Karena Kamu

Karena Kamu
Nyalip ahh..


__ADS_3

bagaikan langit, disore hari


berwarna biru, sebiru uangku..


Dia berjalan dengan cekikikan sendiri setelah melantunkan sebuah lagu yang liriknya ia rubah semaunya..


"haduuhh.. tanggal masih pertengahan, duit tinggal selembar gini.. mana gak punya odol,,!" gerutunya sambil berjalan dengan memandangi selembar uang kertas ditangannya..


"ck.. masa hari ini gue makan mi instan lagi sih..?? yahh.. idup gue gini amat ya..?"


ia meratapi nasibnya dengan terus berjalan dan berbicara pada dirinya sendiri..


"loh kok, ni gerbang gak dikunci..??"


tanyanya saat melewati tempat ia bekerja dan memicu fikiran negatifnya untuk aktif..


ia masuk dan ternyata rollingdornya juga tak terkunci..


"waahh.. ada maling nih..!"


walau tak ada tanda perusakan apapun, tapi ia curiga dan tetap waspada.., ia mengendap-endap memasuki tempat itu dan setelah berada didalam, ia melihat ada sepeda motor yang sangat ia kenali..


"hmmm.. pantes aja gak ada tanda-tanda perusakan pintu.. ternyata ada si bos toh..?" ucapnya merasa lega..


ia pun menghampiri ruang kantor bosnya dan menegtuk pintu..


"bos.. bos..??"


karena tak ada jawaban, ia pun membuka pintu dan menyumbulkan kepalanya..


Betapa terkejutnya ia melihat sang bos yang bertelanjang dada dan nampak menyembunyikan seseorang di balik tubuhnya..


"ngapain lo..??" tanyanya sengak..


"hehe.. bos sendiri lagi ngapain..??" tanyanya tak tau malu..


Si bos membulatkan matanya dan menatapnya dengan tajam..


Wanita dibelakangnya itu hanya menampakkan wajahnya dibalik bahu suaminya. ia tersenyum manis walau terlihat sangat kaku..


Dia merasa pernah melihat wanita cantik itu, namun bosnya mengedip-ngedipkan matanya yang berarti meminta ia untuk cepat menyingkir..


Orang itu pun nyengir sambil mengangguk kemudian berlalu.


"bentar ya yank.. aku ngomong sama dia dulu..!" dan wanita cantik yang terlihat malu-malu itupun mengangguk..


"ABAYY..!!"


Panggilnya pada pria yang memergokinya tadi..


dan ia pun berbalik.


"Hehe.. si bos.


maaf ya bos ya.. saya gak tau..!" ucapnya merayu bos yang nampak kesal dengan berkacak pinggang..


"itu istrinya bos kan ya?? kok tega amat sih kita belum pada dikenalin..?" ucapnya lagi berpura-pura merajuk..


"iya tar gue kenalin, tapi lo kesini mau ngapain..?" nada bicaranya tak bersahabat..


"Saya mau beli odol bos.. (mengacungkan uang ditangannya)


tapi liat pintu gak dikunci, saya kira ada maling.. dan mana saya tau kalo ternyata ada bos lagi_____ hehe..!"


Bosnya berdecak dan nampak berberat hati merogoh sakunya dan memberinya beberapa lembar uang dari dalam dompetnya..


"loh.. ini apa bos..??" tanyanya heran..


"sana lo beli odol yang banyak, jangan banyak omong..!"


Abay cengengesan mengerti yang dimaksud bosnya adalah untuk tutup mulut tentang hal ini, sebenarnya ia sendiri tak pernah mengharapkan uang itu, bahkan tak pernah membayangaknnya sedikit pun.


Tapi karena butuh, ya mau gimana dong??


"hehe.. makasih ya bos ya.. sekali lagi maaf.. heee..!"


"iya.. cepet pergi,, tutup pintunya dan jangan balik lagi..!"


"hehe.. oke bos..!!"


Sementara bosnya melanjutkan kegitannya yang tertunda, Abay tersenyum girang dengan menimang uang ditangannya setelah menutup gerbang dengan kalimat rejeki anak soleh yang ia ucapkan ..


Senangnya dia bisa membeli pasta gigi sebanyak mungkin..


ehh.. tidak.. tidak..


seenggaknya dia gak akan makan mi instan dalam beberapa hari kedepan..😁


* * *


beberapa hari kemudian


"hallo..?"


",,,,,,,,,,,,,"


"apa..??"


",,,,,,,,,,,,,,"


"iya.. aku kesana sekarang..!!"


Laila tergesa-gesa memasuki ruang kerja Zacky dan membuat pemilik ruangan itu ikut panik..


"ada apa ini??" ia beranjak berdiri dan menghampiri istrinya dengan meraih kedua bahunya yang nampak naik turun..


"aku harus kerumah sakit sekarang..!"


