Karena Kamu

Karena Kamu
Cinta gila


__ADS_3

🕦


Ponsel Laila terdengar berdering saat ia memasuki kamarnya.


Sedikit berlari ia mengahmpiri nakas dimana ponsel miliknya itu berada..


Laila sedikit mengembangkan senyuman saat nama yang tertera adalah nama orang yang ia rindukan..


tapi saat mengingat dirinya yang dalam mood marah.. ia pun enggan menerima panggilan yang sebenarnya ingin ia jawab..


Ditengah keraguannya antara terima atau abaikan, ketukan pintu mengalihkan perhatiannya..


walau malas bangun ia tetap harus membukakan pintu karena ia tau orang yang mengetuknya tak akan menyerah sebelum pintu kamarnya terbuka..


"apa..?"


dengus Laila saat membuka pintu dan didapatinya seseorang yang sudah ia duga tengah memamerkan deretan gigi putihnya..


"tadaaaaa....!"


ucapnya riang mempersembahkan sebuah buket coklat yang sebelumnya ia sembunyikan dibalik punggungnya..


"dari kamu..?" tanyanya malas dan belum menerima buket yang Bagas tujukan kepadanya


"bukan.. tadi yang anterin abang kurir..!"


"buat aku..?"


"kalo buat ayah gak mungkin aku anterin kesini dong..!


ya buat kakak lah... siapa lagi..??


dari yang aku intip sih.. kayaknya ada nama Zacky deh.."


ucapnya yang membuat Laila berdecak dan mengambil paksa buket dari tangannya


"ngintip itu gak sopan..!" sindirnya kemudian kembali ketempat tidur dengan membawa buket coklat miliknya..


Laila duduk ditepi ranjang dan kartu ucapanlah yang pertama jadi perhatiannya..


Senyum Laila pun mulai merekah..


Namun dalam hitungan detik senyum itu kembali memudar dan nampak Laila melemparkan buketnya diatas kasur..


Dan gerak gerik Laila itu tak luput dari perhatian anak muda yang masih berdiri dan menyandarkan bahunya di pintu kamar Laila yang masih terbuka.


Terlihat jelas Laila tak senang dengan apa yang diberikan kekasihnya..


tapi kenapa..??


"napa sih.. bukannya seneng kok malah gitu..?" tanya Bagas mendekat dan membungkuk dihadapan Laila...


"udah gak romantis.. norak.. nyuruh orang lagi..! sesibuk itu kah sampe dia gak bisa ngeluangin waktu dikit aja..??" dumel Laila pelan dengan melipat tangannya didada. ia bicara sendiri tanpa memperhatiakan Bagas yang ada dihadapannya..


"ngomong apa sih..?" tanya Bagas heran dengan menegakkan tubuhnya..


Melihat Laila yang malah bengong membuat Bagas bergidik dengan sikap aneh kakaknya yang mudah berubah-ubah itu..


"bener-bener deh.. cinta itu bahaya..!" ucapnya dengan menggeleng-geleng kemudian berlalu meninggalkan kamar Laila..


"sibuknya segimana sih? ketemu susah.. telfon jarang, janji gak ditepatin.. udah kayak bos aja deh..!" gerutunya dengan membaringkan tubuhnya di atas kasur seakan ia sedang berbicara dengan langit-langit kamarnya. pasalnya dia tau bagaimana tulisan tangan Zacky..

__ADS_1


tiba-tiba saja kekalutannya menghasilkan sebuah ide aksi balas dendam..


"aku juga bisa sibuk kayak dia..!" ucapnya terperanjat bangun dan nampak mencari sesuatu..


Setelah menemukannya, dengan cepat ia mencari sebuah nama yang ada didalam benda itu..


sebuah panggilanpun tersambung..


📞


Dan saat panggilannya di terima ia langsung berteriak sebelum si penerima mengatakan sepatah kata pun..


"BESOK AKU MAU KERJA..!"


teriaknya yang membuat si penerima menjauhkan ponsel dari telinganya..


"ngomong apa sih dek...?" tanyanya membuat Zacky yang berada depannya mendongak..


Saat ini mereka berada di ruangan Zacky setelah acara meeting kerjasama mereka telah usai..


"Laila..?"


tanya Zacky sedikit berbisik dan diangguki Damar. ia pun menekan dial loadspeker agar Zacky bisa ikut mendengarkan percakapan mereka..


"katanya pengen nikmatin masa nganggur.. kenapa tiba-tiba berubah fikiran..?"


"pokoknya besok aku harus kerja..!" rengek Laila disana..


"kerja dimana?"


"dikantor kakak lah..!"


