
Anak remaja itu masih belum tau apa yang harus ia lakukan..
Jika harus berurusan dengan polisi tentu saja ia sangat menghindarinya..
"gimana ini..!" gumamnya dengan mengacak gusar rambutnya dan masih menatap layar ponsel..
Alih-alih menghubungi polisi seperti pesan Zacky tadi, ia malah menghubungi teman-temannya..
Cukup lama ia mondar mandir di depan mobil Laila namun kawannya belum juga terlihat. Bahkan menunggu orang lain melintas pun tak ada..
"lama amat dah..!" gerutunya yang kini duduk di sepeda motornya karena kakinya mulai terasa pegal..
Sesaat kemudian nampak beberapa motor menghampirinya..
Remaja itu berdiri dan memasang wajah kesal..
"ngapain dulu sih.. kaki gue mpe berakar nih..!" omelnya dengan menendang ban sepeda motor milik salah satu temannya..
Bukannya menjawab mereka malah gagal fokus dengan mobil di hadapan mereka..
"widiiihhh... sekarang lo berani nyolong mobil Lif..??" tanya salah satu temannya dengan mengitari mobil yang ada di samping remaja yang ternyata bernama Alif itu..
"sialan lo...!" Alif menabok kepala temannya saat ia sudah didekatnya..
"biar badung.. gue gak pernah nyolong kali..!" bantahnya dengan bersandar di mobil berwarna merah itu..
"iya lo gak pernah nyolong.. tapi lo doyan beli barang colongan ya gak..?"
"yoi...!" timpal teman yang lainnya dengan saling tos..
"kampret lu pada.. cuma motor ini doang kok..!" balasnya menunjuk motor matic miliknya dengan kaki..
"terus ini gimana ceritanya bisa ada disini..?" tanya teman Alif yang tadi mengitari mobil Laila..
Alif mulai menceritakan kejadian sekitar dua jam yang lalu pada teman-temannya..
"ya udah telfon polisi aja kalo gitu..!" usul temannya..
"lo waras..? bukanya nolongin orang tar malah gue yang butuh pertolongan..!" jawab Alif tak menerima ide temannya..
"emang napa jadi elu..?" tanya teman yang lainnya
"kalo nanya rada ngotak ngapa..?" Alif menoyor kening temannya..
"kalo tu polisi liat motor gue.. tar malah gue yang digiring ke kantornya..!"
temannya pun tak memberi komentar karena mereka mengerti Alif takut jika polisi tau jika motornya itu dibeli dari penadah.. oleh sebab itu ia lebih suka melewati jalan sepi hanya untuk menghindari polisi..
"anterin kerumah nya aja kalo gitu..! lo yang bawa Mat.." ide yang lain..
"ogah ah.. gue belum pernah bawa mobil bagus kaya gini.. takut gue..!" tolak remaja yang di tunjuk untuk membawa mobil Laila..
"hadeuuhhh.. gimana ini..?" Alif nampak kebingungan..
"kasih tau keluarganya aja deh..!"
"emang Alif tau keluarganya..?"
"oh iya ya.. sama yang punya aja gak kenal ya? hehe.." jawabnya yang mendapat sorakan dari teman yang lainnya..
"berisik lo pada..!"
Alif mengingat sesuatu yang ada di dalam mobil itu.. ia membuka pintu dan mengambil dompet Laila dan membukanya..
"wiihhhh.. duitnya banyak amat..!"
plaakkk
Alif menepuk tangan temannya yang hampir menyentuh uang dalam dompet berwarna biru muda itu..
"diem lo.. punya orang tau..!" omelnya yang membuat bibir temannya manyun..
Dalam dompetnya hanya ada ATM, kartu kredit dan lembaran uang.. tak ada petunjuk yang lain karena nomor ponsel keluarganya sudah pasti hanya ada dalam ponsel. Sedangkan tak ada yang tau pin ponsel Laila kecuali Zacky..
Mereka menggeleng bersamaan saat melihat bahu Alif yang seketika merosot melihat isi dompet Laila yang tak memberi petunjuk..
"Berharap ada malaikat penolong aja deh..'' pasrah mereka..
Every time I trade my soul because of you
semua menoleh arah suara yang keluar dari ponsel Laila..
Dengan cepat Alif mengambil ponsel itu dan melihat sebuah nama yang nampak pada layarnya..
"may brader coy..!" kata Alif menatap teman-temannya..
"sodaranya kali tuh.. angkat.. angkat..!"
"Haloo..?" sapa Alif canggung dan temannya berdesakkan ikut menguping..