"kenapa.. ayah kenapa??" tanyanya panik namun Laila menggeleng kepala..

__ADS_1


"bukan ayah.. tapi Vanya..!"


"heum? Vanya..??"


"iya.. tadi Fatan telfon aku, dia bilang mereka sedang dirumah sakit dan Vanya lagi butuh aku banget..


kedengeran Fatan panik banget Ayy..!!"


jawabnya dengan perasaan yang tak menentu.


Melihat keadaan Laila yang seperti itu, Zacky tak tega jika membiarkan istrinya pergi seorang diri.


Selain itu, dia juga ingin tau apa yang sebenarnya terjadi..


🏥


Laila berlari menuju sebuah ruangan yang Fatan alamatkan dengan meninggalkan suaminya yang masih diparkiran..


braakk


Dua orang yang berada diruangan itu menoleh bersamaan saat pintunya terbuka secara tiba-tiba..


"Vanya..??"


Laila menatap sahabatnya yang duduk diranjang rumah sakit dengan infus ditangan kanannya. Wajahnya nampak pucat, terlebih lagi ia tak memakai riasan seperti biasanya. Bisa dikatakan dia lebih seperti mayat hidup..


"kamu kenapa..?"


Fatan yang semula duduk di tepi ranjang pun bangkit memberi ruang untuk Laila..


Vanya memeluk sahabatnya dengan wajah datar namun fikirannya nampak tak berada disana..


Vanya tak mengucapkan sepatah kata pun, namun pelukannya yang semakin erat membuat Laila semakin khawatir..


ia pun menoleh pada Fatan untuk meminta penjelasan..


"ada apa Fatan?? apa yang terjadi dengan Vanya..??"


Fatan nampak bingung dengan mata yang tak mau menatap Laila


"em.." Fatan terlihat ragu


"Va.. Vanya hamil La..!!"


"APA..??"


Bagaikan suara petir di tengah hari, Laila terperangah tak percaya..


Zacky yang sudah berada didepan pintu dapat mendengarnya dengan jelas..


Emosinya langsung naik..


"apa maksudnya ini..?" tanyanya dengan mencengram kerah baju Fatan menggunakan satu tangannya..


Fatan tak berani menatap mata sepupunya yang sudah berapi-api dipenuhi emosi..


"katakan kalo yang lo bilang barusan itu gak bener.. katakan..!!" bentaknya dengan mencengkram menggunakan dua tangan..


tanpa ia membenarkan ucapannya itu, Zacky bisa menebaknya dan itu sama saja menghancurkan kepercayaannya...


"haaaaaa......!!!"


Zacky benar-benar marah, ia mendorong Fatan ke tembok dan siap melayangkan bogem mentah diwajahnya..


"jangan Zacky.. aku mohon..!!" teriak Vanya menahan tangan Zacky yang sudah menggantung diudara..


pubghh


Fatan yang sudah mengernyit dengan menutup mata pun kembali membuka matanya saat cengkraman dikerahnya terasa melonggar.


Ternyata Zacky meninju tembok tepat di samping wajahnya..


Masih dengan emosi, Zacky kembali menarik kerah Fatan dan mendorongnya hingga ia terduduk di tepi ranjang Vanya..


"Gue kecewa sama lo..! gue kecewa..!!" nadanya yag semula rendah kemudian meninggi membuat mereka tersentak..


Zacky mengacak kepalanya gusar dan mendudukkan dirinya disofa pendek yang ada disana..


Nafasnya masih terengah-engah, dan Laila berdiri dihadapan mereka dengan melipat salah satu tangannya dan satunya lagi memijit pangkal hidungnya.


Hal itu membuat kepalanya terasa pusing..


"maaf Laila...!" ucap Vanya lirih..


"apa, maaf..? sama aku??"


Laila membungkukkan tubuhnya menatap Vanya yang masih menunduk..


"kamu liat kan, aku saja bisa semarah ini??" Vanya masih terdiam..


"lalu bagaimana dengan orang tua kamu hah..??"


Vanya mendongak sekilas, menatap Laila yang tengah berkacak pinggang dengan wajah merah padam. Vanya nampak ingin berkata-kata namun ia urungkan dengan kembali menunduk..


"hubungan kalian itu belum mendapat restu, harusnya kalian berusaha untuk mendapatkan restu mereka..!" sambung Zacky yang membuat Fatan menegakkan wajahnya


"ya.. ini kan usaha gue Zack.!!"


Celetukannya spontan mendapat pelototan super tajam dari sepupunya.


ia mengerti, bukan usaha seperti itu yang Zacky maksud. Karena ia merasa salah, Fatan pun kembali menunduk..


Laila mondar mandir dihadapan mereka yang masih menunduk dan terdiam, namun kelihatannya mereka biasa saja.


Sedangkan Laila sendiri malah uring-uringan bahkan nampak frustasi..


