Karena Kamu

Karena Kamu
orang ketiga


__ADS_3

🌠


Laila tersenyum sendiri mengingat beberapa saat lalu ia menghabiskan waktu bersama Zacky.


Tak pernah ia bayangkan sebelumnya, rencana pertemuan dengan Putra yang berakhir bersama orang yang ia cintai..


"memalukan sekali..!" gumamnya dengan menyentuh bibirnya sendiri yang masih mengembangkan senyuman..


Langkahnya terhenti saat kakinya hampir menyentuh tangga.. ia melihat televisi yang masih menyala diruang tengah..


penasaran dengan siapa yang menontonnya, Laila membelokkan langkahnya mendekat penasaran siapa yang berada dibalik sandaran sofa....


"Ayah..??" pekiknya saat melihat seseorang yang tertidur di sofa tunggal menghadap televisi yang tengah menyiarkan berita tengah malam..


Laila menggoyang-goyangkan tangan Rahadi mencoba membangunkannya.


ia pun mengerjapkan menyesuaikan cahaya yang masuk dalam matanya..


"kenapa ayah tidur disini..?" tanya Laila saat ayahnya telah tersadar..


"ayah nungguin kamu..!" jawabnya dengan mengusap kedua matanya..


"maaf ayah.. aku sudah membuat ayah menunggu..!"


"ahh.. tidak apa-apa..!" jawabnya tertawa kecil..


"Putra mana..? kamu diantar pulang tidak?" tanyanya lagi dengan menoleh mencari keberadaan Putra yang mungkin saja ada di belakang Laila.


Pertanyaan Rahadi membuat Laila mendadak gugup..


ia bingung harus memberikan jawaban apa atas pertanyaan itu namun ia juga tak mau membohongi ayahnya...


"a.. aku diantar pulang..!" jawabnya canggung yang tak sepenuhnya berbohong..


ia memang diantar pulang, tapi bukan dengan Putra melainkan Zacky kekasihnya..


"sebenarnya Ayah ingin betemu dengannya..!" ia menampakan wajah kecewa


"lalu bagaimana menurutmu.. apa dia baik..?" tanyanya antusias..


waduh.. dugaanku benar.. ayah pasti menanyakan tentang dia...


bagaimana ini?


Laila semakin bingung merangkai kata yang pas untuk menjelaskan pada ayahnya..


"ayah ini gimana sih..? ayah bilang kan dia baik, kenapa harus nanya lagi..?"


jawaban Laila membuat Rahadi terkekeh..


Dari raut wajahnya bisa terlihat kalau Rahadi sangat bahagia.


dan Laila semakin merasa berdosa...


Rahadi memang bahagia melihat putrinya tak mengeluarkan kalimat eluhan tentang Putra..


masalah mereka berjodoh atau tidak itu urusan belakangan, yang penting Laila suka dulu.. begitu fikirnya..


Laila menggandeng tangan Rahadi membawanya menuju kamar sang ayah agar ayahnya bisa istirahat..


"ini jas Putra ya...?" tanya Rahadi bersamaan dengan langkahnya menunjuk sebuah jas yang Laila kenakan, ternyata ia lupa mengembalikan pada Zacky..


Untuk menghindari kebohongan Laila tak mengangguk ataupun menggeleng. ia hanya memberi senyuman sebagai jawaban.. dan Rahadi nampak semakin sumringah..


* * *



"kenapa kakak biarin ayah tidur disofa..?" tuduh Laila saat ia baru saja menduduki kursi meja makan..


Damar yang sibuk menyuapkan nasi goreng kemulutnya pun menghentikan kegiatannya dan menoleh Laila yang tengah menyendok makanan yang sama kedalam piringnya..


"kakak udah bujuk kok.. tapi ayah tu maksa nungguin kamu.. katanya pengen ketemu Putra.." balasnya kemudian melanjutkan suapannya..


tapi beberapa detik kemudian ia menghentikannya lagi seperti mengingat sesuatu..


"dek.. Putra itu gimana..?" kalimat pertanyaan yang ingin Laila hindari itu keluar juga dari mulut Damar..


"dia gak dateng..!" jawabnya singkat


"lah.. kok gitu...??"


"udah deh kak.. jangan ngomongin dia..!" ucapnya dengan mengaduk makanan dipiringnya malas..


"yang jelas.. kakak jangan ngomong apa2 sama ayah.. masalah ini biar aku sendiri yang tangani..!" imbuhnya berbisik pada Damar dan diangguki kakaknya itu..


"lagian ayah aneh banget.. kakak gak pernah kepikiran ayah bakal ngelakuin hal yang gak jelas gitu sama kamu..!" balasnya kembali menandaskan makanannya..


Laila juga tak mengerti dengan keinginan ayahnya yang nampak terburu-buru mencarikan pasangan untuknya.. kuliahnya saja masih belum kelar udah main jodoh-jodohan aja..


cita-citanya jadi pengusaha besar seperti Damar kemungkinan hanya menggantung di angannya..


ia akan menghabiskan waktunya jadi seorang ibu rumah tangga yang terkurung didalam istana kebosanan...

