disana..!" lanjutnya lagi dengan senyum sangat percaya diri..
Dan Zacky malah meringis.. ia merasa malu sendiri dengan apa yang Bayu lakukan untuknya..
tingg
pintu lift terbuka dan Zacky meminta Bayu berjalan lebih dulu didepannya....
"kenapa..?"
Zacky berdecak dan berkacak pinggang..
"kamu pengen aku yang bukain pintu gitu..?"
Bayu pun menghela nafas dan mematuhi pinta atasannya dengan memutar bola matanya malas...
"baik pak Putra...!" ucapnya dengan nada dibuat-buat dan sedikit membungkuk kemudian berjalan mendahului atasan mudanya itu..
Zacky terkekeh dan menahan tawanya mengingat wajah Bayu saat ia memarahinya tadi..
Bayu terus melangkah menuju ruang pertemuan dimana tamu tuan besarnya berada, tapi ia tak tau jika tuan mudanya tertinggal dibelakang yang tengah sibuk merapikan penampailannya sendiri..
"maaf pak.. sudah menunggu lama..!" sapa Bayu pada tamu yang sedari tadi menunggunya..
Tamunya pun tersenyum dan membalas uluran tangan Bayu..
"ini pak.. kenalkan tuan muda kami, pak Putra..!" ucapnya mengenalkan mengarah pada pintu yang masih terbuka..
Tamunya memang sangat menantikan pertemuannya dengan anak pemilik perusahaan yang akan bergabung dengannya itu..
"tapi.. dimana dia..?"
tanya tamu itu melihat arah pintu yang tak mendapati siapa pun disana..
Bayu menoleh dan ia menganga saat tau tuannya memang tak ada dibelakangnya.. ia pun menggeleng dan menepuk keningnya sendiri..
kemana lagi tu anak?
gumamnya dalam hati..
Bisa-bisanya Zacky menghilang disaat-saat seperti ini..
"emm.. maaf pak.. tunggu sebentar..!" Bayu mencoba menenangkan tamunya dan hendak mencari keberadaan tuannya. Tapi hentakankan suara kaki melangkah yang semakin mendekat membuat Bayu mengurungkan niatnya karena dipastikan itu adalah langkah kaki orang yang mereka tunggu..
Seseorang muncul dari balik pintu dan seketika mengejutkan tamunya yang memang sangat menunggu saat-saat pertemuannya itu ...
Kedua pasang mata itu pun bertemu dan saling bersitatap..
Ekspresi terkejut jelas terpancar dari keduanya.. tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mereka yang seakan membeku..
ia tak menyangka jika tamunya itu adalah orang yang sangat ia kenal..
"kak Damar...??"
anggap aja Damar seperti ini..
__ADS_1
tamu aku kak Damar..???