Karena Kamu

Karena Kamu
dia kembali??


__ADS_3


Pagi yang cerah..


Namun wajah Zacky nampaknya lusuh sekali,, bahkan kata mendung pun masih lebih baik jika dibandingkan wajahnya yang suram sepagi ini..


"selamat pagi kak..!" ucap Bagas saat ikut bergabung dimeja makan..


"pagi Bagas..!" jawab Laila tersenyum manis dengan menuangkan segelas minuman untuk suaminya yang sudah berada disana terlebih dulu.


"waah.. hari ini kakak cantik sekali..!" puji Bagas dengan menarik kursi dan mendudukinya..


"makasih..!"


"hari ini kamu juga terlihat lebih tampan Gas..!" pujinya balik dan senyum Laila semakin merekah..


apa maksudnya mereka saling memuji dihadapanku?


gerutu Zacky dalam hati..


dan sialnya, istrinya itu memang terlihat semakin cantik..


ia pun menyudahi sarapannya dan berlalu tanpa mengatakan apapun..


"dia kenapa kak..?" tanya Bagas menunjuk Zacky dengan dagunya..


"biarkan saja.. jangan pedulikan dia..!!"


jawab Laila dengan menyodorkan sepiring nasi goreng pada Bagas.


ia memang meminta Bagas untuk tak peduli, namun entah kenapa matanya sendiri terus memandangi kepergian suaminya..


"kalian berantem ya..?" tebak Bagas yang membuat Laila terdiam..


Perdebatan yang belum menemukan titik terang semalam membuat ketegangan dalam hubungan mereka..


"jangan seperti itu.. aku gak suka liatnya..!" ucap Bagas tanpa menoleh dengan mulutnya yang penuh


"kalian harus cepat menyelesaikannya..!"


Laila berdecak..


"apaan sih.. sok tau kamu..!"


balasnya menutupi


Bagas tersenyum miring..


Meski tak tau alasannya, tapi ia bisa mengerti ada sesuatu diantara mereka..


* * *


🌁


Laila menghentikan mobilnya di parkiran sebuah pusat perbelanjaan..


ia datang bukan untuk berbelanja, tapi ingin memanjakan diri di salon langganannya dan Nadia..


Kejadian kemarin sudah membuat otot kepalanya menegang, ditambah lagi perdebatannya dengan suami semalam membuat Laila membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya sendiri..


Urusan dikantor biarlah Bayu saja yang menangani..


dan tentang kasusnya kemarin, pasti Zacky memberikan keputusan terbaik untuk Denia..


Yang saat ini Laila pikirkan adalah bersantai..


Setidaknya dia bisa mengumpulkan tenaga baru untuk kembali berdebat jika suaminya telah pulang nanti.


Setelah melewati pintu masuk, tiba2 perhatiannya teralih saat seseorang menabraknya keras dari belakang..


Otaknya yang memang sudah memanas membuatnya merasa ingin marah, mengingat tempat itu yang begitu luas, kenapa harus menabraknya??


sengajakah?? fikirnya


"ehh.. sory..!!" ucap wanita cantik nan aduhayy yang menabraknya dengan nada bersalah...


"gapapa...!" jawab Laila dengan tersenyum kaku kemudian berlalu meninggalkan wanita itu dengan rasa dongkol..


"mbak..!" panggilnya mengejar Laila dan berhenti didepannya..


"iya, kenapa..?"


"maaf.. mbak mau kemana ya?" tanyanya sok akrab..


"aku mau ke salon dilantai tiga, memangnya kenapa?" tanya Laila curiga


"kebetulan sekali, aku juga ingin kesalon..!" katanya lalu terkekeh


"aku belum tau tempat bagus disini, soalnya aku baru kembali dari luar negeri..!" ucap wanita yang menenteng tas branded ditangannya..


siapa juga yang nanya?


cibir Laila dalam hati..


"kalau begitu silahkan..!" ujar Laila tak peduli.


Tapi wanita itu langsung mengapit lengan Laila tanpa persetujuannya..


"aku ikut mbak aja ya, aku kan belum tau..!"


Laila melirik tangannya yang sudah digandeng kemudian tertawa tertahan..


Mau tak mau, Laila membiarkan wanita tak dikenal itu ikut bersamanya..


Tapi jujur saja, Laila merasakan tak nyaman dengan kehadirannya..


Ketika memasuki salon,, Laila disambut ramah pemilik salon yang memang sudah mengenalnya..


Da wanita itu melakukan perawatan tubuh dan rambut sama persis seperti yang Laila lakukan..


