Karena Kamu

Karena Kamu
tepok jidat


__ADS_3

"Laila... liat deeh...!" Vanya menyodorkan ponselnya arah Laila...


"Oh.. aku udah tau...!" Laila meliriknya sebentar..


"tau dari mana...?"


kini Laila yang menyodorkan ponselnya..


dan..


Oh..Zacky! gumamnya..


ternyata Zacky sudah lebih dulu mengirim beberapa foto lokasi di perkemahan pada Laila. Disana terdapat beberapa fasilitas seperti lapangan utama, aula serbaguna, cafetaria dan juga ada danau..


"tuuuh... ada danau juga... pengen cepet kesanaa....!" rengek Vanya yang tak di tanggapi oleh Laila karena fokus dengan poselnya..


Zacky menagih janji Laila untuk mengirimkan foto-fotonya disana..


Laila pun mengirimkan foto saat prosesi lamaran..


Nadia terlihat anggun dengan baju berwarna senada dengan Damar..


Moment saat Damar memakaikan cincin di jari Nadia.. dan saat Damar mengecup kening calon kakak iparnya..


Zacky mengerutkan kening saat melihat foto kiriman Laila..


Ia pun gemas dan langsung melakukan panggialan..


"Laila... apa kau menyuruhku memandangi wajah Damar yang bahagia.. hah..?" tanyanya disana


"maksud kamu..?"


"Lailaaaa... ya masa kamu kirim foto Damar semua..?" nadanya mulai tak bersahabat..


"kan kamu yang minta.. gimana sih...?!" Laila bingung...


"emangnya kamu gak berfoto gitu? selfie-selfie kaya Vanya..?"


Laila jadi tertawa.. pasalnya dia bukan tipe gadis yang suka berselfie.. bahkan foto profil di medsosnya pun hanya gambar iris biru..


"qo ketawa..??"


Laila mematikan sambungan telfonnya dan mengirimkan beberapa foto salah satunya saat ia mengapit lengan Damar dan Nadia..


Foto yang diambil fullbody membuat Laila terlihat dari atas sampai bawah..


Cantik sekali...


Zacky tersenyum memandangi wajah Laila yang berada di tengah..


Dan pandangannya bergerak beralih pada baju Laila..


Zacky memicingkan matanya.. merasa tidak asing dengan baju yang dikenakan Laila saat itu..


Tapi kemudian tak mau ambil pusing karena bajunya tak begitu mirip dengan yang pernah ia lihat sebelumnya..


* * *


Laila melangkah menuju dapur dimana Nadia berada..


"pagi mbak..!" Laila mengejutkan Nadia..


Dari aromanya Nadia bisa menebak kalau Laila sudah mandi..


"pagi Laila.. kamu gak kaget dengan air disini..?" tanyanya dengan tangan mengaduk teh hangat di meja dapur..


"nggak mbak.. aku suka..!" jawabnya membuat Nadia jadi tersenyum..


tiba-tiba Vanya datang dengan handuk menutupi kepalanya dan ia duduk di kursi meja makan dengan memeluk lutut yang ia lipat... ternyata Vanya menggigil..


Laila dan Nadia jadi tertawa melihatnya.. terlebih lagi Bagas yang baru datang dibuat ngakak olehnya..


"payah banget si kak.. dingin segitu doang udah kaya lagi di kutub aja..hahaha.!" godanya..


"berisik lo..!" dengan tangan mengepal siap tonjok..


"ehh... sudah-sudah.. yuk sarapan..!" Nadia mengalihkan perhatian mereka.. kalau dibiarkan bisa sampai tengah hari kelarnya..


"ibu kemana mbak..?" tanya Laila di sela sarapannya..


"pagi2 ibu udah berangkat ke kebun teh..!"


"aku mau kesana mbak.. anterin aku ya..!" pinta Laila..


"sama Bagas aja ya.. mbak kan harus kepasar buat masak makan siang nanti..!"

