Karena Kamu

Karena Kamu
gadis aneh


__ADS_3

🌻


"heyy..!"


Bagas menyemburkan minumannya saat Laila tiba-tiba datang menggertak punggungnya dari arah belakang..


"aku bisa mati keselek tau..!" omelnya yang malah dibalas juluran lidah dari Laila kemudian ia lanjutkan dengan tertawa..


"bilangin ayah ya aku mau pergi sebentar..!" pesannya dengan berlalu sambil memakaikan helm dikepalanya..


"emang kakak mau kemana?"


Laila berbalik menoleh Bagas yang tengah duduk santai di teras depan rumah bersama game online nya..


"aku mau cari baju.. tadi mau bilang ayah.. tapi ayah sedang tidur jadi kalo nanti ayah cari bilang aja aku lagi ke mall.. oke??" ucapnya sambil merapatkan resleting jaket kulit kesayangannya..


Entah kenapa Bagas terlihat bodoh seperti orang yang terkena gendam.. ia hanya mengangguk dengan bibir sedikit terbuka ia terperangah menatap penampakan gadis dihadapannya yang berpenampilan berbeda..


Semakin terpesonakah dia dengan penampilan Laila...??


"heh.. denger nggak..??"


Bagas terlonjak seakan ucapan Laila itu sebuah mantra yang menyadarkannya..


"ehh.. iya kak.. nanti aku bilang..!"


"bagus..!"


ucap Laila mengacungkan ibujari dan mengacak ujung kepala adiknya sebelum ia beranjak pergi meninggalkannya..


biasanya Bagas akan menepis tangan Laila, tapi tidak kali ini..


Bagas menopang kepala dengan bertumpu pada lututnya memandang berlalunya Laila dari pandangan matanya..


Begitu terpesonanya dia dengan penampilan Laila yang berbeda..


ia masih saja memandangi pintu gerbang padahal Laila sudah melesat jauh entah kemana...


seandainya saja kenyataan sebenarnya aku ini anak angkat Farida dan Adnan.. mungkin aku masih punya kesempatan untuk memilikinya..


gumam Bagas dalam hati yang sekian detik kemudian ia tersadar dengan sendirinya.


"aku ngomong apa sih??


ahh.. dasar..!!" umpatnya dengan menepuk kepalanya sendiri..


* * *


Laila menepikan laju motornya saat dirasa ada yang kurang dari Aleyy..


ia pun celingukan nampak mencari sesuatu..


"maaf pak.. disekitar sini ada bengkel gak ya?" tanyanya sesopan mungkin pada seorang laki-laki yang diperkirakan berusia enam puluh tahun keatas itu..


"si neng teh mau ngebengkel..?"


Laila mengerutkan dahinya mendengar ucapan bapak itu nampak bingung.


"bu.. bukan pak.. saya mau servis motor.. bukan ngebengkel..!" ralatnya dengan senyum yang canggung..


"aihh.. ai si neng.. maksud saya teh ituh..!"


Laila hanya tersenyum masih bingung.. sepertinya akan ada percakapan yang menyulitkannya..


"bengkel nu sae mah di ZAP aja neng..!" ia memberi saran yang masih belum dimengerti Laila..


"maaf pak.. zap itu siapa ya..?"


"hadeuh.. ai si neng teh teu apaleun..!" ucapnya dengan menggelengkan kepalanya..

__ADS_1


"ZAP teh nama bengkelnya neng.. tuh diditu..!"


Laila mengOh dan mulai mengerti saat bapak itu menunjuk kesebuah arah..


"bengkelnya bagus pak..?"


"ya bagus atuh neng.. yang ngebengkel disana teh motor bagus semuah.. kaya motor neng ini..!" ucapnya lagi menjelaskan dengan menujuk motor Laila..


"disana teh masih cari montir baru neng.. kurang aja tuh yang kerjanya, bengkelnya rame terus.. abah juga mau neng kerja disana kalo diterima mah.. herang mata pokona mah.."


Laila tersenyum meringis mendengar celotehan si abah ini.. bukan apa-apa, Laila hanya ingin bertanya dan bukan untuk mendengar curhatannya..


"oh.. begitu ya..? nanti saya kesana.. makasih banyak ya pak..!" ucap Laila sedikit terburu-buru namun tidak meninggalkan sikap sopannya.. ia cukup mengerti dengan gaya bahasanya.. tapi ia takut aja nanti tu abah malah nyeritain keluarganya..


Laila memarkirkan motornya didalam sebuah bangunan yang luas dan cukup bersih untuk ukuran bengkel yang identik dengan kotor dan berantakan..


pelanggan yang duduk dibangku tunggu juga lumayan banyak..


tempat itu sudah pasti benar seperti yang bapak tadi tunjukkan karena memang terpampang jelas nama ZAP Motor didepannya..


Melihat seorang wanita mengendarai motor sport bukanlah hal yang baru bagi mereka yang ada disana..


Tapi saat Laila turun dan membuka helm'nya tiba-tiba perhatian berpusat padanya..


"siang mbak..!" sapa seorang montir yang langsung menghampirinya..