"berapa usia kehamilan kamu..?" tanyanya masih bernada sinis..


"emm.. hampir delapan minggu..!"

__ADS_1


"APA..??"


Laila terbelalak tak percaya, begitu juga suaminya..


"kalian bahkan melakukannya sebelum aku menikah.. begitu..??"


Vanya mengangguk tanpa dosa..


"ini gila..!" ia tersenyum sinis


"kalian memang sudah gila..!!"


kepalanya semakin terasa pusing, dan Zacky memapahnya membawa Laila untuk duduk..


"Aku gak percaya kalian akan melakukan hal itu sebelum adanya pernikahan..!" gumamnya dengan memegang kepalanya dengàn kedua tangan yang bertumpu pada lututnya yang terasa hampir pecah..


"Lo benar-benar melewati batas Tan.. seburuk-buruknya gue.. gue gak pernah keterlaluan kayak lo..!"


Selain menerima omelan, mereka hanya bisa pasrah. Toh mereka memang sudah tau konsekuensinya..


"Oke oke.. kita tau, kita emang salah.. dan kita manggil kalian kesini buat bantuin kita cari solusi,, iya kan beb..?"


ucap Fatan menoleh pada kekasihnya yang menjawab dengan anggukan..


"Apa?? solusi..??"


mereka mengangguk lagi..


Laila mendengus..


"Apa lagi kalau bukan minta restu dan segera menikah..!" jawab Laila sengak..


Fatan dan Vanya saling tatap dan tersenyum girang membuat Laila dan Zacky geleng kepala. Yang lebih mengherankan lagi, mereka bertos ria seolah bukan menghadapi sebuah masalah besar..


"Gila..!!" pekiknya membatin


* *


"Sudahlah.. biarkan mereka mengatasi masalah mereka sendiri.. jangan terlalu difikirkan..!" ucap Zacky saat perjalanan pulang dengan mengusap puncak kepala Laila..


dan Laila menoleh padanya


"Aku tau mereka sengaja melakukan itu untuk mendapatkan restu.. hanya saja aku menyayangkan cara mereka yang salah..! tapi.. bukan itu yang membuatku terus memikirkannya.."


Zacky yang semula fokus pada jalanan didepannya pun menoleh..


"Emangnya kamu mikirin apa lagi..?" tanyanya kemudian kembali melihat kearah depan..


Laila kembali menampakkan wajah yang penuh emosi..


"Aku gak terima, kenapa mereka nyalip duluan..??" teriak Laila membuat Zacky mengerem mendadak..


cekiiiiittttt...


"Aduhh.. pelan-pelan dong..!!" omelnya reflek memukul paha Zacky geram..


"Maksud kamu apa yank? nyalip duluan gimana??" tanyanya yang tidak mengerti.


Laila membuang muka, ia menyembunyikan wajah malu-malunya dengan memandang keluar jendela saat Zacky menatapnya lebih intens..


"ya.. maksudnya.. (ucapnya berjeda)


kita kan nikah duluan, tapi mereka malah lebih dulu mau punya anak, apa itu bukan nyalip namanya..??"


Zacky tertegun sesaat, namun sesaat kemudian ia tertawa lepas.


"Hahahahahaa...!"


Laila mendelik..


"kok ketawa..??" ia mencebikkan bibirnya dan melipat tangan didada..


"Jadi maksudnya itu..??"


Laila tak menjawab, ia malah semakin kesal karena suaminya terus saja tertawa..


Bagaimana tidak, ia semakin gemas melihat sikap istrinya yang seperti itu..


"Oke sayang.. kalo gitu kita juga buat sekarang..!" ucapnya masih terkekeh..


"Buat apa..??" datar


"Ya buat dede bayi lah..!" jawabnya dengan mengedipkan mata menggodanya..


"Gak bisa..!!" balas Laila ketus dengan membuang muka..


Zacky mengerutkan keningnya, menyimpan rasa kecewa dengan jawaban istrinya..


"Lohh.. kenapa sih..??" tanya Zacky memelas..


"Pokoknya gak bisa..!!"


"Emangnya kenapa...??"


Laila tak cepat menjawab, ia masih saja memalingkan pandangannya ke arah lain..


"Ayolah sayang.. katanya pengen punya bayi juga..?? kita ke hotel saja sekarang., hm.!!"


bujuknya yang semakin mendekatkan wajah pada istrinya karena sudah merasa menegang....


Laila menoleh dan menahan wajah Zacky dengan jari telunjuk yang ditempelkan dikening suaminya dan sedikit mendorong...


"Gak bisa!! aku lagi datang bulan..!!"


senyum Zacky spontan menyurut..


ia menjatuhkan tubuhnya disandaran kursi kemudi dengan menengadahkan wajahnya ke atas..


alamaaaakkkk...!!!

__ADS_1


Zacky menepuk keningnya sendiri.


__ADS_2