
Gemercik suara tetesan air mendominasi keheningan disebuah halte tempat dimana Laila dan Zacky kini berada.
Jalanan cukup ramai, tapi bagi mereka yang menghindari hujan, berteduh adalah pilihan yang tepat.
Entah kenapa Laila tak bergeming saat Zacky memintanya untuk tidak terus membelakanginya..
"ngadep sini donk yank..!" pintanya meraih bahu Laila namun ia mengibaskannya..
"kok marah gitu sih..?" tanyanya mencoba bersabar menghadapi sikap Laila yang kekanakan..
Sebenarnya bukan marah, hanya saja Laila malu jika ia berhadapan dengan bintang yang tak lain adalah kekasihnya sendiri..
"ya udah kita pulang..!" ajaknya kemudian beranjak berdiri. terlalu lama bersama Laila yang mengacuhkannya membuat Zacky takut kehilangan kesabaran.. ia pun meraih helm dan siap memakainya.
Melihatnya ingin pergi membuat Laila menarik ujung kemeja Zacky hingga membuatnya kembali duduk dan meletakkan helm disisi lainnya.
"kenapa kamu jadi bintang..?" tanyanya lirih dengan wajah menunduk.
Zacky tersenyum miring dan mendekatkan wajahnya pada Laila..
cupp
kecupan singkat yang mendarat dipipinya membuat Laila mengerjap dan menoleh pada pelakunya...
"kamu terlalu tertutup.. dengan jadi temanmu aku bisa tau semua perasaan yang tak mungkin kamu ungkapkan..!" jawabnya dengan menggeser lebih dekat dan sedikit memutar tubuhnya mengahadap Laila.. dan itu membuat Laila gelagapan..
Berdekatan seperti itu sudah bukan hal yang baru.. tapi setiap ada di posisi itu, Laila selalu tak bisa mengontrol rasa gugupnya..
"ta.. tapi kenapa harus jadi orang lain..?" ucapnya semakin gugup saat Zacky memainkan dan menyisir rambutnya menggunakan jari dengan lembut..
"kalo gak gitu, aku gak akan seberani itu deketin kamu yang belum tentu punya perasaan yang sama denganku..!"
"tapi kan aku juga suka maki kamu saat kamu nyebelin dan cuma bintang yang bisa ngerti..! kamu gak marah??" celoteh Laila yang membuat Zacky tertawa...
"kamu marah sama aku dan kamu malah muji bintang itu gak masalah buat aku.. toh bintang itu tetep aku juga kan..?"
Laila berfikir sejenak..
benar juga, kenapa dia harus marah? kan dia sendiri yang kadang ngomporin buat marah.. dan kemudian ia memintaku untuk minta maaf..! gumamnya dalam hati..
"Ooh.. jadi kamu sengaja ya bikin aku marah yang sebenernya aku yang salah, ujung-ujungnya aku harus minta maaf dan merayau kamu..! gitu kan..?" cerocosnya membuat Zacky tertawa membenarkan ucapan Laila..
"nyebelin.. nyebelin...!" ucapnya dengan memukul manja pada lengan Zacky berkali-kali..
Bukannya menghindar tapi ia seperti menikmati kekesalan Laila dengan tertawa..
Zacky menahan tangan Laila saat dirasanya pukulan itu belum mendapat kepuasan..
Tentu saja Laila tak bisa melanjutkan aksinya karena cengkraman tangan Zacky yang kuat menahannya..
Mereka berhadapan dan saling bersitatap..
"cantik banget sih..?"
celetuk Zacky yang membuat mata Laila membulat dengan wajah yang merona..
ia pun menarik tangnnya dan membuang muka menyembunyikan wajahnya yang kini memerah..
"sayang banget.. dandan secantik ini buat ketemu sama orang lain..!" ucap Zacky bernada kecewa membuat Laila menoleh padanya..
"ini mbak Nadia yang dandanin..!" protesnya menunjuk wajahnya sendiri..
Zacky tak menjawab, ia hanya tersenyum tetap menatap gadis didepannya dengan menopang pelipisnya dengan tangan di sandaran bangku halte..
