
🕖
"kapan Amel dipindahkan ke kantor papa? bukannya kamu sudah punya sekertaris baru..!" ucap Arya disela sarapannya..
"nanti pah.. aku masih butuh dia..! lagian kan masih ada Ami.." jawab Zacky yang masih melakukan hal yang sama seperti papanya..
"Ami itu terlalu sibuk jika harus merangkap sebagai sekertaris juga.. dan papa mau kamu segera mengambil alih perusahaan secepatnya..!" pinta Arya menunjuk putranya dengan sendok ditangannya..
"aku belum siap pah.. mengurus kantor cabang saja aku belum mampu..!" ucapnya beralasan..
"bukan belum mampu.. hanya saja kamu belum sepenuh hati mengurus perusahaan papa..!" sindirnya yang membuat Zacky memutar bola matanya
"sekarang papa mudah lelah, urusan kerjaan lebih banyak Ami yang pegang.. mungkin dia tak akan punya waktu untuknya sendiri kalau kamu gak mau ngurus perusahaan papa..!"
"perhatian sekali..!" sindir Zacky yang mendapat remasan tisu dari sang papa..
"apa maksud kamu bicara seperti itu..? semuanya sudah berbeda.. jangan di ungkit lagi..!" omelnya yang dibalas cebikan bibir dari putranya..
"ngomongin apa sih.. kayanya serius banget..?" tanya Salma yang datang dengan membawa buah-buahan yang ia letakkan ditengah meja makan..
"papa ingin segera pensiun mah..!"
"tapi tadi____"
pelototan dari papanya membuat Zacky tutup mulut...
"putra mama itu belum sepenuh hati ngurusin perusahaan..!" ucap Arya lagi tak sepenuhnya berbohong..
"aku kurang sepenuh hati gimana coba mah??" Zacky mencoba meminta dukungan sang mama
"sekarang aku jarang ke bengkel karena terlalu sibuk urusan kantor, gak main, gak pacaran.. ngenes banget kan mah..?"
"uuhh.. kasian sekali anak mama..!" ucap Salma bergaya sedih yang dibuat-buat dengan menyentuh pipi Zacky yang sedang bersedih manja..
"kalian memang partner yang cocok..!" sindir papanya lagi yang membuat mama dan anak itu bertos ria..
"selamat pagi semuanya..!"
Arya dan Salma menoleh bersamaan ke arah suara.. tapi tidak dengan Zacky..
"ehh.. gadis tante kok baru kesini lagi..?" sapa Salma yang memang sudah sangat mengenalnya..
"aku sibuk terus tante..!" jawabnya dengan mengecup tangan Salma dan Arya bergantian..
"udah sarapan belum? tante bikinin ya..?"
"gak usah tante, aku udah sarapan..!"
"makan apaan lo..?" tanya Zacky tanpa berpaling dari makanannya..
"aku udah makan bubur ayam di perempatan sana kak...!"
"ya udah tante bikinin susu aja ya..!"
"gak usah tante..!" tolaknya lagi tapi Salma sudah beranjak kedapur
"kamu terlihat kurus sekali.. apa bos mu itu menyuruhmu kerja terlalu keras jo..?" ucap Arya melirik putranya yang nampak ingin protes lagi..
"dia bandel pah...!"
"aku gapapa om.. aku kan rajin olahraga..!" ucapnya dengan cengengesan..
"kamu kesini pasti bawa sepeda kan..?" tebak Arya yang diangguki gadis itu..
"nanti om belikan motor buat kamu.. biar lebih sering main kesini.. tante mu seneng banget kalo ada kamu..!"
"jangan om.. aku lebih suka naik sepeda aja.. beneran gak usah..!"
ini alasan ia jarang berkunjung ke rumah Zacky.. dia selalu saja merasa merepotkan keluarga itu..
Mereka sangat perhatian dan begitu menyayanginya sejak tau pahitnya kehidupan gadis yang akrab disapa jojo itu..
Tentunya karena memang Salma sangat menyukai anak gadis.. terlebih lagi jika gadis itu anak baik, sopan dan menyenangkan..
Yaah.. begitulah Salma..
Jika hatinya sudah tersentuh, pasti langsung sayang seperti pada Laila saat itu..
Zora tau kasih sayang keluarga Zacky sangat tulus padanya, tapi justru itu yang membuat ia sungkan..
Jika bukan karena Zacky yang memintanya datang, mungkin ia tak akan ada disana sekarang..
..
"sini...!"
Zacky mengulurkan tangan tanda meminta pada Zora yang baru saja menduduki sofa diruang tengah disamping Zacky..
"napa gak ke bengkel aja sih kak.. biasanya kalo akhir pekan kakak ke bengkel..!" ucapnya dengan menyerahkan catatan laporan bengkel milik Zacky..
