
"Ada apa ini...???"
ketiga pasang mata itupun menoleh arah suara.
Vanya yang tadinya melipat tangan di dada pun berpindah ke pinggang menatap Laila dengan tajam..
Laila bingung dengan sikap sahabatnya.
Dia melirik ke arah Zacky dan mengangkat kedua alisnya yang mengartikan sebuah pertanyaan..
ada apa sih?
Tapi yang ditanyai malah senyum senyum gak jelas.
Vanya menarik tangan Laila untuk duduk.
"pelan pelan Nya.. yang kamu tarik ini orang sakit lho..." Laila memasang muka memelas.
"oh.. sakit?? mana ada orang sakit mesra mesraan kaya gitu?? jujur deh ada apa di antara kalian? kenapa aku gak tau? kenapa gak pernah cerita sama aku..?? ayo jawab..!!" Vanya membanjiri pertanyaan untuknya membuat Laila merungkut seperti anak TK yang ketauan ngompol di dalam kelas..
"apa si Nya..?? kita gak ada apa2...!!" jawab Laila..
"gak ada apa2?? yakiiiin....??" kini dia mendekatkan wajahnya dan mendelik...
"kamu salah faham.. tadi cuma kecelakaan Vanyaa..." Laila mulai frustasi dengan ke kepo'an Vanya..
Zacky pun menimpali pengakuan Laila dengam santai...
"udah Nya.. Laila bener qo.. kita gak ada apa2.. karena sampai saat ini dia belum ngasih kepastian..!"
wadhuhh.. tepok jidat deh..
ngapain juga Zacky ngomong kaya gitu? yang ada Vanya malah makin kepo..
gerutu Laila dan melotot ke arah Zacky yg trrus saja tersenyum
"tuuh kaaan.... Laila ayo cerita..!" rengek Vanya..
Laila kini melotot ke arah Fatan dan langsung mengerti maksud Laila untuk menjinakkan Vanya..
"udah.. udah beb.. sini duduk ya.." katanya dengan merangkul Vanya mengajaknya duduk..
"ceritanya nanti aja.. kita kan kesini buat nengokin Laila... ya masa orang sakit di introgasi kaya tahanan sih..??" dicoleknya bibir Vanya yang manyun...
Vanya pun diam dan mengganti topik obrolan seputar kesehatan Laila dan lain2nya.. tanpa membahas masalah yang pribadi.
Ternyata Damar memprhatikan mereka dari dalam..
Dia melihat tak ada yang aneh dari Zacky ataupun Laila. Hanya sesekali terlihat Zacky mencuri pandang saat Laila tertawa melihat kekonyolan Vanya dan Fatan..
Dia memang tak mendengar apa yang mereka bicarakan karena jaraknya cukup jauh.
Tapi Damar bisa melihat kalau saat ini adiknya tengah bahagia..
* * *
"udah malam minggu lagi aja.."
gumam Laila yang sedang berguling guling di tempat tidur tanpa judul...
Laila memainkan ponselnya, sudah beberapa hari Bintang tak memberi pesan apapun.
Mau mengirim pesan duluan juga percuma, nomor itu tak aktif kalau bukan dia sendiri yang memberi pesan duluan.
Saat ini Laila benar2 merasa kesepian. Damar juga tak ada dirumah karena lembur.
Mengingat besok ayahnya akan pulang, itu akan membuat Laila merasa makin terkurung..
"Tuhaan... pengen minggat deeh..!!." pintanya dengan membentangkan tangan di atas tempat tidur.
Sesaat kemudian Laila terperanjat seperti teringat sesuatu..
"ahaa...!!"
(tringg! sebuah bohlam menyala di atas kepala) ha ha
Dengan sedikit berlari Laila turun mengarah ke garasi. Dibukanya kain penutup dan kemudian memeluknya..
"Aleyy...aku kagen sama kamu..!"
Fikiran Laila mulai bergelut antara jin dan peri.
Jin : mumpung gak ada Damar kita keluar aja!
Peri : jangan.. nanti kamu dapat masalah!
Jin : biarin aja dari pada betew dirumah?
Peri : kalo gitu jangan kabur.. minta ijin aja..
__ADS_1
Jin : gak usah.. nanti gak di ijinin..!
Peri : (manyun dan menghentak hentakkan kaki)
Pergi aja ah.. kemaren2 aja bisa masa sekarang gak bisa? fikirnya..
Laila pun bergegas kembali ke kamar untuk ritual ngojeknya.. (ehh)
Laila membuka lemari dan diambilnya sebuah kotak yang tertutup rapi..
Dan isi kotak itu kini sudah terpasang rapih di tubuh ideal Laila..
Jaket.. celana jeans.. sarung tangan dan tentunya helm kesayangannya..
Rambut di gulung rapi biar gak ribet katanya..
Laila menuruni tangga dengan kunci yang di putar2 di jari telunjuknya...
Sesampainya di parkiran Laila menaiki motor dan tentunya dengan helm di kepalanya.
Pak Amin sedikit ragu saat Laila memintanya menbuka gerbang.. Tapi saat Laila bilang sudah ada izin dari Damar, dia pun menyetujuinya..
Boong dikit gak pa pa lah.. yang penting bisa keluar! Lagian cuma bentar keliling sekitar sini doang! fikirnya..
Malam minggu sudah pasti sepanjang jalan lebih ramai dari biasanya..
Banyak pasangan muda mudi pamer kemesraan dan yang jomblo cukup puas menghabiskan malam dengan nongkrong rame2 nemenin abang siomay..
