
🌒
Malam semakin larut..
Pestapun sudah melewati puncaknya detelah acara potong kue yang sangat besar dan penutupan dengan doa telah selesai dilaksanakan..
Tamu-tamu mulai meninggalkan tempat pesta dan barulah Laila merasa lega karena suaminya sudah tak menyekapnya lagi..
Pesta yang seharusnya menyenangkan malah membuat wanita cantik ini merasa kaku karena suaminya yang sangat posesif pada malam ini..
"aku mau ke toilet dulu ya..!" bisik Laila karena masih ada beberapa tamu penting yang tengah membahas sesuatu bersama Zacky..
"aku antar..!!" ucap Zacky yang langsung mendapat penolakan dari istrinya..
"gak usah,, aku tau dimana toiletnya. Lagipula kamu masih harus menemani tamu ini..!" bisiknya lagi..
"beneran gapapa,,??"
Laila merotasikan matanya malas kemudian mengangguk..
"baiklah,, cepat kembali..!" pesannya yang merasa tak rela jika istri tercintanya jauh darinya. Laila pun beranjak pergi setelah menitipkan minibagnya pada sang suami.
Laila menghela nafas lega, suaminya benar-benar seperti orang lain malam ini..
Bagaimana tidak, Zacky bersikap seolah akan ada yang merebut istrinya malam ini..
"ahh.. Zacky keterlaluan sekali..!" desahnya sambil mencuci tangan di washtafel kemudian membenahi tatanan rambutnya yang masih terlihat rapi..
"kemungkinan besar, sampai dirumah nanti aku akan lebih lelah dari ini..!" gumamnya mengingat sang suami yang pasti akan memburunya habis-habisan..
Melihat istrinya tanpa makeUp saja dia selalu lepas kendali, apalagi dalam kondisi yang berkali-kali lipat lebih cantik dari biasanya seperti saat ini.
Tanpa merasa curiga atau apapun, Laila keluar dari toilet dan ia terkejut saat ada seseorang yang membekapnya dari belakang.
Laila meronta saat sesosok tubuh kekar menariknya mundur menjauhi aula tempat digelarnya pesta.
Karena rasa lelah dan longdress yang dikenakannya, Laila merasa sulit bergerak dan tak mampu melawan saat mulutnya dibekap dan tangannya dicengkram kuat kebelakang.
"ya Tuhan.. apa lagi ini..??" gumamnya dalam hati.
Saat lift yang dinaikinya telah sampai basement, Laila melihat sesosok wanita yang juga melihatnya nampak terkejut.
Wanita itu melihat Laila dibawa orang dengan keadaan yang sudah pasti bukanlah ajakan yang baik-baik.
Namun wanita itu hanya diam melihat Laila dibawa ke area parkiran tanpa menolong ataupun berteriak minta bantuan..
Marissa, kenapa kau diam saja. apa ini ulahmu??
gumam Laila yang melihat Marissa tak merespon erangan mulutnya yang terbekap.
Di area parkiran, Bagas yang sedang senyum2 sendiri memikirkan gadis kecil yang mencuri perhatiannya itu tengah duduk santai diatas motor sambil memainkan ponsel.
Karena keadaannya yang memang sudah mulai sepi, Bagas bisa mendengar suara erangan seseorang dari arah belakangnya dan spontan ia menoleh.
Matanya terbelalak saat tau suara itu milik kakak cantiknya. Sebuah mobil berwarna hitam yang membawa Laila itu melesat cepat meninggalkan area gedung.
Tanpa fikir panjang, Bagas segera mengejarnya hingga ia lupa dengan helmnya.
Didalam mobil, Laila terkejut bukan main. Seseorang yang sudah berada didalan sana adalah orang sama dengan penculikannya beberapa waktu lalu.
"Fikri...????" pekiknya menatap sipelaku.
Dan pria itu menanggapinya hanya dengan tersenyum.
"apa yang kau lakukan Fik?? kau bilang akan pergi menjuhi aku, kenapa kau melakukan ini lagi??" emosi Laila meledak..
Fikri kembali menyinggingkan senyuman.
" awalnya aku memang ingin pergi. tapi melihatmu malam ini, aku ingin pergi membawamu Leyy..!" senyumnya menyeringai..
