Karena Kamu

Karena Kamu
kehadiran Bagas


__ADS_3

🏠


"mau kemana kamu pagi-pagi begini..??" tanya seorang pria paruh baya yang sedang duduk di meja makan..


"ada urusan..!" jawabnya singkat


"sarapan dulu nak... sejak papa mu datang kamu belum pernah makan bareng dengan papamu..!"


"Zacky buru-buru mah..!"


ia terus menghindar karena tak mau berurusan dengan papanya.. dan ia pergi menolak ajakan sang mama..


"kemana motor mu??"


pertanyaan itu menghentikan langkah Zacky..


" papa tak melihatnya di garasi.. apa kau menjualnya..?" tambahnya dengan nada santai..


Zacky berbalik dan maju beberapa langkah mendekati papanya..


"tentu saja motorku ada.. walau aku tak punya uang sekalipun.. aku tak akan menjual motor hasil usahaku sendiri.. sampai kapanpun..!"


dengan nada sombong dan dia kembali meninggalkan mereka dengan sedikit kesal..


"kita lihat saja.. sampai kapan anak itu bertahan tanpa uangku..!"


katanya pada sang istri yang terdiam merasa pusing melihat perdebatan papa dan anak yang tak kunjung mendapat perdamaian..


* * *


di tempat lain


Laila membuka gorden kamarnya lebar-lebar.. Cahaya matahari yang mulai meninggi menembus jendela kaca dan menyinari seluruh ruang kamarnya..


Vanya yang baru bangun mengerjapkan matanya karena silau..


"udah pagi ya La..?" tanyanya masih dengan setengah sadar..


"bukan.. ini tuh siang..!'' jawab Laila yang kini sudah di depan meja riasnya..


Saat Vanya mulai sadar.. ia menyipitkan matanya memperhatikan Laila.


"kamu kok udah rapih banget..?"


"kita kan mau kerumah sakit.. tadi kata kak Damar ayah sudah sadar dan menanyakanku terus..!" Laila masih fokus dengan krim pelembabnya..


"mau ke rumah sakit udah kaya mau kencan aja..!" ledek Vanya..


"haiishh..


kini laila memutar duduknya menghadap Vanya yang masih duduk di kasur masih lengkap dengan selimut Laila di kakinya..


"kau tau kan kemarin saat kita pulang kemping? aku sangat berantakan didepan ayah yang sempat sadar kemarin. Dan sekarang aku akan memperbaikinya.. aku akan jadi Laila yang cantik dan sangat feminim..!" dengan gaya bak putri dengan mengangkat sedikit dresnya sambil berputar..


"ya ya ya... aku lupa kalau kau itu sangat feminim..!" dengan nada malas..


"kau meledek ku heum..??" Laila berkacak pinggang


"tidaak...!!"


"kenapa wajahmu seperti itu..?"


"sudah ku bilang aku lupa kalau ini seorang gadis yang feminin lemah lembut dan manis sekalii...!" jawabnya dengan wajah sok imut dan kedua tangan dipipinya yang malah mendapat pelototan dari Laila..


"itu kau mengejekku...awas kau ya...!"


Laila mendekati Vanya dan menggelitikinya sampai Vanya tertawa terpingkal-pingkal dan meminta ampun..

__ADS_1


* * *


🏥


"bagaimana mungkin gadis feminim dan lemah lembut bisa sekuat itu.. kau lebih pantas disebut samsonwati..!"


Vanya terus saja menggerutu mengingat dirinya di kelitiki sampai badannya sakit semua karena menahan serangan Laila yang tak ada capeknya..


"haish.. berhentilah menggerutu seperti itu kalau tidak aku akan meminta suster memakaikan perban di mulutmu.. mau..??" ancam Laila yang sudah kesal mendengar dumelannya sejak mereka keluar dari rumah..


"iya iya..!" Vanya menyerah dan menggandeng lengan Laila.. dan laila jadi tersenyum melihat Vanya yang begitu patuh padanya..


tingg


Lift terbuka dan mereka segera menuju kamar Rahadi..


"ayaah...!"


Laila menghambur ke pelukan Rahadi yang sudah tersenyum menyambut kedatangannya..


"ayah.. kau jahat sekali.. kenapa ayah melakukan ini padaku dan kak Damar..??"


Laila terisak dalam pelukan ayahnya..


"ayah tak mau membuat kalian khawatir..!" jawabnya dengan membelai lembut rambut Laila..


"ayah.. maafkan aku..!


aku belum bisa menjadi anak yang baik untuk ayah.." pipinya kini telah basah.. air matanya terus mengalir dan Rahadi menyeka air mata Laila padahal hatinya pun sakit mengingat dirinya tak mungkin lebih lama lagi bersama Laila dan Damar..


"tidak nak.. kamu dan Damar sudah memberikan yang terbaik untuk ayah.. ayah menyayangi kalian.. dan ayah tak mau membebani fikiran kalian.."


"bagaimana mungkin seorang anak terbebani oleh ayahnya sendiri.. aku takut kehilanganmu ayah..!"


tangis Laila semakin menjadi jadi.. Rahadi tak mampu membendung air matanya..


