Karena Kamu

Karena Kamu
ngantor lagi 2


__ADS_3

🏭


Laila membantu merapikan pakaian Zacky sebelum memasuki kantor.


Dengan cepat mereka bergegas menuju lift dan ternyata Bayu dengan wajah gelisahnya sudah menunggu didepan sana..


Bayu hendak mengomel saat mereka sudah masuk dalam lift bersama-sama, namun Zacky yang memberinya tatapan tajam mampu mengurungkan niatnya untuk berkomentar..


Ditambah lagi Laila ikut memberikan tatapan intimidasi padanya seakan matanya berkata-kata. ia pun langsung menghindari tatapan mereka..


aduh aduh.. ini suami istri kompak banget deh ah..


gerutunya dalam hati


Laila memang masih menyimpan dendam padanya tentang sandiwara antara bos dan asisten saat ia baru mulai bekerja..


Laila yang tak mengikuti rapat, langsung menuju meja kerjanya yang dulu digunakan Amel..


Tapi teman-temannya menahan dengan berbagai pertanyaan..


Laila tersenyum, ia bahagia ternyata mereka masih peduli padanya. Apalagi Sri yang begitu dekat dengannya, ia langsung memeluk melepaskan kerinduan..


Namun.. tentu saja ada yang tak suka dengan kehadirannya.


"dia kan kerjanya gak jelas.. kadang ada kadang ngilang.. kok bisa ya sekarang kerja lagi?? heran..!!" ucap dia yang tak suka mencoba menghasut..


"awas lho.. tar Akmal dideketin dia lagi tuh..!" ucap penghasut kedua pada wanita yang menyukai Akmal.. siapa lagi kalau bukan Denia..


Wajahnya berubah sangar.. dan sepertinya tingkat kebenciannya sudah bertambah..


* *


"untung saja dari pihak perusahaan DR ngebelain kita., kalau tidak.. bisa saja perusahaan AB akan meninggalkan rapat karena marah..!!" cerocos Bayu dalam lift setelah mereka selesai dengan meetingnya


"dia itu asisten kakak ipar aku.. pasti belain lah..!"


jawabnya menepuk dada Bayu dengan punggung tangannya..


"sombong sekali..!" dumelnya yang terdengar jelas di telinga Zacky.


Namun ia hanya tersenyum dengan terus melenggang setelah liftnya terbuka..


* *


"Laila.."


teriak Sri saat melihat Laila hendak memasuki ruangan Bayu..


Laila tersenyum "kenapa..??" tanyanya dengan memeluk berkas ditangannya..


"sejak kamu masuk kerja, kita gak pernah makan siang bareng..!" ucapnya kemudian melingkarkan tangannya dilengan Laila


"besok aku ulang tahun, karena besok libur jadi aku traktir sekarang aja.. kamu ikut yaa..!"


Laila nampak bingung,,


"ayolaah...!!" bujuknya sedikit memaksa..


dengan tersenyum kaku, Laila masih berfikir..


"sebelumnya aku ucapkan selamat.. tapi aku masih ada kerjaan Sri.. gimana dong??" Laila beralasan menolak ajakannya, karena diruangan Bayu sudah ada Zacky yang menunggunya makan siang.. padahal hatinya ingin sekali bergabung dengan mereka..


"yaahh.. sepertinya kamu sibuk terus.. padahalkan ini jam istirahat..!" ucap Sri melirik ruangan Bayu menyimpan rasa curiga..


"maaf.. nanti kuberikan kado, oke..??" hiburnya yang tetap tak membuat temannya tersenyum..


"udah gapapa.. doa saja sudah cukup buat aku.. kalo gitu aku kekantin dulu yah.. dahh..!"


Laila mengangguk dan tersenyum, namun hatinya sedih melihat wanita yang selalu terlihat ceria itu melangkah membawa kekecewaan..


maaf Sri..


batinnya..


Zacky menatap istrinya yang bersikap tak seperti biasanya..


Laila nampak tak berselera dengan raut wajah yang terlihat sedikit mendung..


"kenapa yank..? (Laila terkejut dan gugup)


makanannya gak enak ya..?"


"oh.. nggak kok.. ini enak..!" jawabnya kemudian menyuapkan makanan itu kedalam mulutnya dan tersenyum dengan mulut penuh..


Zacky tau kalau ada sesuatu yang Laila sembunyikan..


ia meletakkan sendoknya dan melipat tangan diatas meja menatap istrinya lebih dalam..


"ada apa sih..??"


Laila mengerjap.. "gada papa Ayy.. ayo makan lagi..!" ucapnya yang kemudian menghentikan makan saat Zacky menahan tangannya ketika suapan berikutnya hampir masuk..

