
Di tempat lain...
Laila tengah membenahi meja kerjanya yang cukup berantakan..
Ternyata membantu pekerjaan suami itu semerepotkan ini, fikirnya..
Tanpa ia sadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikannya di ambang pintu ruang kerjanya..
ia berdehem agar Laila menyadari keberadaannya..
"ehh.. sejak kapan kamu disitu..??" tanyanya mendongak sekilas kemudian kembali pada kegiatannya..
"kamu sibuk banget ya?" tanyanya pelan dengan mendekati meja Laila..
Laila mengerti dengan nada bicara pria yang berdiri didepannya dengan tangan yang dimasukkan dalam saku celananya.
ia nampak murung..
"sayang.. aku sibuk juga buat bantuin kamu kan..!" ucapnya beranjak berdiri dan mendekati pria itu..
"bukankah dengan begitu, kerjaan kamu cepat selesai.. dan lebih cepat lebih baik bukan..?" ucapnya lagi dengan meraih dasi pria itu untuk ia rapihkan..
"tapi waktu kamu jadi sedikit buat aku.. kamu berhenti aja ya..?" rengeknya dengan menarik pinggang Laila agar lebih dekat padanya..
Laila tertawa kecil..
"iya.. nanti aku berhenti.. tapi setelah proyek ini selesai dan kamu dapat sekertaris baru..!" jawabnya dengan melingkarkan tangannya pada pria yang tak lain adalah suami sekaligus bosnya..
"aku merindukanmu..!" ucapnya lirih kemudian mengecup sekilas bibir istrinya..
Laila terkekeh..
"kamu ini.. belum satu jam kita makan siang diruangan yang sama.. kenapa sekarang bilangnya gitu..?" ledeknya yang membuat Zacky semakin merapatkan tubuh mereka..
"ini semua salah kamu..!"
"heum.? kok aku..?"
"iyalah.. karena kamu selalu saja memenuhi otakku..!" ucapnya kemudian mengecupi bibir Laila lagi..
"heyy.. sudah tau kamu begini.. kenapa kamu suruh aku berhenti hm?" Laila mencoba menghentikan aksi suaminya..
"apa kamu akan memindahkan rumah ke kantor atau sebaliknya begitu??"
ucapnya meledek, namun Zacky menganggapinya lain..
"ide bagus..!" jawab dengan menjentikkan jarinya..
"maksud kamu?"
"karena rumah tak mungkin dipindahkan ke kantor, jadi.. aku akan bekerja di rumah.. menyelesaikan semua pekerjaan dirumah dan kamu akan selalu ada didekatku.. bukankah itu menyenangkan..??"
Laila menggelengkan kepala merutuki kebodohannya yang membuat ide konyol itu muncul..
"sudahlah.. ayo kembali bekerja, kamu banyak membuang waktu disini..!" ucapnya dengan mengusap bahu Zacky..
"gak ada waktu yang terbuang, jika itu denganmu..!" gumamnya kembali menyambar bibir Laila seperti orang kehausan tanpa memikirkan apapun selain istrinya..
"ekhemmm....!"
Mereka menoleh bersama..
"kalian menodai kesucian mataku..!" gerutu Bayu dengan memeluk sebuah map ditangannnya..
"jangan lakukan disini,, gimana kalo keliatan karyawan lain?? lakukan dirumah saja..!" ujarnya kemudian nyelonong memasuki ruangan bosnya..
" ide dia bagus juga..!" ucap Zacky menunjuk Bayu yang sudah berada didalam ruangannya..
"ternyata hari ini banyak ide bagus bermunculan.. ayo kita pulang sayang..!" Zacky menarik tangan Laila sedikit bercanda..
"sayaaang...!!" balas Laila menahan tangannya kemudian mereka terkekeh bersama..
"aku mencintaimu..!" ucap Zacky kemudian mengecup kening Laila sebelum ia menyusul Bayu yang sudah menunggunya..
