
🌷
"jangan rese'k deeh..!"
dengus Laila menanggapi suara seseorang dari ponselnya..
cuma bentar yank.. pelit banget sih..?
rengeknya diseberang sana..
"aku gak pelit seperti yang kamu bilang ya?" jawabnya tak terima yang malah membuat orang disana jadi tertawa..
ya makanya ayo donk..
pintanya lagi..
"napa harus gitu juga sih..?"
ya gapapa.. aku pengen liat sih gimana?
jawabnya maksa..
Laila menggeram kesal namun tetap menuruti kemauannya..
Mau gimana lagi.. lagian dia bilang cuma bentar kok..! gumamnya..
Laila pun beranjak dari balkon menuju meja riasnya.. ia meletakkan ponselnya bersandar pada cermin dengan layar menghadap dirinya..
Tak membutuhkan waktu lama untuknya melakukan panggilan melalui via video call..
"udah..?"
tanya Laila pada orang itu beberapa detik setelah panggilannya tersambung..
yaelah baru dua detik juga.. liat senyum aja belum..
nampak wajah kecewa terlihat jelas dilayar ponselnya yang memprotes pertanyaan singkat Laila yang ia ucapkan sebelumnya..
"ya tapi kan sekarang dikamar aku lagi rame..!"
bisiknya beralasan dengan sedikit menyondongkan wajah lebih dekat pada ponselnya..
nampak ada dua orang wara wiri dibelakang Laila yang dapat terlihat juga dari seberang sana..
yaaah.. gak bisa cium dong??
"ZACKY..!"
bentak Laila tanpa sadar dan membuat dua orang dibelakangnya menjadi kepo.. salah satu dari mereka ikut nimbrung dan membungkuk mendekatkan wajahnya ke ponsel Laila..
"hayy chyynn.. ganteng banget sihh..?? emeshh deeh...!!"
Zacky sedikit terlonjak saat wajah asing yang aneh menurutnya itu tiba-tiba muncul di layar ponselnya..
"e.. hay..!" balasnya dengan senyum canggung..
"itu idung nyaaa... aduuuhhh.. pengen eike gigit..!"
serunya dengan menunjuk Zacky di layar ponsel Laila..
ya jangan dong bang.. ini kan bukan kue basah..
jawabnya dengan memegang hidungnya sendiri dan di balas pelototan darinya..
"enak aja eike di bilang abang.. emangnya eike abang tukang bakso..?"
jawabnya melengos dengan meraih peralatan make up dan menyapukannya di wajah Laila yang sedang menahan tawa melihat kekasihnya dimarahi MUAnya..
"jahara deh yeyy..!" imbuhnya disela-sela merias Laila dengan melerik sekilas wajah Zacky dalam ponsel. ia cemberut dan itu membuat Zacky meringis bingung..
kenapa tu orang marah? gumamnya dan Laila tak bisa menahan tawanya melihat ekspresi Zacky yang sangat lucu baginya..
"hahahaha....!" tawanya lepas dengan telapak tangan menutupi mulutnya
udah puas ketawanya?
omel Zacky yang tak tahan melihat wajah Laila yang terus mentertawakannya..
"oke.. oke.. maaf..!"
jawabnya mulai mengendalikan tawanya
"kamu salah ngomong sih..!"
__ADS_1
lanjutnya masih di bumbui senyum lucu..
salahnya dimana coba?
Zacky merasa tak ada yang salah dengan ucapannya..
pasalnya tu MUA sangat sensitif jika di panggil dengan sebutan untuk laki-laki..
belum juga Laila menjawab, si MUA sudah mendahuluinya..
"untung ganteng.. kalo gak udah eike makan tu bibir..!" serobotnya tangan seolah ingin menyomot bibir Zacky dalam ponsel gemas...
"awas ya kalo ketemu.. eike cubit..!" lanjutnya nampak semakin gemas..
