Karena Kamu

Karena Kamu
ingin kabur


__ADS_3

🏘


Laila merebahkan tubuhnya di tempat tidur..


Wajah ayahnya berkelebatan mengganggu fikirannya..


Orang yang ia sayangi tiba-tiba saja kini tengah melawan maut..


Benar-benar membuat Laila syok menghadapi kenyataan ini..


Kenapa ayah menutupinya? kenapa ayah tak mau kita tau? apa ayah takut anakmu ini akan khawatir? ketahuilah ayah.. dengan rahasiamu ini membuat anakmu seperti tak berguna dan semakin takut setelah mengetahuinya...!! Aku takut terlambat menyelamatkan mu Ayah..!!


Fikiran Laila berkecamuk..


"Tuhan.. tolong sembuhkan ayahku..! seandainya aku tau sejak awal.. mungkin ayah tak akan separah ini..!" gumamnya seraya menutup mata..


tok tok tok


"masuk....!!" teriak Laila..


ia duduk bersila di atas kasurnya..


"hayy...!"


Vanya menyapa Laila dengan memperlihatkan kepalanya di balik pintu..


"Vanya..??"


Vanya mendekati Laila dan menghambur memeluk sahabatnya... rasa sesak kembali terasa di dadanya..


Tangisan Laila pun tak dapat dihindari..


"ayah.. Nya..!" disertai isak tangisnya dengan terus memeluk erat...


"sabar sayang.. aku udah tau semuanya..!"


dengan mengelus pelan punggung Laila yang masih bergetar dalam dekapannya..


Laila menegakkan dudukya dan Vanya menyeka air matanya..


"udah jangan nangis terus.. lebih baik kamu banyak berdoa ya..!"


Vanya terus menenangkan Laila yang masih kacau..


Sesaat hening saat Laila mencoba tenang..


"kamu tau aku dirumah..?" tanya Laila yang mulai mengendalikan dirinya..


"tadi aku ke rumah sakit.. ka Damar bilang kamu udah pulang.. jadi aku langsung kesini..!"


"bawa mobil aku..?"


"ya iya lah.. niatnya kan sekalian balikin mobil kamu..!"


Laila mengangguk dan masih membersihkan sisa air matanya..


"ehh.. ka Damar nyuruh aku nginep lho..!" tambah Vanya


"disini..?"


"kamu ini bodoh apa linglung sih..?? ya disini lah.. masa di rumah sakit..?"


jawab Vanya yang kemudian berdiri dan menuju kamar mandi..


"kalau ka Damar nyuruh kamu nginep berarti aku suruh dirumah ya Nya..??" teriak Laila agar Vanya yang berada di kamar mandi bisa mendengarnya..


"ya iya lah..!"


jawab Vanya yang sudah keluar dan duduk samping Laila..


"kamu tau gak waktu aku masuk kak Damar sama mbak Nadia lagi ngapain..??"


Apa kakak sedang berbuat yang macam-macam di rumah sakit..? disana kan sedang menemani ayah yang sakit? masa disitu juga?? fikirnya


"emang kakak sedang apa..??"


Laila penasaran


"mereka sedaaang.... suap-suapan..! aku kan jadi malu ngeliat mereka sedang berdua gitu..!" jawab Vanya biasa saja


"cuma itu..??" Laila mencoba memastikan..


"ya iya lah.. kamu fikir apa lagi? kalo kamu kepergok lagi mesra-mesraan sama pacar pasti kamu juga malu.. jadinya kan aku gak enak sama kak Damar..! soalnya aku liat buah yang mau mbak Nadia suapin tu salah jalan malah ke idung.. kaget dia liat aku dateng...!" dengan nada bersalahnya..

__ADS_1


Laila tertawa..dan menggeleng


ya ampuun..!!


"heh..kakak sendiri di ketawain.. tar kualat lho kamu..!"


Laila tertawa bukan karena buah yang salah jalan.. tapi fiikirannya yang salah menyangka kakaknya berbuat yang macam-macam di rumah sakit.


Ternyata kakak ku tak semesum Zacky..!


ahhh.. Zacky.. Laila tersenyum lagi..


ia jadi teringat beberapa jam yang lalu..


 


*flashback*


 


"kalau kamu mau pulang, kenapa nyuruh aku beli ginian disini sih..?" nadanya sedikit tinggi dan dia cemberut kesal


Laila menghentikan langkahnya dan menatap Zacky yang terlihat kesal..


"apa..??"


Zacky belum bisa mengartikan tatapan Laila..


"kamu nyesel aku suruh beli itu..?"


Laila menunjuk kantong plastik yang masih di tangan Zacky dengan dagunya..


"ya bukannya nyesel.. tau gitu kan nanti aja belinya sama kamu dan gak beli di situ juga..!" dengan menurunkan nada bicaranya


"kok mukanya keliatan menyesal banget..? lagian kan ini salah kamu..!"


Laila membuang muka dan pergi mendahului Zacky..


Sedikit berlari ia mengejar Laila dan saat di belokan arah keluar ia menabrak seseorang..


"ADUHH..!" teriaknya..


"maaf maaf..!"


"ehh.. mas ini lagi..! napa si mas kayanya masih penasaran sama saya..??" dengan percaya dirinya suara melengking itu kembali menjadi pusat perhatian


"ehh.. bukan begitu bu.. saya gak sengaja juga..!" dengan senyum terpaksa..


"untung ganteng.. kalo gak udah saya unyeng-unyeng kamu..!" katanya dengan melengos pergi..