__ADS_1


ahh.. baru membayangkannya saja Laila sudah bergidik ngeri...


Tak banyak yang bisa Damar lakukan untuk Laila.. ia hanya berpesan padanya jangan sampai membuat emosi ayahnya meledak. Karena itu sangat berbahaya untuk jantungnya..


* * *


🏠


"apaan si mah...?"


keluh Zacky saat Salma memutar tubuhnya kekanan dan kekiri..


"waaah.. anak mama gagah sekali..!" katanya dengan memandangi anaknya dari atas sampai bawah yang nampak memakai stelan jas formal lengkap dengan sepatu mengkilat..


Zacky berdecak dan menarik kursi untuk di dudukinya..


"papa mana mah..?" tanyanya dengan meraih roti berselai yang telah disiapkan Salma untuknya.


"papa mu sudah berangkat pagi2 sekali.." jawabnya sambil menuang air untuk Zacky.. "kamu kan nolak buat bantuin papa.. jadi papamu berangkat lebih awal buat siapin semuanya..!" tambahnya ikut duduk bersebelahan dengan anaknya


"aku berubah pikiran mah.. aku mau bantuin papa..!" Zacky berujar setelah menenggak air yang diberikan mamanya.


"benarkah..?" tanya Salma duduk di sampingnya memastikan ia tak salah dengar.. dan Zacky pun mengangguk..


"pantas saja kamu sudah serapih ini..!" Salma mengelus pelan bahu Zacky..


"mah.. aku pengen belajar dari papa biar aku bisa membangun perusahaan lebih besar dari milik papa..!" ujarnya bersemangat membuat Salma semakin merasa bangga..


ia bertekad ingin membuktikan pada seorang ayah yang menginginkan menantu sempurna untuk putrinya..


dan dari perusahaan papanyalah ia akan memulai..


* *


Bukan perkara mudah bagi Zacky memulai semuanya jika tak dari nol... dibantu asisten yang ditunjuk Arya untuknya, Zacky mempelajari semua tentang perusahaan sang papa dengan sangat baik..


Kecerdasannya yang ia miliki membuatnya memahami semua lebih cepat dari dugaan..


Baik meeting dikantor ataupun dengan klien kini mulai terbiasa Zacky jalani. ia juga selalu menjadi wakil saat papanya harus menghadiri acara lain.


Rekan bisnis Arya pun mulai mengenal Zacky, anak muda tampan, cerdas dan pekerja keras itulah yang tertangkap dipemikiran mereka..


Dan tentunya ia sudah diincar rekan bisnis Arya yang memiliki anak gadis..


Kesibukannya diperusahaan membuatnya jarang berkomunikasi dengan Laila. Bagaimana tidak, bengkel yang ia bangun sudah mulai memasuki masa jayanya dan sangat membutuhkan perhatian ekstra darinya. Bergaul dengan banyak komunitas anak motor membuat nama bengkelnya mudah dikenal. Bahkan Zacky dibuat kelimpungan karena harus mencari montir tambahan..


* * *


Keputusan Zacky berhenti kuliah jelas membuat Laila bersedih..


kenapa harus putus kuliah sih? bahkan belakangan ini dia semakin jarang hubungin aku.. sebenernya dia kerja apa ya..??


"WOYY...!!" sentak Vanya yang melihat Laila sedari tadi melamun dengan tangan mengaduk isi mangkok didepannya tak kunjung selesai..


Laila terlonjak dan reflek hampir memukulkan sendok ditangannya..


"Zacky belum telfon kamu juga ya?" tebaknya kemudian mengambil alih sendok ditangan Laila dan menarik mangkok mendekatkan padanya..


dan Laila pun menghela nafas lemah.. bukan karena makanannya yang diambil, tapi lemas mendengar pertanyaan Vanya..


"sepertinya Zacky menutupi sesuatu dari aku..!" ucapnya dengan menatap entah kemana..


Vanya kembali mendorong mangkok itu saat dirasa makanan yang ia cicipinya itu sudah tak layak makan..


"kamu pesen makanan dari bulan kemaren ya? adem banget..!" komentarnya pada makanan yang sudah satu suapan meluncur ditenggorokannya..


Laila berdecak dan melipat tangan dimeja..


"kita lagi ngomongin Zacky, Nya.. bukan isi mangkok ini..!" omelnya lalu melengos..


"ya kamu telfon dia dong.. tanyain biar jelas.."


"udah Nya..!" jawabnya kembali menoleh


"dia selalu jawab nanti lagi ya yank, aku lagi sibuk, dah sayang.. aku sayang kamu..!" lanjutnya dengan gerakan bibir yang dibuat-buat..


Vanya tertawa.. " itu dia masih sayang sama kamu kan..?"


