Karena Kamu

Karena Kamu
baru menyadari


__ADS_3

🍀


(beberapa jam sebelumnya...)


Hari ini Zacky nampak sedang berbunga-bunga..


ia menuruni tangga sambil bersiul dengan memutar-mutar kunci di tangannya..


Dan tentu saja walau dari terlihat dari kejauhan, Salma yang berada di dapur dapat melihatnya...


"Zora.. liat deh kayaknya seneng banget deh tuh anak tante..!" bisiknya menunjuk ke arah Zacky..


Zora yang ikut serta dalam kesibukan Salma pun menoleh memperhatikan pria yang kini tengah mengencangkan tali sepatunya....


"tante tau gak pacarnya kak Zacky..?"


tanyanya dengan tangan sibuk mengocok telur namun matanya masih pada pria itu..


"ya tau doong...!" jawab Salma sumringah..


"dia itu cantik.. sopan.. jagoan lagi.."


"hehehe... tante suka banget sama perempuan yang jago bela diri..!


ciat.. ciat.. ciat..!!" serunya menirukan silat yang asal-asalan dengan spatula di tangannya..


"hahaha...masa sih tan..?" Zora tertawa dan disambung tawa Salma..


"kamu harus ketemu Laila jo.. kamu juga pasti suka seperti tante..!"


Salma kembali tertawa..


"Oh.. namanya Laila..!"


"hmm.."


"pacarnya Zacky yang sekarang tu beda banget jo.. gak kaya mantannya yang kemaren.." ceritanya setelah tawanya mereda..


"emang kenapa tan..?"


"namanya Marissa.. cantik sih cantik..


cantik banget malahan.." ucapnya berjeda membayangkan sosok gadis yang dulu menjalin hubungan dengan Zacky.


"tapi hati tante gak sreg gimanaa gitu..! pokoknya gak suka lah.." imbuhnya kemudian ia kembali pada kegiatannya..


"sekarang kak Zacky tu mau ketemuan sama perempuan lho tan..! pacarnya bukan ya..?" Zora memikirkan wanita yang tempo hari ia lihat saat di bengkel..


"apa..??"


Seketika Salma menghentikan gerak tangannya dengan tatapannya yang tiba2 berubah membuat Zora mengernyit ngeri..


"mau kemana kamu..?"


entah kapan datangnya, Salma sudah berkacang pinggang dihadapan Zacky yang tengah memainkan ponsel di sofa ruang tengah...


Alih-alih menjawab, ia malah kebingungan melihat Salma yang nampak menahan amarah..


"kenapa sih mah..?"


Zacky yang tak tau telah melakukan dosa apa pun meringis kesakitan kala telinganya ditarik sang mama..


"ampun mah.. sakit.." pekiknya setengah meringis..


"perempuan mana yang mau kamu temuin hah?" bentak Salma setelah melepaskan jewerannya


"maksud mama apa sih..? aku mau kerumah Laila mah...!" jawab Zacky dan seketika juga ekspresi Salma kembali berubah..


"bener mau ketemu Laila..? bukan perempuan lain??" nadanya menurun drastis..


"iya mamaah....!" Zacky merangkul Salma dan memeluknya dari belakang..


"aku gak akan cari perempuan lain mah.. karena calon mantu mama cuma satu.. Laila..!" lanjutnya dengan mengecup sekilas pipi sang mama..


"bener kamu ya.. awas lho..!" ancamnya serius..


"bener mah.. lagian mama dapet info gak bener dari mana sih..?"


Zacky melirik Zora dengan tatapan curiga dan Zora menyadari itu..


"gak usah kaya gitu kali matanya, berasa jadi tersangka aku tuh....!"


"terus kata siapa dong..??"


"aku cuma nanya kak.. tantenya salah paham..!" ia membela diri karena memang seperti itu..


"lo belum tau ya nyebarin berita hoax tu ada hukumannya..hm??"


kini gantian Zacky yang berkacak pinggang dan mendekat padanya


"gak gitu kak..!" Zora bergerak menghindar dengan bersembunyi dibalik punggung Salma


"awas lo ya udah bikin kuping gue di jewer..!


Sini lo...!!"