Laila tersenyum dengan menggelengkan kepalanya..
Suaminya itu memang terkadang konyol..
😊
Dengan berjalan cepat, Laila menuju lift untuk segera sampai dilantai dasar..
Sedikit berlari ia menghampiri seorang pria yang sudah berada di lobi dan langsung memeluknya senang..
"kenapa kamu kesini segala..?" ucapnya saat Laila melepaskan pelukannya..
"gapapa.. aku sengaja menyambut kakak disini..!" jawabnya dengan mengapit lengan pria yang tak lain adalah Damar untuk menuju ruangan Zacky bersama-sama dengan diikuti asisten peribadinya..
Tanpa sadar, kedekatan itu kembali menjadi bahan gunjingan mereka yang sebenarnya tak tau apa apa..
Kedatangan Damar diperusahaan Zacky kali ini bukan hanya untuk membahas tentang bisnis, tapi untuk membahas tentang keluarga juga..
Dan Laila sudah tau dari sebelumnya, hanya saja ia ingin Damar mengatakannya langsung pada Zacky..
Damar yang tak lama lagi harus mengurus bisnisnya diluar negeri, berencana membawa ayahnya ikut serta untuk menjalani pengobatan disana..
Dan perusahaannya disini, ia ingin menyerahkan sepenuhnya ada Laila..
Tentu saja Laila sangat bersemangat. Namun tanggapan Zacky pastilah berlainan..
Damar tak memaksakan,, ia memberi kebebasan untuk keputusan mereka. namun sejujurnya, ia memang berharap..
"boleh yaa..?" rengek Laila bergelayut manja dilengan Zacky saat Damar telah berpamit kembali ke kantornya..
Zacky tak bergeming,,
kalau boleh berpendapat, ia ingin mengatakan 'jangan' pada istrinya. Karena ia tak mau istri tercintanya membagi waktu..
Walau tanpa berucap, Laila bisa mengerti dengan sikap Zacky yang enggan berkomentar..
"aku tidak memaksa jika kamu tak mengijinkan.." ucapnya dengan melepaskan lengan Zacky dan menegakkan duduknya. Zacky pun menoleh
"tapi... (laila menunduk)
selain membantu kakak untuk menjaga perusahaannya, kamu juga tau kalau aku menyukai pekerjaan ini.. lagipula aku juga ingin membalas perjuangan kak Damar selama ini untukku..!'
Zacky masih menyimak..
"tapi kalau kamu tak suka.. aku bisa mengerti..!" ucapnya kemudian beranjak keluar meninggalkan suaminya..
Zacky melongo..
apa-apaan ini? bukankah bersikap seperti itu sama saja berarti dia memaksa..??
hadeuuhhh..
gumamnya dengan mengusap wajahnya gusar
Laila yang sebelumnya menampakkan wajah kecewa, kini ia sedang sibuk menguping dibalik pintu. Siapa tau suaminya mengatakan sesuatu..
Ternyata ia sengaja bersikap seperti itu agar Zacky mengijinkannya untuk memegang perusahaan sendiri..
Ahh.. menyenagkan sekali.. fikirnya..
Terdengar suara handel pintu, Laila segera kembali ke kursinya. ia duduk dengan menopang kepalanya dengan satu tangan.
Ciptakan ekspresi semenyedihkan mungkin, batinnya..
Dan seperti dugaannya,, Zacky keluar dan mengahmpirinya..
"aku keluar dulu sebentar dengan Bayu.. kita bahas masalah ini dirumah aja..!" ucapnya kemudian berlalu..
"apa? aku pikir dia akan bilang, "baiklah sayang.. aku mengijinkan..!"
tapi dia___
__ADS_1
haish.. menyebalkan..
gerutunya dengan melipat tangan didada..
**
"Laila..!"
ia menoleh saat seseorang memanggilnya, dan Laila mulai merasa tak nyaman saat tau ternyata itu Akmal..
