Karena Kamu

Karena Kamu
bukan superhero


__ADS_3

🌺


Sedikit berlari Laila menuju sebuah kamar yang ditunjukan seseorang sebelumnya..


Karena panik, begitu sampai Laila membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dulu..


Zacky dan Clara terkejut dengan terbukanya pintu secara tiba-tiba..


Tapi lebih mengejutkan lagi saat Laila melihat Zacky terbaring di tempat tidur dengan bertelanjang dada..


kenapa bisa seperti ini..?


batinnya dengan membekap mulutnya sendiri..


melihat keterkejutan Laila membuat Clara bangkit dari duduknya dan mendekati Laila..


"Laila.. saya bisa jelaskan..!"


ucapnya menyentuh bahu Laila namun ia tak menanggapi dengan terus mendekat pada Zacky yang nampak tak berdaya..


Laila meraih kemeja putih diatas meja kecil samping tempat tidur Zacky dan meremasnya saat ia telah terduduk..


Laila melemas melihat kemeja milik Zacky di tangannya itu yang sudah berlumuran darah.. dan air matanya pun terjatuh di atasnya..


"yank..!" panggilnya lirih mencoba meraih Laila dengan tangan kanannya namun Laila menepisnya dan malah menjatuhkan keningnya di lengan Zacky dengan melingkarkan tangannya di perut datar kekasihnya..


"kenapa kamu gak cepet ngabarin..? aku cemas Zack...!" ucapnya lemah masih membenamkan wajahnya di lengan Zacky..


Meski ia tak mendengar tangisan Laila, tapi ia bisa tau dengan melihat punggung Laila yang nampak naik turun..


Dengan sedikit kesulitan Zacky meraih puncak kepala Laila dengan tangan kirinya yang sakit..


"aku gapapa yank...!" jawabnya dengan mengusap lembut..


"Zack...??."


suara Fatan mengalihkan perhatian mereka.. ternyata dia dan yang lainnya sudah berdiri di depan pintu..


Clara mempersilahkan mereka masuk dan Laila menegakkan duduknya saat teman-temannya sudah mendekat samping tempat tidur Zacky..


Vanya merangkul bahu Laila untuk menenangkannya yang nampak bersedih..


saat Zacky dibanjiri berbagai pertanyaan dari teman-temannya ia malah bungkam..


Entah apa yang membuatnya tak mau terbuka , ia hanya mengatakan itu hanya sebuah kecelakaan kecil..


tapi Laila tak percaya begitu saja..


Akhirnya Clara angkat bicara karena sedari tadi ia gemas dengan sikap Zacky..


flashback


Zacky bergegas menuju garasi sesaat setelah berpamitan pada mamanya..


ia menaiki motornya dan bersiap memakai helm.. namun ritualnya itu terhenti saat ia memperhatikan dirinya sendiri..


"udah rapi gini masa mau naek motor..??" gumamnya..


ia pun mengurungkan niatnya dan beralih ke mobil pribadi yang diberikan oleh papanya..


dengan cepat ia melesat menuju tempat dimana orang yang ia cintai berada..


"cowok pilihan ayahnya udah dateng belum ya?? Laila bisa marah kalo aku gak dateng tepat waktu..!" dumelnya dengan terus fokus pada kemudi..


Sedikit kemacetan membuatnya menyesal dengan pilihannya membawa mobil.. jika tidak mungkin ceritanya gak sengaret ini.. fikirnya..


Begitu mulai memasuki area parkiran, keluar masuknya kendaraan di sana mengakibatkan kemacetan yang membuat Zacky kesal pada dirinya sendiri..


"sial..!" ucapnya dengan memukul setir..


"harusnya hal seperti ini sudah terpikirkan sebelumnya...!" dia terus saja merutuki pilihannya yang salah..

__ADS_1


Setelah mobilnya terparkir ia pun bergegas keluar menuju gedung..


Zacky terkejut saat sebuah mobil yang hendak keluar menancap gas dengan kecepatan cukup tinggi melintas dan hampir menyerempetnya..


"HEYY...!" teriak Zacky saat mobil itu melewatinya.


"untung gak ada genangan air.. dasar gila..!" dumelnya lagi dengan merapikan jasnya


posisi parkiran yang berada di samping gedung membuat kendaraan harus memutar arah melewati pintu masuk saat keluar..


Dan posisi seperti itu digunakan oleh para supir menjemput majikannya di depan gedung.


Tapi lain cerita dengan mobil yang baru saja melewati Zacky.. dari kecepatannya bisa ditebak kalau mobil itu tak akan berhenti untuk menjemput seseorang..


Awalnya Zacky tak peduli dengan cara sipengemudi yang ngebut di area seramai itu.. tapi saat ia melihat gadis kecil yang entah datang dari mana itu lari ke jalan untuk mengejar seekor kucing, matanya mengarah pada mobil yang sedang memutar arah dan dipastikan diwaktu bersamaan gadis kecil itu berada di tengah jalan..


Kakinya seakan bergerak sendiri.. ia berlari mengejar si gadis berusaha menangkapnya..


dan benar seperti dugaannya.. kurang satu detik saja gadis kecil yang lepas dari pengawasan orang tuanya itu sudah pasti tak terselamatkan..


"AWAAASS....!"


Zacky mendekapnya hingga ia terguling dan membentur pembatas jalan..


ia tak peduli dengan jasnya yang rapi kini kotor dan berantakan asalkan gadis kecil itu tertolong..


Orang-orang yang berada di sekitar langsung menghambur mendekati Zacky yang tergeletak di sisi jalan bersama gadis kecil yang ia selamatkan..


