Karena Kamu

Karena Kamu
mulai terbiasa


__ADS_3

Hujan semakin deras.. Laila mulai gelisah..


Dia takut kalau dirinya akan telat pulang dan ayahnya marah-marah..


Vanya memperhatikan Laila yang terlihat gelisah dengan memutar-mutarkan ponselnya berulang kali.


"kamu kenapa??"


"aku bingung gimana caranya mau pulang!"


"ya nanti aja sih.. ujannya gede banget lho..!"


"emang gajah, gede? ujan tu deres Nya..." jawabnya melengos..


"ya telfon aja ka Damarnya.. bilang kalo kamu pulang entaraan gitu.. disini ujan gede.. eh deres..!" Vanya nyengir..


"bukan masalah ka Damar.. tapi ayah...!" kini Laila yang menopang kepalanya..


"HAH.. ayah kamu udah dateng?"


"kan kemaren aku udah bilang hari ini ayah pulang...!''


"oh iya... lupa.." Vanya menggaruk tak gatal..


"Udah lah mau gak mau aku harus bilang ke ayah...." Laila beranjak berdiri..


"ehhh... mau kemana? katanya mau telfon..?"


Vanya menahan tangannya..


"Toilet...!" jawabnya tanpa basa basi, Vanya pun mencebikkan bibirnya dan melepaskan tangan Laila..


* * *


Di meja depan Zacky juga terlihat gelisah..


Salma melihat perubahan anaknya dari raut wajahnya yang basah dengan keringat dingin..


Ouhh.. betapa tersiksanya Zacky menahan hajatnya karena tak mau meninggalkan mamanya sendirian..


"kamu kenapa nak..?"


"ma.. aku ke toilet sebentar ya..!"


Salma mengangguk.. tapi setelah beberapa langkah Zacky berbalik kembali duduk..


"kenapa kembali..?" tanya salma bingung


"mama janji ya gak kemana-mana.. Zacky cuma bentar oke..??"


Salma tersenyum mengiyakan dan kembali fokus pada makanannya..


Dengan sedikit berlari Zacky mencari tanda arah Toilet..


Saat menemukannya dan mulai melewati lorong yang menghubungkan ruang kafe dan toilet dia menbrak seseorang...


"Laila...??"


"Zacky...??"


beberapa detik mereka bersitatap..


tapi Oh..tidak!! rasa itu mengacaukan moment yang harusnya mengesankan..


Tiba-tiba Zacky berlari ke toilet tanpa mengatakan apa2 pada Laila..


Dan Laila tersipu tak menyangka bisa bertemu di sana..


Kali ini Zacky keluar toilet lebih terburu-buru dari yang tadi..


Saat memasuki ruang kafe, matanya berkeliling mencari gadis pujaannya..

__ADS_1


Pandangannya menemukan seseorang di pojokan sana..


"ah.. dapet..!" katanya dengan segera menghampiri orang itu..


"Vanya..!"


Vanya terkejut dengan kehadiran Zacky yang tiba-tiba duduk di hadapannya.


"ngapain kamu disini...?"


yang ditanya malah celingukan..


"Laila mana??"


"bukannya jawab malah balik nanya..!" omelnya.. Zacky tak menjawab masih mencari Laila yang tak terlihat dimana pun..


"diluar ujannya udah mulai reda.. jadi dia buru2 pulang..!"


"hah..? pulang??"


"hmm" jawabnya..


Zacky berdecak dan mengacak kasar rambutnya sendiri...


Dia menyandarkan duduknya dan menghela nafas..


Udah buru2.. malah gak ketemu! fikirnya..


"emang kamu ketemu Laila dimana?


ehh.. kesini sama siapa?"


Vanya berharap Zacky datang bersama kekasihnya..


Tapi pertanyaan Vanya membuat Zacky terperanjat..


Ya Tuhan!! pekiknya yang langsung berdiri menuju meja depan tanpa menjawab pertanyaan Vanya..


* * *


Detik demi detik..


Menit berganti jam..


Hari pun berganti..


Laila sangat menikmati kebersaan dengan sang ayah yang kini lebih menyenangkan...


Tentu saja karena saat ini Laila sangat menjaga dan harus lebih mengontrol keinginan ngelayab bawa motornya...