"tapi aku gak mau cuma ngomong doang.. aku juga butuh kehadiran dia Nya..!" balasnya dengan sedikit menaikkan nada bicaranya..


"samperin aja kalo gitu..!"


"aku takut..."


"takut kenapa..?"


"takut menerima kenyataan kalo Zacky menutupi sesuatu dari aku..!" jawabnya pesimis..


"lagian aku kan belum tau dia kerjanya dimana..!"


Vanya berdecak..


"diakan supirnya tante Salma.. tanyain dong.."

__ADS_1


"udah.... tante Salma bilang Zacky udah gak jadi supir lagi..!" jawabnya melemah dengan membenamkan wajah di atas lipatan tangannya..


"udah.. udah.. jangan sedih gitu.. nanti kita tanya Fatan.. oke?!" hibur Vanya dengan mengusap punggung Laila dan ia pun mendongak..


"kenapa kamu baru bilang..?" ucapnya dangan menegakkan duduk dan sibuk mencari ponsel di tasnya..


"emm.. tapi La..!" ucapan Vanya terdengar canggung..


Laila menghentikan gerakan ibu jarinya menggantung diatas layar ponsel kemudian menoleh..


"kenapa..?"


"kalo.... cowok yang... yang dijodohin sama kamu itu gimana La..?" kalimatnya berjeda nampak ragu-ragu..


Laila menghela nafas kasar kemudian menaruh ponselnya diatas meja..


"aku gak tau bagaimana kelanjutannya.. setelah rencana pertemuan malam itu, sampai saat ini ayah gak pernah membahas Putra lagi..!"


"kenapa..?"


"pengen aku kuliah dulu mungkin...!" jawabnya acuh dengan meraih minuman dinginnya yang sudah mencair..


Laila kembali melambungkan fikirannya bersamaan dengan mengalirnya cairan yang sudah tak dingin itu melewati bibirnya..


Kisahnya bersama Putra yang misterius seolah tutup buku..


Entah kenapa Rahadi kembali memberinya ketidakpastian. ia belum menerima Zacky tapi ia juga tak melanjutkan perjodohan yang ia inginkan untuk Laila..


Memang semenjak ia divonis penyakit jantung, tak jarang ayah Laila itu berkeinginan yang berubah-ubah..


Laila dan Damar hanya berusaha tak membuatnya marah dan mengikuti setiap keinginannya..


Tapi saat Laila mengatakan ingin fokus kuliah, Rahadi mengiyakan begitu saja. Rahadi memang tidak mengatakan membatalkan perjodohan tapi ia tak lagi membahas tentang Putra.


Dan lagi-lagi.. sikap nya itu membuat Laila tak bisa menahan rasa curiganya..


Laila tak mau ambil pusing.. mungkin memang seharusnya ia hanya memikirkan satu orang pria saja, yaitu Zacky yang selalu membuat perasaannya gelisah..


Mencintai dan dicintai memang hal biasa,, tapi saat kisah cinta itu diperjuangkan bersama, itu yang menjadikannya luar biasa..


"pphffuuhh....!"


seketika cairan dimulutnya menyembur membuat Vanya yang disampingnya jadi terkejut..


"napa sih...??"


Laila menunjukkan ponsel miliknya pada Vanya yang menunjukkan sebuah pesan dari nomor tak dikenal dengan kalimat yang tak asing bagi Laila..


*Every time i trade my soul because of you


Putra*


Vanya ikutan menganga membaca pesan tersebut..


"apa itu pesan dari Putra..?"


Laila membeku, tiba-tiba saja jantungnya berdebar..


kenapa tiba-tiba dia muncul disaat Laila tak mau memikirkannya lagi..?


Cukup sudah Laila menghadapi kemisterusannya, batalnya perjodohan mereka membuat Laila bisa bernafas lega. Tapi kenapa kini ia mengusik ketenangan Laila?


alih-alih membalas pesan itu, Laila malah mengscrol kontak diponselnya mencari sebuah nama dan menekan ikon panggilan..


Panggilannya tersambung.. namun cukup lama sang pemilik menerima panggilannya..


"haloo...?"


awalnya Laila tersenyum saat panggilannya tersambung. Tapi saat mendengar suara seorang wanita yang menyapanya, senyumnya pun memudar..


"kamu siapa..?"


aku?


tanyanya balik..


"iya kamu.. siapa lagi..?" jawab Laila mulai kesal..


aku Zora


jawabnya santai..


Tiba-tiba saja Laila memutuskan panggilannya.. ia mengepalkan tangannya yang bergetar dengan kuat menahan emosi..


Perasaannya terasa berantakan..


Kenapa ponsel Zacky ada di tangan seorang wanita..??


☇☇☇


*apakah Putra dan Zora akan jadi orang ketiga..?


tunggu kelanjutannya.. jangan lupa kasih Like n Love nya yaaa..

__ADS_1


makasih*..


__ADS_2