
⛅
"wiiihhh.. yang ini cocok nih, tapi kok lo keliatan lebih tua ya??.! " ledek Zacky sambil terkikik pada Bagas yang bergaya didepan Laila dengan pakaian formalnya untuk meminta pendapat.
Bagas berdecak..
"aku gak minta pendapat kakak lagi ya...??" balasnya dengan menunjuk Zacky karena sudah kesal. Karena tak terima, Zacky nyaris melemparinya dengan sepatu hingga membuatnya melakukan gerakan pertahanan diri..
Laila yang duduk disamping suaminya itu malah tertawa...
"kalian ini apaan sih..?? malu tuh diliatin banyak orang..!! kaya anak kecil aja tau gak??" omelnya yang membuat dua orang dewasa itu berhenti berseteru..
Saat ini mereka sedang fitting baju dibutik langganan untuk acara ulangtahun perusahaan Zacky sekaligus mempublikkan pernikahan mereka.
Ya anggap saja menyelam sambil minum air. Acaranya ini sengaja merangkap sebagai resepsi juga. Mengingat kesibukan mereka yang semakin padat, tak mungkin juga harus menggelar pesta dua kali. Apalagi Laila akan resmi menyandang CEO DR diperusahaan milik kakaknya. Sudah pasti mereka akan sama-sama sibuk..
Beruntung mereka mempunyai ibu seperti Salma yang mampu mengurus semuanya dari jauh2 hari selama mereka sibuk dengan pekerjaan mereka.
Tentu saja tak luput dari orang2 yang berpengalaman dalam mengatur acara sebesar ini yang sangat membantunya..
"ya terus gimana ini?? cuma aku lho kak yang belum dapet..!" keluhnya yang sudah mulai kelelahan.
"emm.. sepertinya yang tadi aja deh. warna sama modelnya lebih cocok buta kamu..!" Laila berpendapat..
Akhirnya Bagas bisa bernafas lega, pilihanya sudah ditentukan. ia pun kembali ke ruang ganti untuk mengganti pakainanya..
"Zora mana ya?? kok belum nyampe sini juga sih..??" tanya Laila sambil tengak tengok..
"kamu telfonin dia gihh..!!" pintanya pada sang suami
"gak bisa, hp dia ilang..!"
"kamu ini gimana sih?? ya beliin dong..!"
Zacky berdecak..
"dia tu susah orangnya,, bukan Zora namanya kalo dikasih mau-mau aja..! dia bilang mau nunggu gajian aja..!"
Gadis itu memang keras kepala, dan dia paling tak mau jika diberi sesuatu dengan cuma-cuma..
Bukan berarti tak menghargai pemberian ataupun kasih sayang yang diberikan kepadanya, namun sudah jadi keinginannya yang tak ingin terlalu bergantung pada orang lain. Meskipun dia harus bersaha dengan sangat keras..
"aku udah selesai nih,,..!" ucap Bagas yang keluar dari ruang ganti sudah berpakaian lengkap berikut jaketnya..
"kamu tunggu disini dulu ya, ada seseorang yang ingin aku kenalin sama kamu Gas..!" cegah Laila..
"tapi aku udah ada janji sama temen kak, mereka udah nungguin. Lagian disini ngeliatin kalian berduaan, aku bisa mati kepanasan kali kak..!" ucapnya jujur yang dikemas dengan nada bercanda..
Laila terkekeh..
"begitu ya,, ya udah deh gapapa,, lain kali aja..!"
Bagas pun pergi dan beberapa saat kemudian gadis yang mereka tunggu akhirnya muncul..
"kakak.. maaf aku telat..!" ucapnya dengan membungkuk dan nafas yang terengah-engah..
Nampaknya dia berlari untuk mencapai tempat itu..
"gapapa.. kamu duduk dulu deh..!" balas Laila sambil menyodorkan segelas minuman yang langsung diteguk oleh gadis itu..