"maaf kak...


tante.. toloooong ..!" rengek gadis itu yang mulai berlari karena Zacky memburunya..


Dan Salma..


Nyonya itu hanya tertawa melihat aksi kejar-kejaran dua orang yang sudah dibilang dewasa itu..


* * *


"kenapa pak...?"


tanya Zacky saat satpam dirumah Laila mengatakan tak ada siapapun di rumah itu..


"tuan tiba-tiba pingsan den.. non Laila langsung bawa ke rumah sakit..!" jawabnya dan Zacky langsung melesat menyusul mereka setelah ia mengucapkan terima kasih..


Tapi satu permasalahannya.. ia tak tau kemana Laila membawa ayahnya..


Berulang kali ia menghubungi sang kekasih, namun tak ada jawaban sama sekali dan itu membuatnya semakin panik..

__ADS_1


Walau belum yakin dengan tujuannya, Zacky tetap melajukan kendaraannya kesebuah Rumah sakit dan langsung menuju instalasi gawat darurat..


Dan seperti mendapat sinyal kuat, Zacky menghela nafas saat yang ia fikirkan memang sama seperti dugaannya..


ia melihat sosok wanita yang menyembunyikan wajah cantiknya dibalik kedua telapak tangannya..


Meskipun tak terdengar suara tangisan, tapi ia tau wanita itu sedang menangis, terlihat dari bahunya yang naik turun tak beraturan..


"jangan nangis terus.. tar air matanya abis lho..!" hiburnya yang membuat wanita itu mendongak..


ia menatap Zacky dengan tatapannya yang lemah.. matanya merah , dadanya sesak dan nafasnya tak beraturan..


tangisnya pun pecah dan semakin menjadi-jadi..


dan ia menumpahkan segala kesedihannya dengan menghambur kedalam pelukan Zacky..


"kamu tenang yah..!" ucapnya seraya mengecup puncak kepala wanita yang ada dalam dekapannya..


Dan seorang pemuda yang datang dengan membawa dua air mineral menghentika langkahnya. ia mundur dan berbalik kembali meninggalkan mereka yang masih berpelukan..


* * *


"kok bisa sih dek..!"


tanya Damar setelah ia mendatangi Rumah sakit. Damar dan Nadia yang sedang tak berada dirumah langsung kembali setelah mendapat kabar dari rumahnya mengenai sang Ayah..


"aku gak tau kak.. tapi Bagas bilang ayah tu telfonan sama seseorang.. trus gak tau gimana Ayah pingsan gitu aja..!" terangnya setelah sebelumnya Bagas memberi penjelasan kepadanya..


Suasana pun hening.. bahkan Zacky dan Bagas yang kini duduk berdampingan disamping mereka pun nampak tak ada percakapan. Sampai pada saat dr. Wildan keluar dari ruangan Rahadi dirawat yang nampak serius..


Serempak mereka berdiri dan menghampirinya..


Setelah meminta Damar dan Laila ikut keruangannya, akhirnya mereka tau penyebab Rahadi yang tiba-tiba jatuh pingsan..


"bisa bicara sebentar..!"


Zacky mengangguk dan mengikuti langkah Damar yang menjauhi semuanya..


Laila nampak bingung dengan Damar yang terlihat begitu aneh kali ini..


ia tak dapat mendengar percakapan serius antara kakak dan kekasihnya..


Namun melihat Zacky yang mengusap wajahnya gusar membuat Laila merasa khawatir..


Nampak sekali ada perbedaan pendapat dari cara mereka berinteraksi dan Damar terlihat beremosi dengan menunjuk-nunjuk kearah Zacky yang nampak menerimanya..


Bahkan Zacky sempat menoleh padanya dengan tatapan yang sulit terbaca..


Laila tau, pasti mereka tengah membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan dirinya..


Percakapan yang tidak terlalu lama, tapi cukup membuat orang yang melihatnya menjadi penasaran.


Terutama Laila..


Damar menepuknya bahu Zacky duakali seolah memberinya semangat sebelum Zacky kembali menghampiri Laila..


dan entah kenapa ada rasa takut menyelimuti hatinya saat Zacky semakin mendekat dan berjongkok didepannya....


"ada apa..?"