Bahkan duduk pun selalu ingin berdekatan dengannya.


ini orang maunya apa sih? kenapa terus mengikutiku..?


batin Laila risih..


Dia banyak komplen bahkan memprotes sesuatu yang tak penting dan juga membanding-bandingkan dengan salon langganannya diluarnegeri..


Bukan hanya hairstylistnya yang merasa kesal, Laila yang mendengar komplenannya pun ikut merasa jengah..


"rasanya pelayanan disini kurang memuaskan!" ucapnya dengan memperhatikan kukunya saat kepulan uap dari steamer yang terpasang diatas kepalanya mulai mengepul yang sama seperti Laila


"kamu berlangganan disini mbak?"


Laila yang semula menunduk membaca majalah ditangannya pun memutar bola matanya malas kemudian menoleh


"iya.. dan aku selau merasa puas dengan pelayanan disini!" jawabnya dengan senyum terpaksa..


"dan jangan panggil aku mbak, sepertinya kamu sedikit lebih tua dari aku..!"


sialan


umpat wanita itu dalam hati.


"kalau begitu, kita kenalan.. aku Marissa..!" ucapnya mengulurkan tangan dan Laila menyambutnya..


"Laila.."


iya, aku tau


jawab batinnya ketus


"kau tau kenapa aku kesini Laila?"


"kenapa?" tanya Laila tanpa mengalihkan pandangannya dari majalah.


"aku kesini untuk menemui kekasihku yang pergi melarikan diri..!"


Laila menoleh kemudian kembali menunduk..

__ADS_1


"mungkin dia tak mencintaimu..!" balas Laila menanggapinya malas..


Marissa menyunggingkan senyuman


"bukan.. dia tidak begitu..!" jawabnya menyeringai


"dia sangat mencintaiku dan juga penuh kasih sayang. Cintanya padaku sangat tulus bahkan dia rela mengorbankan apa saja untukku..!" tuturnya membanggakan sang kekasih..


"lalu kenapa dia lari..?"


"itu karena dia mengira aku main2 dengannya, makanya dia pergi..! padahal aku juga mencintainya.. dan sangat sangat cinta" jawabnya dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat..


"bahkan seluruh rasa cintanya sudah ia berikan padaku.. hanya saja, dia terlalu naif menghadapi perasaannya..!"


Laila tersenyum miring..


"setiap orang pergi pasti punya alasan, dan mungkin kepergiannya memang untuk mencari yang terbaik untuknya..!"


"jadi kamu fikir aku tak pantas dengannya begitu?"


tiba-tiba saja emosinya naik, dan Laila mengernyit heran


ada apa dengan wanita ini? emosian sekali..! pantas saja pacarnya pergi.. ternyata dia semenyeramkan itu


"maaf.. aku gak bermaksud begitu..!" imbuhnya cengengesan dengan menahan amarahnya...


"iya,, terserah kau saja..!" balas Laila mengakhiri perbincangan itu


Beberapa saat tak ada percakapan diantar mereka, karena Laila tengah asyik mengobrol dan tertawa bersama hairstylistnya..


"Laila, setelah ini kita makan bersama ya?" pintanya saat keduanya hampir selesai dengan perawatannya


"tapi...."


"bukankah sekarang kita sudah berteman??" ucapnya percaya diri


sejak kapan aku setuju kita berteman?


"maaf Marissa, tadi aku dapat pesan penting dan harus segera pergi.. lain kali saja!" tolaknya kemudian berpamit meninggalkannya.


Marissa yang semula tersenyum manis, kini menatap tajam kepergian Laila dengan tangannya yang mengepal..


sombong sekali kau Laila..


aku tak akan membiarkan hidupmu baik-baik saja..


kita lihat saja nanti..


gumamnya berapi-api


* * *


🏬


Kacau..


Pekerjaan Zacky semerawut..


Bayu mengomel dengan membereskan tugas yang seharusnya dikerjakan bosnya itu.


Belum lagi tugas yang seharusnya ditangani Laila, ia juga yang harus mengurusnya..


Sungguh hari yang sangat 'WAH' baginya..


Laila mendatangi sebuah restoran yang dialamatkan Bayu padanya saat ia masih berada disalon.


"sebenarnya ada apa dengan suamimu Laila? hari ini dia kacau sekali dan pertemuan dengan klien tadi malah ngawur gak jelas..!" cerita Bayu setelah Laila menanyakan masalah apa yang membuatnya harus datang ketempat itu..


dan Laila mengerti apa yang terjadi dengan suaminya..


