
🏠
Zacky menghentikan laju motornya di depan gerbang saat melihat seorang wanita berpakaian formal namun berantakan itu mengetuk pintu rumahnya tak sabar..
Nampak security rumah itu kewalahan menahan wanita itu untuk tidak memaksa masuk..
siapa malam malam begini bertamu kerumah?
gumamnya masih memperhatikan dari tempat semula..
Mungkin karena suara gaduh di depan pintu itu membuat Salma keluar dan nampak terkejut melihat kedatangan wanita dihadapannya..
"nyonya.. tolong maafkan saya nyonya..!"
wanita itu berlutut memegangi kaki Salma dengan menangis sesenggukan memohon padanya..
Security itu hendak menariknya untuk diseret keluar namun Salma menghentikannya..
"jangan pak Sam.. biarkan saja..!" cegahnya dengan mengangkat wanita yang masih menangis itu untuk bangkit..
pak Sam pun membungkuk hormat sebelum ia berbalik kembali ke pos penjaga dan Salma membawa wanita itu masuk..
"itu siapa pak..?"
tanya Zacky mengejutkan pak Sam security rumahnya..
"aduh.. aden ngagetin aja..!" jawabnya dengan mengelus dada..
"saya gak tau den.. dia tiba-tiba masuk gitu aja..!" lanjutnya yang membuat Zacky mengangguk mengerti..
Zacky menepuk pelan bahu pak sam sebelum ia berbalik kembali ke motornya untuk memasuki halaman rumah dan melangkah masuk.
Tapi Zacky menghentikan langkahnya sebelum ia masuk dan menyembunyikan tubuhnya dibalik pintu saat mendengar pembicaraan wanitu itu dengan mamanya..
"sebenarnya ada apa Ami..?" tanya Salma saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu..
"nyonya.. hiks.. hiks..!"
ia masih berisak setelah menumpahkan banyak air mata..
"pak Arya memecat saya..!" lanjutnya yang kembali menangis..
Salma menatap kasihan pada Ami asisten peribadi suaminya itu..
"kenapa..?"
"saya tidak tau salah saya apa nyonya.. tiba-tiba saja saya dipecat.. selama ini saya bekerja dengan baik bahkan hanya saya yang mengerti semua keperluan pak Arya dalam pekerjaannya.. tapi dia bilang saya menyakiti hati nyonya.. saya tak tau harus bagaimana selain meminta maaf pada nyonya..!" cerocos Ami menumpahkan isi hatinya dengan terus menangis..
Salma mengerti apa yang Ami maksud, pertengkaran beberapa hari lalu antara suami dan anaknya membawa nama Ami didalamnya..
Zacky yang tak terima dengan pengkhianatan papanya pada Salma membuat ia marah.
Ami disebut-sebut sebagai kekasih gelap papanya dengan status asisten pribadi.
Bukan Arya tak membela diri.. hanya saja Zacky punya bukti atas hubungan mereka.
Zacky menolak keras saat Arya memintanya untuk membantu memimpin perusahaannya dengan alasan masih sakit hati atas perlakuannya pada Salma..
__ADS_1
Zacky tak mau bekerja sama dengan papanya jika ia masih mempunyai hubungan lain dibelakang mamanya..
"Harusnya hanya mama yang boleh ada dihati papa.. bukan wanita lain..!" teriak Zacky saat itu sebelum ia beranjak pergi dengan memandang sekilas wajah mamanya menitikan air mata..
Yang tak habis fikir olehnya adalah kenapa Salma masih saja membela Arya..
Hati seorang anak sakit saat mamanya disakiti.. tapi kenapa tidak dengan sang mama..
"kamu pulang nak..?"
seseorang yang datang dari arah belakang mengejutkan Zacky hingga ia terlonjak
"nguping apa sih..?" tanyanya sesantai mungkin.. tapi lain dengan Zacky yang menujukkan sorot mata tajam..
Tanpa menjawab ia membuang muka dan masuk begitu saja..
kalau bukan karena mama.. aku malas untuk pulang
gumamnya saat melangkah..
"nak..!!" panggail orang itu membuntuti Zacky yang mengabaikannya..
"Zacky sayang..?"
Salma berdiri saat Zacky melewatinya dan diikuti suaminya,Arya.. dan membuat langkahnya terhenti.
Arya menoleh arah suara Salma dan ia terkejut dengan keberadaan Ami disana..
"sedang apa kamu disini..?" tanya Arya menunjuk Ami dan membuat ia bangun dari duduknya..
Melihat ketegangan saat itu, Salma menarik tangan suami dan anaknya mengajak mereka duduk untuk meluruskan masalah ini..
"papa gak mau kalau anak papa terus membenci papa ma...!" jawab Arya saat Salma menanyakan perihal pemecatan Ami olehnya..