__ADS_1


Laila belum menjawab tapi Bagas sudah nyerobot duluan..


"aku siap kak.. kemanapun kakak cantik mau pergi aku siap antar.." dengan menepuk dadanya sendiri..


"minta anter ke langit ke 7 mau..??" ledek Vanya..


"dihh.. ka Vanya mah ngaco.. otaknya geser kali ya?" Bagas menarik mundur wajahnya dengan telunjuk didahi..


"apa lo bilang?? maksud gue kan bercanda beg***...!!" dengan mengapit leher Bagas di ketiaknya dan keributan pun kembali terjadi..


Laila dan Nadia saling melirik dan sama-sama menaikkan telapak tangan mereka.. tepok jidat deh..!


plaakkkk....!!!


* * *


"masih jauh gak siiih...!" keluh Vanya dengan napas terpotong-potong..


"yaelaah.. cemen amat sih.. bentar lagi tuh dah keliatan..!" Bagas menunjuk arah yang masih lumayan jauh menurut Vanya..


"au ahh... aku cape..!! kalian terusin aja tar nyusul deh...!" katanya dengan duduk di sebuah batu besar yang ada di pertengahan kebun teh..


"gapapa disini sendirian..? aku takut nanti kamu ilang lagi..!" Laila khawatir..


"tenang aja.. kan ada ini..!" dengan mengacungkan ponselnya..


"ya udah deh...!"


Laila dan Bagas melanjutkan perjalanan menuju tempat bu Farida memetik teh..


Bagas dan Laila berbincang sepanjang jalan setapak di tengah hamparan perkebunan..


"kenapa gak kuliah..?" Laila menoleh Bagas yang ada di belakangnya..


"gak ah.. aku mau kerja aja.. kuliahkan biayanya gak sedikit kak..." jawabnya


"bukannya kak Damar udah nawarin kamu ya??"


"iya.. tapi kan waktu itu kak Damar sama kak Nadia masih belum jelas hubungannya.. lagian aku gak mau hutang budi sama orang..!" jawabnya dengan terus melangkah mengikuti Laila yang ada di depannya..


"ya kan sekarang kamu bakal jadi adiknya kak Damar juga.. kamu kan pinter.. sayang dong kalo gak dilanjutin.. iya nggak..?" Laila kembali menoleh ke belakang tapi ternyata Bagas tak ada..


Laila memutar-mutar tubuhnya mencari keberadaan Bagas yang menghilang begitu saja..


tak ada tanda-tanda keberadaan Bagas dan Laila mulai panik.....


"HHUWAAAAAAAA....!"


Laila menjerit sampai jatuh terduduk karena kaget...


Tanah yang lembab membuatnya menempel di celana Laila...


"Bagass... awas kamu ya..!"


"ha ha ha ha haaaaa...!"


Laila bangun dan mengejar Bagas yang sudah lari duluan..


"BERHENTIII....!" teriaknya


* *


"eehh.. ada apa ini..?" tanya Farida saat mereka sampai dengan berlarian..


"Bagas tu buu...!"


Laila mencoba mencakar Bagas yang bersembunyi di balik punggung ibunya dan masih tertawa..


"dasar anak nakal.. kamu apakan kakakmu sampai celananya kotor gitu...?" tanya Farida yang melihat celana Laila belepotan..


Bagas masih tertawa dan tak menjawab Farida.. Laila manyun dan membuang muka dengan tangan di dada..


"sudah-sudah.. mau apa kalian kesini..?" tanya Farida lagi..


Laila berubah jadi bersemangat..


"aku pengen bantuin ibu.. boleh ya..?" pinta Laila..


Farida menolak karena tak mau merepotkan Laila. lebih tepatnya si ibu yang bakal repot kalo di bantuin..


Tapi laila terus memaksanya sampai akhirnya Farida mengijinkannya..


"ini namanya apa bu..?" tanya Laila pada gunting besar dan terdapat kotak kecil diatasnya


"ini namanya gunting petik.."

