
🌘
Senyum-senyum sendiri menatap pantulan dirinya dalam cermin dimeja riasnya.
Dengan sesekali memoleskan krim malamnya, Laila masih saja membayangkan kejadian siang tadi bersama Marissa yang tak bisa menahan bibirnya untuk tidak tersenyum geli..
Tanpa ia sadari, Zacky sudah berdiri dibelakangnya memperhatikan sejak ia keluar dari kamar mandi dengan mengaitkan sisa kancing piamanya yang masih terbuka..
"lagi ngetawain apa sih..?" tanya Zacky dengan sedikit membungkuk kemudian mengecup puncak kepala istrinya lembut.
Laila terkejut, pikirannya terlalu asyik menertawai wanita paling menyebalkan menurutnya..
"oh.. gapapa Ayy..!" jawabnya masih tersenyum lalu melanjutkan mengoles krim malamnya yang tak kunjung selesai..
"gada papa kok masih senyum-senyum gitu sih..?" Zacky mencubit kedua pipi Laila dari belakang..
"ngetawain aku ya..?" tuduhnya bercanda setelah meletakkan kedua tangannya dibahu lalu kembali membungkuk untuk mengecup sekilas pipi istrinya..
Laila masih saja tersenyum, ia mengusap punggung tangan Zacky dan memutar badan lalu mendongak menatap suaminya
"boleh tanya sesuatu..?" tanyanya dengan melingkarkan tangannya dipinggang Zacky..
"apa..?" balasnya menunduk dengan meraup wajah Laila..
"ada berapa sih mantan kamu selain Marissa..??"
"hmm??"
Zacky mengangkat alisnya karena heran. Namun kemudian ia menipiskan bibirnya dengan sedikit melihat keatas ia nampak berfikir..
"berapa ya..?" lanjutnya pura-pura berfikir untuk menggoda istrinya..
"kamu kelamaan ihh..!" Laila meninju pelan perut suaminya hingga mundur satu langkah..
Zacky tertawa...
"kenapa tiba-tiba bertanya soal itu.. hm.?" tanya Zacky yang disertai rasa curiganya..
"jawab aja.. kalau kamu gak jawab berarti ada banyak rahasia yang kamu sembunyiin dari aku.. bilang aja 10, 20, 30 gitu aja susah banget sih..!?" rajuk Laila dengan menyilangkan tangannya..
Zacky terkekeh, ia berbalik menuju tempat tidur dan duduk bersila diatas sana..
"kalo mau tau, ya sini dong..!" ucapnya dengan menepuk-nepuk tempat sebelahnya agar Laila mendekat.
Dengan antusiasnya Laila segera beranjak dan duduk bersila menghadap suaminya. Zacky pun memutar badan agar mereka saling berhadapan..
"sayang.. aku bukan Fatan yang banyak mantan pacarnya..!" tuturnya dengan menyelipkan rambut Laila kebelakang telinga..
"yang berlalu gak usah diungkit lagi...!" lanjutnya dengan menggenggam tangan Laila..
sejenak Laila terdiam..
"emm... (ia ragu-ragu)
Marissa itu,,, mantan terindah kamu ya..?" selidiknya yang membuat Zacky spontan terkekeh..
"kalo ada yang terindah, ya gak mungkin jadi mantan dong sayang..!" jawab Zacky mencolek hidung mancung Laila hingga mengerjap kaget
"lagian, kenapa sih nanyainnya mantan-mantan terus?? gak ada pertanyaan lain gitu??"
Laila tersenyum...
"yaa.. jujur aja ya.. aku kan gak punya mantan pacar kaya kamu (ngenes), boro-boro pacaran, baru deketin aku aja udh pada takut sama ayah. jadi kamu gak akan punya masalah apa-apa sama yang namanya mantan aku..
Sedangkan aku,, kali ini mungkin cuma ada satu Marissa. kalau ternyata nanti ada Marissa-Marissa yang lain, gimana coba..??"
"phfftt.... buahahahaha....!!"
gelak tawa Zacky pun tak terhindarkan..
Laila melotot..