"tapi nyatanya yang mandangin aku tuh kamu kan..?" dengan menatapnya balik..
Zacky melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman..
bener juga sih.. yang nikmatin keindahan ciptaan Tuhan ini kan aku..! gumamnya dalam hati..
"berarti aku beruntung dong ya..??" godanya dengan menaik turunkan sebelah alisnya..
Laila berdecih kemudian melengos..
"kalo dia udah datang, mungkin ceritanya gak kaya gini..!" ucap Laila memandang arah lain
"dia pasti nyesel udah menyia-nyiakan gadis secantik ini..!"
plaakk
Zacky mengaduh dan mengusap pahanya yang sakit..
__ADS_1
"jangan ngomong gitu.. belum tentu juga Putra itu punya pemikiran sama kaya kamu..!" ucapnya kembali melengos melihat arah lain..
tiba-tiba saja Zacky terkejut dengan menegakkan duduknya..
"siapa tadi kamu bilang..??" tanyanya menyelidik..
Laila menoleh dengan mengerutkan keningnya nampak bingung..
"Putra... kenapa emang..??"
"jadi yang di jodohin sama kamu namanya Putra..??" tanyanya lagi memastikan dan Laila menganggukinya..
"kamu tau siapa orang tuanya..??"
Laila berfikir seolah mencari jawaban di atas langit.. dan ia mengetuk-ngetuk dagunya menggunakan jari telunjuk..
"aku sih gak tau siapa ibunya.. tapi kalo ayahnya aku tau..!"
"siapa..??"
"Tama...!" jawab Laila yang membuat Zacky terperangah..
Laila memicingkan matanya menatap heran Zacky yang terdiam dengan fikirannya sendiri..
Lebih heran lagi saat melihat Zacky yang tiba-tiba merogoh saku celananya dan mengambil sebuah kartu nama..
"kenapa aku bisa sebodoh ini..?" gumamnya memperhatikan tulisan di kartu yang ia pegang..
"ada apa sih..?" tanya Laila yang penasaran dengan apa yang ada di tangan Zacky..
ia pun menjauhkan tangannya dan kembali memasukan benda itu dalam sakunya..
"gak ada apa-apa...!" jawabnya kembali bersikap santai dan duduk bersandar..
"kenapa kamu aneh..?"
"aku gapapa..
cuma mikirin Putra yang pasti sangat menyesal mengabaikan kamu malam ini..!"
Laila menaruh curiga pada sikap Zacky sangat aneh menurutnya.. tidak mungkin tak ada apa-apa jika dia seperti berusaha menutupi sesuatu darinya..
"mau ngapain..??"
"ya kali aja Putra datang dan dia ngadu yang macam-macam sama ayah karena aku gak ada disana....!"
"gak usah..!"
"kenapa..?"
"dia gak mungkin dateng...!"
Laila semakin curiga pada sikap Zacky.. apa dia mengenal Putra..??
"kenapa kamu seyakin itu..?"
Zacky mengerjap dan sibuk mencari kata yang pas untuknya beralasan..
"ya.. .. ya kan kamu udah nunggu dia satu jam lebih dan dia gak datang juga.. iya kan..?" ucapnya bertanya balik..
Laila terdiam dan mengingat betapa dongkolnya ia saat menunggu Putra yang tak kunjung datang..
"kalo ayah nanya gimana..?"
Zacky menarik tangan Laila dan menggenggamnya..
"bilang aja kalo Putra itu sangat baik seperti yang ayah kamu bilang.. heum?!"
"isshh...!"
Laila menarik tangannya..
"aku gak mau bohong sama ayah, nanti kalo jawaban aku sama ucapan Putra gak singkron gimana..?" fikirnya bimbang..
"kalo gitu bilang aja Putra sudah punya pacar dan pacarnya itu sama cantiknya dengan dirimu..!" idenya dengan menyolek lembut hidung Laila..
"kamu ini mengada-ngada..!" timpal Laila membuat Zacky tertawa dan merapatkan duduknya dengan merangkulkan tangannya dibahu Laila yang tertutupi jasnya..