Zacky terkejut, setelah beberapa menit ia menggalkan mejanya untuk ke toilet, tiba2 saja Laila sudah berada disana.


Zacky merasa matanya terlalu berlebihan merespon istrinya yang hari ini terlihat sangat cantik, bahkan lebih cantik dari tadi pagi..


Otaknya menyejuk dan rasanya ingin sekali ia memeluk dan mencium istrinya..


(hhah.. siall..!!)


 


*flashback*


 


"gak boleh..!!"


ujar Zacky yang kesekian kali saat Laila terus merengek untuk bekerja diperusahaan Damar..


"aku janji gak akan mengabaikan kewajibanku sebagai istri.. gak akan ada lembur dan akan membatasi pekerjaanku. kalau perlu, aku akan merekrut dua sisten pribadi untuk membantu pekerjaanku. boleh ya Aýy..!" rayunya dengan memeluk manja suaminya yang duduk bersandar di headboard tempat tidurnya..


"tapi sayang,, mengurus perusahaan itu gak semudah yang kamu bayangakan..!"


Laila menegakkan duduknya


"kamu gak percaya sama kemampuanku?"


"bukan begitu,, hanya saja yang tadi kamu janjikan mungkin gak mudah ditepati. kamu tau kan segimana sibuknya kak Damar?"


"jadi kamu berfikiran kalau aku gak akan bisa nepatin janji, iya?"


aduuhh... salah lagi..


"bukan Yank.. maksud aku tuh biar kamu bisa menimbang dulu sebelum mengambil keputusan..!"


"alasan.. bilang aja gak boleh!"


"emang aku gak ngijinin..!" ujarnya tak goyah..


"udahlah.. aku tau kamu pasti bilang gitu..!"


Zacky tersenyum kemenangan..


"awas aja kalo kamu deketin aku!" ancamnya merajuk kemudian beranjak bangun dan menuju kamar mandi.


"siapa takut, aku gak akan merubah keputusanku..!" jawab Zacky sedikit berteriak agar Laila dapat mendengar..


Zacky memijit pelipisnya dengan menutup mata..


istrinya memang bersikeras untuk menentangnya..


Namun sesaat kemudian ia membuka mata ketika mencium wangi semerbak yang sangat ia sukai..


dan matanya membulat sempurna saat melihat sang istri keluar dari kamar mandi dengan mengenakan lingerie kekurangan bahan berwarna hitam yang kontras dengan warna kulitnya. dan ia sukses membuat suaminya menelan ludah dengan berat..


Laila melewatinya begitu saja dengan mengibaskan rambutnya keudara..


Sangat menggoda..


Mata Zacky terus mengikuti sampai Laila merebahkan tubuhnya tepat disampingnya.


ahh... sangat menggiurkan..


Zacky menyadari apa yang Laila lakukan saat ini sengaja untuk meluluhkan dirinya..


tidak Zacky.. jangan..


kalau kau terpancing, berarti kau kalah


gumamnya sekuat hati menahan godaan yang sangat sayang untuk diabaikan..


Saat Laila tertidur pulas, Zacky justru tak bisa tidur dengan terus bertahan melawan godaan yang semakin menaikkan darahnya..


Sungguh sangat tersiksa..


arrghhhh......


erangnya memekik diheningnya malam diatas balkon dengan sebatang rokok ditangannya..


Dengan terpaksa ia harus melepaskan keinginannya yang memuncak didalam kamar mandi..

__ADS_1


*


Dan saat ini mereka didalam mobil yang sama. Laila mengajak Zacky untuk pulang bersamanya. Dan tak ada kalimat penolakan yang terucap. Karena jika harus kembali ke kantor, sepertinya suaminya akan lebih kacau..


Tak ada percakapan..


Laila yang memegang kemudi tetap fokus pada hiruk pikuk padatnya lalu lintas dan mengabaikan apa saja yang Zacky lakukan..


Laila benar-benar mengabaikanku


Zacky berusaha mengendalikan diri dengan memandang keluar jandela. Sesekali ia melirik pemilik paras cantik disampingnya. Bahkan aroma tubuhnya bisa ia cium meski mereka berjarak, dan ia merasa keharuman itu semakin lama semakin menyeruak diseisi mobil..


Ahh.. berlebihan sekali...


Laila juga mencuri pandang pada suaminya yang masih nampak murung..


sepertinya Zacky masih marah padaku..


ada rasa bersalah dihatinya, mungkin ia sudah keterlaluan..


Dan sampai dirumah nanti, Laila berniat meminta maaf atas keegoisannya..


