
☉
Laila keluar dari ruangan Zacky, dengan menenteng tas kesayangannya ia menghampiri Rani yang kini menduduki tempat dimana sebelum dirinya memutuskan untuk memimpin perusahan kakaknya didalam negeri..
Seperti biasanya, wanita ini selalu terlihat sempurna dengan riasan wajahnya yang simple dengan berbalutkan stelan kerja yang sangat pas ditubuhnya yang membuatnya terlihat semakin elegan.
Paras cantiknya selalu membuat setiap pasang mata berdecak kagum karena pesonanya..
Terbukti dari ekspresi Rani yang sudah tersenyum bahkan sebelum Laila menyapanya..
"Rani,, aku pergi dulu. semua yang harus kamu kerjakan sudah ada dalam berkas yang tadi kuberikan. kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk menghubingiku..!" ucapnya sambil tersenyum dan dibalas anggukan wanita yang seumurannya itu.
"maaf nyonya muda...!" panggilnya saat Laila sudah menjauh.
"kenapa Rani, ada yang belum kamu mengerti..??" tanyanya dengan membalikkan tubuhnya..
Rani mendekat..
"tidak nyonya,, saya hanya ingin bertanya..!" jawabnya ragu..
"katakan saja.." balasnya yang menunggu pertanyaan sekertaris baru suaminya itu..
"emmm.. nyonya, apa benar anda akan pindah ke perusahaan lain..??" tanyanya dengan gugup
Laila tersenyum
"benar.. memangnya kenapa??"
"apa anda tidak akan kembali ke perusahaan ini lagi..??"
Laila mengerutkan keningnya..
"kamu takut aku akan kembali mengambil posisimu..??"
tanyanya bernada bercanda..
"aahhh.. bukan-bukan, tidak begitu nyonya..!" jawabnya cepat dan ia malah kaku..
"maksud saya,, selama saya disini hanya nyonya yang saya kenal, kalau anda pergi dari sini pasti saya akan sangat merasa kehilangan..!" ucapnya tulus mengingat sikap Laila yang sangat baik terhadapnya..
Laila terkekeh..
"ini perusahaan suamiku, pasti aku akan sering kesini. lagipula, ada kerjasama antara perusahaan kami. kamu tenang saja, semua karyawan disini baik. bergaullah dengan mereka, terutama wanita berbaju merah muda itu,, (menunjuk Sri dari kejauhan)
dia sangat menyenangkan..!" tuturnya dengan senyum yang sangat Rani kagumi..
Dan kekagumannya semakin bertambah saat tau ternyata wanita cantik ini begitu dekat karyawan disana..
Jauh dari perkiraannya, ternyata Nyonya mudanya itu memanglah spesial..
***
Laila turun dari taxi yang ia tumpangi tepat didepan sebuah proyek hotel yang masih dalam pengerjaan.
Sekilas ia memperhatikan sebuah mobil mewah yang asing terparkir didepan disana, namun ia tak peduli.
Laila meneruskan langkahnya hingga memasuki area proyek, namun kemudian ia berhenti saat sebuah pesan masuk dalam ponselnya..
'saya melihatnya nyonya, dia berada di restoran ******* dijalan ********, cepatlah nyonya, kalau tidak, kita akan keduluan tuan muda'
begitu isi pesannya.
Laila bingung,,
ia nampak ragu-ragu..
Sebaiknya alasan apa yang harus ia katakan agar Zacky tak mencurigainya..
ia pun mendial nama suaminya dan panggilanpun terhubung
"sayang.. maaf.. aku tak bisa makan siang denganmu hari ini..!"
"kenapa, apa ada masalah dikantor..??"
"oh.. tidak, teman lamaku datang dari luar negeri, aku harus menemuinya. kebetulan dia ada disekitar sini, jika tidak bertemu dengannya hari ini, mungkin aku tak akan bertemu dengannya lagi nanti..!"
alasan yang ia berikan memang jujur, hanya saja Laila tak menyebutkan siapa yang akan ia temui..
"emm oke, gapapa.., tapi setelah selesai kembalilah ke kantor. Setelah ini aku juga akan kembali..!" jawabnya percaya..
