Karena Kamu

Karena Kamu
apa lagi ini??


__ADS_3

🏗


Menjelang siang, Zacky terlihat sibuk disebuah proyek yang tengah ia tinjau..


Seorang insinyur sedang menjelaskan secara detil tentang pembangunan Hotel yang masih dalam proses pengerjaan.


Ditemani seorang aristek, mereka bertiga terlihat sangat serius dalam membahas pekerjaan ini..


Dengan mengenakan helm savety berwarna putih dan kemeja yang ia gulung dibagian lengan, menampakkan jam tangan bermerk warna hitam favoritnya, ia terlihat santai namun tetap berkelas..


Dilihat dari sudut nama pun Zacky tak bisa menyembunyikan ketampanannya.


Bahkan jika memakai pakaian sederhana pun bila dia yang memakainya pasti akan terlihat sangat mahal..


Saking apanya coba??


Bayu yang entah datang dari arah mana mendekat menghampiri bosnya yang masih terlihat sibuk. Dengan menenteng jas milik bosnya dilengan, ia menyodorkan ponsel dan membuat Zacky sedikit terkejut..


Pasalnya, jika bukan panggilan dari orang penting, Bayu tak akan mengganggunya..


"siapa..??"


tanyanya sambil menerima ponsel miliknya yang Bayu bawa..


"dari my lovely..!" jawabnya berbisik namun masih bisa di dengar oleh dua orang yang berada didekatnya..


Zacky berdecak kesal pada Bayu,,


pake nyebutin nama kontaknya segala,, jadinya pada ngetawain aku kan??


gerutu Zacky yang mengetahui insinyur dan arsiteknya itu menahan tawa saat mendengar Bayu menyebutkan nama kontak diponselnya..


Zacky pun berbalik dan sedikit menjauh dari mereka..


"halo yank...!" sapanya pada sipenelefon..


"sayang,, ini sudah hampir makan siang, aku nyusul kamu kesana ya..?" ucapnya diseberang sana..


"emangnya kamu gak cape harus nyusul kesini..?"


"ya gapapa... aku juga mau tau sudah berapa persen pembangunan proyek baru kamu. Lagian dikantor sepi banget gada kamu..!"


Zacky terkekeh..


"masih sekantor aja jauh bentar udah kesepian, gimana kalo udah beda kantor..?" godanya bernada meledek..


"ahh.. itu lain cerita. sekarang kan aku disini cuma ngasih arahan sama sekertaris baru kamu aja, setelah bekerja diperusahaan Damar pasti aku akan sibuk sekali..!" kilahnya


"lalu tak ada waktu untuk memikirkanku begitu..??"


Laila terdengar berdecak..


"walaupun kita akan jarang bertemu,, pasti aku akan selalu merindukanmu Ayangku..!!"


"benarkah..??"


"tentu saja,, seperti sekarang ini,, aku sangat merindukanmu...!!" rengeknya disana


Zacky kembali terkekeh..


"emm... baiklah, didekat sini ada restoran bagus.. nanti kita makan siang disana..!"


"oke.. aku berangkat sekarang ya..!" balasnya bersemangat..


"iya hati-hati sayang, aku menunggumu..!"


Panggilan pun berakhir,, Zacky senyum-senyum sendiri menatap ponselnya yang berwallpaper gambar istrinya. Hari ini istrinya terdengar manja sekali,, fikirnya..


Zacky pun memberikan ponselnya pada Bayu dan kembali pada pekerjaannya..


Selang beberapa saat,, Zacky terkejut dengan kehadiran seorang wanita yang tiba2 memeluknya dari belakang tanpa memikirnya sedang berada dimana mereka saat ini..


"heyy..!" bentak Zacky dengan melepaskan tangan yang memeluknya dengan kasar hingga membuatnya memekik kesakitan..


ia berbalik dan seperti dugaannya, wanita itu bukan istrinya..


Pemandangan seperti itu jelas membuat orang disekitar sana menjadi bingung..


"kau menyakitiku Putra..!" pekiknya kesal dengan memegangi pergelangan tangannya yang terasa sakit..


"dari mana kau tau aku ada disini..?"

