Karena Kamu

Karena Kamu
panik


__ADS_3

Mobil Damar memasuki halaman rumah di sambut senyuman pak Amin yang membukakan gerbang yang dibalas anggukan dari sang tuan. Pak Arif turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuk Damar.


Saat masih berada di dalam mobil, Damar masih fokus dengan ponsel pintarnya. Tapi saat turun dia baru sadar ada dua motor sport asing terparkir depan rumahnya.


"motor siapa ini?" Damar pun mempercepat langkahnya.


Bi tati dengan sigap membukakan pintu.


"ada siapa bi..?"


bi tati sedikit merungkut.


"ada tamu tuan.. temen non Laila.." jawabnya sedikit gemetar.


"lalu dimana mereka?" Damar celingukan mencari tamu adiknya..


Belum sempat menjawab bi Ani dengan sedikit terburu buru menghampiri Damar dengan sebuah nampan berisi minuman di tangannya.


"ini tuan.. saya bikinin kopi kesukaan tuan" katanya dengan senyum terpaksa karena sebenarnya dia cape lantaran buru2 tadi..


Damar merasa ada sesuatu yang ganjil..


"saya kan belum minta bi..?"


"e.. kan tuan abis dari luar,, cape,, ini biar rada fress di minum dulu ya tuan ya..." bi ani menyodorkan minuman itu yang seolah mengulur waktu..


Damar menyatukan pangkal alisnya..


"simpan aja dulu bi.. saya mau liat Laila.."


dia pun berlalu..


"piye iki bi..?" bi tati agak cemas


"lha ya mbuh.. moga aja ndak apa apa.. yo wes kita ke belakang aja ti.." ajak bi ani yang kemudian di ikuti bi tati di belakangnya..


Damar menaiki tangga dan setelah sampai di atas dia melihat ada seorang wanita dan dua orang pria berdiri di depan kamar adiknya..


"Vanya...??"


yang di panggil pun menoleh pura pura tak menyadari kehadiran Damar..


"ehh.. ka Damar..."


Vanya mendekat dan menyalami Damar.


Tapi mata Damar lebih terarah pada dua orang pria di belakang Vanya.


Vanya faham betul maksud ekspresi wajah Damar yang mengisyaratkan bertanya siapa tu dua makhluk dibelakang? walau tanpa berucap apapun..


"Oh.. ka.. ini aku kenalin"


Vanya menarik lengan Damar pelan mengarah depan pintu.


"ini namanya Fatan ka.."


dengan menunjuk pada kekasihnya. Fatan pun nyengir dan mengulurkan tangannya..


"hai ka.. saya Fatan.."


Damar menyambut namun masih dengan wajah datar..


Di remasnya tangan Fatan sedikit mengerat..


"anjiirr..!"


pekik Fatan yang meringis dan segera menyudahi acara salamannya..


Tapi kemudian nyengir lagi..


Vanya menahan tawanya melihat wajah Fatan yang lucu.. Kalau bukan Damar yang di depannya.. mungkin Vanya sudah jungkir balik menertawai sang pacar..


Kini dia mengarah pada seorang di samping Fatan.


"kalo yang ini namanya Zacky ka..."


OHHH... jadi ini yang namanya Zacky? laki2 yang sudah berani mencium adik kesayanganku. aku harus tau lebih banyak tentang anak ini..!! gumamnya dalam hati.


"kak...??"


ternyata Vanya cukup mengejutkan Damar.

__ADS_1


Fatan menyikut lengan Vanya dan dibalas acunga jari telunjuk di bibirnya yang berarti


"sttt.. diem!"


"saya Zacky ka.."


Zacky tersenyum namun tak dibalas.


keduanya pun berjabat tangan secara normal yang membuat Fatan ngedumel di belakang punggung Vanya.


"Kalian sudah bertemu Laila??" masih dengan wajah datar..


Zacky membuka mulutnya mencoba menjawab.. tapi Vanya menyambar cepat sebelum Zacky bersura...


"belum ka..!" serunya..


"kalo gitu kalian tunggu dulu di teras belakang!" pinta Damar yg kemudian di angguki ketiganya. Vanya pun menarik kedua lengan cogan yang masih mematung depan pintu untuk ikut bersamanya.


Damar memasuki kamar Laila. Nampaknya adiknya tertidur pulas..


Dia mendekat dan mengelus kepala Laila..


"dek..."


Laila membuka mata dan mengerjapkan matanya..


"kakak..?? ada apa??"


"kamu masih pusing?"


"udah lebih baik ka.." jawabnya dengan memegang tangan Damar yang masih di kepalanya..


"kalo gitu bangunlah.. ada temen kamu dibawah.."


Laila pun bangun dan duduk bersebalahan dengan Damar.


"Laila ke kamar mandi dulu ya ka.."