Damar melihat ulang ponselnya memastikan ia tak salah menghubungi orang..
Tapi kenapa bukan adiknya yang menjawab..?
__ADS_1
"siapa ini..?"
"gu.. gue Alif bang..!" jawab Alif saat mendengar orang di seberang sana adalah seorang pria..
"Alif siapa..?" bentaknya..
"mana Laila..?"
Alif mencoba tenang dan meminta pria itu datang ke lokasi yang ia sebutkan..
Damar menjadi panik dan segera menuju lokasi yang Alif maksud..
Jalanan yang sepi membuat Damar curiga kalau ini adalah penipuan.. tapi bagaimana pun juga ponsel Laila ada pada orang yang mengaku bernama Alif itu. Mau tak mau Damar tetap melanjutkan perjalanannya..
"dimana Laila..!" teriak Damar saat turun dan membanting keras pintu mobilnya..
Para remaja itu takut melihat sorot mata Damar saat menatap mereka..
kepanikan itu membuat mereka bersembunyi di balik punggung Alif dengan berjajar kebelakang..
"ngapain sih lo pada... kita gak lagi main uler-uleran ya..!" Alif kesal tapi ia malah di dorong oleh temannya mendekati Damar yang terlihat marah..
"sa.. sabar bang.. hehe.."
"dimana Laila katakan..!" teriaknya lagi..
"ya.. yaelah bang.. tenang dulu ngapa..!" Alif sedikit mundur karena takut orang di depannya itu tiba-tiba menerkamnya..
"gue Alif bang yang ngomong di telfon tadi.."
Damar menyambut uluran tangan Alif dan mulai mengontrol emosinya.
Alif menceritakan kejadian yang menimpa adik Damar itu.
"apa itu Zacky..?" tanya Damar saat Alif memberitahunya ada seorang pria yang mengaku pacar Laila dan pergi mengejar..
"gue gak tau bang.. tadi gak sempet kenalan..!" jawabnya polos..
Damar menghela nafas kasar dan meraih ponselnya dalam mobil..
ia nampak berbicara dengan seseorang dan Alif bisa mendengar kalau Damar meminta bantuan polisi...
"saya minta nomor telfon kamu..!" pinta Damar pada Alif..
Seketika Alif gemetar dan ketakutan..
"jangan bang.. maafin gue.. gue gak salah bang..!" pintanya memohon dengan gemetaran dan hampir menangis..
"iya bang.. dia gak salah loh bang..!" bela temannya..
"saya butuh nomor kamu buat jadi saksi dan saya masih membutuhkan mu.. !" jelas Damar padanya..
Mereka pun menghela nafas lega karena Damar tidak melaporkannya pada polisi..
Mereka malah senang karena Damar menjanjikan imbalan untuk mereka jika mau menjaga mobil Laila sampai mobil derek datang mengambilnya..
* * *
🏤
"jadi kamu lagi yang nyelakain adik saya hah..?" teriak Damar saat melihat seseorang di balik jeruji besi..
Namun orang itu tak merespon karena dilihat dari kondisinya sepertinya ia sangat lemah..
Polisi penjaga mengajak Damar untuk kembali ke bagian informasi untuk menghindari keributan..
Yang membawa polisi ke lokasi penyekapan Laila adalah Fatan dan yang lainnya.
Zacky memberi pesan pada mereka untuk membawa polisi dan mengikuti arah Zacky melalui GPS nya..
kemudian Damar permisi dan menuju rumah sakit saat Polisi usai memberitahunya tentang keadaan Laila..
🏥
"terima kasih atas kerjasamanya. laporannya akan segera kami proses. kami permisi..!"
pamit pakpol setelah meminta keterangan pada Laila dan Zacky kemudian keluar dari ruang inap Laila dirumah sakit dan mendapat anggukan dari keduanya.
Zacky menuruni ranjangnya dan duduk dikursi samping ranjang Laila..
ia mengusap lembut rambut Laila dan mengecup keningnya..
Laila tersenyum dan menggenggam tangan Zacky..
"makasih ya.." ucapnya lirih..
Zacky tersenyum dan masih mengusap puncak kepala Laila..
Mereka berdua sudah mendapat pengobatan dari dokter dan luka dilengan Zacky pun sudah di jahit dan diperban rapi..
Tapi tubuh mereka terasa remuk dan terasa sangat sakit.. namun Zacky tak mau berbaring karena ingin selalu dekat dengan kekasihnya..
"istirahatlah..!" bujuk Laila pada Zacky yang terus saja memperhatikannya tanpa memperdulikan keadaannya sendiri..
