Karena Kamu

Karena Kamu
supir ganteng


__ADS_3

🏠


"kamu lagi ngapain..?" tanya seseorang di telfon


" masih sama seperti kemarin.. aku dirumah nemenin ayah..!" jawab Laila tak bersemangat..


"lho kok lemes gitu sih jawabnya.. hayoo mulai ngeluh yaa?"


"siapa yang ngeluh..?" jawabnya dengan bibir manyun..


"kok manyun gitu?"


"ihh sotoy.. kaya yang liat aja..!" balasnya yang kemudian tersenyum..


"ya tau lah.. apa sih yang aku gak tau? tanpa melihatpun aku bisa tau ekspresi kamu walaupun cuma dari suara.. hehe.."


"cihh.. dasar..!" Laila tersenyum lagi dibuatnya..


"gitu dong.. kalo senyum kan makin cantik..!" godanya yang membuat Laila tak menjawab karena dia sedang senyum-senyum tersipu..


"kamu jangan mengeluh ya yank.. tetap semangat.. karena aku juga sedang bersemangat untuk membuatmu bahagia.."


"aku gak ngeluh kok.. cuma lagi bete aja.. hehe.." jawabnya malu-malu


"ya udah kamu doain aku ya moga kerjaan aku hari ini lancar.. biar bisa cepet-cepet jadi orang hebat seperti yang ayah kamu mau.."


"kamu udah dapet kerja..??" Laila terkejut mendengar Zacky sudah bekerja.. sedangkan baru kemarin dia bercerita ingin mencari pekerjaan..


"iya donk.. mungkin bukan bukan pekerjaan yang bagus.. tapi aku yakin ini awal yang baik..!" jawabnya semangat


"aku ikut bahagia.. apapun kerjaannya.. asalkan itu halal aku pasti dukung kamu Zack....!" balasnya tulus..


"kamu jangan khawatir.. aku gak akan melakukan kesalahan yang akan merusak kelanjutan hubungan kita.. percayalah.."


Laila merasa terharu mendengar penuturan Zacky untuknya..


Laila berjanji akan selalu menyayangi orang selalu berjuang untuknya..


* * *


💻


Sudah lebih dari seminggu berada dirumah setelah Rahadi di ijinkan pulang..


jelas saja Laila merasa bosan karena setiap hari ia hanya bermalas-malasan didalam dirumah.


Karena anjuran dokter yang mengharuskan Rahadi istirahat total membuat Laila ikut istirahat total juga karena ia harus menemani sang ayah..


Saat ini mereka berdua sedang berada di ruang keluarga tengah bersantai.. ya memang setiap hari juga seperti itu yang mereka lakukan..


Teh hangat dan kue kering buatan bi ani selalu ada menemani saat santainya.. namun kali ini tak ada percakapan apapun dari keduanya..


Rahadi melihat Laila nampak gelisah yang berkali kali melirik jam dinding.


ai menggonta ganti chanel tv tak jelas apa yang ia tonton.. semuanya terlihat membosankan, mungkin begitu fikirnya..


Dan sepertinya Rahadi mulai merasakan apa yang sedang putrinya rasakan.


"Damar kemana..?" tanyanya membuka obrolan..


"lagi liat gedung buat resepsi Yah.." jawabnya tanpa mengalihkan pandangan dari televisi..


"kamu sudah punya gaun untuk acara resepsi pernikahan Damar nanti nak..??" imbuhnya yang kemudian menyeruput teh hangatnya..


"belum..." jawabnya lemah..


"kalau begitu pergilah cari gaun yang kau suka.." ujarnya menatap Laila yang nampak lesu..


Laila menoleh dan memutar duduknya menghadap sang ayah dan kini mereka duduk berhadapan..

__ADS_1


"ayah serius..?" tanyanya antusias..


"tentu saja sayang..!" jawabnya dengan tersenyum dan membuat mata Laila mulai berbinar..


"aku boleh gak ajak Vanya?" harapnya..


"iya.. pergilah..!" jawabnya yang dibalas pelukan oleh Laila..


"makasih ayah.." katanya kemudian beranjak ke kamarnya untuk bersiap-siap..


maafkan ayah Laila.. karena ayah, kamu rela mengahabiskan masa liburan hanya dirumah. Ayah tau kamu tak mungkin mengeluh, tapi ayah tau apa yang kamu rasakan.. Ayah akan selalu menyayangimu nak..


batin Rahadi


* * *


"Ya ampun.. Vanyaaa.. kamu tu kalo pilih baju yang sesuai ukuran dong..! kaya gini juga ah..!"


dumel Laila yang kesulitan membantu Vanya menaikkan resleting gaun pilihannya..


"ihh.. biasanya juga ukurannya aku tuh ini Lailaa.. tapi kok pengap ya..?" jawabnya dengan nafas terengah merasa dadanya tertekan..


"ganti aja deh.. ini kalo di terusin bisa-bisa ni gaun cantik seketika jadi jelek tau gak..?" saran Laila yang sudah menyerah membantu Vanya..


"iya deh..!" jawabnya sedih..


"tapi ukuran ini kok bisa gak muat ya??" gumamnya yang didengar Laila..


