Karena Kamu

Karena Kamu
main rahasia


__ADS_3

🍀


"menurut kamu gimana..beb..?"


tanya Vanya setelah ia menceritakan apa yang kini dialami sahabatnya pada Fatan yang tengah berkutat dengan berbagai tugas dari papanya..


"pusing banget ini..!" jawabnya masih membolak-balikan kertas ditangannya..


Vanya berdecak dan menegakkan duduknya menghadap sang kekasih yang ada disampingnya..


"dari tadi aku ngomong panjang lebar gak didengerin ya..?" ucapnya sewot karena merasa tak dipedulikan..


"denger beb.. denger..!" sangkalnya menoleh sekilas namun kembali lagi pada kegiatannya..


"kamu tu ihh.. nyebelin banget.. bisa-bisanya ya gak peduli sama aku...!" ucapnya benar-benar marah dan kembali menyandarkan tubuhnya dengan melipat tangannya didada..


Fatan pun menghela nafas dan meletakkan kertas-kertas itu di atas meja..


ia menyandarkan tubuhnya menyamping menghadap Vanya dengan salah satu tangan menopang kepalanya pada sandaran sofa yang mereka duduki..


"kalo diliat-liat,, marah gitu malah tambah cantik deh...!" godanya meraih dagu Vanya yang membuang muka..


"jangan ngalihin pembicaraan deeh..!!" omelnya dengan mengibaskan pelan tangan Fatan..


Bukannya menjelaskan ia malah semakin gemas melihat Vanya yang begitu serius menanggapi masalah sahabatnya..


"perhatian banget sih sama temennya.. bisa-bisa aku cemburu lho beb...!" ucapnya dengan menyubit gemas kedua pipi kekasihnya..


"iihh.. Fataaan...!" rengeknya yang membuat Fatan tertawa..


"udah lah beb biarin aja.. semuanya gak seburuk yang kamu fikir...!"


"gak buruk gimana..?? hubungan mereka diambang kehancuran beb..


Laila sahabat aku dan Zacky sepupu kamu, apa kamu masih bisa bilang biarin aja..? kalo itu terjadi sama kita gimana coba..? " cerocos Vanya membuat pria yang dicintainya kembali tertawa..


" kamu tenang aja deh beb.. kita gak akan kaya mereka..!"


Vanya hanya berdecak dan kembali membuang muka


"tugas kamu itu cuma bikin Laila tenang aja, aku pastiin mereka akan baik-baik aja.. percaya deh..!!"


"maksud kamu..??" Vanya menoleh padanya meminta penjelasan..


Sejenak Fatan berfikir,, apa ia harus memberitahu Vanya yang sebenarnya?


Tapi ia ragu, Vanya yang cerewet bisa saja keceplosan dan membongkar rencana Zacky..


"kok bengong??"


Fatan nampak mengerjap, dan menggaruk kepala dengan senyum yang mencurigakan..


Vanya pun memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya pada Fatan..


"apa yang kamu rahasiain dari aku..hm?"


Fatan cengengesan....


"kamu mau tau..??"


"iya lah.. ayo bilang.. rahasia apa yang aku gak tau..!"


Fatan pun tersenyum jahil, ia berniat mengambil keuntungan dari informasi yang ia punya, karena memang ia tau semuanya...


"kalo gitu____ ( ucapnya berjeda)


"apa..?:


" ini dulu..!"


ucapnya mendekat dengan menunjuk kearah bibirnya yang tengah mengumbar senyuman yang penuh arti..


Vanya mencebikkan bibir menatapya sinis menanggapi syarat yang diajukan kekasihnya..


"Oke..!" jawabnya menyetujui dan Fatan tersenyum


"tapi jangan salahkan aku kalo sampe kamu gak bisa ngomong..!"


Fatan tertawa lagi mendengar ucapan Vanya yang bernada ancaman.. tapi itu yang ia suka..


"sampe pingsan juga aku rela..!" bisiknya yang mengawali pergulatan antar ***** mereka yang cukup lama..


Dan akhirnya Fatan angkat bicara setelah beberapa saat ia mengatur nafas yang begitu terengah-engah..


Syarat yang ia berikan, ternyata sang kekasih memberinya lebih, sampai ia kewalahan sendiri...


* * *


"kenapa kamu gak kekantor.. nak..?"


tanya Rahadi saat Laila masuk dan membukakan gorden jendela kamar ayahnya..


"baru semalam ayah pulang dari rumah sakit, aku gak tega kalau harus ninggalin ayah..!" jawabnya dengan sibuk mengikat gorden ke samping kanan kirinya..


"dirumahkan ada Nadia,, asisten rumahtangga kita juga ada.. lebih baik kamu berangkat kerja saja..!" bujuknya yang tidak ditanggapi anaknya..


"aku udah ijin kok Yah.. ayah jangan khawatir.. aku ingin merawat ayah..!" ia masih beralasan agar tak masuk kantor hari ini.. karena sebenarnya ia enggan jika harus bertemu Zacky setelah beberapa hari ini ia mengacuhkannya..