"kok ketawa si ihh..? nyebelin..!" Laila melengos setelah memukul paha Zacky dengan kesal
"sayang.. Marissa yang satu ini aja kamu bisa bikin dia sekacau itu, apalagi mereka yang gak punya nyali kaya dia...?? hahaha...!!"
tawanya lagi dengan memegang perut saking lucunya..
Laila terdiam, ia nampak berfikir dan mencoba mencerna apa yang baru saja Zacky ucapkan..
"kenapa yank?" tanya Zacky yang berangsur menurunkan tawanya karena melihat ekspresi Laila yang nampak mencurigai dirinya
"apa maksud kamu tadi ngomong gitu. hm.?" dengan memicingkan matanya..
__ADS_1
Zacky spontan merapatkan bibirnya menahan untuk tidak kembali tertawa..
Ternyata Laila benar-benar tidak tau..
"apa ihh.. ayo bilang..!" rengek Laila dengan menguncangkan lengan suaminya
Karena Laila terus memaksa, akhirnya ia pun angkat suara..
"kamu fikir aku gak tau ya, tadi siang kamu ketemu siapa..??"
"hah..???"
-------flashback------
"mari tuan, ikuti saya..!" ucap seorang pelayan restoran dengan sopannya mengantar Zacky dan Bayu menuju ruang VIP, tempat dimana mereka akan bertemu dengan salah satu kliennya.
Ruangan tertutup namun terasa nyaman. berpintu besar dengan kaca jenis mirror glass yang sangat cocok untuk menjaga privasi.
Dari dalam kita bisa melihat keluar dengan leluasa, namun yang diluar tak bisa melihat apa yang ada didalam ruangan tersebut.
Disaat Zacky menunggu kliennya, tiba-tiba saja Bayu mengejutkannya saat ia melihat seorang pengunjung wanita yang cantik nan sexy masuk ke area restoran seorang diri..
toel.. toel..
Bayu mencolek bahu Zacky yang sedang memainkan poselnya
"hmm..??" ia hanya bergumam sebagai tanggapan..
"liat deh,, bening banget tau..?"
tunjuknya menggunakan dagu, dan Zacky menoleh..
ia terbelalak, ,
Bukan karena melihat fisik wanita itu yang terlihat sangat menggoda, tapi karena ia sangat mengenal wanita yang ditunjukkan Bayu padanya..
"Marissa..!!" gumamnya dalam hati..
Zacky melengos..
"menurut kamu gimana..?"
tanya Bayu yang melihat Zacky nampak tak tertarik dengan pemandangan sebagus itu menurutnya..
Sebagai pria normal, Bayu masih saja memperhatikan Marissa tanpa tau siapa wanita itu sebenarnya.
"heh... inget istri lagi hamil dirumah..!!"
Bayu tersentak, ternyata bosnya memperhatikan dia yang tengah memperhatikan wanita lain..
Dia pun berdecak..
"hiburan dikit doang, elaahh...!"
kilahnya yang kemudian menyusun berkas untuk meetingnya kali ini..
Setelah kliennya datang, Zacky fokus pada pekerjaannya tanpa mempedulikan Marissa yang berada diluar sana..
Pembahasan mereka berjalan lancar, hingga terdengar suara kegaduhan mengalihkan perhatian mereka.
Zacky menoleh dan melihat kearah sumber suara..
Terkejutnya dia saat melihat Marissa tengah memaki seorang wanita yang tak lain adalah istrinya..
Dan semua orang yang berada disana bisa tau, ada pertikaian diantara mereka..
"loh.. Laila Put..!" bisik Bayu
Zacky beranjak berdiri, hampir saja ia keluar untuk membela Laila. Namun melihat istrinya yang tersenyum puas dan Marissa berekspresi sebaliknya, Zacky kembali duduk dan memilih untuk tidak ikut campur..
Dari apa yang ia lihat, Zacky mengambil kesimpulan kalau istrinya mampu mengendalikan dan membalikkan situsi yang kini memihaknya..
Istrinya memang sehebat itu..
ia pun ikut tersenyum,.