"ada apa..?" tanyanya tak begitu peduli dengan kembali pada pekerjaannya
"Laila.. sebenarnya ada apa antara kamu, Bayu dan Pak Putra??" tanyanya to the point
Laila menoleh, "maksudnya?"
"apa kamu belum tau rumor tentang kamu dikantor ini..?"
Laila memutar badannya menghadap Akmal..
"memangnya rumor apa??" ia mulai peduli
Melihat Akmal yang nampak gusar, Laila mengerutkan keningnya..
sebenarnya ada apa ini? k**enapa dia yang frustasi?
gumamnya..
"Laila,, bukankah kamu bilang sudah menikah??"
Laila mengangguk
"tapi kenapa gosip yang beredar mengatakan kamu tengah dekat dengan pak Bayu..?"
"APA..?"
"dan aku mendengar kalau kamu juga mendekati Pak Putra.. apa rumor itu memang benar??"
Laila terbelalak..
Kenapa jadi Bayu??..
"siapa yang menyebarkan rumor seperti itu hah..??" kini Laila pun nampak frustasi
"semua orang tau kalau kamu dekat dengan Bayu yang sudah beristri.. dan kenapa kamu juga mendekati Pak Putra? apa status menikahmu itu bohong Laila..? apa karena aku tak mempunyai jabatan tinggi seperti mereka jadi kamu selalu menghindar dariku, iya?"
"AKMAL..!!" teriaknya membuat karyawan disekitar sana memperhatikan mereka..
"aku kecewa dengan pemikiran kamu. aku tak pernah berbohong!!" balasnya tegas
" karena suamiku adalah___"
"sudahlah Akmal.. jangan dekati wanita penggoda ini lagi..!" ucap seorang wanita memotong kalimat Laila yang berjalan mendekat dengan melipat tangannya didada.
"jaga bicaramu Denia..!!" Laila menunjuk tajam wanita yang mengatakan dirinya adalah wanita penggoda..
Denia tersenyum sinis..
"semua orang juga sudah tau..!"
Laila mengepalkan tangannya geram.
"perlu bukti apa lagi coba,(ia berjalan memutari Laila yang berdiri tak jauh dari mereka yang menyaksikan perdebatan itu)
gaya hidupnya yang mewah ini, darimana lagi kalau bukan hasil morotin bos-bos besar..!"
plaakkk
"cukup Denia..!!" teriak Sri setelah memberi tamparan pada wanita itu..
"kamu gak pantas bicara seperti itu pada Laila, karena kamu gak tau apa apa..!" tukasnya tegas..
Otak Laila semakin memanas.. beruntung ada Sri yang cepat menyeka ucapan Denia. Jika tidak, ia tak tau akan jadi apa Denia ditangannya..
"berani sekali kamu nampar aku..?" dengusnya
"kamu benar-benar tega menuduh Laila seperti itu..! apa salah dia sama kamu??" ucap Sri terbata karena menahan tangis..
Denia kembali tersenyum sinis, apa yang membuat Sri membela Laila sebegitunya?? gumam Denia dalam hati..
"heh, dengar ya.. aku gak mau Akmal ikut tergoda oleh wanita ****** itu..!" tunjuknya pada Laila..
"hentikan Denia,, sudah cukup kamu menghinaku..!" bentak Laila geram
"kamu keterlaluan, jika semua itu hanya karena seorang pria,, caramu itu menunjukkan kalau dirimu sungguh menyedihkan..!"
"apa..?"
Denia melayangkan tangannya untuk menampar Laila, namun ada tangan yang menahannya..
"jangan coba2 menyentuhnya..!" ucap orang itu dengan mengeratkan rahangnya, menatapnya tajam kemudian mengibaskan tangan Denia dengan kasar..
Semua terperangah...
"Bos..."
gumam mereka.
Dan kini, mereka dikumpulkan dalam satu ruangan sama..
Akmal, Denia, Sri dan satu orang lagi sebagai saksi berdiri sejajar menghadap bos yang menyandarkan tubuhnya ditepi meja kerjanya.