__ADS_1


"kamu fikir aku gak bisa ngerti apa, kalo istri aku lagi mikirin sesuatu.. hm?"


Hening sejenak.. Laila merapatkan bibirnya dan ikut melipat tangannya diatas meja, kini mereka saling menatap..


"emm.. aku....!"


"bilang aja yank..!"


Laila menunduk, tapi kemudian menatap Zacky lagi..


"Ayy.. boleh gak aku makan dikantin..??" tanyanya ragu-ragu..


Zacky menyunggingkan senyuman,, ingin mengatakan itu saja istrinya terlihat kaku sekali..


"ya boleh dong.. ayo..!" jawabnya beranjak berdiri namun Laila menahannya..


ia menjelaskan maksudnya ingin ke kantin. selain ajakan Sri yang secara khusus mengajaknya, ia juga merindukan candaan teman kantornya..


Selama ini waktunya banyak dihabiskan menemani Zacky diruang kerjanya. Bahkan suaminya itu kerap memintanya mengerjakan pekerjaan didalam ruangan yang sama..


Tentu saja agar dia lebih banyak waktu untuk mengganggu istrinya..


"aku fikir kamu sengaja agar semua tau kalau kita sudah nikah..!" ucapnya bernada kecewa..


"bukan.. aku kan udah bilang, kita ngasih taunya nanti pas ulang tahun perusahaan aja.. sekarang aku cuma pengen menghargai teman aku aja.. lagian cuma hari ini aja kok.. boleh yah..?!"


Zacky tak bergeming


"udah lama lho Ayy aku gak kumpul sama mereka..!" tuturnya lagi dengan nada sesedih mungkin dengan wajah yang ditekuk..


Zacky menyandarkan tubuhnya dan menghela nafas.. ia pun menyerah..


"ya udah gapapa..!" Laila mendongak senang


"tapi kali ini aja ya.. dan jangan deket-deket sama AKMAL..!" ucapnya lagi dengan menekan nama pria yang ia cemburui..


Senyum Laila mengembang. ia langsung bangkit dan mengahmpiri suaminya untuk memeluk dan menciuminya..


"makasih Ayangku.. aku mencintaimu..!" ucapnya girang dan sekali lagi mencium Zacky kemudian berlalu meninggalkannya..


Zacky masih terpaku ditempatnya dan tersenyum dengan menggeleng kepala..


Mungkin selama ini ia terlalu egois dengan membatasi ruang gerak istrinya..


"ada apa..?" tanya Bayu malas saat Zacky memanggilnya..


"beresin..!!" jawabnya singkat lalu pergi..


Bayu menganga melihat bosnya yang keluar begitu saja setelah menjadikan meja kerjanya sebagai meja makan dadakan..


"selalu saja seenaknya begitu.. untung bos..!" dumelnya sambil merapikan bekas makan bos dan istrinya..


* *


Meja makan dikantin yang ukurannya hanya untuk empat orang mereka satukan menjadi sebuah meja besar dengan kursi yang berjajar..


Berbagai makanan sederhana pun sudah dipesan dan teman-teman Sri sudah berkumpul mengelilingi meja besar itu..


Riuh suara manusia yang sudah merasa kelaparan dan perbincangan yang tak terdengar jelas karena pembahasan yang berbeda-beda seketika hening saat bintang utama mereka datang dengan wajah murung..


"kamu kenapa..??"


Sri terduduk lesu, dan menopang kepalanya dengan tangan yang bertumpu diatas meja..


"formasi kita gak lengkap.. Laila gak bisa ikut..!" jawabnya malas..


"emang Laila kemana..?" tanya Akmal penasaran..


"udah deh jangan mikirin Laila.. dia tuh gak bakal dan gak mungkin gabung sama kita..!" timpal salah satu dari mereka


"maksud kamu..??"


"kamu gak tau atau pura-pura buta sih? Laila itu kan ada hubungan sama pak Bayu..!"


"iya.. sekarang pasti lagi makan berdua tuh diruangan pak bayu..!" sambung yang lainnya


"Oh iya.. tadi aku liat ada yang nganterin makanan lho.. apa mungkin punya mereka ya??" kata dia yang gak tau apa-apa..


"mungkin saja bukan, emangnya kamu liat penerimanya gitu?" saut yang membela


"tapi mereka sering terlihat bareng lho..!"


"ya iya lah, mereka kan selalu ngekorin pak Putra, ya pasti bareng lah..!!"


"lagian kan ya.. pak Bayu tu udah punya istri..!"


"wahh.. sayang banget ya, dia kan cantik. kok sukanya sama yang beristri sih....?!"


"Udah-udah..!!" bentak Sri tak tahan mendengarkan mereka yang membicarakan Laila..