Suasana haru menyelimuti ruangan Rahadi.. bahkan seseorang yang memperhatikan mereka pun ikut hanyut dalam keharuan..


aku tidak salah pilih


gumamnya dalam hati..


Sesaat pun hening..


"ekheemm...!"


orang itu berdehem memecah keheningan.. dan Laila baru menyadari ada orang lain di ruangan ayahnya..


Saat berbalik dia kaget melihat pria bertubuh tegap berpakain rapih dan terlihat berwibawa..


"eh.. Om.. ada disini..?"


Laila mendekat dan menyalaminya..


"pagi-pagi sekali dia sudah mengganggu ayah..!" jawab rahadi yang membuat orang itu tertawa


"Om merindukan ayahmu Laila.. dia itu pria kesepian jadi aku datang untuk menemaninya..!" jawabnya yang membuat Laila tersenyum menahan tawa..


"aku tak pernah kesepian.. lihatlah anak-anaku sangat menyayangiku..!" jawab Rahadi ketus..


"ha ha ha.. Laila carikan istri baru untuknya biar dia tidak emosian terus..!" godanya yang sedikit berbisik pada Laila namun sengaja ingin Rahadi mendengarnya..


"diam kau Tama..!" Rahadi melemparinya dengan bantal dan membuat Tama semakin terkekeh..


Laila hanya tertawa melihat tingkah dua orang tua di hadapannya..


"ahh sudahlah.. aku harus kembali keluar negeri.. aku harap kau tak merindukanku sobat.. semoga kau cepat sembuh!" Tama memeluk Rahadi sebelum ia beranjak pergi..

__ADS_1


"terima kasih Tama.." ucap Rahadi dan dibalas anggukan darinya..


"Laila.. Om tama sudah membantu Damar mencarikan donor jantung di beberapa negeri tetangga untuk ayah.. dia benar2 sahabat yang sangat baik..!"


cerita Rahadi sesaat setelah Laila mengantar Tama keluar..


"aku bisa melihatnya ayah.. dia sangat perhatian pada ayah.. sepertinya om tama juga orangnya menyenangkan..!" jawab Laila yang mengupas buah jeruk ditangannya..


"anaknya juga pasti sama baiknya seperti tama.. sepertinya kalian cocok..!"


Laila menghentikan kegiatan mengupas jeruknya dan mendongak menatap ayahnya..


"maksud ayah..??"


belum sempat rahadi menjawab, Vanya mengejutkan mereka dengan suaranya yang berisik..


"apa sih Nya berisik banget..??"


"itu tuh.. ada orang aneh jalannya gak pake mata..!" jawabnya dengan melempar satu kantong plastik berisi makanan ke atas sofa..


"siapa yang kau marahi itu..?" tanya Rahadi..


"aku gak tau Om.. wajahnya gak keliatan soalnya dia pakai kacamata lengkap dengan masker dan topi.. masa jalannya nabrak-nabrak aku sengaja gitu..!" ceritanya kesal ..


Rahadi tertawa..


"ha ha ha.. mungkin dia sedang cari perhatian padamu..!"


Laila tersenyum melihat ayahnya tertawa dengan tingkah Vanya yang kadang tidak biasa..


"sepertinya dia ingin mencari masalah denganku..! kalau aku bertemu lagi dengannya.. akan ku jitak kepalanya sampai benjol..." Vanya masih terlihat kesal dan sepertinya dia sangat gemas..


"sudahlah.. mungkin hanya kebetulan saja..! kau terlalu melebihkan..!"


Laila mencoba menenangkannya..


"apa kau bilang..?? tadi aku malu sekali.. banyak orang disana dan mereka melihatku....!" dan Laila malah menanggapinya dengan tertawa..


tok tok tok


Suara ketukan di pintu membuat semua mata yang ada di dalam mengarah pintu masuk..


"masuklah..!"


balas Laila masih di duduk di kursi samping ayahnya karena ia tak bangun untuk membukakan pintu..


Sesaat kemudian pintu terbuka dan ternyata sesosok seorang pria dengan topi dan berkaca mata hitam yang lengkap dengan masker yang Vanya ceritakan tadi masuk ke ruangan Rahadi..


Vanya berdiri dan menunjuk ke arahnya..


"hey.. kau... apa yang kau lakukan disini..?? siapa kau..??"


Vanya mendekatinya dan membuka paksa topi nya..


ia berhasil menghindar dan menahan tangan Vanya dan berhasil membuat Vanya meringis..


Melihat itu membuat Laila khawatir orang ini akan berbuat tidak menyenangkan dan mengancam keselamatan mereka..


Laila berdiri dan medekatinya..


"lepaskan dia atau___"


Laila bersiap mengahajar namun orang itu langsung melepaskan tangan Vanya dan membuka topi dan maskerny membuat mereka menganga melihatnya...


"TABUNG GAS...??"


teriak mereka bersamaan..

__ADS_1


"haayyy.... hehehe...!!!"


__ADS_2