Laila semakin tak bisa membaca fikiran pria yang kini mengenggam tangannya..


"aku pulang dulu ya.. kamu jangan khawatir...!" ucapnya dengan menyentuh pipi LailA yang justru membuatnya semakin khawatir..


"maksud kamu apa..?"


"gapapa yank.. kamu tenang aja semuanya akan baik-baik aja.. oke..?"


Bagaimana bisa baik-baik saja jika Laila semakin diberatkan dengan berbagai pertanyaan dalam benaknya..


Zacky pun memberi pesan pada Bagas untuk menjaga Laila yang diangguki pemuda itu..


Dan ia beranjak pergi setelah memberi kecupan singkat dikening Laila..


Apa yang terjadi saat ini benar-benar tak dimengertinya..


Laila yang masih mematung seakan belum merelakan kepergian Zacky..


Belum ada yang mereka bicarakan, bahkan kata maaf pun belum sempat terucapkan..


"ada apa.sih kak..?"


Damar menghela nafasnya berat, menatap sang adik dan mengusap kepalanya..


"kamu tau kenapa ayah bisa syok..??"


tanyanya yang mengetahui penyebab ayahnya bisa pingsan dan Laila menggeleng..


"karena___....."


"kenapa kak..?"


jantung Laila berdebar dan Bagas yang ikut menyimak merasakan hal yang sama..


"karena ternyata yang menghubungi ayah itu om Tama..!"


"apa hubungannya..?"


"tentu ada,, karena dia membatalkan menjodohkan kamu dengan Putranya..!"


ucap Damar menjaga setiap kalimatnya dan membuat Laila terperangah..


"sebegitu inginkah ayah menjodohkan aku dengan Putra..?" matanya kembali berkaca-kaca kemudian menunduk lemah..


"lalu aku harus gimana kak..?"


"kamu turutin dulu kemauan ayah.. setelah itu pilihan ada ditangan kamu..!"


Damar yang sudah tau Putra itu adalah Zacky membuatnya gemas ingin mengatakannya langsung pada sang Adik..


keikut sertaanya dengan rencana Zacky membhatnya merasa berdosa, dengan melakukan ini seolah ia mempermainkan adiknya sendiri..


Sudah saatnya Laila mengetahuinya, agar ia tak merasakan rasa keterpaksaan.


Dan Rahadi harus menerima jika calon menantu pilihannya tak lain adalah Zacky yang ia kenal..

__ADS_1


Laila nampak pasrah..


Mungkin ini takdir yang sudah tertulis untuknya..


Dan ia baru mengerti, yang dibicarakan Damar pastilah tentang masalah ini dan menginginkan Zacky untuk menjauh darinya karena kemungkinan mereka tak bisa terus bersama..


begitu fikirnya..


Bagas melihat linangan air yang keluar dari sudut mata Laila menengadahkan wajahnya dengan terpejam, hatinya seakan ikut larut merasakan kesedihan yang Laila alami..


malang sekali nasib kakak..


ucap batinnya yang merasa iba dengan kisah cinta kakaknya yang mungkin tak akan bertahan lebih lama lagi..


Bagas tau Laila begitu mencintai Zacky. Walaupun ia menyukai Laila, tapi melihatnya bersama Zacky ia tak pernah merasa cemburu ataupun tak suka. Tapi jika harus bersama pria lain,, sepertinya ia tak akan rela...


* *


Gemercik hujan membuat Bagas harus menghidupkan windescreen wiper untuk menyeka air yang menghalangi pandangannya..


ia yang belum begitu mahir mengemudi membuatnya sangat berhati-hati mengendarai mobil mewah Laila..


Sang pemilik terlalu mempercayainya, padahal ia sendiri masih suka gemetar jika harus berkemudi tanpa ada yang mendampingi..


drrt.. drrttt


Saat seperti itu ponsel yang berada dalam saku celananya malah meminta perhatian..


Dengan sedikit menurunkan kecepatannya, ia meraih ponselnya tentu saja dengan sebuah usaha..


Saat benda tipis berbentuk kotak itu sudah dalam genggamannya ia melihat layar yang menampakkan nama kakak perempuannya yang ia namai kakak Cantik


Ketika benda itu hampir menyentuh telinganya tiba-tiba..


braakkk...