Dia juga memang pernah merasa curiga,, tapi saat temannya menjadi bahan ghibah, rasanya ia tak rela..

__ADS_1


"hubungan mereka itu cuma sebatas kerjaan,, jangan melebihkan dan jangan ngegosip yang nggak-nggak ya..!" ucapnya lagi yang mendapat rangkulan dari teman disampingnya untuk menenangkan..


"udahlah.. kita kan gak punya bukti.. jangan asal nuduh. kasian kan Lailanya..!" bela Akmal membuat semuanya terdiam..


Denia cemburu melihat Akmal yang selalu membela Laila saat mendengar komentar buruk yang dilontarkan teman-temannya tentang Laila..


kenapa Akmal masih saja belain perempuan itu sih..


kata batinnya yang tak suka


"hay semua...!!"


Mereka yang sedang menikmati makan menoleh kearah sumber suara bersamaan..


Sri terkejut dan langsung menyambutnya dengan senang hati..


Laila tersenyum dan mereka menyapanya..


Entah kenapa, mereka yang tadi menggunjingnya kini bersikap sangat manis saat Laila sudah berada disana. Mereka larut dalam candaan dan tutur kata Laila yang sangat menyenangkan..


Dan situasinya seakan tak ada gosip apapun..


Tak hentinya Akmal memandang Laila, sungguh kesempatan yang sangat jarang baginya untuk melihat Laila tersenyum seperti itu.. dan Denia semakin kesal..


Mereka membubarkan diri setelah memberi ucapan selamat dan terimakasih pada sang bintang utama,.


Laila dan Sri berjalan beriringan, namun langkahnya terhenti saat Akmal memanggilnya..


Laila nampak canggung dan ingin menolak saat Akmal meminta waktunya untuk berbicara..


Selain merasa tak nyaman, ia juga sudah berjanji pada Zacky untuk tidak berdekatan dengannya..


Namun karena Akmal memaksa, Laila mengikutinya juga. Karena jika tidak, mungkin Akmal akan lebih merepotkannya..


Dan saat-saat mereka bicara berdua itu tak luput dari pengawasan Zacky..


ia memang tak bisa mendengar percakapan mereka, tapi otaknya semakin mendidih saat melihat Akmal menyentuh bahu Laila..


awas kamu ya..?


ancamnya dalam hati dengan mengepalkan tangannya kuat..


Laila menghela nafas lega dimeja kerjanya,, mungkin setelah ini Akmal tak akan lagi mengejarnya..


Laila berjanji akan menceritakan hal ini pada suaminya agar tak ada kesalah pahaman lagi antara akmal dan dirinya..


Namun sepertinya salah paham itu sudah terlanjur terjadi..


Zacky mengabaikannya bahkan saat melewati meja kerjanya ia tak menoleh sedikitpun..


Hingga jam kantor telah usai, Zacky tak mengajaknya pulang bersama..


"Ayy.. kamu kenapa sih..?" tanya Laila yang mengekori Zacky menuju parkiran..


Zacky tak menjawab,,


"kamu marah..?"


ia masih belum menjawab, dan Laila mulai jengah


"kalo kamu gak suka aku kumpul sama temen kenapa kamu ngijinin..!"


Zacky menghentikan langkahnya dan berbalik.. disana Laila sudah melipat tangan didada dan kini ia yang marah..


'Kenapa kembali ngantor jadi serepot ini..' kata batinnya..


"kamu bisa jelaskan setelah makan siang tadi?" ucap Zacky dengan wajah datar tanpa ekspresi..


apa?? setelah makan siang??


Laila tersenyum..


ya Ampuun.. ternyata dia marah karena liat aku sama Akmal ya..?? .


oke.. aku memang salah..


tutur batinnya lagi..


Zacky masih datar dan kembali melangkah menuju mobil yang sudah dekat..


Laila terkekeh melihat Zacky yang menurutnya suaminya itu nampak sangat lucu saat cemburu..


Laila mengejar Zacky dan memutar bahunya hingga membuat ia berbalik..


Tanpa ada kesiapan, Zacky terbelalak saat istrinya tiba-tiba menciumnya..


Bayu yang berada disana menjadi gugup melihat adegan 18+ dihadapannya..


"ya Tuhan.. aku tak melihatnya.. tidak lihat.. tidak.. tidak..!" rapalnya dengan mengalihkan pendangan ke arah lain..


"aku akan jelaskan semuanya..

__ADS_1


percayalah.. aku hanya mencintaimu..!" ucap Laila setelah ia menyudahi ciumannya..


"aku lapar.. ayo pulang...!" balas Zacky singkat membuat Laila kembali tersenyum dan mengikutinya menaiki mobil yang sudah Bayu siapkan..


__ADS_2