Zacky jadi bergidik melihat adegan di layar ponselnya..
Yang ia inginkan adalah memandangi gadisnya yang sedang berdandan.. bukan manusia jadi-jadian seperti itu.. batinnya..
nanti dia dateng ke acara gak?
tanya Zacky saat melihat MUA itu kebelakang untuk mempersiapkan gaun Laila.. ia mengantisipasi hal yang mungkin terjadi di acara resepsi pernikahan Damar..
"aku gak tau.. kemungkinan sih iya.. kenapa gitu??"
Laila heran kenapa tiba-tiba Zacky menanyakan MUAnya itu..
kalau dia datang, aku gak mau kesitu!
ucapnya datar
"gak bisa..!" bentak Laila
"kamu kan udah janji kalau aku VC kamu pasti dateng.. kok sekarang gitu sih..?!" omel Laila
aku takut yank..
rengeknya dengan wajah memelas..
"pokoknya harus datang.." paksanya
"kamu kan tau ayah bakal ngenalin pilihannya buat aku..!" wajah Laila mulai terlihat sedih..
"kalo aku suka sama dia gimana? pokoknya kamu temenin aku buat temuin dia... HARUS..!" cerocosnya panjang lebar..
"tapi kamu gak akan suka beneran kan? emangnya dia lebih ganteng dari aku apa??" imbuhnya lagi
Laila menghela nafas kasar.. bagaimana pun wujud seorang Putra.. jika ayahnya sudah suka semuanya akan terlihat sempurna dimatanya..
"aku gak tau.. yang ayah ceritain sama aku, dia itu perfect banget lah pokoknya...!" jawabnya tak begitu peduli dengan yang ayahnya ceritakan..
Akhirnya Zacky setuju untuk hadir.. walau kemungkinan besar dia akan bertemu MUA yang aneh menurutnya itu, dia lebih takut akan resiko jika Laila benar-benar kecantol pada pilihan ayahnya yang katanya sempurna itu..
* * *
"nak.. kamu kok masih belum siap juga..?"
tanya Salma sedikit berteriak karena melihat anaknya masih tiduran santai di sofa ruang tengah..
Zacky pun mendongak melihat sang mama yang ternyata sudah rapi dan cantik di lantai dua..
"santai mah.. resepsinya masih satu jam lagi..!" jawabnya dengan melitik jam ditangan kirinya..
"tapi papamu mau ngajakin kita ketempat lain dulu nak..!"
"males ahh.. paling ketemu rekan bisnis...!" jawabnya tanpa menoleh
"ehh.. anak ini.. cepat siap-siap..! mama udah gak sabar pengen ngasih tau Laila kalo kamu itu sebenarnya anak mama.."
celotehnya dengan menuruni tangga sedikit terburu-buru...
pasalnya dia harus ikut ke acara suaminya dulu.. sedangkan ia tak mau terlambat menghadiri undangan Laila di resepsi pernikahan Damar..
Karena terburu-buru atau mungkin karena heels'nya yang terlalu tinggi, Salma tergelincir dari tangga secara tiba-tiba.
"AAAA.....!"
gudubragg...
Mendengar suara benda terbanting sontak membuat Zacky yang awalnya tak peduli jadi terkejut dan menoleh..
"MAMAAAAA...!"
teriaknya langsung bangun dan menghampiri mamanya yang kini sudah beada di lantai dasar..
__ADS_1
"mama kenapa...?" tanyanya panik melihat keadaan mamanya dengan berjongkok
plaakkk
"kamu gak liat mama jatoh begini..?" omelnya kemudian meringis mengusap kakinya
Zacky mengusap pahanya yang mendapat tabokan dari sang mama dan malah meresapinya..
"malah bengong... BANTUIN..!"
bentakan Salma membuat Zacky terlonjak kaget. .
"iya.. iya..!"