__ADS_1


ia tersenyum kecut melihat Zacky yang bersikap tak ramah terhadapnya..


"apa sih yang gak bisa aku tau , mencari kamu ada dimana bukanlah hal yang sulit bagiku..!" jawabnya menyeringai..


Menyadari menjadi pusat perhatian,, Zacky menarik lengannya agar menjauh..


Bayu masih terperangah ditempatnya..


Benar-benar tak terduga, wanita cantik yang ia lihat bertengakar dengan Laila direstoran ternyata ada sesuatu dengan bosnya..


beruntung sekali kamu Putra, hidupmu dikelilingi wanita cantik..


gumamnya dihati yang merasa iri..


"pelan-pelan Putra, tanganku sakit..!" rengek wanita itu yang tak lain adalah mantan kekasihnya, Marissa..


Zacky pun melepaskan cengkramannya saat mereka sudah berada diluar area proyek..


"bikin malu tau gak..!" bentak Zacky yang kemudian melepas helmnya kasar


Marissa tersenyum miring..


"ya wajar dong, aku kan pacar kamu, kenapa harus malu..??"


"Marissa,!! ( bentaknya)


diantara kita sudah gak ada apa2 lagi,, semuanya sudah selesai, oke..?"


Marissa tertegun mendengar Zacky yang menyebutkan namanya..


semudah itukah kamu melupakannku??


"memangnya kapan ada kata putus diantara kita hah? hubungan kita belum berakhir dan aku tak mau mengakhirinya Putra..!" emosinya mulai naik, namun beberapa saat kemudian ia terlihat mengontrol perasaannya..


Marissa menghela nafas.. ia mendekat, meraih lengan Zacky dan menyentuh pipi pria yang dicintainya menggunakan tangan yang lainnya..


Bibirnya nampak bergetar..


"maafkan aku Putra,, aku bersalah.. aku memang bodoh, setelah kepergianmu aku baru menyadari kalau ternyata aku tak bisa jauh darimu,, aku selalu memikirkanmu bahkan aku merutuki semua kebodohan yang sudah kulakukan.. maafkan aku Putra,, aku menyesal.. tolong percayalah.. sekarang aku benar-benar mencintaimu Putra..!"


degg


Hati Zacky mencelos..


Melihat tatapan matanya yang sendu dan berkaca membuatnya melemah,,


tatapan mata seorang wanita yang pernah menaklukan hati dan perasannya.. ,


apakah hatinya mulai goyah??


akan tetapi......


"jangan lakukan ini lagi Marissa..!" ucapnya pelan seraya menurunkan tangan Marissa dari wajahnya..


Marissa menatap dengan tatapan tak percaya..


"kenapa Putra, kenapa..??"


ia mengguncangkan lengan Zacky bersamaan dengan tangisnya yang mulai pecah.


Zacky terdiam..


"aku kembali kesini untuk membawamu kembali Putra,, kenapa sekarang kamu seperti ini kepadaku...?" rancaunya dengan tangisan yang semakin tak terkontrol..


"semuanya terlambat, perasaanku padamu sudah terkubur dalam-dalam...


aku sudah menemukan wanita yang benar-benar mencintaiku dengan tulus.. aku mencintainya, dan akan selalu menjaga hatinya..!" jawab Zacky masih bernada lemah.


Bersamaan dengan itu, tubuh Marissa melemah hingga terduduk dibagian depan mobil didekatnya..


"benarkah aku terlambat..?" tanya Marissa disela isak tangisnya


"kamu bahkan belum memberiku kesempatan untuk mencintaimu, kau pergi dan kini sudah bersama wanita lain.. aku hancur Putra..!"


ia menunduk lemah dan kembali mencurahkan airmatanya dengan tangis yang tersedu-sedu


"kurang apa usahaku untuk membuatmu cinta sama aku Marissa..?? dan sekarang kau menyalahkanku begitu..??"


Marissa mendongak dan menegakkan tubuhnya..


"harusnya kamu lebih bersabar, beri aku sedikit waktu untuk belajar mencintaimu. tapi kenyataannya sangat menyakitkan, setelah aku mencintaimu, kamu malah meninggalkanku dan menikahi wanita lain.. kamu jahat Putra..!!" teriaknya dengan mendorong dada Zacky hingga mundur satu langakah..