"baiklah.. maaf sayang.. lain kali aku tak melakukan seperti ini lagi..!" sesalnya tulus
"iya sayang,, aku mengerti. tapi awas.. jangan melirik pria lain. oke??.!" ujarnya posesif
Laila tertawa
"memangnya ada, pria lain yang lebih menarik untuk dilirik selain dirimu hm??" godanya lalu terkikik..
"hentikan sayang, kalau tidak aku tak mengijinkanmu pergi dan akan mengajakmu pulang..!" ancamnya bercanda..
Laila tertawa kecil..
"baiklah,, aku pergi ya.. aku mencintaimu..!"
"aku juga me_______"
tut tut tut
Zacky tersenyum dengan memandangi ponselnya, ternyata panggilannya sudah terputus..
dan ditempat lain, Laila bingung karena suara suaminya tiba2 menghilang, saat mengecek ponselnya ternyata baterainya habis..
Ya sudahlah, lagipula dia sudah bicara dengan Zacky, fikirnya.
Lailapun bergegas kembali kebahu jalan untuk mencari taxi lagi.
ia tak menyadari kalau ternyata ada seseorang yang membuntutinya..
Setelah sampai direstoran yang dialamatkan orang suruhannya,, Laila masuk dan bersikap biasa saja padahal jelas-jelas dia sengaja kesana..
Setelah melewati beberapa meja, Laila pura-pura terkejut melihat pria yang sedang menikmati hidangannya seorang diri..
"ehh.. hayy.. kamu ada disini..??" tanyanya dengan ekspresi kaget yang dibuat-buat..
Pria itu terkejut dengan kehadiran Laila yang tiba-tiba..
Sesaat dia bengong, kemudian mengerjapkan matanya karena merasa tak percaya.. jantungnya mulai berdegup tak berirama..
"oh.. hayy..!" jawabnya canggung namun beberapa saat kemudian ia nampak senang..
Setelah dipersilahkan duduk, Laila mengambil kursi yang berhadapan dengannya..
"kenapa kamu tiba2 ada disini??"
"emm.. aku ada janji dengan teman, tapi sepertinya dia belum datang..!" dustanya yang terlihat kaku
Pria itu mengOh kemudian memanggil pelayan untuk melayani Laila..
"kamu sendiri, kenapa ada disini?? bukankah ini jauh dari rumahmu..!" lanjutnya setelah memesan minuman untuknya..
pria itu terkekeh...
"sekarang aku tinggal tak jauh dari sini,.. aku fikir kau mengikutiku..?" jawabnya menyeringai..
Laila mulai gugup..
"ahh..tidak.. itu.. kita sudah lama tak bertemu, aku dengar kamu pindah keluar negeri, kenapa kamu kembali??"
klotrakkk..
Laila tersentak saat pria itu meletakkan sendok dan garpunya diatas piring dengan kasar...
ia menyandarkan duduknya dan mentap Laila tajam tanpa mengatakan apapun sampai seorang pelayan datang membawakan minuman Laila dan berlalu setelah meletakkannya dimeja.
__ADS_1
Pria itu pun angkat bicara..
"kenapa kamu bertanya seperti itu padaku?? kamu ingin aku menyingkir dari kehidupanmu..begitu??"
Laila tertegun
"bukan begitu,, (sangkalnya)
aku fikir pekerjaanmu disana sudah sangat bagus!, ya.. mungkin kalau kamu mencoba menetap mungkin kamu akan mendapat kehidupan bahkan wanita yang lebih baik disana..!" ucapnya hati-hati..
pria itu tertawa,. namun beberapa detik kemudian tawanya langsung menghilang..
"kau benar-benar ingin mendepakku Laila..!" menatap Laila tajam
"aku tak akan pergi lagi, karena cintaku ada disini..!"
"FIKRII...!!" sergah Laila menahan emosinya saat pria itu hendak menyentuh wajahnya..
Pria itu tertawa dan nampaknya dia bisa tau apa maksud Laila menemuinya saat ini..
"sudahlah Laila,, jangan bertele-tele.. kamu kesini memang sengaja mencariku kan..?"
Laila terdiam..
"kamu fikir aku tak tau kalau orangmu membuntutiku..??"
Laila terkejut karena Fikri sudah mencurigainya.. Awalnya ia tegang, tapi perlahan ia mulai mengontrol emosinya..
