Karena Kamu

Karena Kamu
Tuhan tolong aku


__ADS_3

Dengan izin dari Nadia.. Laila dan Vanya ikut berkemping malam itu.. termasuk bagas..


Tentu saja di area yang berbeda, karena pria dan Wanita tak boleh berada di area yang sama.. kecuali di area keluarga..


"kamu mau sewa tenda sendiri Gas...?" tanya Laila saat mereka berkumpul makan malam di cafetaria..


"gak ah.. aku gak mau tidur sendiri..!" jawabnya dengan mulut mengunyah mie goreng..


"terus lo tidur dimana..?" tanya Vanya yang sama saja sedang mengunyah..


"tidur sama kak Zacky aja.. hehe...!" dengan melirik Zacky yang tadinya fokus dengan makanannya kini balas menatap Bagas..


"kenapa sama gue..??" tanya Zacky dengan sedikit menarik wajahnya..


"aku takut nanti ka Zacky kabur nyamperin kak cantik...!" jawab senemunya..


Zacky berdecih dan kembali menyantap makanannya..


"bilang aja lo takut kalo sendirian..ya kan??" goda Vanya..


Bagas tertawa dan disambung yang lainnya..


"udah lo sama gue aja.. biar tenda gue lebih anget..!" pinta Dhani yang duduk sebelahan dengannya..


"gak usah.. biar dia sama gue aja.. tenda lo kebanyakan isi tar sempit...!" saut Zacky saat ia menyelesaikan makannya..


Bagas kegirangan saat Zacky menerimanya.. padahal kan ia selalu mengganggu Zacky..


Laila menoleh pada Zacky yang duduk di sampingnya..


Apa iya dia gak keberatan Bagas ikut.. bukankah mereka ribut terus..? gumam Laila yang jadi bengong


"heyy.. kebiasaan deh...!"


Zacky menyolek hidung Laila.. dan iya pun mengerjap kaget..


"kenapa..?" tanya Zacky yang memutar duduknya mengahadap Laila..


"kamu yakin mau sama Bagas..??"


Zacky tersenyum


"emangnya kenapa..?"


Zacky menopang kepala di sandaran kursi..


"firasatku gak enak.. dia kan gangguin kamu terus.. tar kamu apa-apain lagi..!" Laila takut kalau Zacky akan megerjai calon adiknya..


"ha ha ha.. fikirannya jahat banget sih..!" dengan menyubit besar pipi Laila.. dan kini ia menyandarkan tubuhnya..


"aku gak sejahat itu kali.. dia kan calon adek aku juga...?" Zacky melirik Bagas yang masih sibuk makan dan dibalas acungan jempol dari Bagas...


Sepertinya Bagas mulai terbiasa dengan Zacky.. ya walaupun dia tidak suka karena Zacky pacar Laila.. tapi antara dia dan Laila tidak lah mungkin jadi sepasang kekasih dan Bagas sangat menyadari itu.. hanya saja dia sangat suka saat-saat mengganggu mereka..


Jika ingin menyalahkan.. pengennya sih nyalahin takdir.. hahaha...


* *


Waktu menunjukkan pukul 00.35


Bagas merasa risih dengan orang yang tidur sebelah kanannya tak mau diam terlihat gelisah seperti sedang mimpi buruk saja.


"tidur yang bener dong kak.. jangan kacauin mimpi indah aku...!" gerutu Bagas pada Zacky yang sedari tadi tak bisa tidur dengan benar...


"HAH..!!"


Zacky duduk dan mengacak rambutnya gusar..


Bagas jadi ikut duduk dan memiringkan kepalanya menatap Zacky..


"kenapa sih kak...??"


Zacky terdiam sesaat.. Bagas masih memperhatikan.. lalu ia beranjak bangun..


" ehh.. mau kemana..??"

__ADS_1


Bagas menahan tangan Zacky yang hendak keluar tenda..


Zacky berbalik dan duduk kembali..


"gue gak bisa tidur.. gue mau keluar dulu sebentar..!" katanya dengan membuka resleting tenda dan keluar..


"diluar serem tau kak.. tar ada setan lho...!" teriak Bagas..


Mendengar teriakan Bagas membuat Zacky kembali ke tendanya..


"tuh kan.. kak Zacky takut.. udah tidur lagi aja sini...!" Bagas menepuk-nepuk tempat tidur Zacky dengan tersenyum..


Tapi bukan itu yang ada di fikiran Zacky..


"hp gue ketinggalan..!" katanya yang kemudian mengambil ponsel dan pergi keluar..


Bagas melongo kemudian melirik orang yang tidur sebelah kirinya.. nampaknya Fatan tidur nyenyak sehingga tak mendengar percakapannya dengan Zacky..


"udahlah biarin.. mending tidur aja kaya kak Fatan..!"


Bagas menutup resleting tendanya dan kembali meringkuk membelakangi Fatan yang tertidur pulas..


Zacky sangat gelisah saat ini.. mungkin karena beberapa jam lalu sebelum mereka menuju tenda masing-masing.. Zacky melihat Laila menerima panggilan telfon dari Fikri..


Dan itu membuat Zacky tidak tenang..


Entah kenapa walau Zacky merasa memiliki Laila.. tapi saat Fikri mendekati Laila hatinya tak tenang..