"kemana aja si lo, lama banget..!" gerutu Zacky dengan membentangkan tangan disandaran sofa yang didudukinya..
"aku ada urusan dulu kak, penting!
gak bisa ditunda pokoknya mah..!" jawab gadis itu yang sudah bisa mengontrol nafasnya..
Laila tersenyum..
"ya udah gapapa,, sekarang kamu cobain gaun yang udah aku pilihin buat kamu, kalo kamu gak suka, kamu boleh pilih sendiri..!"
Zora mengangguk dan membalas senyuman Laila. Untuk yang satu ini, sekeras apapun usahanya, Zora benar2 tak bisa menolak..
***
🌒
__ADS_1
🏢
Pesta Besar Digelar
Aula besar dan megah disalah satu Hotel milik keluarga Aryatama disulap sedemikian rupa menjadi sebuah yang begitu memukau mata..
Tamu undangan mulai berdatangan, bukan hanya dari kalangan pebisnis atau keluarga besar perusahaan yang mencakup seluruh karyawan perusahaan Aryatama saja, tapi juga rekan seprofesi Rahadi turut hadir dalam acara besar ini..
Ketika pintu utama terbuka dan menampilkan bintang utamanya,, semua mata tercengang akan kehadiran sepasang makhluk Tuhan yang terlihat sangat sempurna..
Setiap pasang mata pasti akan merasa iri dengan mereka..
Bagaimana tidak?
Zacky yang mengenakan tuxedo putihnya terlihat semakin tampan berkali-kali lipat.
Dan Laila yang juga mengenakan longdress berwarna putih yang mengekspose sebelah bahunya yang mulus semakin terlihat mempesona..
"sayang, sudah kubilng kita gak usah masuk!" bisik Zacky pada istrinya
"kamu ini gimana sih? ini kan acara kita juga..!" balas Laila yang sama berbisiknya kemudian tersenyum membalas sapaan para tamu..
"lihatlah, semua pria disini memperhatikanmu..!"
"ishh.. (menepuk lengan suaminya)
semua wanita juga memperhatikanmu..!"
"harusnya kamu jangan terlalu cantik malam ini..!"
Laila hanya menggeleng dan memutar bola matanya malas karena malam ini suaminya sangat posesif sekali.
ia tak membiarkan Laila lepas dengan terus mengapit pinggang rampingnya sampai sulit untuk bergerak..
Pasangan ini terlihat sangat kontras saat bebaur dengan para tamu undangan..
Tamu yang hadir datang silih berganti seakan tak ada habisnya dan siapa pun dari keluarga mereka terlihat sangat sibuk dengan tamu2 mereka.
Sampai-sampai, mereka tak bisa berkumpul karena kesibukan masing2.
Dari pada mati karena bosan, Bagas untuk keluar gedung dan memilih parkiran yang sepi dan lebih baik menurutnya.
Dan tiba2 saja dia teringat gadis kecil yang bersamanya tempo hari..
"Zora apa kabar ya?? kok dia belum telfon juga sih? apa dia belum beli hp baru ya..??" Bagas berbicara sendiri sambil memainkan ponselnya..
Dan ditempat lain..
"bang, pinjem hp dong.. aku tiba2 pengen telfon seseorang deh..! aku kan belum beli hp baru bang.." rengeknya pada Abay yang juga sudah menganggapnya seperti adik sendiri.
"pinter banget si lu?? tau'an aja gue abis beli pulsa,.!" sindirnya bercanda..
" ya tau lah kan tadi aku liat pas abang beli, hehe..!"
"hemm... dasar..!" ucapnya dengan mengacak poni gadis itu seraya memberikan ponselnya..
Zora pun menjauh dan mulai mengetikkan sebuah nomor yang sudah ia hafal sebelumnya..
nuuutt.. nuuuttt
cukup lama Zora menunggu panggilannya terjawab. Sekali tak ada jawaban, duakali masih tak dijawab Zora merasa kesal. ia merasa seolah dia yang mengejar pemuda itu.