Laila menghela nafas pelan kemudian menyandarkan tubuhnya dan bersikap santai..
"baguslah kalau kamu sudah mengerti, aku tidak perlu berbasa-basi lagi..!" jawabnya dengan menyilangkan tangan didada..
"sebaikanya kamu segera pergi jauh, cepat atau lambat, Zacky akan menemukanmu dan menyeretmu kedalam penjara...??"
"aku tidak takut..!" jawabnya datar..
"kalian tidak punya bukti apapun untuk menagkapku..!" lanjutnya dengan santai..
"kalau aku buka suara tentang om Haryono apa kamu masih berani, Fikri..?" ancamnya dengan menyondongkan tubuhnya dengan melipat tangan diatas meja..
"aku tak ada hubungannya dengan om Haryono..!"
"jangan berkilah lagi, tetangga disana tau ada seseorang yang memperkerjakan tukang dirumah itu dan satu-satunya orang yang berani merombak rumah om Haryono itu cuma anak angkatnya,, dan itu adalah dirimu...!"
Fikri membeku.. tapi kemudian ia bersikap biasa saja dan membuang nafas dengan menengadahkan wajahnya keatas. ia nampak memikirkan sesuatu...
"ahh.. rumah itu..! sebenarnya aku menyiapkan rumah itu untukmu Laila..!" pandangannya berubah menatap Laila dengan tatapan sendu..
"dan aku terpaksa menculikmu..karena aku tak mau kamu dan Zacky bertemu, kalau pertemuan itu terjadi, sudah pasti kamu tak akan menolak perjodohan itu, iya kan..??"
"kenapa harus menggunakan cara itu?? yang kamu lakukan membuatku langsung menjadi istrinya, bukankah itu malah merugikanmu??"
Fikri terdiam lagi dan ia nampak murung..
Tapi selang beberapa detik kemudian ia terkekeh sendiri...
"kamu benar Laila,, ternyata aku sangat bodoh.. Ya Tuhaan.. bodohnya... sekarang kau sudah menjadi istri orang lain.. .!" jawabnya dengan sedih yang dibuat-buat...
"aku minta maaf Laila..!" ucapnya yang berubah menatap Laila dengan tatapan sendu lagi..
"orangku membuatmu terluka saat itu, saat aku tau ternyata dia menyiksamu aku sangat marah..Laila.. percayalah aku menyuruhnya memperlakukanmu seperti seorang putri, tapi dia malah menyaakitimu..!" tuturnya dengan meraih lengan Laila..
Reflek Laila menarik tangannya dan kembali duduk bersandar
"aku rasa,, kamu tau kondisiku saat itu..!" sindirnya yang membuat Fikri menunduk..
"sudahlah Fikri, apalagi yang kamu rencanakan disini? lebihbaik kamu menjauh dari kehidupanku sebelum kamu menyesal..!"
penuturan Laila membuat Fikri tersenyum,, ternyata Laila masih melindunginya..
"sebenarnya aku sedang mempersiapkan ruamah lain untukmu.. (Laila memutar matanya malas)
tapi nampaknya aku harus membatalkannya.." lanjut Fikri kemudian terkikik lagi..
"cepatlah pergi, jangan tunggu lebih lama lagi, karena aku tak bisa menjamin keselamatanmu di tangan Zacky..!" tegas Laila lalu beranjak untuk pergi.
"tunggu Laila..!" Fikri menahan tangannya..
"apakan kita masih berteman..??"
Laila terdiam sejenak..
"tentu saja, asalkan kamu mau mengikuti anjuranku.."
* * *
Zacky kelabakan saat Marissa mengiriminya foto Laila bersama Fikri..
kenapa Laila menemukannya lebih dulu??
pasti dia juga menyuruh orang untuk mencarinya..
kata batinnya
ia benar-benar khawatir dengan tindakan istrinya kali ini.
Zacky segera menghubungi Marissa untuk membawanya ke tempat dimana Laila berada. ia dan Bayu pun segera menyusulnya.
Alangkah terkejutnya Zacky melihat penampakan Marissa setelah ia turun dari mobil dan menghampirinya. Dengan riasan diwajahnya yang berantakan, Zacky jadi bergidik....