"emangnya kamu mau posisi apa?"


bisakah kita bicara dirumah saja..?"


"tidak.. tidak.. disini saja.. dirumah aku gak punya waktu!" tolak Damar dan Zacky tertawa kecil menyimak obrolan kakak beradik itu..


"baiklah.. aku mau jadi apa aja.. tapi aku gak mau pake rok pendek seperti karyawan kakak yang lain..!"


"kamu mau pake sarung gitu..?"


"phufftt....!


Aduhh.."


tiba-tiba saja Zacky yang menahan tawa jadi mengaduh karena Damar menendang kakinya..


"kakak lagi sama orang lain ya?" tebak Laila karena ia mendengar suara lain selain suara Kakaknya..


"iya.. kenapa?


kakak.. emmm.. (Damar mencoba berfikir) kakak sedang bersama rekan bisnis.. iya rekan bisnis..!" jawabnya gugup.


Kenapa gugup??


Karena Zacky sudah mengatakan dan memintanya merahasiakan identitasnya untuk sementara ini..


"kalo gitu aku kerja di kantor rekan bisnis kakak aja..!" pinta Laila yang membuat Damar dan Zacky saling menatap..


"kenapa..?"

__ADS_1


"karena.. semua orang di kantor kakak tau aku ini siapa.. aku gak mau mereka gak mau temenan sama aku karena segan aku ini adiknya pemilik perusahaan.."


alasannya cukup masuk akal dan Damar juga ingin melihat kemampuan adiknya dalam bekerja, karena kemungkinan suatu saat ia membutuhkan bantuan Laila..


"baiklah.. nanti kakak coba bicara dengannya..!" ucapnya dengan melirik Zacky yang tengah tersenyum menyimak percakapan mereka..


"tapi... apa kamu yakin bisa kerja dikantornya..?" tanyanya lagi memastikan keputusan adiknya itu..


"tentu saja aku yakin kak..


apa kakak lupa aku ini lulusan terbaik..? mana mungkin aku gak bisa kerja..!"


" uuhhh... sombongnya...!" ledek Damar yang sebenarnya bukan bisa kerja atau tidaknya yang ia maksud.. tapi apa dia bisa benar-benar bekerja di bawah kepemimpinan kekasihnya sendiri..


"tapi jaraknya lebih jauh dari kantor kakak lho dek..!" lanjutnya mencoba menggoyahkan niatnya


"tenang aja kak.. kan aku punya Aleyy yang bisa diandalkan. gak bakal bikin aku telat..!" jawabnya membanggakan motor kesayangannnya..


"oke.. nanti kakak kabari kamu..!" ucapnya sebelum memutuskan panggialan dari Laila..


"kamu yakin mau memperkerjakan Laila..?" tanya Damar pada Zacky setelah meletakkan ponselnya diatas meja..


"kenapa tidak.. justru aku senang kalau dia mau bekerja denganku..!"


jawabnya tanpa bisa menyembunyikan ekspresi bahagianya..


"lalu identitas kamu..?"


"tenang aja kak.. aku bisa atur semuanya..!"


" baiklah.. aku percaya sama kamu.. perlakukan adikku dengan baik..!" pintanya sebelum beranjak undur diri..


"pasti kak..!" jawabnya mantap..


* * *


Laila melompat-lompat girang di atas tempat tidur nya..


ia senang karena sebentar lagi ia akan membalas Zacky dengan bekerja lebih sibuk darinya


"tunggu aja Zacky.. akan ku buat kamu mengemis untuk waktuku..!"


Waah.. niatnya saja sudah seperti itu??


Bagaimana jadinya jika ia tau ternyata bosnya adalah sasaran aksi balas dendamnya..??


Laila bergegas menuju tempat dimana ayahnya berada untuk memninta persetujuannya.


Melihat semangat Laila yang tinggi, Rahadi bisa apa selain menyetujuinya?


Laila pun napak semakin melebarkan senyumannya..


Baiklah.. hari-hari penuh dengan kesibukan sudah didepan mata..


aku yakin perusahaan itu tak akan menolak gadis pintar sepertiku.. hihihi..


apalagi aku ini adiknya Damar..


Laila berbicara sendiri di depan cermin sembari memilah pakaian yang akan ia kenakan besok..


Pintu kamarnya yang tak tertutup rapat membuat Bagas yang melintasi kamarnya dapat melihat aktifitas Laila didalamnya..

__ADS_1


"Ya Tuhaan.. cinta memang sudah membuat kakakku gila..!" ucapnya menepuk keningnya sendiri saat melihat Laila yang tengah senyum2 sendiri dihadapan cermin..


__ADS_2