Sedangkan Laila duduk di sofa, dan Bayu berdiri disampingnya..
Suasananya menegang..
"ceritakan dari awal..!" perintahnya pada orang itu untuk bersaksi
"begini pak.. (ucapnya memulai kalimat)
Laila digosipkan sebagai wanita penggoda!"
"APA..?"
Bayu mengisyaratkan padanya untuk tenang..
"lalu..?"
"semua mengira Laila punya hubungan khusus dengan pak Bayu.."
kenapa aku?
batin Bayu
"selain mereka terlihat dekat, Laila juga selalu menghabiskan waktu istirahat diruangan pak Bayu dan dia juga selalu memuji asisten bos..!"
"itu kan karena____"
protes Laila terputus karena Zacky menahannya untuk membiarkan saksi menyelesaikan kalimatnya..
"lanjutkan..!" perintahnya lagi..
"Laila selalu mengenakan pakaian bermerk dan semua orang tau kalau Laila memberi kado sepatu mahal untuk Sri. sedangkan mereka tau berapa gaji seorang sekertaris. dengan beberapa bukti, mereka berfikiran Laila bukanlah wanita baik2.."
Otak Zacky mendidih, namun ia masih harus menahannya
" dan lagi.. mereka juga merasa kalau Laila diistimewakan di kantor ini. ia sangat bebas keluar masuk kantor tanpa harus membuat surat ijin bahkan tak ada SP untuknya..
itu saja pak yang saya tau..!" ucapnya mengakhiri kalimatnya..
Zacky menghela nafasnya kasar.. betapa berusahanya ia menahan emosi mendengarkan penuturan karyawannya tadi..
"sekarang saya tanya.. bukti apa saja yang kalian punya.. hm??"
Mereka saling melirik..
__ADS_1
"aku punya bukti kalau Laila mengincar bos-bos besar, aku juga pernah melihat kalian sangat mesra diparkiran tempo hari, berarti Laila juga mengincar bapak..!" jawab Denia percaya diri..
Zacky menegakkan tubuhnya..
berani sekali dia berbicara seperti itu padaku..
"ini..!" Denia menyodorkan ponselnya memperlihatkan gambar Laila tengah memeluk seseorang..
"dia adalah pemimpin perusahaan DR..! bapak jangan tergoda olehnya, Laila memang bukan wanita baik2 pak..!"
"CUKUP..!!"
mereka yang ada disana sama2 tersentak..
Zacky mendekat dan menatapnya tajam membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan gemetar..
"dengar ya kalian semua..!" ucapnya dengan menunjuk mereka bebrurutan..
"pertama.. Laila bukan wanita penggoda seperti yang kamu bilang (menunjuk denia) dan dia tak ada hubungan apapun dengan Bayu, saya bisa menjamin itu..!"
mereka saling melirik..
"kedua.. Laila bukan orang miskin, dan suami Laila punya banyak uang untuk memenuhi kebutuhannya..!"
Denia mendongak
"kalau pak Putra tau dia bersuami, kenapa bapak juga terjerat olehnya? itu sama saja seperti yang Akmal lakukan pak..!"
"siapa yang menyuruhmu bicara hah..?"
Denia kembali menciut..
"jangan ada yang memotong ucapanku..!" teriaknya lagi yang membuat mereka tertunduk..
"ketiga.. pria yang Laila peluk itu bukan orang lain.. karena Dirut DR itu adalah kakak kandung Laila.."
Denia menggigit bibirnya masih dengan wajah menunduk..
Apakah ia mulai menyadari kebenarannya..??
"keempat.. aku bertanggung jawab penuh atas kinerja Laila. Memperlakukan dia dengan istimewa dan jika dia mau, Laila bebas melakukan apapun diperusahaan ini, termasuk nasib kalian disini. karena Laila.... adalah istriku...!"