__ADS_1


"apa kamu bilang?? jahat..??"


Zacky tersenyum kecut dengan kembali mendekat pada wanita yang menagis didepannya.


"perlakuanmu terhadapku justru tak bisa termaafkan..!"


Marissa membeku..


"dan bukan hanya sedikit waktu yang kuberikan untukmu, bertahun-tahun menahan rasa sakit hanya untuk mempertahankanmu Marissa,, bahkan sampai detik ini kamu masih belum bisa memahamiku..!" teriaknya yang membuat Marissa terpaku ditempatnya..


Airmatanya mengalir tanpa bisa ia tahan walau hanya sekejap..


"sudah cukup Marissa, pergilah., aku tak akan pernah kembali. Aku cukup menderita karena terus mencintaimu. dan sekarang Kamu datang hanya membuka luka lamaku yang sudah mengering..


Sadarlah.. aku sudah bahagia karena aku sudah menemukan cintaku yang sesungguhnya. Dan itu.. bukan dirimu..!"


Zacky berbalik dan melangakah pergi, meninggalkan dirinya yang masih menangis tanpa menoleh lagi walau untuk terakhir kali..


Marissa merasakan seperti ada benda tajam yang menghunus tepat dijantungnya


apakah ini yang Putra rasakan dulu??


sakit sekali..


lirihnya dalam hati dengan membenamkan wajahnya diatas setir mobil dimana kini ia berada..


"haaahhh...!!" teriaknya dengan memukul-mukul setir yang tak berdosa untuk meluapkan kekesalannya..


Menagis sekencang apapun tak akan ada yang peduli, hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi..


Saat ia mulai melajukan mobilnya, tiba-tiba saja terhenti saat melihat seorang wanita yang turun dari taxi yang berhenti didepan mobilnya..


"Laila..?? awas kau ya.!!"


ia mematikan mesin mobilnya dan bersiap keluar untuk mengejar Laila.


Namun, dari kejauhan ia melihat Laila yang sudah berada diarea proyek berhenti melangkah dengan menatap ponsel ditangannya.


Marissa kembali duduk, ia mengurungkan niatnya dan memilih memantau Laila yang nampak bimbang dari kejauhan..


"ada apa dengan dia?? kenapa terlihat gelisah sekali..??"


gumamnya masih memperhatikan dari jauh..


Entah apa yang membuat Laila membatalkan untuk bertemu suaminya,,


Laila berbalik meninggalkan proyek dan berdiri dibahu jalan menunggu taxi yang melintas..


Setelah mendapatkannya, taxi itu segera membawa Laila pergi..


Marissa semakin penasaran,,


Mau kemana wanita itu pergi dengan terburu-buru, padahal suaminya ada didalam sana.. batinnya..


Tanpa fikir panjang, ia mengikuti kemana taxi itu membawa Laila pergi..


Tak biasanya Marissa seantusias ini..


Taxi yang Laila tumpangi berhenti didepan sebuah restoran sederhana dan Marissa mulai membuntutinya..


Dengan menggunakan selendang ia mengerudungi kepalanya dan mengenakan kacamata hitam, persis seorang mata-mata..


Lebih tepatnya seorang penguntit..


Marissa melihat gerak-gerik Laila yang mencurigakan. ia tau Laila sudah melihat seorang pria yang cukup tampan tengah duduk seorang diri di salah satu meja restoran tersebut. Bahkan dapat terlihat kalau Laila memang sengaja datang kesana. Tapi kenapa Laila seolah-olah tanpa sengaja bertemu dengannya..


ada hubungan apa Laila dengan pria tampan itu??


gumamnya menyelidik..


Dari kejauhan ia memperhatikan pria itu nampak terkejut, namun lama kelamaan mereka terlihat sangat akrab


*jeprett


jeprett


jeprett*


beberapa foto ia ambil dan segera ia kirimkan pada seseorang..


"lihatlah,, istri tercintamu ternyata punya selingkuhan.."

__ADS_1


--send--


__ADS_2