Laila tancap gas ogah ngeliatin pemandangan yang membuatnya geli..
Hingga pada saat melewati sebuah minimarket, Laila melihat seseorang yang di keroyok beberapa orang..
Saat dia memperhatikan ternyata..
"Fatan..?"
Dengan cepat Laila turun tanpa melepas helmnya..
Fatan mulai terkapar dan Laila segera mengalihkan perhatian mereka. Perkelahian pun kembali terjadi..
*bak..
bik..
bukk..
gubraagg*..
"ternyata kamu Aleyy..!!"
dalang pengeroyokan terhadap Fatan adalah seorang yang dia kenal..
"Beni..??" dalam hatinya..
Beni hafal betul siapa yang membantu Fatan ini..
Dari pakaiannya.. motornya dan cara berkelahinya adalah orang yang sangat ia dendami.."Aleyy"
"akhirnya kita bertemu lagi.. ayo serang..!!!"
Beni dan kawanannya kembali menyerang. Perlawanan Laila kini melemah, dia kelelahan tapi masih ada tiga orang lagi dan itu membuatnya kewalahan.
"bagaimana ini? lari juga gak mungkin.."
Dari arah belakang seseorang menghentikan motornya. Saat terlihat yang terkapar adalah Fatan diapun membuka helmnya dan ikut membantu mengalahkan Beni dkk..
Perkelahian semakin sengit sampai pada akhirnya Beni dkk tepar di tempat.
Laila dan orang yang membantunya saling memunggungi dengan posisi siap tempur (kudakuda maksudnya) untuk mengantisipasi Beni menyerang lagi.
Dan....
"Aleyy awas lo.. kita belum selesai..!!" ancamnya yang kemudian mengisyaratkan anak buahnya untuk mundur.
Setelah mereka pergi, Laila membalikkan tubuhnya untuk berterima kasih. begitu juga orang yang menolongnya..
Saat sudah berhadapan.. Laila tercengang melihat seorang di hadapannya..
"Zacky..??" pekiknya dalam hati
Beberapa saat mereka saling memandang..
Zacky merasa tidak yakin dengan perasaannya tentang orang yang ada dihadapannya itu.. siapa dia?? fikirnya
"heh... tolongin gue dulu napa?"
Fatan mencairkan suasana.. Laila tersadar dan tentu saja dia kembali gelagapan di depan Zacky..
Zacky mengerutkan keningnya..
__ADS_1
Reaksi orang ini dirasa tak asing baginya..
Laila segera menarik tangan Fatan, tapi belum juga tegak berdiri Laila terkejut mendengar seseorang memanggilnya..
"Aleyy..!!"
Ternyata Fikri yang memanggilnya.
Tanpa sadar Laila melepaskan pegangan tangan Fatan..
"anjiir.. bok*ng gue woy...!!"
Fatan jatuh lagi.. dan kini bukan hanya wajah dan perutnya saja yang sakit.. tapi bok*ngnya juga..
(mantap ya bang?)
Dan kali ini Zacky yang membantunya berdiri..
Laila yang panik dengan adanya Fikri pun tanpa berfikir panjang ia bergegas menaiki motornya dan..
syiuuuttt.....
pergi begitu saja..
"kenapa dia..??" Zacky semakin penasaran..
Di papahnya Fatan untuk duduk di bangku yang disediakan minimarket.
Fikri ikut membantu karena Fatan sedikit kesulitan untuk berjalan dan merengek seperti anak kecil..
"manja banget si lo...!!"
"sakit jeko..!!."
Fatan memonyongkan bibirnya..
"lagian tu orang niat bantuin gak sih.. masa gue di jatohin juga..?" gerutu Fatan..
"yaelaah.. masih untung ada dia.. kalo gak mungkin lo udah masuk ICU noh...." goda Fikri..
"iya juga ya..?" Fikri nyengir dengan sedikit meringis menahan perih di bibirnya.
"oh iya Fik.. kenalin ini sepupu gue Zacky..!"
Fatan dan Fikri memang saling kenal, walau kuliah di universitas yang berbeda tapi mereka di komunitas yang sama.
Zacky yang melamun pun sedukit terkejut saat Vatan menepuk punggungnya saat mengenalkan Fikri padanya..
"Dia ini pembalap hebat Fik..!" puji Fatan
"apaan si lo..? gak usah lebay..!" sangkal Zacky..
"bagus dong.. berarti lo punya partner yang bisa ngalahin Beni.."
"tapi belum tentu juga dia bisa ngalahin Aleyy.." tambah Fikri..
"Aleyy..??" tanya Zacky
"bukannya tadi lo manggil orang tadi tu Aleyy ya?" menunjuk ke TKP tadi...
"iya.. itu Aleyy..!" jawab Fikri yang kemudian menunduk..
"kayaknya Aleyy itu musuh Beni juga deh.." Fatan mencoba mengingat ingat perkataan Beni tadi..
"iya..lo bener.."
kini Fikri mendongakkan kepalanya
"Beni selalu kalah dari Aleyy. Mungkin itu yang membuatnya merasa belum puas..!" jelas Fikri yang membuat Zacky dan Fatan mengangguk mengrti..
"tapi dengan kembalinya Aleyy ke jalan.. justru itu yang bikin gue takut..??" wajah Fikri terlihat galau kali ini...
Takut..??
Kenapa..??
Siapa dia sebenarnya??
tanda tanya besar di kepala Zacky..
* * *
**masih berlanjut ya..
jangan lupa like nya.. oke??
makasiih**..
__ADS_1
kurang lebih beginilah penampakan Aleyy si bohay..