"iya mas..!" jawab Laila tersenyum


"panggil Abay aja.." ucapnya berlagak so'k akrab..


"kenapa ini mbak..?" tanyanya mulai mengitari si bohay Aleyy..


"gapapa sih.. cuma kurang enak aja.. udah lama gak dipake soalnya..!"


"ohh.. mbak tenang aja.. di tangan Abay pasti mantep deh..!" ucapnya bangga dengan menepuk dadanya sendiri..


ia melihat seorang gadis yang berpakaian montir disana..


"mas Abay.. itu cewek montir juga ya..?" tanyanya menunjuk gadis manis itu..


"oh..itu..?"( menunjuk si gadis)


"hmm"


Laila mengangguk dan Abay mengiyakannya..


"aneh ya mbak ..?"


"bukan aneh mas.. kagum aja ada gadis belia seperti dia bisa ngerti permesinan seperti ini..!" pujinya masih memperhatikan pergerakan si gadis..


"ya lumayan mbak.. pengilang stress dia..!" ujar Abay yang membuat Laila tertawa kecil..


Laila membalas senyuman saat gadis itu melintas dan tersenyum kepadanya..


manis juga..


gumam Laila dalam hatinya..


Karena tak mau membuang waktu, Laila memutuskan meninggalkan motornya dan memilih menaiki taxi..


Setelah mengurus pendataan tentang motornya, ia pun berlalu meninggalkan bengkel..


"bang Abay.. aku baru liat pelanggan yang tadi, cantik banget ya bang..??" tanya gadis itu menghampiri Abay setelah kepergian Laila..


"iye cantik banget emang..!"


"aku pengen bang cantik kaya dia..!"


"gimana bisa bening kaya dia.. lu mah mainnya ama oli mulu joo..!" ledek Abay dengan tawanya yang mendapat balasan cebikan bibir dari si gadis..

__ADS_1


* * *


Laila melemparkan kunci motornya pada Bagas yang sudah siap menerimanya..


Beberapa jam memutari pusat perbelanjaan membuat Laila pegal dan memilih langsung pulang kerumahnya..


Sangat melelahkan ternyata...


ia pun meminta Bagas mengambil motornya yang sudah pasti telah selesai melewati prosesi perawatan..


Dengan berbekal sejumlah uang dan surat tanda bukti yang diberikan Laila, Bagas memasuki bengkel dan mengurus administrasinya..


Semua lancar dan tak ada kendala apapun hanya saja sebagian dari mereka merasa kecewa karena yang mengambil motor itu bukanlah pemiliknya..


Padahal mereka sudah menunggunya..


Sampai pada saat Bagas hendak menaiki motor berwarna biru hitam itu ia terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba menabraknya..


"aduh.. maaf maaf...!" ucapnya menyesal karena ia sungguh-sungguh tak sengaja..


Bagas terperangah melihat ujung sepatunya ternyata tersiram cairan kental berwarna hitam pekat..


"apa ini...??" teriaknya memperhatikan sepatunya yang telah ternoda.... sudah jelas ia sangat kesal dengan kesialannya itu..


"maaf bang gak sengaja..!"


"kamu____"


tiba-tiba Bagas menggantungkan marahnya saat ia menunjuk orang yang menabraknya..


Bagas menatap bola mata indah yang membuatnya sekejap membeku..


"ka.. kamu tau gak ini tu sepatu baru..!" omel Bagas pada gadis dihadapannya..


"iya saya tau.. tuh masih ada labelnya..!" tunjuk gadis itu pada sepatu bagas dengan dagunya..


"sial..!"


umpat Bagas gelagapan dengan cepat menarik label yang ternyata ia memang lupa melepasnya..


Gadis itu menutup mulutnya menahan agar tawanya tak pecah dihadapan pemuda itu...


"awas kamu ya..!" ancam Bagas menatap si gadis..


"gak pake ngegas kali bang.. aku kan udah minta maaf.. lagian kan cuma dikit doang..!" ucapnya tak terima dengan ancaman Bagas..


Bukan masalah besar jika separu barunya itu bukan dari Laila..


"berani banget sih..? aku aduin sama bos kamu ya..!?"


"aduin aja.. aku gak takut.. bwlee..!" tantangnya pada pemuda itu sangat berani ia menjulurkan lidahnya..


"kam___"


"apa..?"


"eh Zora.. udah.. udah.. gak enak sama pelanggan lain..!" ucap Abay melerai karena mereka berdua jadi pusat perhatian..


"maaf mas.. dia gak sengaja.. lain kali pasti lebih hati-hati..!" tambahnya lagi mencoba membela Zora..


dasar gadis aneh


umpatnya lagi dalam hati, tanpa bisa menyembunyikan wajah kesalnya pada gadis bernama Zora itu


Walau kesal Bagas tak bisa berbuat apa-apa.. apalah daya, sepatu baru yang dihadiahkan Laila untuknya telah dinodai si gadis pinter ngomong itu..


semoga aja aku gak ketemu sama cewek itu lagi..


doanya sebelum ia pergi membawa motor Laila kembali kerumah..

__ADS_1


__ADS_2