"bukankah kamu sudah menikmati pestamu malam ini, dan aku melihat kau sangat bahagia. tapi melihat Zacky yang tak pernah melepaskanmu membuatku iri. Aku cemburu Laila, sekarang saatnya kebahagiaanmu bersamaku.." ucapnya lagi mencoba meraih wajah Laila namun segera ditepisnya.
"kamu sudah gila Fik, otak mu benar2 sudah tak berfungsi..!" dengusnya kesal
"cepat turunkan aku..!" bentak Laila pada supir yang membekapnya tadi..
Fikri tertawa..
"dia itu orangku, mana mungkin mau mendengarkanmu..! kita akan pergi jauh dan memulai hidup baru Leyy.."
Fikri mendekatkan tubuhnya dan spontan Laila mendorongnya dengan tatapan tajam..
__ADS_1
"Aku kecewa padamu Fik. kau berubah, kau bukan sahabatku yang dulu..!!"
Seketika Fikri membalas tatapan yang sama seperti yang Laila lakukan..
"iya, aku bukan yang dulu lagi, aku memang berubah.. semua itu karena dirimu..Aleyy..!!" bentaknya dengan mencengkram dagu Laila.
"kalau bukan karena kau mencintai Zacky, mungkin aku tak akan seperti ini..!" ucapnya lagi dengan melepaskan cengkramannya kasar.
Laila membeku, baru kali ini ia merasakan sakit akan kehilangan seorang sahabat yang dulu sangat mendukungnya dan selalu memberi semangat. Kini sosok itu telah hilang bersama perasaan yang tak terbalaskan.
Apakah ini salahnya??
"maafkan aku Fik.. aku tak bisa bersamamu. Tolong biarkan aku kembali, suami dan keluargaku pasti mencariku..!" ucapnya lirih seraya menitikkan air matanya..
"TIDAK..!!"
teriaknya untuknya kesekian kali.
"sudah ku katakan kau harus bersamaku, sudah cukup hidupmu dihabiskan bersama pria sialan itu, sudah saatnya kau hidup denganku..!!"
Laila hanya bisa menagis, bukan karena takut. Tapi rasa bersalah yang membuatnya tak bisa menahan untuk tidak menangis.
Bagaimanapun juga, Fikri adalah sahabatnya..
Lalu sekarang harus bagaimana, sedangkan ponselpun ia tak bawa.
Disela kebingungannya, tiba2 mereka terkejut dengan seorang pemotor yang menggebrak jendela mobil yang mereka tumpangi.
"BERHENTI..!!" teriaknya yang terdengar samar
"Bagas...!!" gumam Laila melihat adiknya itu yang ternyata mengejarnya.
"ada pengganggu bos..!" seru sang supir dengan sedikit menoleh kearah belakang.
Fikri bisa melihat siapa orang itu karena ia tak mengenakan helm..
"ahh.. bocah itu, singkirkan dia..!" perintahnya yang sontak membuat Laila terbelalak..
"kau gila, jangan lakukan itu,.!"
Fikri menatapnya tak suka..
"siapapun yang menghalangi keinginanku, harus kuhancurkan..!!"
"tapi dia mencintaimu..!!"
balas Fikri berteriak yang membuat Laila kembali membeku..
"aku tau semua orang disekelilingmu, dan aku tau bocah itu menaruh hati padamu..! itu sama saja dia juga penghalang untukku.."
Laila terkesiap, ia kembali meluruhkan airmatanya.
"tolong jangan lakukan apapun padanya..!"
Fikri tak menggubris ucapan Laila, sang supir masih berusaha melarikan diri dari kejaran Bagas..
"hentikan Fikri, aku mohon..!" pintanya dengan menggoyang-goyangkan lengan Fikri.
Mobil yang mereka tumpangi terseok-seok menyalip kanan dan kiri melewati setiap kendaraan didepannya.
Dengan kecepatan tinggi, Bagas terus mencoba mengejar untuk mendahului mobil Fikri dan berniat menghentikan motornya untuk menghadang laju mobil itu..
"bagimana ini bos??" tanya pria bertubuh besar itu dibalik kemudinya..
"kalau dia berani menghalangi, tabrak saja..!!"
"TIDAK., jangan lakukan itu..!" dengan paniknya Laila mencoba meraih setir dari arah belakang untuk merubah haluan mobil itu.
Dengan kecepatan tinggi pula mobil hitam milik Fikri itu oleng karena kemudi yang terganggu oleh Laila.
