
"bang.. bang.. tolongin gue bang..!" seorang remaja menghadang pria bermotor yang sedang melintas di depannya..
Orang itu nampak penuh tanya melihat remaja itu panik dengan nafas senin kamis..
"apaan..?"
"tolong bang.." ia mencoba mengatur nafas
"itu.. itu di sana ada cewek lagi di begal bang..!" jawabnya dengan menunjuk arah belakang..
"orang pacaran kali..!" timpalnya tak menanggapi serius ucapan remaja itu..
"bukan bang..!" remaja itu nampak frustasi
"sebenernya yang tadi di begal itu gue bang.. tapi tu cewek nolongin gue..!" lanjutnya..
"lo kenal gak sama tu cewek..?" tanyanya asal-asalan..
"ya nggak lah bang.. tapi keliatannya sih kayaknya tu cewek cantik bang.. pake mobil warna merah..!"
Orang itu menajamkan tatapannya mendengar penjelasan remaja itu..
"apa cewek itu berantem sama begalnya...?" tanyanya mulai penasaran..
"gue gak tau bang.. kan gue lari.." jawabnya polos..
"udah tau tu cewek dalam bahaya.. napa lo lari..?" bentaknya..
"ya gue takut lah bang.. makanya gue cari bantuan..!" jawabnya sedikit merungkut takut dengan orang di hadapannya..
Pria itu sedikit berfikir dan mulai mengkhawatirkan sesuatu..
"ya udah cepet bawa gue kesana..!" perintahnya..
"iya. iya.. ayo bang..!"
remaja itu membawanya ke lokasi kejadian..
dari kejauhan mobil berwarna merah milik Laila sudah mulai nampak..
Mereka mempercepat laju motornya mendekati mobil itu..
Mereka turun dan mendekat ke mobil dan mengecek keadaan disana..
Ternyata tak ada seorang pun yang mereka temukan..
Pria itu membuka pintu mobil yang tak terkunci.. ia mengambil ponsel dan dompet yang tergeletak di kursi samping kemudi..
Seperti dugaannya, itu adalah milik kekasihnya..
"LAILA..!" pekiknya saat ia meyakini wanita yang remaja itu maksud..
"abang kenal..?" tanyanya santai dengan bersandar di mobil Laila..
"dia cewek gue..!" gumamnya lirih karena fikirannya mulai bercampur aduk dengan segala kekhawatirannya..
"emang abang yakin tu cweknya??"
"lo gak liat ni muka gue..?" bentaknya dengan menunjukkan wallpaper ponsel Laila dengan foto dirinya..
"oh.. iya..! ya maap bang.." jawabnya cengengesan..
Zacky celingukan memperhatikan tempat itu dan tidak ada tanda-tanda keberadaan Laila..
Tiba-tiba sebuah mobil melintas melewati mereka dengan cepat..
"lah.. kayaknya tu cewek di bawa mobil itu deh bang..!" kata remaja itu menunjuk mobil beni yang membawa Laila..
ia sempat melihat dan mengenali dua orang yang mengapit wanita dalam mobil itu yang baru saja melintasinya..
ya.. dua orang yang membegalnya tadi..
"sial..!"
Zacky bergegas menaiki motornya..
"gue gimana ini bang..?" tanya remaja itu kebingungan harus berbuat apa jika dirinya di tinggalkan sendirian disana..
"gue mau ngejar.. lo telfon polisi..!" pesannya yang kemudian pergi meninggalkannya seorang diri..
Remaja itu menarik ponsel dari saku celananya dan celingukan dengan menggaruk kepalanya..
Suasana disana yang sepi membuat pemuda itu bergidik ngeri..
* * *
Zacky terus mengikuti kemana mobil yang membawa kekasihnya itu pergi..
ia sangat mengkhawatirkan Laila tapi juga tak mau gegabah demi keselamatan orang yang ia cintai..
Cukup jauh mobil jenis jeep itu membawa Laila pergi hingga berhenti di depan sebuah gudang.
tapi Zacky kehilangan jejak saat ia dihadapkan dengan pertigaan jalan yang membuatnya mengumpat sendiri..