"Apa..??" tanya Marissa dengan judesnya menanggapi ekspresi Zacky yang menatapnya dengan tatapan ngeri..
"aku begini juga karena kamu membuatku menangis Putra..!!" gerutunya sewot
"ya ya ya.. sudahlah.. sekarang dimana Laila..??" tanyanya mengalihkan pembicaraan
"akan kubawa kau kesana, tapi aku harus ikut denganmu..!"
"tapi mobil anda nona??" tanya Bayu..
"kalau aku tak boleh ikut, aku tak akan memberi tahu..!" ancamnya serius
"sudahlah Bay, kau tak akan mengang dengannya..!" timpal Zacky..
Akhirnya mereka bertiga pergi bersama ke restoran dimana Laila dan Fikri berada.
"aku fikir kamu sudah mendapat wanita yang tepat, ternyata istrimu gak lebih baik dari aku. Harusnya kamu tinggalkan wanita itu dan kemb______...!"
"DIAM KAU...!!" bentak Zacky yang jengah mendengarkan celotehannya
"cepat Bay..!!" bentaknya lagi pada Bayu yang kini jadi sasaran
"iya.. iya..!" jawabnya nurut dengan fokus pada jalan didepannya..
"kamu lama sekali asisten, Putra ingin segera memergoki istrinya yang selingkuh..!" timpal Marissa memanasi..
"sudahlah diam kau Marissa...!" ucap Zacky dengan mengeratkan rahangnya..
"tugasmu hanya membawaku kesana, tidak untuk banyak bicara..!"
Marissa membenturkan punggungnya disandaran kursi penumpang dibelakang, ia sangat kesal...
"kamu sudah menghubungi orang2 mu Bay..??" tanya Zacky yang masih panik..
"sudah, kamu tenang saja...!"
"suruh orang sebanyak mungkin untuk menjaga Laila, kalau perlu panggil polisi..! aku tak mau terjadi apa2 dengan dia.."
"apa?? harus memanggil polisi segala?? berlebihan sekali..??" sindir Marissa dengan tersenyum miring..
Zacky menoleh kebelakang menatap Marissa tajam, dan Marissa tau kalau dia harus diam..
"maaf nona, itu bukan selingkuhan nyonya muda, tapi dia itu orang yang bisa membahayakan nyonya muda kami!" jelas Bayu agar Marissa tidak berfikiran seperti sebelumnya lagi..
__ADS_1
"tapi kenapa_________"
"sudahlah Bay, gak usah dijelasin lagi, buang waktu...!" potong Zacky yang membuat Marissa semakin kesal..
"cepat Bayuu.. cepat...!!"
Zacky terlihat semakin panik, apalagi ponsel Laila tak bisa dihubungi..
"ayolah sayang,, jangan membuatku gila." gumamnya sambil terus menghubungi Laila yang tak kunjung aktif
"aarghh....!"
Zacky melempar ponselnya ke dashboard mobil..
Selama mengenal Zacky, baru kali ini Marissa melihat dia sefrustasi itu,.
ternyata kamu benar-benar mencintainya sampai mengkhawatirkannya seperti itu..??
mungkin dihatimu sudah tak ada lagi tempat untukku..
gumamnya dihati..
Setelah sampai, Zacky segera turun dan mendapati orang suruhannya sudah berada disana..
"kenapa kalian disini?? dimana Laila..??" bentaknya pada beberapa orang dengan pengawakan besar itu..
"maaf bos, saat kami kesini nyonya sudah pergi..!"
"apa??" Zacky menarik kerah baju salah satu dari mereka..
"lalu kenapa kalian masih disini?? CARI..!!'' bentaknya lagi dengan melepaskan cengkramannya dengan kasar..
"HAH..!!" ia mengacak rambutnya gusar
"dasar bodoh.. orang2 mu tak berguna..!" kini Bayu menjadi sasaran lagi..
Laila benar-benar membuat Zacky seperti orang gila, dan entah sejak kapan Marissa merasa iri dengan perhatian Zacky untuk istrinya..
"panggil polisi, CEPAT..!!'' teriaknya lagi yang membuat Bayu berlari cepat menuju mobil untuk mengambil ponselnya..
Tapi kemudian ia melihat sebuah panggilan diponsel Zacky..