Ujian semester tinggal menghitung hari.. sudah pasti semua mahasiswa di sana sibuk mempersiapkannya.. termasuk Laila..


Mulai jenuh di perpustakaan Laila pun pindah tempat untuk mendinginkan otaknya yang mulai memanas..


Taman lah yang di tuju...


Udara di luar jelas berbeda di banding udara di dalam perpus yang akhir-akhir ini lebih ramai dari biasanya..


Laila duduk di bangku panjang yang berada di taman..


Dipasangnya earphone dan ponselnya mulai mengeluarkan alunan lagu favoritnya..


Laila pun mulai manggut-manggut menikmatinya dan mengesampikan bukunya sejenak.... sudah mumet kayaknya...


Tiba-tiba earphone di telinga sebelah kanannya terlepas.. bukan karena jatuh tapi ada seseorang yang melepasnya dan memasangkan ke telinganya sendiri..


Dia duduk terlalu dekat hingga lengan mereka menyatu..


Laila terkejut dan ingin melarikan diri..


Tapi tangannya ditarik hingga dia terjerembab ke pelukan orang itu.. dan kini kedua tangannya tepat berada di dadanya...

__ADS_1


Dia tersenyum dan Laila malah bengong..


Dengan cepat Laila membenahi duduknya..


"kenapa sih kamu selalu datang tiba-tiba dan membuatku kaget..?" omelnya


Tapi Zacky malah memasang earphoe milik Laila yang tadi sempat terlepas..


"eh.. ini milikku..!" rebut Laila..


Zacky berdecak dan merebutnya kembali..


"kamu___!"


"diem.. aku pengen tau lagu apa sih yang bisa bikin kamu betah..??"


Laila hanya diam dan melipat tangannya di dada karena kesal waktu relaxnya di kacaukan...


"udah ah.. sini..!" pinta Laila yang hampir menarik earphone nya..


"eehh.. jangan..!" Zacky sedikit menyondongkan tubuhnya kebelakang..


"mending kita tukeran...!" usul Zacky..


"tukeran apa...??"


Zacky menarik ponselnya dari saku celananya..


Tiba-tiba sesuatu terjatuh dari sakunya bersamaan dengan keluarnya ponsel yang ia pegang..


"eh... inikan milikku..!" seru laila dengan mengabil benda itu..


"aku sudah lama mencarinya kenapa kamu gak bilang ini ada sama kamu??" tiba2 Laila marah dan membuat Zacky mengerutkan keningnya..


"ya mana ku tau itu milikmu..? aku selalu membawanya siapa tau menemukan pemiliknya.. ternyata itu milikmu..??" tanya Zacky pura2 tak tau.. padahal dia memang mencari waktu yang tepat untuk di jadikan alasan berlama-lama dengannya...


"jadi kau selalu membawanya..?"


"Hmm"


"dimana kamu menemukannya..??" Laila penasaran..


"mmm..... aku lupa..!" jawabnya asal..


Laila berdecih.. dasar pikun..! gumamnya..


"apa kau suka bunga iris biru?" tanyanya pada Laila sedang menatap saputangannya..


"sebenarnya ini dari ibuku.. dia sangat menyukai iris biru.."


"oh ya? kenapa...?"


"aku kurang tau.. saat itu aku masih kecil. Ibu bilang iris biru melambangkan iman dan pengharapan..." jawabnya dengan melambungkan ingatan saat bersama ibunya..


"apa ini karya sulaman ibumu..??"


"iya... bagus kan..?" mata Laila berbinar..


Obrolan mereka kali ini membuat Laila mulai nyaman dan tak merasa canggung dengan kehadiran Zacky yang lebih sering mengejutkannya..


Dan hari itu dihabiskan dengan berbagi earphne menikmati lagu favorit Laila..


Meski lagunya tidak sesuai dengn favorit Zacky yang lebih suka genre pop-rap.. tapi dia cukup menikmati kedekatannya dengan Laila saat ini..


Telinganya mendengarkan alunan lagu.. tapi matanya tak ingin melepaskan wajah cantik di sampingnya..


Rasanya dia ingin menghentikan waktu..


*bersambung


jangan lupa jempolnya ya*

__ADS_1


__ADS_2