"set dah.. untung kegantengan gue masih berlaku..!" gumamnya


Laila yang menyaksikan itu ingin tertawa.. namun ia tahan karena sedang marah pada Zacky..


Laila berbalik kembali melangkah meninggalkan Zacky..


dengan cepat Zacky menyusul Laila dan menggenggam tangannya.


"Laila.. tunggu dulu.. iya. iya.. sayang.. aku minta maaf ya.. jangan ngambek dong yank...!" wajah Zacky terlihat lemah melihat Laila yang terlihat marah padanya..


Laila kembali menghentikan langkahnya..


"gimana aku gak kesel.. cuma gitu aja kamunya semenyesal itu. kalo gak suka ya udah buang aja..!" kali ini nada bicara Laila yang meninggi..


Zacky yang melihat perubahan sikap Laila jadi bertanya-tanya..


"yank kamu kok jadi emosi gini sih.. kamu gak tau perjuangan aku buat dapetin ini tu malunya setengah mati tau gak...? salah satunya gara-gara ibu yang tadi juga..!" mulai frustasi


"bahkan demi ini mungkin sekarang aku masih jadi topik gibahan mereka tuh..!" tambahnya menunjuk arah mini market..


Mendengar penjelasan Zacky membuat Laila terdiam dan menghilangkan wajah marahnya..


Laila duduk di bangku tunggu depan rumah sakit. Dan Laila berfikir kenapa juga dia kesel banget sama Zacky padahal kalau dia jawab "ya udah gapapa kan udah dibeli!" mungkin gak harus berdebat dengan masalah sepele seperti itu..


"kenapa aku seemosi ini?" fikirnya


"yank.. aku minta maaf..!"


Zacky ikut duduk di sampingnya dan merayu laila yang masih diam tak menanggapinya..


"aku janji gak akan kaya gitu lagi.. aku gak akan bikin masalah seperti ini lagi yang bikin kita ribet ribut kaya gini..!"


dengan mengacungkan dua jarinya..

__ADS_1


"maaf yaaa...!"


tambahnya dengan nada memelas dan masih menggenggam tangannya..


Laila menghela nafas.. dan membalas genggaman Zacky


"udahlah.. lagian bukan sepenuhnya kesalahan kamu kok.. dan gak mungkin juga nyalahin keadaan seperti itu..! untung saja kita masih punya kesadaran.. kalau tidak aku juga gak tau bisa membentengi diri atau tidak..!"


Laila pun tertawa dan wajahnya bersemu..


Zacky menarik tangan Laila dan mengecup punggung tangannya..


"aku janji akan terus menjaga kesucian cinta kita sampai kita sudah sah nanti.. aku gak akan mengecewakan siapapun..!"


mendengar itu Laila jadi tersipu dan wajahnya semakin merona..


"apa kau yakin...??"


"tentu saja sangat yakin.. asalkan kau tidak menggodaku sebelum waktunya...!"


Laila menarik tangannya dan membuang muka..ia malu kalau Zacky melihat wajahnya yang makin memerah..


"tapi aku tidak yakin kau bisa kuat kalau aku tidak macam-macam..!"


Zacky malah tersenyum dan terus menggodanya..


"kau ini.. tentu saja aku tidak akan apa-apa walau kamu tak menggenggam tanganku sekalipun..!" elaknya..


"benarkaahh..!" godanya lagi..


"diam..!!"


"kata-katamu membuat perutku sakit..!" dengan memukul bahu Zacky sedikit keras..


"apa hubungannya..??" Zacky mengelus bahunya yang mendapat pukulan dengan tersenyum


"ah sudahlah.. perutku benar-benar sakit..!"


Laila memegangi perut dan wajahnya mulai menampakkan rasa tidak nyaman..


"aku antar ke toilet ya..!"


"gak usah.. kayanya aku dapet deh..!" dengan sedikit meringis menahan sakit di perutnya.


Zacky yang baru melihat Laila seperti itu pun jadi panik.. dan apa?? dapet?? dapet apa??


"yank.. maksud kamu dapet apa? periksain kedalem aja yuk..!" ajak Zacky kembali ke dalam rumah sakit..


Laila menarik balik tangan Zacky yang mencoba mengajaknya berdiri..


"maksud aku tu datang bulan Zackyy...!" wajahnya sedikit kesal karena Zacky tak mengerti yang ia maksud..


"Ooh.. pantes aja sekarang kamu emosian.. yang aku denger dari Fatan katanya kalau Vanya datang bulan bawaannya marah terus.. mungkin kamu juga sedang masa itu.. apa aku benar..??"


merasa pendapatnya benar..


"yaaa mungkin begitu.. dan sepertinya aku bocor Zack...!"


Laila mengigit bibir bawahnya..


"bocor gimana..??" tambah panik..


Laila hanya menunjuk kebawah mengisyaratkan terjadi kebocoran disana..


"lalu bagaimana..??"


bingung..


"belikan aku pembalut dan celana ganti yaa..?" Laila memasang wajah memelas dengan sedikit menampilkan raut sedih..


"Laila.. kau bercanda.."


Zacky senyum tertahan..


"apa dengan keadaan seperti ini kau masih bisa tanya aku bercanda..??"


Zacky meringis membayangkan apa yang akan terjadi padanya setelah ini..


"Apa aku harus jatuh di lubang yang sama..? tidak tidak..!!


Oh Tuhaan.. aku berharap hari ini cepat berakhir.. rasanya aku hampir gila...!" gumamnya masih dengan senyum tertahan


Siapa saja tolong aku..!

__ADS_1


bawa aku menghilang dari sini... rasanya aku ingin kabur saja..!!!


__ADS_2