"hentikan Laila..!" teriak Fikri mencegah aksi Laila yang sangat membahayakan mereka..
Namun Laila tetap berusaha membuat supir itu menepi....
Melihat laju mobil Fikri yang oleng membuat Bagas semakin panik, ia mensejajarkan motornya dengan mobil yang membawa Laila..
Saat Laila berusaha mengarahkan setir ke kiri, sang supir malah banting setir kekanan yang langsung menyenggol motor Bagas hingga terpental..
"BAGAAAASSS...!!" teriak Laila histeris..
Bagas terpental jauh dari motornya. Tubuhnya tergeletak tak berdaya dengan wajah berlumuran darah karena menghantam kerasnya pembatas trotoar..
__ADS_1
Bersamaan dengan itu dari arah berlawanan datang sebuah truk pengangkut barang yang sama2 berkecepatan tinggi..
Supir Fikri terkejut dan belum sempat menghindar, mobil mereka sudah menghantam truk besar itu dengan keras...
praanggg...
"APA..??"
gelas yang Zacky pegang meluncur begitu saja dari tangannya saat mendengar anak buahnya tak dapat menemukan Laila.
"ada yang tidak beres..!!"
gumamnya yang sedari tadi merasa gelisah karena sejak Laila pamit ke toilet ia tak pernah kembali lagi..
"cepat cari ditempat lain, dan periksa semua cctv disini, jangan sampai terlewatkan..!"
perintah Zacky yang terlihat sangat panik.
Keluarganya tak ada yang tau karena beberapa menit lalu semuanya pulang. Sedangkan Zacky masih setia menunggu Laila yang tak kunjung datang.
Hingga akhirnya ia menyusul ke toilet, namun petugas kebersihan disana mengatakan tak ada siapapun didalam sana.
Dari situlah, Zacky mulai mengerahkan orangnya untuk mencari Laila..
Sejak itu, kepanikan pun semakin menjadi-jadi, wajahnya pucat pasi dengan raut frustasi.
Apalagi ponsel Laila ada padanya, ia semakin kalang kabut dengan wajahnya yang gusar..
Sebuah panggilan masuk diponselnya membuat ia terkejut...
"halo!!" sapa Zacky kasar..
"Laila dibawa seseorang Putra..!!"
suara Marissa terdengar samar ditelinganya
"bagaimana kau tau..??"
"aku melihatnya sendiri, dia dibekap dan dipaksa untuk ikut..! dan saat ini aku sedang mengikutinya.." tuturnya sambil mengemudi..
"lalu dimana dia sekarang??"
"jalanku terhambat, aku kehilangan mereka..!"
"arghh.. sial..!! apa ini ulahmu hah??" tuduhnya penuh curiga..
"mana ada, kalau itu ulahku mana mungkin aku memberitahumu. aku melihat pria yang tempo hari bertemu istrimu..!"
Zacky terbelalak..
"Fikri..!" gumamnya dengan mengeratkan kepalan tangannya..
"cepatlah menuju jalan *********, mereka ke arah sana..!"
Zacky memasukkan ponselnya dalam saku jas dan segera bergegas menuju parkiran untuk siap melakukan pengejaran.
Awalnya Marissa ingin mengacaukan pesta Zacky, tapi melihat Laila yang dibawa orang, tanpa ia kacaukan juga pesta itu pasti akan berantakan kalau saja pestanya belum selesai..
Zacky menggeram kesal...
Fikri... awas kau, kali ini aku tak akan melepaskanmu!!
Segera ia kembali merogoh sakunya untuk meraih ponsel. Zacky mendial sebuah nomor dan belum juga panggilan itu tersambung, sebuah panggilan telah lebih dulu masuk..
"halo selamat malam, ini dengan pak Zacky??" tanyanya disana.
"iya saya sendiri pak, ada apa..??"
"saya dari kepolisian, kami ingin memberitahukan kalau istri anda mengalami kecelakaan..!!'"
"apa..??" Zacky semakin panik, kekuatannya mendadak lemah, bahkan untuk menggenggam ponsel pun ia tak mampu..
bersambung..
__________________________________
Bagas gak meninggal ya,, kisahnya akan berlanjut dalam judul baru..
Ucapkan selamat datang untuk
CINTA SEMPURNAKU
__ADS_1
Sampai jumpa lagi, Bagaass...😙