__ADS_1
"sial..sial..sial..!" dengan menepuk-nepuk stang sepeda motornya..
Di tempat itu Laila yang tak sadarkan diri didudukkan di sebuah kursi dengan tangan dan kaki terikat. Menyadari tawanannya ini adalah gadis yang kuat, dengan itu ia mengikatnya dengan sangat kencang..
Laila mengerjapkan matanya mulai tersadar dan meringis merasa sakit di sekujur tubuhnya..
dimana ini? gumamnya
"heyy.. sudah bangun rupanya..?"
Beni menarik rambut belakang Laila hingga membuatnya mendongak..
"lepasin gue..!" bentaknya yang membuat beni tertawa..
"oww.. galak bangat sih..!" Beni tertawa kecil..
"apa mau lo..??" tanya Laila lirih..
"ck.. ck.. ck.. udah kaya gini aja masih sombong..!" katanya dengan menggeleng..
"lo punya utang sama gue.. karena lo udah rusak hidup gue.. sekarang lo harus bayar semuanya..!'' Beni berteriak dengan menghempaskan cengkrama di rambut Laila dengan kasar..
"gue gak pernah ngancurin hidup siapa pun..!" bantah Laila..
"apa lo bilang..? gak pernah..?" beni mencengkram rahang Laila dengan satu tangannya..
"cuihh.." ia meludah ke samping..
" gue masuk penjara, keluarga gue gak ada yang peduli sama gue. dan temen-temen gue pergi karena jijik dengan ucapan yang lo bilang kalo gue ini banci...! hidup gue rusak gara-gara lo..!" ucapnya dengan nada tinggi..
Laila tersenyum sinis dalam cengkraman tangan Beni..
"lo emang pantes di sebut banci..!"
"cewek sialan..!"
plaakkk..
sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus Laila hingga berbekas..
Namun Laila malah tertawa dan semakin membuat Beni geram..
ia kembali menjambak rambut Laila, dan menatap gadis cantik dihadapannya..
"lo harus tau.. gue memang sengaja mengalah sama lo.. biar lo simpatik sama gue..!" dengan nada rendah
"tapi apa..?? lo bales gue dengan penghinaan..!" lanjutnya kembali bernada tinggi dan menghempaskan kepala Laila lagi..
"gue sakit hati.. gue suka sama lo tapi lo selalu nganggep gue sebagai musuh lo, Leyy..!"
"apa .. suka lo bilang..??
cihh.. lo selalu bikin masalah sama gue.. itu bukan rasa suka.. tapi lo iri sama gue..!"
"hahaha... ' beni tertawa mendengarnya.. ia memang ingin menghancurkan Aleyy sebagai lawannya.. tapi pada dasarnya ia tak berbohong jika ia pernah menyukai Aleyy..
"gue udah cape ngejar lo yang lebih memilih sama si Fikri sialan itu... dan suka gue berubah jadi dendam sama lo..!"
"dan ini kesempatan buat gue..kali ini gue bakal tuntasin dendam yang sudah lama terpendam... hahaha...!"
Beni menarik Laila bangun dan menyeretnya kesebuah ruangan kecil di sudut gudang..
"lepasin..!" pinta Laila yang tak digubris olehnya
Beni mendorong Laila hingga tersungkur ke atas lantai...
Beni tertawa lepas dan menutup pintu dengan kakinya.. Bahkan wajah Beni lima kali lipat lebih menyeramkan dari sebelumnya..
Laila beringsut mundur namun ia tersudut membentur dinding.. ia semakin gemetar saat Beni mendekat dan berjongkok di depannya...
"mau apa lo..?" teriak Laila mulai ketakutan..
"sshttt.. sshtttttt.. jangan berteriak Aleyy sayang..!" katanya dengan menyibakka rambut yang menutupi wajah Laila..
Laila hanya membuang muka karena ia tak bisa menepis dengan tangan terikat dibelakang.. dalam hatinya ia terus merapalkan minta pertolongan pada Yang Kuasa
"jangan takut.. anggap saja ini sebagai tebusan kesalahan lo sama gue.. oke..?"
Beni membuka bajunya dan ingin mencium Laila..
