Karena Kamu

Karena Kamu
karma


__ADS_3

Laila menyibakkan gorden jendela kamarnya yang tebal dan lebar. Dia membuka pintu balkon yang terbuat dari kaca juga. Laila berdiri depan besi pembatas. Diregangkannya otot otot dengan mengangkat kedua tangan dan menyatukannya jadi sebuah genggaman dengan kaki berjinjit kemudian dia hempaskan.


Di pandangnya aktifitas pagi hari di jalan komplek dari kejauhan. Pemandangan yang sering ia lewatkan, karena biasanya selepas dia bangun langsung melakukan aktifitas yang lain.


Tapi pagi ini terasa berbeda baginya.


Sepuluh menit sudah berlalu, Laila pun berbalik masuk kamar dan menuju kamar mandi.


Tiga puluh menit kemudian dia keluar dalam keadaan sudah rapih..


Laila sudah terlihat segar tapi nampaknya dia sedang mencari sesuatu.. Di bukanya lemari tiap sap tiap laci sampai di bawah tempat tidurnya. Tapi masih belum ditemukan. Laila pernah menanyakan pada bi ani dan bi tati mereka juga tak tau, bahkan dia sampai mengintrogasi Damar. Kalo kedua ART nya saja tidak tau.. apalagi Damar.. hmmm


Laila duduk di depan meja riasnya. Ternyata dia kelelahan mencari.


"mungkin aku menjatuhkannya di suatu tempat.." keluhnya mengajak bicara pada dirinya sendiri di cermin.. Laila pun melipat kedua tangan di atas meja rias dan menenggelamkan wajahnya..


"ibu... aku menghilangkan nya.." desahnya..


* * *


Ponsel Laila bergetar, notip pesan masuk.


Vanya :


kamu dimana?


Laila :


" kantin.." jawabnya singkat


Vanya :


"oke.. diem disitu.. aku melucur!"


Laila menyunggingkan senyum dan kembali fokus pada buku yang dia bawa. Mengingat ujian di depan mata, dia tak mau melewatkan waktu untuk belajar.


Karena merasa di abaikan, Vanya pun kembali mengirim pesan.


Vanya :


qo gak di bales sih?


Laila :


"helleehh.. iya nyonya saya tunggu! GAK PAKE LAMA!!" tandasnya


Dan yang disana pun tertawa mendapat balasan Laila. Lucu katanya...


Kantin cukup ramai saat itu, dan antrian pun cukup menyita waktu bagi mereka yang gak sabaran.


"minggir.. minggir..!"


Mesya mencoba nyerobot antrian.


Mereka yang sudah lebih dulu menunggu pun tak mau mengalah gitu aja.


"Budayakan antri NON!!"


Mulut Mesya komat kamit menirukan ucapan mereka dengan gaya yang di buat buat.


Karena gak mau ngantri, Mesya pun memilih Tina sebagai tumbal antrian. Dan beg* nya tu si Tina mau mau aja. Dihhh...


Mesya dan Shella dengan santai duduk menunggu pesanannya.


Mata mesya pun menangkap sasaran empuk.


"Oowh.. lihat deh tu Laila kan?" tanya mesya pada shella. Karena memang wajah Laila hanya terlihat sedikit terhalangi buku.


"iya bener Mey.." shella meyakinkan.


Mesya pun beranjak bangun mendekati Tina yang sudah ada di depan tempat pemesanan. Shella pun mengekorinya..


"Tina.. lo ganti pesenannya sama jus tomat, buruan..!"


dan lagi lagi Tina nurut aja, dia hanya manggut tak berani bantah. Padahal mah hatinya dongkol, udah lama ngantri cuma beli jus tomat doang? keluhnya.


Mesya terlihat mengatur strategi.

__ADS_1


"lo siapin kamera ponsel.. pokonya setiap moment harus di abadikan" perintahnya pada Shella.


"sekarang gue mau kesana nyamperin tu kutu buku. Tar lo suru Tina bawa jusnya ke gue. Dan gue mau bikin seolah olah gak sengaja numpahin tu jus ke mukanya Laila.." katanya yang kemudian tertawa membayangkan ending yang menakjubkan..


Vanya yang baru sampai di kantin memperhatikan gerak gerik Mesya..


"tercium aura aura kejahatan nih.." pikirnya.


Dan benar saja.. Mesya pun menjalankan aksinya..


Shella sudah standby dengan kamera ponselnya. Mesya mulai mendekati Laila.


Belum juga dia mulai bicara tapi Tina sudah mengarah ke Mesya untuk memberikan minuman nya.


(ternyata mba tina nya kurang konek tu.. harusnya kan rada entaran gituuu..)


Tina menyodorkan jus yang di bawanya di belakang Mesya..


"Mey.. ini jusnya!"


Mesya berbalik dan..


"ahhh...


Tina lo apa apaan sih..??" melongo..


Jus yang ia bawa tumpah di baju Mesya yang berwana kuning.. kontras sekali..


"so.. sory Mey.. gue kesenggol!" Tina mencoba bela diri.


"uppss... sory gue gak sengaja!!" Vanya menutup mulutnya dengan tangan menahan tawa..


Mesya mendelik ke arah Vanya. Dia menghentak hentakan kakinya dan pergi gitu aja.. Kejadian itu pun terrekam jelas di ponsel Shella.