Namun saat ponsel itu hendak dikembalikan, sebuah panggilan masuk dan ternyata itu adalah orang yang ia hubungi barusan..
"halo?? ini siapa ya..??" tanyanya disana..
Zora mendadak gugup,.
"ha..halo..!! kau masih ingat suaraku..??"
degg
Baru saja beberapa menit lalu ia memikirkannya, ternyata gadis itu menghubunginya
"Zo.. Zora, kamu Zora ya..??"
__ADS_1
terdengar suara Zora terkekeh ditelinganya..
"aku fikir kau melupakanku, kenapa telfonku tak segera dijawab..??"
"ya ku fikir itu orang iseng, aku kan gak tau ini nomor kamu!"
Zora tersenyum..
"ini bukan nomorku, aku hanya pinjam. tapi kamu boleh telfon ke nomor ini kalau memang ada sesuatu..!"
"heum??"
"eh.. emm..itu... kalau lho yaaa..!"
Bagas tertawa,, sedangkan Zora malah menepuk-nepuk kepala karena merutuki kebodohannya,,
napa juga aku ngomong gitu??
rutuknya..
"iya, iya aku ngerti..!" jawab Bagas sambil terkekeh..
"jadi malu kan aku..!" gumamnya yang terdengar samar ditelinga Bagas karena suara bising disekitar gadis itu..
"kamu ngomong apa tadi..??"
"eh.. gak kok. emmm... udah dulu ya, gak enak nih hp orang. tar pulsanya abis lagi...!" kilahnya
"yang telfon kan aku...??"
oh iya, kok aku bisa lupa sih dia yang telfon balik?? **** banget deh ah..!!
umpatnya dalam hati..
Bagas masih tersenyum geli membayangkan ekspresi malu gadis itu..
Beberapa saat, hanya ada diam diantara keduanya hingga Bagas memecah keheningan itu..
"Zora,, kamu masih disana kan??"
"ehh.. iya Bagas,. masih iya masih..!" jawabnya tergugup
"aku fikir kamu pingsan disana?" Bagas terkekeh
"kenapa kamu baru hubungi aku?? baru ngerasa kangen ya??" godanya yang membuat Zora bersemu
"apaan sih?? nggak kok, aku gak tau kenapa setiap kali ingin menghubungumu rasanya aku ragu. apalagi aku belum punya hp sendiri"
"oh, gitu ya?? sekarang kamu telfon berarti udah gak ragu lagi dong??"
"ehh..gak gitu juga, kebetulan aja ada kesempatan pinjem hp., hehe..! ini juga mau cepet aku balikin.."
"ya udah deh, aku tutup telfonnya yaa..!"
Sesaat Zora terdiam tak memberi jawaban apapun..
"heyy.. Zora????" Bagas menyadarkannya dari kebengongan..
"ehh.. i..iya deh..!" jawab Zora ragu. Padahal ia yang ingin mengakhiri panggilan itu, tapi kenapa hatinya seakan tak rela dan merasa berat jika harus menyudahi obrolannya ini.
Hatinya terasa tak tenang..
"aku janji,, aku bakal hubungi kamu dan cari kamu. kamu boleh catat janji aku, jika suatu saat aku mengingkari janji itu, kamu boleh menuntut aku..!!"
Ucapan Bagas mampu menenangkan hatinya, dan tanpa sadar bibirnya yang berlipbalm berwarna merah muda itu terkembang sempurna..
Zora bahagia,, lebih tepatnya sangat bahagia..
Mereka tak pernah tau jika percakapan mereka lewat telfon itu ternyata akan membuahkan cerita yang berlainan seperti keinginan mereka..
Dan seperti apa nantinya, mereka belum tau.
Yang mereka tau, saat ini hati yang mereka miliki kini tengah berbunga bersamaan..
bersambung..
__ADS_1