Zacky mencoba menopang tubuh Salma.. tapi luka jahitan dilengannya masih basah dan terasa sakit..
Salma pun mengerti dengan keadaan putranya namun kakinya benar-benar tak mampu walau untuk berdiri..
Arya yang sudah rapi terkejut melihat istri dan anaknya duduk lesehan di lantai..
"kalian ini sedang apa? bukannya siap2 malah duduk santai begitu..!" katanya dengan menuruni anak tangga menghampiri mereka
"mama lagi main sulap pa.. tapi gagal..!" jawab Zacky yang kembali mendapatkan tabokan dari sang mama..
"tolongin mama bangun pa..!" ucap Salma mengulurkan tangan pada Arya..
Karena Salma tidak bisa berjalan akhirnya Arya menggendong Salma ke sofa dengan terus menggerutu anak laki2nya yang katanya kuat tapi menggendong mamanya saja tak mampu..
Arya memang tak tau tentang luka anaknya.. Zacky hanya menjelaskan tentang luka memarnya saja..
"maaf ya pah.. mama gak bisa ikut ke acara papa..!" ucap Salma menyesal karena tukang urut yang baru saja ia panggil mengatakan ia tak boleh jalan dulu..
"gapapa ma.. yang penting kaki mama cepat sehat lagi.." jawabnya dengan mengenggam tangan Salma..
"sebenarnya papa ingin mengenalkan istri dan anak papa pada anak teman lama papa..!" lanjutnya dengan nada kecewa..
Salma memicingkan matanya curiga dengan niat suaminya..
"kalo papa mau bikin acara perjodohan mendingan gak usah deh pa.. anak kita itu udah punya pacar..!" ujarnya sinis..
"benarkah..? bukannya dia sama Marissa udah putus??"
"bukan dia paah...!" jawabnya malas..
"lalu siapa?? memangnya mama tau..??"
"tentu saja.. selain cantik dan baik ia juga gadis yang bisa berantem lho pa...!" pujinya dengan senyum bangga..
Arya sedikit menarik wajahnya kebelakang mendengar ucapan Salma..
" masa suka berantem dibilang gadis baik si ma..?" tanyanya dengan menyandarkan punggungnya di sofa..
"tapi dia itu sangat manis pah.. mama jadi inget Shofia..." sambungnya tersenyum hangat membayangkan Laila dan Shofia..
"ahh.. mama ini.. Shofia kan anaknya lembut..!" balasnya tak mau menyamakan Shofia dengan gadis itu..
"kalau dia sudah jago.. lalu apa gunanya anak kita yang jagoan itu..?" tambahnya nampak tak suka dengan gadis seperti itu..
Salma mencebikkan bibirnya sama tak terimanya dengan pemikiran suaminya..
Tentunya Arya akan mencarikan gadis yang lemah lembut untuk jagoannya..
Arya pergi ke acaranya tanpa ditemani Salma dan Zacky seperti keinginannya..
ia menghargai Zacky yang sudah punya acara sendiri namun ia juga tak bisa bersama Salma karena kaki yang cedera..
"aku pergi dulu ya mah.."
pamit Zacky setelah papanya yang sudah lebih dulu berpamitan dan mengatakan tak akan lama..
"titip salam sama Laila ya nak..!" pesannya dengan mengusap bahu Zacky dan dibalas anggukan olehnya
"setelah masalah Laila selesai aku pasti cepet pulang buat___..!"
"ehh.. mama gapapa kalo kamu mau lama!" potongnya..
"tapi kan mama___"
"gapapaa.. tadi kan papa bilang cuma bentar.. jadi kamu gak usah buru-buru pulang ya..!" pesannya lagi bersemangat..
Salma memang sesemangat itu jika menyangkut tentang Laila..
Zacky pun sampai heran dengan perhatian Salma pada hubungannya kali ini.. karena sebelumnya ia tak begitu peduli dengan siapa pun kekasihnya..
__ADS_1