Setelah sampai dirumah, mereka langsung menuju kamar.


Ada kecanggungan diantara mereka.


"Laila sampai kapan kamu akan menyiksaku..?" tanya Zacky yang tak tahan dengan situasi kaku seperti ini dengan menarik Laila kedalam pelukannya..


Laila mendongak


"siapa yang menyiksamu..!"


"bukankah kamu sendiri yang mengabaikanku...??"


Zacky mendengus..


"dengan sikap dinginmu dan selalu mengacuhkanku membuat aku tersiksa Laila..!"


tuturnya semakin mengeratkan tangannya di pinggang Laila..


"maaf.. tidak seharusnya aku bersikap seperti itu.. aku tau, aku terlalu memaksakan kehendakku tanpa memikirkan perasaanmu Zacky.. awalnya aku masih ingin meminta kesempatan untuk membuktikan kemampuanku, setidaknya sampai aku hamil nanti..


tapi, memang mungkin seharusnya aku melakukan tugasku sebagai istri saja..!" tuturnya dengan berusaha mengenyampingkan rasa kecewanya..


Zacky menatap istrinya dalam..


terlihat ada semangat besar yang meluntur demi dirinya..


"kamu gak harus meruntuhkan semangatmu Laila..!"


Laila membalas tatapan Zacky yang sulit diartikan..


"maksudmu?"


Zacky menghela nafas...


"lakukanlah apa saja yang membuatmu senang.. aku tak melarang..!"


Mata Laila berbinar menatap mata sang suami yang memancarkan ketulusan..


ia tersenyum disertai bendungan airmata yang siap pecah.. semangatnya kembali bangkit..


Laila memeluk erta suaminya dengan mengutarakan rasa terima kasihnya..


"kamu bahagia??"


Laila mengangguk dalam pelukannya kemudian mendongak kembali menatapnya..


"tapi kamu harus menepati setiap janji yang kamu ucapkan, mengerti..?" ucapnya lirih yang kembali menerbitkan senyuman dibibir Laila..


"aku tak akan mengecewakanmu..!"


Zacky meraup wajah Laila yang tingkat kecantikannya naik ratusan kali lipat dimatanya.. ia pun mecium bibir istrinya dengan lembut..


aku menyerah Laila.. aku kalah..


Tak ada salahnya memberi kesempatan yang membuat Laila tak akan mengacuhkannya lagi


"lingerie yang semalam kamu pakai kemana?" tanyanya setelah melepaskan pagutan mereka dengan bernada mengoda.


Laila berdecak..


"ya dicuci lah..!' jawabnya dedikit memukul bahu Zacky.. kemudian terkekeh..


"kalau gitu akan kubelikan lebih banyak lagi..!" ujarnya yang kemudian membopong Laila membawanya keatas ranjang..


ia meluapkan semua hasratnya yang tertahan dari semalam dengan ******* dan menjelajahi setiap jengkal tubuh mulus istrinya..


Menghabiskan sisa hari dengan mencumbu wanita yang dicintainya membuat kepuasan tersendiri untuknya..


Dan erangannya kali ini menandakan pelepasan sempurna dengan segala kenikmatannya..


Terkadang bersikap kekanakan tak selalu berakhir buruk..


Dan ungkapan yang mengatakan bercinta setelah pertengkaran itu lebih nikmat, memanglah benar..


Dan mungkin saja kegiatan itu akan berlanjut hingga malam nanti..


drrrt.. drrtt..


Zacky meraih ponselnya dinakas dan menatap layar yang menapakkan nama Fatan disana..


gue nyari lo ke kantor, kata Bayu lo pulang, ngapain sih..?


tanyanya diseberang sana..


"gue lagi bercinta..!"


jawabnya yang mendapat cubitan dipinggang oleh istrinya..


sialan..! gue serius


Zacky terkikik..


"gue juga serius kali..!" ucapnya kembali terkikik


"emangnya apa sih yang bikin lo sampe harus dateng ke kantor gue.. tumben banget..?"


Fatan terdengar berdecak..


ada Laila gak disitu?


tanyanya pelan


Zacky tertawa..


"pake nanya.. ya ada lah.. emang penting banget ya?" balas Zacky melirik Laila dalam pelukannya yang tengah memainkan jemarinya didada bidang miliknya..


gue serius Zack,, dan gue takut kalo Laila sampe tau


ujarnya benar-benar serius


Zacky mengerutkan keningnya..


"maksud lo??"


Fatan menghela nafas..


"Caca kembali Zack.. dia ada disini sekarang!"


"Benarkah...??"


.


.


.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2