__ADS_1


"bukannya metik daun teh itu pake tangan kosong ya bu..?"


"iya.. dulu sih begitu.. ada juga alat pemetiknya namanya etem..!"


"kaya gimana bu..?" Laila penasaran..


"aehh.. sekarang sih udah gak ada yang pake itu lagi.. soalnya lama nak..!" Laila mengOh! dan perhatiannya berpindah pada keranjang di punggung Farida yang terbuat dari anyaman bambu..


"ibu aku cobain pake ini ya..!" Farida membantu Laila memakaikan ambul di punggungnya..


Farida menjelaskan tempat menampung hasil petikan yang bernama ambul ini bisa memuat sampai 10kg.. tapi biasanya hanya di isi sekitar 8kg untuk menjaga agar tehnya tidak rusak..


(secuil info.. lumayan!)


Laila mencoba mempraktekkan yang Farida ajarkan.. ia pun memakai topi yang terbuat dari anyaman bambu juga dan sarung tangan milik Farida..


Kini Laila seperti pemetik yang lainnya..


Bagas tak mau melewatkan moment ini dengan mengabadikan gambar Laila di ponselnya..


Vanya datang dengan sedikit berlari dan minta mengenakan atribut pemetik teh seperti yang Laila pakai..


Laila pun memberikannya dan benar saja seperti dugaannya..


Vanya bergaya bak model yang sedang panen daun teh..


Bagas yang awalnya ogah-ogahan akhirnya nurutin kemauan Vanya karena ia ektra dipaksa..


Laila jadi tertawa melihat keterpaksaan sang fotografer..


Dan Farida hanya geleng kepala ternyata anak-anak datang hanya untuk mengganggunya...


(tepok jidat gak yahh??)


* * *


"gara-gara kak Vanya siih...!" gerutu Bagas..


"qo.. gue...?? lo nya aja yang gak bisa diajak kerjasama..!" balas Vanya..


"haaisshh... sampe kapan sih ribut mulu deh ah..!" Laila sudah pusing sedari tadi mereka adu mulut sampai Farida menyuruh mereka pulang..


Setelah di tepi jalan mereka beristirahat di bebatuan besar bawah pohon nangka...


Bagas pergi membeli minuman di warung tempat para pekerja istirahat di seberang jalan dan Vanya mengikutinya..


Mata Laila masih menjelajahi hamparan perkebunan yang menyejukkan fikirannya. hingga ia tak menyadari Bagas sudah ada di belakangnya dengan menjepit seekor cacing besar untuk menakutinya..


Bagas mengendap-endap mencoba mengejutkan Laila..


Dalam bayangannya Laila akan menjerit-jerit ketakutan...


Tiba-tiba...


"ADUHH....!! ampun ampun ampun..!"


Bagas meringis merasakan tangannya di pelintir seseorang..


Laila berbalik mendengar ringisan Bagas..


"eehhh... stop..!"


Laila menghentikan saat orang itu hampir menojok Bagas..


"ada apa ini..?" tanya Laila pada Bagas yang masih meringis kesakitan..


"dia mau ngapa-ngapain kamu Laila..!" orang itu menujuk Bagas..


"nggak qo.. tadi cuma mau ngerjain dikit doang.. tapi malah mau di hajar..!" rengek Bagas..


"Zacky.. ini Bagas calon adek aku..!" Laila menjelaskan..


Zacky hanya berkacak pinggang dan menaikkan sebelah alisnya menatap Bagas yang terlihat ketakutan..


"bagaimana kamu bisa tau aku ada disini..?" sambungnya..


"tuhh...!" jawab Zacky menunjuk arah warung dengan dagunya..


terlihat disana Vanya sedang berselfie ria bersama kekasihnya...


Hadeuuuuuhhhh....!!!


*gak pake tepok jidat..


tar netizen marah jidatnya bengkak*...!!

__ADS_1


__ADS_2