Bukan takut Fikri akan merebutnya.. tapi takut hati Laila jadi goyah..


"apa dengan punya fikira seperti itu berarti aku tak percaya pada Laila..??" gumamnya sembari melempari batu kecil ke tengah danau...


Kini ia mendudukan dirinya di atas rerumputan tepi danau.. menopang tubuhnya dengan kedua tangan kebelakang dan menatap langit..


tak ada rembulan namun bintang yang bertaburan membuat langit tetap indah..


Saat seperti ini mengingatkan dirinya kala dirinya mengaku sebagai bintang..


ia pun iseng mengirim pesan pada Laila menggunakan nomor yang ia khususkan untuk menampung curhatan Laila itu..


Bintang :


ya.. cuma mengirim pesan menyebut namanya saja.. saat tak ada balasan ia pun menggerutu sendiri dan tersenyum kecut..


"ahh.. bodohnya aku.. mungkin saat ini Laila tengah mimpi indah seperti Bagas..!"


kini ia memasukkan pnselnya dalam saku jaket dan membaringkan tubuhnya dengan melipat tangan sebagai bantal dan masih di tempat yang sama..


Dan ia pun terkejut saat ponselnya bergetar di saku jaketnya..


ia terperanjat bangun saat yang ia lihat di layar ponsel ternyata notif balasan dari Laila..


"dia belum tidur..??" fikirnya bertanya-tanya..


Zacky segera membuka pesan dari Laila..


Laila :


"kamu kemana aja? banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu.. tapi kau tak muncul juga... apa karena saat ini aku sedang melihatmu jadi kau memberi pesan padaku begitu..?" tulisnya panjang lebar


"hah? berarti laila juga sedang menatap langit..!" batinnya..


Bintang :


"apa yang sedang kau lakukan disana selarut ini...?"


Zacky mencoba memancing agar Laila mengatakan keberadaannya dengan berlaga sok' tau..


Laila :


"aku tak bisa tidur.. dan rasanya disini sangat nyaman.. apalagi dengan menatapmu yang banyak itu.." balasnya


Laila sudah tak mempedulika siapa bintang ini.. yang jelas bintang ini selalu tau yang ia rasakan.. terlepas dari semua itu Laila tak mempermasalahkan jika suatu saat dia tau siapa bintang dan tak akan menyesal menjadikannya tempat curhat.. toh selama ini dia tak pernah menuntut apa-apa dari Laila.. hanya menjadi pendengar setia.. dan itu membuat Laila nyaman..


Bintang :

__ADS_1


apa ada masalah..?


Laila :


entahlah.. aku hanya bingung..


tapi mendengar nyanyian kodok dan jangkrik bersautan membuatku bisa melupakan itu sejenak...


Zacky celingukan..


kodok dan jangkrik?? berarti Laila juga di sekitar danau sama selerti dirinya yang juga mendengar suara kodok dan jangkrik..


Samar-samar Zacky melihat kelebatan cahaya ponsel di sisi lain danau..


Zacky mengaktifkan GPS'nya dan ternyata benar.. cahaya itu dari posel Laila..


"kenapa aku baru melihatnya..? katanya dengan senyum melihat arah Laila..


Bintang :


kembali lah.. jika tidak kau bisa dalam bahaya..!


Zacky menahan tawa saat mengirim pesan itu


Sekarang Laila yang celingukan.. ia merasa ada orang yang memperhatikanya..


Laila :


kau benar.. aku akan kembali..


Sedikit berlari Laila menuju area perkemahannya..


sesekali ia melihat kebelakang takut-takut ada yang mengikutinya..


Saat Laila kembali melihat kedepan ia kaget saat menubruk seseorang dan dengan cepat membekap mulutnya..


Laila yang terkejut reflek memberinya pukulan dan membanting..


"cukup Laila.. sakit..!" pekiknya


suara orang itu sangat ia kenal..


Laila berjongkok dan melihat wajah pelaku dengan lampu ponselnya..


"Zacky..??"


Zacky menyipitkan matanya karena silau..


"kamu apa-apaan sih..? bisa-bisa aku bunuh kamu tau gak??"


Laila memukul bahu Zacky saat ia sudah terduduk..


"yaelah bukannya minta maaf malah di omelin..!"


Zacky meringis dengan memegang pinggang nya yang sakit..


Melihat itu Laila jadi tersenyum..


"iya maaf.. mana ku tau kalo itu kamu. aku fikir kamu mau jahatin aku..!"


gantian Laila yang menyubit pipi Zacky


Spontan Zacky menarik tangan Laila hingga ia menubruk tubuh Zacky..


"aku memang mau jahatin kamu.." bisiknya pada Laila yang kini ada dalam dekapannya dan membuat pipi Laila memerah..


"Zacky kamu__'


cupp


sebuah kecupan singkat di pipi merahnya dan membuat Laila terpaku.. mereka saling bersitatap dengan jarak hanya beberapa centi saja.. tatapan Zacky selalu berhasil membuat jantung Laila berdegup lebih kencang..


Dengan berdekatan serapat itu membuat hasrat Zacky meledak-ledak..


Zacky memeluk erat tubuh Laila menahan semua rasa keinginannya..

__ADS_1


Oh Tuhaan....!!


Tolong aku....!!


__ADS_2