Vanya tertawa terpingkal pingkal begitu juga mereka yang melihat tragedi itu..


Makan tuh karma..


Dan yang jadi target malah clingukan bingung melihat mereka menertawakan apa??


"pada ngetawain apa sih?" penasaran dia..


"ati ati kamu.. nanti dia marah lho..!"


"hallaahh.. aku gak takut..!


kemaren aja aku nginjek ekor kucing, kucingnya yang minta maaf.."


Tawa Laila pun pecah..


"sableng...!!"


* * *


Laila terlalu sibuk dengan buku bukunya.. dan itu membuat seorang Vanya jadi beteww..


"ihh.. Laila nyebelin..!"


dumelnya sambil mengaduk aduk es dalam gelas minuman nya yang entah sejak kapan airnya sudah kandas..


Laila tidak mengindahkan dumelan sahabatnya.


"oh Tuhan..!! berilah sahabat hambamu ini jodoh yang mau di ajak baca buku sampai TUA..!" tangannya menengadah keatas dan menunjuk Laila dengan dagunya..


Laila yang melihat aksi konyolnya pun tertawa memahami betul maksud sahabatnya.


"iya.. maaf.. gitu aja sewot! jangan manyun aja sih.. tar cantiknya luntur lho..!" rayunya..


"iihh.. Laila maah..."


"makanya punya pacar coba.. biar hidup kamu tu gak abis sama buku dan buku.." celoteh Vanya yang kemudian berdiri.


"mending aku nyamperin Fatan aja deh.. bete juga lama lama sama orang yg lagi sibuk sendiri" sindirnya..


"ya udah.. gak ada yang maksain disini juga!" goda laila yang membuat sebuah cubitan nyasar di lengannya..


"dihh.. nyebelin.."

__ADS_1


Laila menanggapi dengan senyuman.


Vanya beranjak pergi meninggalkan Laila di kantin sendiri dan keadaan sudah mulai sepi disana.


Tapi dia berbalik dan berpesan pada Laila


"kalo aku udah gak ada..jangan kangenin aku!" dan tanpa aba aba dia menyambar minuman Laila dan menyeruputnya.


Belum sempat Laila mencegah.. kini minumannya sudah terlanjur tersisa setengahnya. Dan tersangkanya pergi gitu aja tanpa salah dan dosa..


"dasar..!"


Laila menggeleng kepala dan tersenyum.


* * *


Entah sudah berapa lama dia fokus pada buku hingga rasa kering di tenggorokan menyadarkannya.


Diraihnya gelas minuman di hadapannya tanpa mengalihkan pandangan dari buku di tangannya..


Daan..


srupuutt...


"ihh.. qo rasanya gini..?"


Laila pun baru sadar ada orang dihadapannya yang tersenyum menahan tawa.. Dan dilihatnya ditangan itu bukan minuman miliknya..


"se.. sejak kapan kamu di situ?"


"udah lama..!" jawabnya


(deg deg deg)


mulai lagi deh Laila gelagapan sampai bukunya terjatuh. Zacky mengambilkannya dan masih memandang Laila.


Makin gugup aja deh tu...


Laila mengarahkan matanya pada minuman di tangan Zacky.. ternyata tanpa sadar Zacky menukar minuman miliknya.


Zacky masih menatap Laila dengan senyum ala dirinya.. Merasa tak kuat dengan tatapan itu Laila dengan cepat menyambar bukunya dan di hadapkan depan wajahnya seolah-olah sedang membaca. Padahal dia sedang merutuki kekonyolannya sendiri..


Zacky menopang dagu dengan tangan kanannya..


"kamu lucu banget sih..? tambah gemes deh jadinya.."


"emangnya aku pelawak apa?" dengan nada judes.


"kenapa sih kalo kamu ketemu aku tu selalu grogi?" goda Zacky mencoba menurunkan buku d tangan Laila dengan telunjuknya.


Tapi dia naikkan lagi hingga menutupi seluruh wajahnya..


"aku gak grogi.. orang aku lagi belajar.." jawabnya.


Zacky terkekeh..


"Oh.. kamu pinter banget sih.. aku gak bisa lho baca buku kebalik gitu..?"


Zacky tersenyum senyum, Laila pun terperangah dan memperhatikan bukunya..


"Ya Tuhan.. kacau tingkat profesor ini mah..! kabur aja ah.."


Baru saja ia melancarkan aksi kaburnya, tanpa persetujua darinya Zacky berpindah duduk di sampingnya.


Spontan Laila memiringkan tubuhnya untuk menghindar dan dia pun hampir terjungkal.


Dengan sigap Zacky meraih pinggang Laila yang hampir lunglai menariknya kuat membuat mereka sangat dekat bahkan ujung hidung mereka pun nyaris bersentuhan..


kedua tangan Laila yang kini ada di bahu Zacky pun bergetar....


to be continued


* * *


" kasih semangat buat authornya donk kak.. mau kritik atau saran apa aja deh yang penting bisa memotivasi authornya biar bisa lebih bagus dan mengena di hati kakak pembaca..


ngarep tingkat insinyur ini mah

__ADS_1


maaf masih banyak typo dan jangan lupa likenya ya.."


__ADS_2