__ADS_1
"nggak.. aku mau disini..!" bantahnya..
"kamu bisa liatin aku dari situ.. ranjang kita kan bersebelahan..!"
"gak mau..kejauhan..!" jawabnya tanpa melepas genggaman tangan Laila..
"kalau ranjangnya boleh di rapatkan aku mau..!" katanya dengan mengedipkan mata dan mendapat dorongan di pipinya oleh tangan Laila..
"dasar..!"
ia tertawa kecil melihat Zacky yang tak mau jauh darinya walau hanya berjarak satu meter..
"udahlah.. aku tau kamu juga sakit.. jadi istirahatlah.. hn..?" Laila kembali membujuknya dan ia pun berdiri dan memundurkan kursinya..
"baiklah.. kalo gitu geser..!" perintahnya..
"heum..?" Laila bingung
"kamu geser.. karena aku mau istirahat disini..!" katanya dengan menggeser paksa Laila dan ikut berbaring tanpa minta persetujuannya..
"heyy.. ranjang ini sempit mana bisa untuk berdua..!"
Zacky tak menggubris ucapan Laila.. ia malah mencari posisi nyaman disana..
"bahkan ranjangmu lebih nyaman dari ranjangku..!" katanya setelah mendapat posisi wenak..
Laila menggeleng...
"hadeuuh.. oke.. kalo gitu kita tukeran..!" usul Laila yang kemudian bangun untuk berpindah..
"mau kemana..?" cekal Zacky menarik Laila dan membuatnya kembali terbaring di samping Zacky..
"udah disini aja..!" ujarnya yang kini berbaring miring menatap Laila..
"kita sangat cocok dalam satu ranjang.. dan lihatlah baju kita saja couple'an..!"
Laila menunduk melihat baju yang ia kenakan kemudian berpindah pada Zacky..
Tentu saja baju mereka couple.. itu kan baju pasien di rumahsakit..
Laila kembali menggeleng dan kedikit tertawa..
ada ada aja kamu ini...
gumamnya dalam hati
"Laila..!"
"heum..?"
Zacky mengusap lembut wajah Laila yang memar.. Laila mengerjapkan matanya dan menatap mata Zacky yang sendu.. jantungnya mulai berdetak tak berirama..
"maaf.." katanya lirih..
"maaf untuk apa..?"
"maaf karena aku gak bisa jagain kamu..!" jawabnya masih dengan tangan di pipi Laila..
mendengar itu Laila tersenyum dan membalas dengan mengusap pelan pipi Zacky.. dan mereka pun saling bersitatap..
"ini bukan salah kamu..!" katanya lembut..
"aku tak tahan melihat kamu terluka seperti ini..semua salahku.." bulir cairan bening keluar begitu saja dari sudut mata Zacky..
Laila mengerjap dan menyeka air mata kekasihnya..
"nggak.. kamu gak salah sayang.. aku baik-baik aja..!" jawabnya lirih dan ikut meneteskan airmata..
Zacky menutup mata membayangkan jika sesuatu terjadi pada Laila yang lebih menyakitkan dari ini..dia tak akan memaafkan dirinya sendiri.. mereka menyatukan kening dengan saling menangkup wajah.. rasa sedih dan haru menyelimuti keheningn saat itu...
"aku takut kehilanganmu Laila.." lirih Zacky bersamaan dengan tetesan air matanya..
Laila mendongak menatap wajah di depannya dan diikuti tatapan Zacky..
Tatapan mereka semakin sendu dan semakin dalam..
"aku mencintaimu..!"
gumamnya yang membuat Laila mengisak tangis haru bahagia..
Zacky mendorong pelan wajah Laila hingga kepalanya menyentuh bantal.. ia menyatukan bibir mereka dan melumatnya dengan lembut hingga membuat mereka larut melupakan rasa sakit yang ada disekujur tubuh..
Sejenak ia melepaskan pagutan bibirnya dan menyatukannya lagi dengan memeluk erat tubuh Laila..
Aliran darah berdesir naik dengan cepat ke ujung kepala dan___
ceklekk..
suara handle pintu terbuka membuat mereka melepaskan pagutan..
Zacky yang terkejut reflek berbalik, namun ranjang yang sempit membuatnya tak tertahan dan jatuh dari atas ranjang..
"adaahh..!" pekiknya..
__ADS_1
"ngapain lo disitu..?" tanya orang itu saat melihat Zacky tergeletak dibawah dengn mengusap pinggangnya..
Laila tersenyum malu dengan kedua telapak tangan menutupi wajahnya..