Mereka terperangah,, tak menyangka kalau dugaan mereka salah besar..
tapi berbeda dengan Sri yang sudah tau..
Bayu mengambil alih pembicaraan. ia menjelaskan dengan detil tentang kesalah pahaman yang menyebutkan Laila ada hubungan dengannya..
"maaf Laila, aku termakan gosip tentangmu..?" tanya Akmal pada Laila yang kini sudah duduk berdampingan dengan suaminya..
"aku hanya ingin berteman dengan normal tanpa menggunakan status sebagai istri atasan.. aku ingin mendapat teman yang tulus..!" tuturnya yang membuat Sri merasa terpanggil..
ia tersipu sendiri..
"sekali lagi, maaf..!"
"gapapa,, aku juga minta maaf karena menghindarimu dengan cara yang kurang baik..!" jawab Laila sedikit menyunggingkan senyuman, dan Zacky tak suka itu..
"maaf pak (ucapnya lagi membungkuk ke arah Zacky)
saya benar2 tidak tau..!" ucapnya sungguh2
"hemm..!" jawab Zacky malas
dan wanita disamping Akmal nampak salah tingkah dan kebingungan..
"ayo minta maaf..!" bentak Sri kepadanya..
Denia melotot, namun Sri malah terkikih..
"ak.. aku minta maaf..!" ucapnya terbata
Laila tak menjawab,,
bibirnya terasa berat walau untuk mengucapkan 'iya'
"sayang, kalau kamu gak suka.. tendang saja dia dari sini..!" ucap Zacky sengaja agar Denia bisa mendengarnya..
Denia menggeleng cepat dan berlutut didepan Laila..
"aku mohon Laila,, maafkan aku.. apapun caranya akan aku tebus.. asal jangan mengeluarkanku dari sini..!" pintanya yang mulai menderaikan airmata
Laila menghela nafas sambil memijit pangkal hidungnya..
"akan ku pikirkan nanti, sekarang kalian keluar dulu.. aku pusing!" ujarnya tanpa melihat kearah mereka.
Bayu pun menggiring mereka keluar bersamanya..
Benar2 kasus yang tak terduga..
batin Zacky..
"kamu pusing ya..?" tanya Zacky dengan mengusap kepala Laila lembut..
Laila pun mengangguk
"ini semua salah mu..!"
Laila menoleh dengan membulatkan matanya
"kenapa jadi salahku??" protesnya tak terima..
Zacky menyandarkan duduknya..
"aku bilang juga apa? kita harus segera mengumumkan status kita, agar mereka bisa lebih menghormati kamu..! jadi gini kan urusannya.. aku gak bisa terima kalau kamu dipermalukan seperti tadi.."
Laila menghela nafas dan ikut bersandar dibahu suaminya.
Mungkin benar, dengan merahasiakan hubungan itu, ia malah mendapat perlakuan yang tak menyenangkan..
"aku akan berhenti dari perusahaan kamu..!" gumamnya yang membuat Zacky langsung memeluknya dari samping karena senang..
"benarkah..??"
Laila mengangguk
Ternyata kejadian ini ada hikmahnya juga, fikir Zacky..
"aku seneng kalo kamu mau berhenti..!" ia mengecup puncak kepala istrinya dan semakin mengeratkan pelukannya..
Laila tersenyum..
"aku akan mengurus perusahaan DR aja..!"
"Apa..????"
"kamu gak salah bicara..??"
Laila menegakkan duduknya dan memiringkan tubuhnya menghadap suami..
"tentu saja tidak.. kalau aku jadi pemimpin, pasti aku akan lebih dihormati bukan??
sepertinya jadi bos akan lebih menyengankan...!"
ucapnya bersemangat dengan mata yang
berbinar..
Ya Tuhaaan...!!
Drama macam apa lagi ini..??
Zacky menepuk keningnya dan terkulai lemas ditempatnya..
ini sih bukan hikmah,, tapi benar-benar masalah..
__ADS_1
gumamnya melemah...