"PERGI..!" Laila mendorongnya dengan kaki hingga Beni terjatuh dan membuatnya semakin bernafsu dengan melancarkan aksi pemaksaan terhadap Laila yang meronta berusaha melepaskan diri..
"TOLOOONGG...!!"
"hahahahaaa.. berteriaklah.. tak akan ada yang mendengar.. hahaha...!"
Laila terus meronta melakukan perlawanan.. dengan keadaannya yang lemah ia tak mau menyerah begitu saja.
tiba-tiba..
BRAAAKKKK...
Zacky mendobrak pintu gudang dan mengejutkan semua yang ada didalamnya..
__ADS_1
Kedatangan Zacky langsung di sambut serbuan dari anak buah Beni yang bertubi-tubi..
Mendengar keributan itu Beni melepaskan cengraman di tubuh Laila dan beranjak keluar untuk melihat situasi dalam gudang yang sudah kacau balau dan anak buahnya yang sudah terkapar..
"pahlawan kesiangan rupanya..!"
Zacky berbalik mengarah sumber suara..
"dimana Laila..??" teriaknya..
Beni tertawa sinis..
"Laila? siapa Laila? yang ada sama gue cuma Aleyy.. hahahaha...!" ia tertawa padahal tak ada yang lucu disana..
"dimana dia..??" teriak Zacky lagi tak sabaran...
"dia lagi bersenang senang sama gue..!"
"kurang ajar..!"
Zacky menyerang dan Beni pun melawan..
Perkelahian yang sangat menguras tenaga karena Beni menggunakan senjata tajam dalam perkelahiannya..
Ujung mata pisaunya menggores lengan Zacky dan membuat luka berdarah dikulitnya.
Dengan sigap ia memelintir tangan Beni menendang kaki belakangnya hingga ia jatuh berlutut...
Zacky memberinya pukulan keras dengan sikut pada tengkuk dan berhasil melumpuhkannya..
Beni tersungkur dan jatuh pingsan..
Zacky melepaskan tangan Beni dan beranjak mencari keberadaan kekasihnya..
"LAILA...!" teriaknya menggema di dalam gudang..
Laila yang sedang menangis tertunduk pun mendongak mendengar suara yang memanggilnya..
zacky..??
gumamnya..
"ZACKYYY....!" Laila balas teriak agar dia tau keberadaannya..
Zacky yang mendengar mencari arah suara..
"ZACKY AKU DISINIII..." teriaknya lagi..
Zacky menemukan sebuah ruangan yang ia yakini ada Laila disana.. namun terkunci..
ia pun membuka pintu dengan paksaan..
Gubraakkk
ia mendapati kekasihnya dengan wajah sembab dan penuh luka lebam..
"sayang..!"
Zacky berlari mendekat dan memeluk tubuh kekasihnya yang lemah..
Laila menangis tersedu-sedu dalam dekapan Zacky...
"kamu gapapa kan..?" tanya Zacky dengan menangkap wajah Laila dengan kedua tangannya..
Laila menggeleng dalam tangisnya..
"jangan takut.. ada aku disini..!"
Zacky mencium lembut kening Laila dan melepaskan ikatan yang membuat tangan Laila lecet dan memerah..
ia membuka jaket dan dipakaikan pada Laila untuk menutupi bajunya yang koyak..
Laila melihat lengan Zacky yang berdarah cukup banyak..
"Zacky kamu___"
"gapapa.. luka kecil.. ayo kita pulang..!"
Laila mengangguk dan mencoba berdiri.. tapi ia lemas seperti tak bertenaga..
Zacky pun membopongnya keluar dengan tersenyum..
Laila melingkarkan tangannya di leher Zacky dan menyandarkan kepala di bahunya...
Laila tersenyum bahagia karena pangerannya datang tepat pada waktunya..
Saat sudah berada di depan pintu mereka terkejut melihat banyak polisi yang siap melakukan penyergapan..
Zacky menunduk menatap Laila dan Laila pun mendongak menatapnya..
Mereka pun saling pandang.. hati mereka berucap bersamaan..
"TELAT..!!"
__ADS_1