Mobil yang ia kendarai pun berdecit karena rem mendadak yang ia lakukan..


Ternyata ia menabrak seseorang..


"waduhh... mati aku..!" umpatnya yang segera membuka payung sebelum ia menurunkan kakinya..


Nampak seorang pesepeda tengah berusaha berdiri dengan menahan sakit pada lututnya..


"ma..maaf.. kamu gapapa..??"


Bagas terlihat panik dan ia berusaha mencari tau keadaan orang itu dengan meraih bahunya, namun tangannya dikibaskan dengan kasar..


"kamu buta ya..?"


orang itu membuka penutup kepala jas hujannya dan Bagas terperangah menatap tak percaya...


"KAMU..??"


ucap mereka bersamaan dengan saling menujuk..


"sial banget sih ketemu sama kamu..!"


"heh.. kamu gak liat tu lampu merah segitu gedenya..??" teriaknya balik..


Bagas tertegun mendapat omelan gadis dihadapannya..


tapi itu lebih baik karena dia berkendara dengan kecepatan rendah, kalau tidak mungkin dia tak akan mendapat omelan namun masalahnya pasti lebih menyeramkan dari sebuah omelan..


"aku gak liat.. lagian malem2 gini masih gentayangan aja, ujan pula..!" Bagas kembali mengomel dengan salah satu tangan dilipat didada dan satunya tetap dengan payungnya..


"emangnya aku makhluk ghoib apa.. dasar buta..bukannya minta maaf malah ngomel..!"


"siapa yang ngomel, kamunya aja yang gak hati2..!"


"heh.. aku gak bakalan jatoh ya kalo mata kamu bener..!"


"mataku normal.. emang dasarnya sial kalo ketemu kamu..!"


Suasana jalanan yang sepi membuat pertengkaran mereka bisa menyamarkan suara gemercik hujan..


"dasar cowok aneh.. pinter banget ngomong..!" gerutu si gadis saat ia berusaha menegakkan sepedanya..


Melihat itu Bagas tak mempedulikan sebagian tubuhnya yang mulai basah saat ia membantu si gadis yang nampak kesulitan karena menahan rasa sakit dikakinya..


"gak usah.. sini..!"


tolaknya mengambil alih paksa sepedanya yang tengah Bagas pegang..


"yaelah maaf.. aku gak sengaja..! masih sewot aja.." dumelnya yang sedari tadi mendapat perilaku tak bersahabat dari gadis dihadapannya..


"kelamaan sama kamu bisa sial tau gak..!"


"heh.. yang ada tu aku yang kena sial..!"


Gadis itu berdecak dan mengabaikan Bagas..


Dengan tertatih gadis itu berlalu pergi dengan menggiring sepedanya yang rusak..


Bagas terenyuh dan merasa bersalah..


ia pun berlari mengejar si gadis dan membujuknya untuk ikut bersamanya ke rumah sakit tempat ayahnya dirawat..


"gak perlu..!" tolaknya sinis..


"heh.. luka kamu tu perlu di obati, kalo gak bisa bahaya tau..!"


"aku gak peduli..!"


gadis itu nampak semakin kesal dan kembali mengabaikannya dengan terus berusaha melangkah..


Tak tahan dengan sikap gadis itu, Bagas menurunkan payungnya dan menggendong paksa gadis itu untuk dibawanya kedalam mobil..


"heh.. turunin gak..?" teriaknya meronta yang diabaikan oleh Bagas..


"diem..!!"


Gadis itu membeku bersamaan dengan semakin derasnya air hujan. ia tak bisa berbuat apa-apa kecuali berpegagan kuat karena mungkin saja pria yang menggendongnya itu tiba-tiba menjatuhkannya..


ia mendongak menatap wajah pria yang ada didepan matanya..

__ADS_1


Hujan yang semakin deras membuat seluruh tubuh pria ini tak menyisakan bagian yang kering..


Rambutnya yang basah, dan aliran air hujan yang merambat di wajah itu membuatnya terpaku menatap pria yang baru ia sadari ternyata memiliki wajah tampan..


__ADS_2