"papa tau akan sulit mendapatkan asisten yang kinerjanya seperti Ami.. tapi tak ada yang lebih penting dari perasaan anak papa..!" lanjutnya melirik Zacky yang diam saja memandang arah lain selain mereka bertiga..
Ami menunduk dan menyadari apa yang membuat ia harus menjauh dari Arya..
"saya tau yang pernah terjadi antara saya dan pak Arya memang sebuah kesalahan..!" ucapnya memberi penjelasan..
"tapi itu tidak seperti yang anda fikir..!" lanjutnya menatap Zacky..
Tak mau basa basi, ia mengambil benda kotak tipis dari sakunya..
"lalu apa maksudnya ini..?"
Zacky mengacungkan benda itu lalu menggesernya di atas meja mengarah pada Ami..
didalam layarnya menampakkan foto dan video kemesraannya dengan Arya saat diluar negeri...
"saya bisa jelaskan..!"
"apa lagi yang mau kamu jelaskan hah..?" timpalnya dengan nada tinggi
"yang kalian lakukan itu semakin menyakiti mama.. aku gak bisa terima..!"
Salma mengenggam tangannya dan mengusap pelan lengan Zacky untuk menenangkannya yang tersulut emosi..
__ADS_1
"kami tau itu salah.."
"saat itu saya stress dengan kehancuran rumah tangga saya dan pak Arya frustasi dengan keadaan nyonya Salma.. perasaan nyaman yang datang begitu saja memang membuat kami semakin dekat...
tapi percayalah.. kami tak melakukan hal lebih dari itu..!" jelasnya panjang lebar yang sebelumnya Arya juga pernah mengatakan hal yang sama namun tak dipercayai oleh Zacky.. kecuali kalimat ini..
"bahkan pak Arya menolak saat saya menggodanya..!"
semua mata terarah padanya.. termasuk Arya.. ia tak pernah mengatakan hal itu pada istri dan anaknya..
saat itu Ami yang berada di titik terendah begitu frustasi dan lepas kendali.. hampir saja keterpurukannya membuat hubungan mereka melebihi batas.. Ami merasa ingin memiliki Arya karena kenyamanan yang ia dapat saat bersamanya. ia menggoda Arya namun ia menolak karena ingin menjaga hati Salma..
dan sejak saat itu hubungan mereka kembali normal anatara bos dan asistennya.
Walaupun harus melalui proses yang tak mudah, tapi dengan tekad yang kuat mereka bisa melewatinya dengan profesional..
Arya membenarkan pengakuan Ami pada Salma dan Zacky..
Dan demi pendapatkan anaknya kembali ia terpaksa harus menyingkirkan Ami dari kantornya karena Arya sangat merindukan kedekatannya dengan Zacky seperti dulu..
"papa minta maaf nak.. semua terjadi begitu saja tanpa papa menyadarinya.." dengan wajah sendu menatap anaknya yang mau memandangnya..
"tapi kamu harus tau.. demi apapun papa hanya mencintai mama kamu..!" ucapnya yang membuat Zacky membalas menatapnya..
Hatinya mulai tersentuh.. dan jantungnya bergetar.. mungkin ini memang sebuah kesalahan namun harus diingat semua manusia tak akan ada yang luput dari dosa.. termasuk papanya..
Hening sesaat sebelum Zacky menoleh Salma yang masih menggenggam tangannya. ia melihat wajah Salma yang entah sejak kapan basah berlinang air mata..
Zacky menatap sang mama seolah meminta persetujuan dan Salma pun mengangguk dengan senyum dibibirnya..
Zacky beralih menatap Arya dan beranjak mendekatinya..
Arya ikut berdiri dan membentangkan tangannya menyambut kedatangan anaknya kembali pada pelukannya..
"maafin aku pa...!" ucapnya lirih dan merasakan kalau papanya mengangguk dalam dekapannya..
"papa juga minta maaf sudah menyakiti kamu sama mama..!"
Salma ikut bangkit dan memeluk dua orang pria yang ia cintai..
Senyum dan tangis bahagia terpancar jelas dari ketiganya yang mampu menghancurkan gunung kerinduan yang selama ini mereka pendam.
Yang lalu biarlah berlalu..
mengubur dalam-dalam kenangan pahit dan memulai kehidupan baru yang lebih baik.
Cukup sudah kesedihan Salma selama ini.. kini dia harus bahagia bersama suami dan anaknya..
Sungguh besar rasa syukur yang mereka panjatkan karena bersatunya kembali dalam ikatan keluarga yang bahagia.. mungkin Shofia juga sedang tersenyum melihat mereka dari atas sana..
Dan pastinya Ami ikut berbahagia karena salah paham ini sudah berakhir.. dan kemungkinan besar pekerjaannya akan kembali..
"apa saya boleh ikut peluk...??"
"NGGAK...!!"
jawab mereka bersamaan..
__ADS_1