"ayah sudah tidak apa-apa.. beberapa hari ini kamu bolos.. pasti kerjaan disana sudah menunggu kamu..!" Rahadi masih membujuknya dengan sikap yang mencurigakan...


"tapi Yah____"


"sudaaah.. cepat berangkat mumpung masih pagi..!" paksanya dengan sedikit mendorong Laila yang duduk ditepi tempat tidurnya..


Laila pun beranjak dengan kebingungan.. ia mengerutkan keningnya menerka-nerka apa yang ada difikiran sang ayah..


Rahadi yang mengetahui sesuatu, harus membiarkan putrinya menjalani hari-hari senormal mungkin agar Laila tak menaruh curiga..

__ADS_1


* * *


Laila sedikit berlari saat memasuki perusahaan tempatnya bekerja..


"bodoh sekali, harusnya aku jangan kekantor.. telat begini bikin repot sendiri kan..!" ia mengumpat merutuki dirinya sendiri..


Tak ada yang mendengar umpatannya, tapi mereka bisa melihat Laila yang nampak terburu-buru..


Pasti telat deh tuh.. fikir mereka..


Dan saat Laila ikut mengantri didepan lift karyawan, mereka hanya melirik sekilas dan kembali tak peduli..


Bersamaan dengan itu, Bayu yang hendak menuju lantai yang sama terkejut saat melihat Laila berdiri disana bersama karyawan yang lainnya...


"Laila..??" sapanya yang membuat orang yang berada disana menoleh bersamaan..


"ehh... pak..!" Laila tersenyum canggung..


nampak sekali ia mencari seseorang yang mungkin saja mengikuti Bayu..


"kamu liat apa..??"


Bayu menoleh kearah belakangnya dan Laila.pun mengerjap kaget


"oh.. gapapa pak.. kayanya ada orang disitu..!" ia menunjuk kemana saja untuk beralasan..


"iya kayaknya..!" imbuhnya yang lagi-lagi bersikap canggung..


Bayu mengengkat kedua alisnya bingung, tapi kemudian ia tak peduli..


ahh.. nampaknya dia mengerti Laila mencari siapa..


Bayu pun mengajak Laila menaiki lift yang dikhususkan untuk orang-orang penting bersamanya..


Awalnya Laila menolak dengan alasan takut jadi bahan omongan karyawan lain, tapi akhirnya ia setuju karena ia lebih takut kalau harus dipecat karena menolak perintah atasan.. begitu fikirnya..


Dan benar saja,, rumor kedekatan Laila dengan asisten bos itu mulai menjalar..


* * *


"tau gak tadi aku ketemu siapa..?"


tanya Bayu sok misterius..


"mana ku tau..!" jawabnya tak peduli..


Bayu berdecak karena Zacky tak menanggapinya..


"ayolah.. jawab aja.. penasaran dikit napa sih..?" keluhnya kecewa..


Zacky menghela nafas dan mendongak menatap Bayu yang berdiri di depan mejanya..


"siapa..?" tanyanya malas..


"LAILAA...!" ucapnya bergaya dramatis dengan nada bicara menirukan suara raja dangdut yang terkenal itu..


Ternyata tanpa sepengetahuannya, Zacky memiliki seseorang yang selalu memberikan informasi akurat selama Laila terus menghindarinya sejak kejadian di rumahsakit tempo hari..


"orang-orang kita semuanya profesional, tapi siapa yang kamu kasih tugas ini? gak seharusnya juga kamu turun tangan sendiri.. aku bisa urus semuanya..!"


Zacky tersenyum, dia tau Bayu sangat bisa diandalkan..


Tapi untuk yang satu ini, ia sudah mempercayai pada seseorang..


* * *


"Laila..!"


mendengar seseorang memanggil namanya, ia pun menoleh..


"iya.. ada apa Mal..??" tanyanya sesaat setelah ia memberi senyuman


"istirahat nanti aku traktir kamu makan siang ya..?" pinta pria itu dengan berjalan beriringan bersama Laila..


"dalam rangka apa nih..?" balasnya santai..


"gada papa sih.. anggep aja sebagai sambutan kamu kembali kerja deh..!" jawab Akmal yang nampak kikuk, apalagi tanggapan Laila yang tertawa membuatnya semakin salah tingkah..


"perlu ya pake acara sambutan segala..? kaya orang penting aja..!" ucapnya menahan tawa,.


kamu memang penting Laila


gumamnya dalam hati..


"yaa.. kalo kamu gak mau sih gapapa kok..!" ucapnya lagi dengan senyum yang dipaksakan..


Laila tak enak hati jika menolak ajakan Akmal, tapi ia juga tak mau kalau Zacky sampai melihat mereka berduaan.


Hubungan mereka memang terancam kandas, tapi Laila masih ingin menjaga hati Zacky sebelum mereka benar-benar berakhir..


"kita lihat aja nanti ya Mal.. moga aja aku gak sibuk.. oke..!?"


jawaban Laila mampu menerbitkan senyum bahagia dibibir Akmal..


Dibalik meja kerjanya, Zacky nampak geram


mengetahui percakapan mereka..


Apapun caranya, Zacky tak akan membiarkan mereka makan siang berdua..