"Putra, sebenarnya apa yang Laila lakukan dengan wanita itu?? kenapa kamu diam saja??" bisik Bayu agar tak terdengar kliennya..
Zacky kembali menyunggingkan senyuman
"biarkan saja, dia melakukan apa yang membuatnya senang, aku tak melarang..!" bisiknya balik yang membuat Bayu meng Oh tanpa suara sebagai tanggapan..
Bayu mengerti atau tidak, ia tak peduli..
__ADS_1
-------^^-------
"kamu beneran ada disana..??"
Zacky mengangguk..
"jadi kamu tau juga yang aku omongin sama dia??"
Laila menunggu jawaban Zacky dengan penuh harap..
dan Zacky menggeleng,, "kalo ngomongin apaan sih emang gak denger, tapi liat dari ekspresi kamu, aku tau kamu udah berhasil merusak suasana hatinya..!"
Laila menghela nafas lega.. tapi justru itu membuat Zacky menaruh curiga..
"emangnya kamu ngomongin apa sih..??" tanyanya penasaran..
Laila terdiam sejenak, mengingat ucapan terakhirnya pada Marissa membuat ia merutuki kebohongannya yang sangat memalukan..
"emm.. gapapa kok..!" jawab Laila cengengesan dengan beringsut mulai memasuki selimutnya..
"beneran gada papa..? kok aku gak percaya ya..??" godanya dengan melakukan hal sama seperti istrinya..
"beneran Ayy,, gak percaya ya udah..!" jawabnya yang dengan cepat menutupi seluruh tubuhnya dengan benda tebal dan lembut itu..
Sungguh baru kali ini ia sangat malu mengingat ucapannya sendiri..
"waaah... makin mencurigakan.. gak bisa dibiarin..!" balas Zacky berpura-pura serius..
Laila berdecak dan menurunkan selimut yang hanya menampakkan kepalanya..
"gada yang perlu kamu curigai, lagian kamu bilang yang lalu biarlah berlalu, jangan dibahas lagi.. iya kan?" balasnya dengan mengedip-ngedipkan matanya gaya puppy eyes mencoba untuk menghindar..
Merasa termakan ucapan sendiri, Zacky pun menyerah, .
"ya udah deh,,!" jawabnya lemas dengan mematikan lampu kemudian membaringkan tubuhnya dan mulai menarik selimut..
Laila pun tersenyum lega, kemudian ia memiringkan tubuh membelakangi suaminya..
"untung dia gak tau..!" gumamnya yang ternyata didengar oleh Zacky..
"apa kamu bilang?? gak tau apa..??" Zacky menarik bahu Laila agar ia berbalik..
"apa? nggak kok..!" jawab Laila menahan tawa..
"bohong.. ngumpetin sesuatu yaa...!" tuduhnya sambil menggelitiki Laila..
"ahhh....
aduh..
udah.. sayang udah...!" rengeknya dengan tertawa menahan geli..
Zacky pun melepasnya..
"mau bilang atau aku gelitiki lagi nih..??" ancamnya yang siap melancarkan aksi kelitiknya lagi..
Laila terkekeh..
"bilang apaan lagi sih..?" kilahnya yang masih menahan tawa..
"ya udah, kalo gitu aku tanya Marissa aja langsung..!"
"isshh... jangan ngomong sama dia, aku gak suka..!" larangnya dengan mencubit perut Zacky kesal..
"ihh.. cubit-cubit... udah mulai nakal ya?"
"cihh.. apaan??" pura-pura bodoh
Zacky gemas..
" awas kamu ya....!" ia kembali menggelitiki pinggang Laila hingga ia tertawa sambil meronta..
"ampun nggak.. hmm??"
"hahaha.. .....NGGAK...!!" Laila masih meronta namun mencoba bertahan..
"oke,, jangan salahin aku yaa...!!"
Zacky menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya dan juga Laila..
Mereka masih tertawa dengan sesekali Laila membalas namun berakhir dengan ketidakberdayaannya..
Malam semakin terasa panjang dengan pergumulan mereka yang menyenangkan dibawah selimut dengan cahaya yang temaram..
__ADS_1