"Putra, Laila menghubungimu...!"
"apa..??" dengan cepat ia menghampiri Bayu yang sudah memegang ponselnya..
ia pun langsung mengambil alih ponselnya
"halo sayang, kamu dimana..? kenapa kamu tak bisa dihubungi?" tanyanya dengan nafas yang terengah-engah..
"aku dirumah,, maaf sayang, ponselku lobet.!"
"syukurlaaah..!" Zacky menghela nafas lega bersamaan dengan tubuhnya yang melemas....
" maaf juga aku tak bisa kembali ke kantor karena_______"
"sudah.. sudah, sekarang kamu jangan kemana-mana. aku akan pulang..!"
Laila yang disana nampak bingung karena Zacky tiba2 memutuskan untuk pulang.
"ayo Bay, kita kerumah..!" perintahnya yang langsung masuk mobil dan mengunci pintu sebelum Marissa membukanya..
"hey.. aku belum masuk..!!" teriaknya menggebrak kaca mobil..
"terimakasih sudah membantu, tapi maaf.. pulanglah sendiri..!"
"apa..??"
Zacky dan Bayu pun berlalu dan meninggalkannya..
"dasar bre****k..!!" teriaknya mengumpat yang tak terdengar oleh mereka..
****
Begitu memasuki halaman rumah, Zacky segera turun dan langsung masuk..
"dimana Laila..??" tanyanya pada Bagas yang keheranan melihat Zacky dengan ekspresi paniknya
Bagas menunjuk kearah kamar kakaknya diatas dan belum sempat satu kata pun yang keluar dari mulutnya, Zacky sudah berlari menuju kamarnya..
"dia kenapa..??" gumamnya dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal..
Begitu Bayu masuk, Bagas langsung menodongnya dengan berbagai pertanyaan..
"saya akan ceritakan semuanya mas Bagas, tapi boleh gak ceritanya dimeja makan?? saya belum makan soalnya..! hehe..."
Bagas pura-pura berfikir, tapi kemudian ia tesenyum...
"oke dehh... ayo kita makan...!" ajaknya dengan merangkul bahu Bayu..
**
Dikamar..
Laila terkejut dengan kedatangan Zacky yang tiba2...
"kamu gapapa kan sayang..??" tanyanya yang langsung duduk disamping Laila dengan meraup wajahnya yang diputar kanan kiri mencari luka atau yang lainnya..
"ihh... apaan sih..??" omelnya dengan menepis tangan Zacky..
"kamu jangan lakukan ini lagi sayang, kau membuatku takut..! aku gak mau terjadi apa2 sama kamu.." ucapnya dengan sedikit emosi..
Laila jadi curiga...
"kamu tau ya...??" tebaknya dengan menyondongkan wajahnya kearah Zacky..
"tentu saja aku tau,, yang kamu lakukan itu membahayakn diri sendiri sayang..!"
Laila nampak santai..
"buktinya aku gapapa kan..??"
"tetap saja dia itu berbahaya, kamu jangan melindunginya lagi, kejiwaannya sudah bermasalah..!"
Laila terdiam sesaat..
"karena itulah aku melindunginya, selain karena dia sahabatku, aku juga ingin menyembuhkannya..!"
"tapi sayang..."
"aku mohon, cabut tuntutan kamu.. biarkan dia pergi..!" pintanya dengan mengeratkan genggaman tangan suaminya..
Zacky menghela nafas, ia tak tega melihat istrinya yang terus memohon..
"baiklah, tapi jangan lakukan hal yang seperti itu lagi,, aku bisa gila...!" ucapnya dengan memeluk erat istrinya..
"iya aku janji..!" jawabnya membalas pelukan itu.. dannn.....
kruyuuukkk
"kamu belum makan ya??" tanya Laila dengan melepas pelukannya..
"aku kan mencarimu, mana sempat makan dulu...!"
"haiishh... ya sudah kita makan dulu...!" Laila beranjak dengan menarik tangan Zacky..
"makan kamu aja deh.. hehe...!!" Zacky menahannya..
Laila menggeleng, ia berdeckan kemudian berkacak pinggang
"mau makan atau nggak sama sekali..??"
dengan malasnya Zacky menyerah..
__ADS_1
"yaudah deh...!!"