"aku mau kamu hanya jadi milik aku..!" bisiknya membuat Laila meremang saat hembusan nafas Zacky yang hangat menerpa telinganya..
"Zack...!" panggilnya lirih namun dengan wajah menunduk tak mau menatapnya..
__ADS_1
"kenapa..?"
"a.. akuu___"
ucapannya tergantung saat Zacky menarik kepalanya dan menyandarkan dibahunya..
"kamu jangan khawatir.. gak ada yang perlu kamu takuti.. aku pasti akan selalu ada buat dukung kamu..!" ujarnya kemudian mengecup puncak kepala Laila dan ia tersenyum..
Nyaman..
itu yang tengah Laila rasakan saat ini..
bersama Zacky ia merasa tak memiliki beban. Terlepas dari apa yang akan ayahnya tanyakan nanti, Laila sedang tak ingin memikirkannya..
Biarkan waktu yang memberinya jalan untuk melewati masalah ini..
Suasana hening begitu terasa saat suara gemercik air hujan telah berakhir..
Mereka memutuskan untuk pulang karena malam mulai larut..
Tapi tunggu..!
"kok tumben malam ini kamu pake baju rapih banget..?" tanya Laila saat menyadari dengan apa yang Zacky kenakan..
"aku abis kondangan..!" jawab senemunya..
Laila tak semudah itu percaya padanya.. apa lagi dengan sikapnya yang aneh..
"terus ini motor siapa? aku baru liat motor yang ini..?" tanyanya lagi menujuk motor yang dinamai dengan nama binatang buas itu..
"ini punya Dhani.. aku sengaja minjem biar kamu gak curiga kalo bintang itu aku.. hehe..!" jawabnya cengengesan membuat Laila memutar bola matanya malas..
"dasar...!" balasnya dengan mengikuti Zacky yang sudah duduk diatas motor..
Sosok Zacky dan Bintang ternyata orang sama.. Laila tak menyangka kedekatan dengan Zacky karena kehadiran tokoh yang Zacky ciptakan sendiri untuk Laila..
Mungkin terlihat konyol.. tapi Laila suka..
"aku lapar..!" seru Laila sedikit berteriak agar Zacky bisa mendenarnya..
ia menoleh kemudian menepi dan mematikan mesin motornya..
"kamu mau makan apa...?" tanyanya sesaat setelah turun dan membuka helmnya
"gak tau..!" jawabnya masih mikir-mikir..
"kok gak tau..?"
"aku emang laper.. tapi gak tau pengen makan apa..!" jawabnya manja membuat Zacky tersenyum gemas melihatnya..
"makan bibir aku mau?..heum?" tawarnya dengan mendekati Laila yang berdiri bersandar dibody motor..
Laila mengerjap dan memundurkan wajahnya saat Zacky sudah mengunci tubuhnya dengan kedua tangan dan berjarak sangat dekat..
Senyum Zacky begitu mempesona bagaikan bertaburan cahaya bintang disekitar wajahnya.. dan bibir Zacky benar-benar menggoda matanya.. debaran jantung Laila dapat dipastikan sudah berdetak tak beraturan..
"emangnya boleh..?"
kalimat itu tiba2 saja keluar dari mulut Laila...
ia reflek menutup mulutnya yang menganga saat menyadari apa yang baru saja ia ucapkan..
Zacky terkekeh dan semakin gemas menghadapi tingkah Laila..
"boleh banget..!"
lirihnya dengan menyingkirkan tangan yang menutupi bibir manis Laila untuk menyatukan dengan bibirnya..
Suasana sepi seakan mendukung makan malam mereka yang tak biasa itu..
Tidak mengenyangkan tapi bisa dinikmati. Sesaat berjeda memberinya kesempatan mengambil nafas kemudian mengulanginya lagi dan lagi..
Hingga sebuah suara yang tak asing membuat mereka melepaskan pagutannya...
kruyuuukkk
"lapeer.... hehe..!"
mereka pun tertawa dan kembali melanjutkan perjalanan..
let's go...!!!
__ADS_1