Damar membantu Laila berdiri yang nampak masih lemas.


"nanti temuin mereka de teras belakang ya dek.. kaka mau ke kamar pengen istirahat.." kata Damar sebelum Laila memasuki kamar mandi. Dan di angguki sang adik.


Damar melangkahkan kakinya keluar kamar Laila. Seketika pandangannya tararah pada sesuatu yang ada di atas meja rias adiknya..


"bagaimana mungkin mereka belum bertemu Laila tapi bingkisannya sudah ada di dalam??


awas yaa.. nanti ku balas..!!" ancamnya dalam hati..


* * *


Ahhh... semua aman terkendali..


Tapi pemirsa harus tau kekacauan sebelum Damar masuk..


Beberapa menit sebelumnya...


"Zacky.. cepet keluar ka Damar dateng..!"


Laila baru menyadari seseorang dihadapannya saat ini memanglah nyata.


Dengan cepat Laila melepaskan genggaman tangan Zacky..


"aduh.. gimana ini bisa kacau..!"


Laila panik.. dia sampai lupa kalau kepalanya masih nyut nyutan.


Zacky melipat tangannya di dada, dia hanya mengamati tingkah panik gadis dihadapannya.


Laila yang sudah bangun dan mondar mandir di depannya pun gemas melihat sikapnya yang super santuy..


"Zacky ayo ngumpet..!" pinta Laila


"qo ngumpet..??"


Zacky jadi penasaran.. semenyeramkan itu kah??


Laila menarik tangan Zacky membawanya ke arah kamar mandi..


"ehh jangan.. disana aja.."


Laila kembali menarik Zacky ke tempat lain.

__ADS_1


"oh.. di balik gorden aja.."


katanya mengarah ke jendela dan masih menarik tangan Zacky..


Zacky menghela nafas dan menarik balik tangan Laila untuk menghentikan aksi konyolnya..


Laila pun terhentak dan berbalik. Entah ada apa di lantai kamarnya yang membuat kaki Laila terpeleset dan tak mampu mengontrol gerakan tubuhnya..


Laila pun menubruk Zacky dan...


BRUGGG....


Mereka jatuh ke lantai bersamaan dengan posisi Zacky di bawah Laila..


Mereka menatap satu sama lain.. semakin dalam... dan semakin terbuai dengan sinar mata yang mewakili rasa rindu...


Vanya kembali mengejutkan keduanya.


"Oh tidaak...!"


Dengan cepat ia kembali menutup pintu.


Qo bisa bisanya sih mereka sempet kaya gitu di saat genting kaya gini..?


Vanya sedikit mengatur nafas dan tentu saja Fatan memperhatikannya..


"napa beb.. Zacky nya mana??"


"mereka gila..!"


jawabnya sedikit bergidik..


"ko gila sih..?"


Fatan penasaran dan ingin tau apa yang terjadi. Tangn Vanya langsung menarinya..


"eh... mau ngapain? diem disini!" omelnya.


Fatan ya nurut aja,, sebesar apa pun penasarannya kalo nyonya sudah bicara ya syudah.....


yang di kamar


Mereka tersadar dan segera bangun. Terasa sekali kecanggungan diantara mereka.


"ma.. maaf Zack..."


"iya ga papa.. sini..."


Zacky menuntun Laila untuk duduk di tepi ranjang dan Zacky berjongkok di hadapannya.


"kamu jangan panik.. berbaringlah dan tutup matamu.."


Laila mengangguk menyetujui perintah Zacky.


Laila mulai merebahkan tubuhnya dan mengenakan selimut di depannya.


Sebelum berdiri, Zacky menarik tangan Laila dan mendaratkan kecupan di punggung tangan Laila..


Tengkuknya meremang dan aliran darahnya terasa naik ke ujung kepalanya...


"kenapa perlakuan Zacky selalu membuatku merinding?? padahal dia pernah melakukan lebih dari ini.." gumamnya dalam hati.


Zacky bangun dan mengelus rambutnya pelan sebelum dia benar2 keluar kamarnya.


Laila pun menyembunykan wajah gregetnya di balik selimut setelah Zacky tak terlihat lagi.


* * *


Laila keluar kamar dan turun untuk menemui tamunya yang sebenarnya emang udah bertemu di kamar tadi.


Laila mengganti piyamanya dengan baju santai dan rambutnya tersisir rapi.


Gak mungkin juga kan nemuin mereka dengan muka kucel amburadul kaya gak mandi seminggu....


Dilihatnya Zacky duduk dengan mendongakkan wajahnya menatap kedua orang yang berdiri di depannya.


Sepertinya ada aura intimidasi..


ada apa ini..??


* * *

__ADS_1


*jangan lupa like nya ya guys..


maachiw*...


__ADS_2