Zacky meringis menahan rasa sakit yang amat sangat di lengan kirinya..


Luka jahitan yang masih basah itu ternyata kembali robek..


"aarrrgghhh...." pekiknya melepas dekapan gadis kecil dan beralih meremas lengan kirinya.. darah segar pun kembali mengalir..


Sejenak ia melupakan apa tujuannya datang ke tempat itu karena rasa sakit ia rasakan..


"JESSYY....!"


"bundaa...!" ia berlari dan memeluk wanitu itu sambil menangis...


"kamu terluka sayang..?" tanyanya saat ia melihat ada bercak darah di gaun putrinya


"itu om nya sakit bundaa..!" ujar gadis itu menunjuk kerumunan dan ia pun mendekat..


"Astaga.. dia terluka..!"


Wanita itu meminta bantuan untuk membawa Zacky ke mobilnya.. sesaat kemudian suaminya datang dan bersama-sama membawa Zacky ke klinik terdekat..


perawat membantu membukakan jas hitam dan kemeja putih Zacky yang sudah berlumuran darah..


terbukanya pakaian Zacky yang menampakkan otot kekar dan dada bidang itu membuat si perawat menelan ludah..


Zacky terus menggeram menahan sakit saat lukanya tersentuh..


aku berani bersumpah demi apapun.. ini jauh lebih sakit dari sebelumnya..


ujarnya dalam hati..


"saya Clara.. ibunya Jessyka yang kamu selamatkan tadi..!" ucapnya mengenalkan diri saat pengobatan Zacky telah selesai..


"saya Zacky..!" balasnya lirih


"terima kasih kamu sudah nolong jessy.. jika tak ada kamu mungkin__" ia menggantungkan ucapannya..


"saya tak tau akan seperti apa nantinya.."


"gapapa bu.. saya senang bisa nolong emm__.." siapa? "jessy.." lanjutnya..


Clara pun tersenyum dan meminta maaf atas kejadian ini..


"kamu tamu Damar juga kan..?"

__ADS_1


seketika Zacky jadi teringat..


"Laila..!" pekiknya membulatkan mata


"jadi kamu temennya Laila??"


Zacky mengangguk..


"kalau begitu saya akan membertahunya..!" ujarnya dengan mengeluarkan ponsel dari dompet mewahnya..


"jangan bu.. nanti saya bilang sendiri..!" Clara tersenyum dan mengangguk.. Zacky pun merogoh ponsel di saku celananya..


Clara tersenyum lucu melihat bahu Zacky yang tiba-tiba merosot saat melihat ponselnya yang ternyata sudah tak bernyawa..


Akhirnya Zacky menerima pinjaman ponsel milik Clara.. nama Laila sudah tertera disana, berarti Clara memang mengenal Laila..


Melihat Zacky yang ragu-ragu saat mengabari Laila membuat Clara gemas..


karena itu lah ia merebut ponselnya dan melanjutkan berbocara pada Laila. ia meminta Laila segera datang ke klinik yang tak jauh dari gedung..


"ngomong kaya gitu aja kok ragu sih..?" sindir Clara..


"aku takut Laila khawatir mbak..!" jawabnya meralat panggilan bu jadi mbak pada Clarà setelah mendengar Laila memanggilnya dengan sebutan mbak..


"tadi kayaknya kamu bilang sayang..?" Zacky mendongak..


"kamu pacarnya Laila yaaa..?" goda Clara membuat Zacky mengangguk dan tersenyum..


"Hahahaha..." Clara tertawa


"ternyata gadis tomboy itu pinter juga nyari pacar seganteng ini..!"


Zacky tertawa kecil mendengar ucapan Clara yang memujinya..


"istirahatlah.. sebentar lagi pacar kamu pasti datang..!" godanya lagi yang membuat Zacky kembali tersipu....


Saat seperti itu memang bisa membuatnya tersenyum jika menyangkut tentang Laila..


Selang beberapa waktu Laila datang dan di susul teman-temannya..


"Ooh... gitu...?" respon mereka bersamaan setelah mendengar penjelasan Clara


"widiihhh.. sohib kita memang superhero deh..! nolongin orang teros..!" ujar Dhani yang mendapat tendangan dari Zacky dipahanya..


ini lah alasan Zacky gak mau menceritakan kronologis kecelakaannya itu..


ia paling gak suka dibilang superhero walaupun itu hanya bercanda.. karena ia merasa belum layak di panggil seperti itu..


"makasih ya mbak.. udah bawa Zacky kesini.." ucap Laila menggenggam tangan Clara..


"harusnya mbak yang makasih.. untung ada pacar kamu.. kalo gak mbak gatau harus gimana..!" balasnya dengan mengusap punggung tangan Laila kemudian memeluknya..


Disaat yang lain menyimak dan fokus pada cerita Clara, lain halnya dengan Rafa yang sejak awal melihat Clara disana membuatnya gagal fokus..


cantik.. sexy.. dewasa..


gue suka nih yang begini...


itu yang sedari tadi berputar di otaknya..


hingga kemunculan seorang pria berbadan tinggi berisi yang mempunyai mata sipit itu masuk dengan menggendong seorang gadis kecil..


"kenalin.. ini Steve dan Jessyca.." Clara mengenalkan pada Laila dan yang lainnya..


"ini adalah suami dan anak saya...!"


gubraaagggg...


tiba-tiba saja Rafa roboh seperti tak memiliki tulang kaki..


"napa sih lo...???"

__ADS_1


__ADS_2