Dan Bayu kembali menjadi tumbalnya..


"permisi pak..!" ucap Laila saat memasuki ruangan atasannya..


"oh.. sini Laila cepat..!" ucap Bayu yang mendusuki kursi Zacky..


Laila melirik sofa diruangan itu yang biasanya ada Zacky disana..

__ADS_1


tapi kali ini ia tak ada..


"ini.. kamu kerjakan semua ya..!" perintah Bayu dengan memberikan banyak berkas pada Laila..


"baik pak.. setelah makan siang pasti saya kerjakan...!"


"jangan nanti,, sekarang saja.. saya perlu itu secepatnya..!" titahnya lagi


'" tapi pak.. sebentar lagi kan jam istirahat..!"


"jangan khawatir, saya sudah siapkan makan siang buat kamu dan juga asisten saya, kerjaan ini kalian harus kerjasama...!"


"Apa..??" Laila terperangah karena ternyata ia harus bekerjasama dengan Zacky


Seperti dugaannya, sesaat kemudian Zacky memasuki ruangan itu dan langsung menyibukkan diri dengan laptopnya disofa ruangan itu..


Zacky berpura-pura biasa saja saat Laila mendekat dan duduk disampingnya..


ia reflek beringsut mundur saat Zacky tiba-tiba mendekat, jantungnya berdebar dan ia sudah salah tingakah..


Tapi ternyata Zacky hanya mengambil beberapa lembar berkas yang tak sengaja Laila duduki..


fiuuhh..


Laila menghela nafas lega.. ternyata ia salah faham..


Laila pun mulai mengerjakan apa yang Bayu pinta sebelumnya..


Namun entah kenapa, rasanya Laila sangat berat untuk memalingkan matanya menatap pria yang tengah serius bekerja disampingnya..


aku harus bagaimana Zacky?


hari-hari yang sudah kita lewati bersama tak mungkin aku bisa melupakannya begitu saja. kau yang selalu membuatku kesal, marah, cemburu tapi juga bisa membuatku bahagia dan tersenyum.. jika harus berpisah denganmu.. sungguh.. sepertinya aku tak mampu..


dadanya terasa sesak, buliran bening menetes begitu saja dari matanya tanpa ia sadari..


Dan Zacky terkejut saat ia menoleh dan mendapati pipi kekasihnya yang sudah basah..


"loh.. loh.. kenapa.?"


ucapnya dengan menyeka airmata Laila dengan ibujarinya..


"aku gapapa..!" jawab Laila dengan menghapus airmatanya sendiri..


"kamu sakit.. hm..?"


Laila menatap lekat pria yang dicintainya.. berbagai perasaan bercampur aduk membuat perasaannya tak menentu..


"kita ke dokter ya..!" sarannya beranjak berdiri dengan menggenggam tangan Laila, tapi ia kembali terduduk saat Laila menarik tangannya..


"Zacky.. kenapa kamu masih bisa bersikap baik-baik aja..??" ucap Laila yang tak bisa menahan deraiaan airmatanya..


Zacky tersenyum..


ia mengerti arah pembicaraan yang Laila maksud..


"kamu gak tau aja segimana pusingnya aku mikirin kamu..!" ucapnya berpura-pura sedih..


"lalu kenapa kamu bersikap seolah gak terjadi apa-apa..?" Laila tak bisa menahan emosinya..


"kamu jangan takut yank.. bukankah kita akan berjuang sama-sama hm..??" ucapannya membuat Laila membeku..


"apapun yang terjadi, aku pasti akan membuatmu bahagia.. asalkan kamu yakin, aku akan membuktikannya..!"


ucapnya seraya menarik tangan Laila untuk ia cium


"maaf.. kemarin aku____"


"gapapa.. aku ngerti..!" potong Zacky yang ingin membahas sikap Laila beberapa hari sebelumnya..


"kamu janji bakal perjuangin aku..?"


Zackypun tersenyum pasti..


"aku janji..!"


Laila pun tersenyum..


"ehh.. bedak kamu berantakan tuuh..!"


Zacky menahan tangan Laila yang sibuk mengusap sisa airmata dengan punggung tangannya..


"kamu serius..?"


Laila kelabakan mencari cermin, tisu atau apa saja yang bisa membemahi makeupnya, namun semuanya ada dalam tas di ruang kerjanya..


"udah.. sini aku aja..!" Zacky menawarkan diri untuk membantunya..


tanpa curiga Laila diam saja saat Zacky meraup wajahnya..


Bukannya merapikan bedaknya,, tapi ia malah semakin merusak riasan tipis itu dengan kecupan diseluruh wajahnya..


"ZACKKYYYY...!"


Laila mengerang dan memukuli Zacky gemas yang tengah tertawa puas..


untuk sementara ini, biarlah jadi rahasia sampai saatnya aku akan mengungkapkan semuanya..


Zacky pun tersenyum..


* * *


kalo dibikin lanjutan BAGAS-ZORA


kira-kira yang lain tertarik gak ya..??


minta komentarnya guys...

__ADS_1


salam lope lope.. 💖💖*


__ADS_2