"gak bisa jo.. hari ini gue ada urusan penting..!" jawabnya dengan membuka buku besar ditangannya..
"mau kemana..?"
"gue mau____"
"jo... ini susu sama kue buatan tante.. di makan ya..!" kedatangan Salma membuat Zacky menggatungkan ucapannya..
"makasih tante.. jangan repot-repot.. keluarin aja semua yang ada hehehe....!" candanya yang mendapat timpukan pelan di keningnya..
"sableng lo..!"
Zora pun mengerucutkan bibirnya..
"nanti tante mau bikin lagi.. kamu bantuin ya biar belajar sekalian..!" ucapnya lagi yang mengingikan gadis itu lebih lama disana
"wokee.. tante..!" acungan jempol untuk Salma..
__ADS_1
"tadi kakak bilang mau kemana..?" tanyanya mengulang percakapan mereka sebelumnya setelah Salma pergi..
"gue mau___"
ucapannya terhenti lagi saat ia melihat nomor plat motor yang ada dalam catatannya..
"ehh.. lo tau gak siapa yang bawa motor ini?" tanyanya menunjuk bagian yang ia maksud..
"siapa ya..? mana inget kak.. emangnya aku hapal semua apa? kan banyak banget...!"
Zacky berdecak dengan mengacak kepalanya.. ia penasaran, seingatnya nomor plat itu milik motor Laila..
"inget inget deh.. warnanya biru hitam dan cewek cantik mungkin..?" tanyanya memancing ingatan Zora..
Dan beberapa saat kemudian mulai mengingatnya..
"Oh iya.. kalo gak salah sih ya bener..!" jawabnya sok iye..
"sableng emang.. ya iya lah.. kalo gak salah ya bener..!"
Zora pun cengengesan..
"aku lupa kak.. pernah sih ada cewek cantik bawa motor biru hitam.. tapi aku gak inget nomornya kak..!" jawabnya menyerah benar2 tak mengingatnya..
Tapi Zacky nampak tersenyum sendiri yang membuat Zora kebingungan..
"lo mau taukan hari ini gue mau kemana..?"
Zora pun mengangguk..
"gue mau ketemu sama dia...!"
"massa..??"
ia tak percaya begitu saja..
"gak percaya ya udah.. !" jawabnya tak peduli
"ehh.. kalo lo mau bawa motor, pake motor gue aja.. kasian tuh nganggur terus..!" imbuhnya menunjuk arah garasi
"kakak ngeledek aku ya..?" Zora memicingkan matanya menatap tak suka pada Zacky..
"kakak pengeng aku ketiban tu motor apa..?"
Zacky tertawa.. sebenarnya ia tak bermaksud seperti itu..
"sory gue lupa.. lo kan kuntet gak kaya cewek gue..!"
"hah..??"
Zacky kembali tertawa dan beranjak pergi...
* * *
"terus aku gimana dong kak...!?"
ucap pemuda yang tengah tertelungkup lesu di atas kasur Laila meratapi kegalauannya..
"ya kamunya mau milih siapa..?? pilih Lisa atau Fina..?"
ucap Laila mulai kesal mendengarkan keluhan Bagas tentang dua gadis itu..
"aku gak suka semuanya kak..!" jawabnya mendongak kemudian terkulai lagi..
"gak suka kok dideketin..?"
"mereka yang deketin aku kok..!" Bagas merubah posisinya menjadi duduk..
"aku pusing kak, setiap hari mereka berantem terus..! aku pengen pindah kampus aja deh.." keluhnya frustasi..
"jadi cowok tu harus tegas.. jangan cuma ngebaperin doang..! dianya udah baper, kamunya ngilang.."
"nyesek ya kak..?"
"tuh tau..!"
"tapi gimana ya.. emang dasarnya aku ini cowok baik kak.. niatnya bersikap sopan merekanya baper sendiri..!"
Laila memutar kembali tubuhnya dengan malas mendengar adiknya yang membanggakan diri..
"lagian belum lama kuliah udah banyak fansnya aja.. dikampus tuh belajar apa tebar pesona sih?"
"fifty-fifety kayakkya.."
"cihh.. dasar...!"
"aku tuh kalo diibaratkan kaya gula kak.. biar aku diem aja tu semut pada nyamperin sendiri..!"
"saking manisnya tu gula kerepotan sendiri sama semut yang jadi rebutan..!" sindiran Laila membuatnya cengengesan..
"baru juga lepas dari Salsa sekarang ada yang lebih bikin aku pusing..!" ia mengacak rambutnya sendiri..
"mungkin aku terlalu mempesona kali ya..!?" ucapnya kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur...
"idihh.. aku baru liat ya orang pedenya seluar biasa kamu..!"