"Nya.. selama liburan kamu ngapain aja sih..?" tanya Laila yang memperhatikan tubuh sahabatnya yang nampak sedikit melebar..


"pasti ngabisin waktu dengan nonton film sambil ngemil dan pesen setiap makanan yang muncul di beranda sosmed.. terus gak suka olahraga juga kan..??" imbuhnya..


Vanya mengangkat kedua alisnya dan berbalik menatap Laila yang berdiri di belakangnya..


"kok kamu tau sih apa yang aku lakuin..?? akhir-akhir ini kita kan jarang ketemu??"


Laila menggeleng dan menepuk keningnya..


Vanya terdiam dan mencoba mengingat-ingat.. dan ternyata yang dikatakan Laila memang benar. Bahkan dulu Vanya lebih dari ini..


Untung saja Laila mengjaknya membeli gaun.. dengan begitu secara tak sengaja Laila sudah mengingatkannya..


Dan sepertinya... hari-hari berikutnya akan jadi hari yang sulit untuk Vanya..


aku harus diet


batinnya


Sudah cukup lama mereka memilih gaun.. dan Laila baru melihat gaun yang menarik perhatiannya..


ia mendekat dan hendak mengambil gaun itu.. tapi seseorang pun menyentuh gaun yang sama..


merekapun bersitarap..


"Laila..?"


"tante..?"


ternyata Laila kembali di pertemukan dengan Salma.. seorang ibu cantik yang menyukainya, begitu juga dengan Laila..


"kamu apa kabar sayang..?" tanya Salma saat Laila menyalaminya dengan pelukan..


"baik tante..." jawabnya


"tante sendirian...?" tambahnya lagi


"tentu saja.. tante sudah gak punya anak gadis yang bisa di ajak ke butik seperti ini.." jawabnya dengan tersenyum..


Sekarang Salma sudah benar-benar ikhlas dengan kepergian Shofia. apalagi sekarang ada Laila yang selalu membuatnya nyaman saat bertemu..

__ADS_1


Obrolan pun berlanjut di cafe yang dulu mereka kunjungi saat bersama Nadia..


"tante gak nyangka kamu mau beli gaun itu sayang.. tadinya memang mau tante belikan buat kamu.."


Vanya tersedak saat mendengar Salma yang ingin memberikan Laila gaun sebagus itu..


"tante berniat mau beliin baju itu buat Laila begitu..?" tanyanya ingin diperjelas..


"tentu saja.. tapi sayang kali ini Laila ingin membelinya sendiri.. tapi tak apa.. tante mengerti.." jawabnya dengan tertawa renyah..


Vanya melongo mencoba mencerna kata-kata Salma..


Kali ini?? berarti??


ia melirik Laila meminta penjelasan apa yang sebenarnya ia tak tau..


Laila yang mengerti dengan ekspresi sahabatnya itu pun menceritakan awal pertemuan mereka dan gaunnya untuk acara lamaran Damar itu adalah dari Salma..


"Oh.. berarti tante punya selera yang bangus dong ya..." pujinya..


"aku kuliah designer lho tan.. nanti komenin karya aku ya..!" pinta Vanya yang di setujui oleh Salma dengan senang hati..


Mereka semakin dekat bahkan Laila tidak segan bersikap manja dengan Salma..


Laila serasa bersama ibunya sendiri..


Salma tertawa saat menyaksikan kekonyolan kedua gadis di hadapannya..


Sungguh Laila membawa warna baru dalam hidup Salma..


"nanti tante datang ya dipernikahan kak Damar.." bujuk Laila dengan menggandeng lengan Salma saat mereka berjalan keluar dari cafe..


"tante usahakan sayang.. nanti tante kabari kamu ya.."


Laila sudah mengantongi nomor ponsel Salma dan ia tersenyum.. Laila sangat bahagia jika Salma bisa datang..


tidd.. tiddd..


Mereka mengarahkan pandangan pada mobil yang membunyikan klaksonnya..


"itu jemputan tante sudah datang..! tante duluan ya.." kata Salma dan kemudian mereka berpeluk cium perpisahan...


Laila memperhatikan seseorang yang berada di kursi kemudi mobil Salma yang nampak samar..


Namun sepertinya Laila mengenal orang itu..


siapa ya?


gumamnya dalam hati..


Salma yang melihat orang yang menjemputnya itu adalah anaknya.. ia pun meminta anaknya turun untuk di perkenalkan pada Laila..


"Laila kenalin supir pribadi tante dulu ya..." Laila mengangguk dan tersenyum


"sini turun dulu nak ..!" serunya memanggil sang anak..


karena di panggil, ia pun turun..


Laila fokus menantikan penampakan supir Salma sejak awal ia menurunkan kaki kanannya dan keluar menampakkan senyuman yang sangat ia sukai..


Laila terkejut dan reflek menutup mulutnya yang menganga dengan telapak tangan..


"Zacky jadi supir...??" gumamnya lirih..



kalau supirnya kaya gini berasa pengen jalan-jalan terus dong..😄😄


__ADS_1


pacarnya jadi supir tetep sayang gak yaa..??😁


__ADS_2