"ya mau gimana lagi.. tapi kakak gak pernah tertarik sama aku..!" ucapnya dengan memiringkan tubuhnya
Laila tertegun sejenak, nafasnya sedikit menyesak.. ia menatap Bagas dari pantulan cermin didepannya.
"jangan mulai deh Gas...!" ekspresinya Laila lebih serius.. tapi Bagas tertawa untuk kembali mencairkan suasana....
"hahaha... bercanda yaelaah...!" ucapnya yang berlainan dengan kata hatinya..
Tapi entah kenapa ucapanya kali ini membuat Laila bernafas lega..
"mau kemana sih.. liburan gini kok udah sibuk dandan? mau jalan2 ya kak?? ikut dong??"
__ADS_1
tebak Bagas yang sedari tadi memperhatikan Laila..
"nggak.. kamu tuh ngrepotin..!" tolaknya beranjak ke kamar mandi..
"aku gak minta digendong kali...
kan aku bisa jagain kakak..!" Bagas sedikit berteriak agar Laila bisa mendengarnya..
"gak usah.. aku udah punya bodyguard yang lebih hebat dari kamu..!" balas Laila dengan menyembulkan kepala dibalik pintu kamar mandi dan menutupnya lagi setelah memberikan juluran lidah pada Bagas..
drrtt.. drrttt
Bagas meraih ponsel Laila dan tertera sebuah nama yang ia yakini itu adalah kontak Zacky..
yank.. aku jemput ya?
terdengar suara diseberang sana saat ia mengangkat panggilan itu..
"kamu siapa..? aku ayahnya Laila..!" canda Bagas dengan merubah suaranya agar terdengar lebih berat..
ngapain lo pegang hp Laila? gak sopan lo Gas..!
omel Zacky tak menanggapi candaannya..
"kok tau sih..??
ahh.. gak seru..!"
dumelnya lesu..
emangnya lo pengen gue gimana?
"ya pura-pura kaget kek.. lempeng amat..!"
dasar lo nya aja yang pengen ngobrol sama gue..
"ihh.. nggak yaa...
mending nonton SpongeBob deh...!"
dasar fans spongebob akut lo..!
ledek Zacky yang kemudian tertawa..
"bodo amat..!"
ucapnya seraya menyerahkan ponsel pada pemiliknya yang sudah berdiri dihadapannya..
dan ia pun enyah dari kamar Laila..
Zacky yang benar-benar menginginkan restu Rahadi begitu memaksa Laila untuk menjemputnya dan meminta ijin langsung pada ayahnya. Kalau bukan dari sekarang, sampai kapan Laila akan menutupi hubungan mereka..
"kamu yakin..?"
ya iya lah yank.. kalo bukan demi masa depan kita, aku gak akan seserius ini
ucapan Zacky itu mampu menerbitkan senyuman dibibir Laila
"baiklah.. aku menunggumu..!"
Laila tak hentinya menebar senyuman kala ia menantikan kekasih hatinya..
ia tengah berbahagia karena Zacky akan membuktikan bahwa dirinya tak main-main menjalani hubungan dengannya..
mungkin sudah saatnya Ayah mengenal Zacky dan melupakan perjodohanku dengan Putra..
begitu kata hati Laila..
Dengan tergesa-gesa Bagas memasuki kamar Laila tanpa mengetuknya lagi...
"kak.. ayah pingsan..!"
"APA..??"
* * *
Panik..
Takut..
Sedih..
itu yang tengah Laila rasakan..
ia melemas bersamaan dengan air mata yang entah seberapa banyak yang ia tumpahkan..
Bagas menopang tubuh gemetar Laila yang mulai kehabisan tenaga..
Dibangku tunggu rumah sakit tempat kini mereka berada, Laila masih belum bisa mengontrol dirinya sendiri..
Bahkan ia lupa pada sebuah janji karena kesedihannya..
Terlebih lagi ketika ia hampir menyerempet seseorang saat membawa ayahnya ke rumah sakit dalam kepanikan..
Laila merutuki dirinya karena telah lalai merawat sang ayah..
ia pun berkali-kali menyalahkan dirinya sendiri bersama deraian air mata yang tak kunjung surut....
Bagas sampai kehabisan kata untuk menenangkannya..
ibu... aku butuh ibu disini...
lirihnya dalam hati yang seketika merindukan ibunya...
Di tengah kesedihannya Laila terkejut dengan sebuah sentuhan yang mengusap lembut dikepalanya..
"jangan nangis terus.. tar air matanya abis lho..!" hiburnya yang membuat Laila mendongak..
__ADS_1
Laila menatap dengan tatapannya yang lemah.. tangisnya kembali pecah dan semakin menjadi-jadi..
Dia tersenyum dan Laila menumpahkan segala kesedihan dengan menghambur dalam pelukannya..