Karena Kamu

Karena Kamu
HALAL


__ADS_3

💐💐💐


"kamu siap..??"


Laila menghela nafas sekali lagi..


"aku siap..!!"


Laila menyambut uluran tangan kakaknya beranjak berdiri dan keluar dengan diapit Damar dan Nadia..


ia melangkah perlahan dan begitu ia berada diluar, semua mata menatapnya takjub.. Laila yang cantik semakin cantik dengan berbalutkan gaun pengantin berwarna putih yang simpel namun elegan milik ibunya..


Dia nampak anggun ditambah buket kecil ditangannya membuat Laila terlihat sangat manis..


Sanggulnya yang menggunakan rambutnya sendiri terkesan lebih natural dengan hiasan rambut yang tidak berlebihan.


Makeup nya pas.. tidak terlalu mencolok tapi cukup membuatnya berbeda atau pangling..


Sungguh ciptaan Tuhan yang sangat layak untuk dikagumi..


Mereka melangkah bersama diikuti Vanya dan Bagas dibelakangnya..


Menjadi pusat perhatian itu sudahlah pasti.. dua orang pengawal yang ditugaskan Arya itu menjalankan tugasnya dengan baik agar langkah Laila menuju kamar rawat Rahadi yang jadi lokasi ijab qobul aman tanpa ada halangan..


Dalam langkahnya yang beralaskan karpet merah, Laila terus menebar senyuman..


sedikitpun ia tak boleh terlihat bersedih..


apa?? sedih??


"Nggak... aku gak sedih..!!


Aku akan dinikahi pria yang aku cintai dan aku akan menjalani kehidupan yang sangat bahagia bersamanya..


tak ada alasan untukku bersedih..


Hanya saja... pernikahanku ini tak pernah sedikitpun terlintas dibenakku akan seperti ini..!"


begitu ucap batinnya..


Dan Laila tak akan menyesalinya, walau hati kecilnya tetap tak bisa dibohongi. Ada perasaan lain yang tak bisa luput dari dalam hatinya.. tapi ia yakin kalau ayahnya akan baik-baik saja dan mereka akan bahagia bersama..


Laila percaya itu..


Vanya melingkarkan tangannya di lengan Bagas yang nampak tanpa ekspresi..


"Gas.. lo beneran gak tau kenapa Laila tiba2 nikah..?"


"nggak..!" jawabnya datar


"Laila kenapa ya? gak mungkin juga kan dia ada masalah? orang dia keliatan seneng banget kan ya..?? mungkin gak sih Laila merahasiakan sesuatu??"


Bagas menoleh dan menatapnya tajam


"bisa diem gak sih..?"


reflek Vanya melepaskan gandengannya. ia mengerutkan keningnya heran dengan sikap Bagas yang berbeda. Tak biasanya Bagas terlihat semarah itu..


"sensi banget sih..?? lagi PMS ya..??" godanya yang mendapat pelototan dari pemuda itu..


Vanya menciut menarik diri dan langsung mengalihkan perhatiannya pada ponsel..


Vanya : beb.. kamu dimana?? masa aku harus gandengan sama si nyebelin Bagas sih?


Fatan: aku sama Raffa udah sama Zacky.. kita ketemu disini aja ya..


Vanya mencebikkan bibirnya setelah membaca balasan dari sang kekasih, kali ini dia merasa tak nyaman bersama Bagas yang semakin menyebalkan.


kaya orang patah hati aja lo


dumelnya hanya dalam hati..


Raffa menyikut lengan Fatan yang membuatnya berdecak kesal..


"apaan..?" tanyanya tanpa mengalihkan perhatian dari ponsel pintar ditangannya..


"lo lagi chat sama siapa sih?" tanyanya penasaran


"sama cewek gue lah, siapa lagi..?"


Raffa mengOh tanpa suara dan ia pun melakukan kegiatan serupa seperti sahabat disampingnya..


Sekilas Fatan melirik kemudian ia menoleh dan mengerutkan keningnya..


"nah.. lo sendiri lagi chat sama siapa..??"


Raffa berdecak "gue chat babang Dhani lah.. gue rasa dia perlu dikasih tau..!" jawabnya kembali memainkan ibujarinya untuk memberitahu kabar bahagia itu pada sahabatnya yang tengah melanjutkan kuliah kedokterannya di luar negeri..


Raffa : Bro.. babang Zacky sama Laila mau married neh.. doain ye...


Dhani : males ahh.. rugi gue doain cuma buat berita hoax doang..


Raffa : yaelah.. gak percayaan banget dah.. mentang-mentang gue gak pake sorban..


Dhani : ya nggak lah.. soalnya dia gak ngomong apa-apa sama gue..


Raffa : boro-boro elu yang jauh.. gue yang deket aja baru tau..


Dhani : masa sih..?? emangnya kapan??


Raffa : sekarang Dhan.. kita udah ngumpul nih..


Dhani : lahh.. kok dadakan banget?? serius kan lo..??


Raffa : ampun deh.. gue harus jadi ustad dulu gitu biar lo percaya..?? tar gue VC deh biar lo bisa liat sendiri..

__ADS_1


Dhani : tapi tu anak gak 'nabung' duluan kan??


Raffa : ya mana gue tau? emangnya gue mandorin mereka pacaran apa..? tapi kayaknya dia gak kaya gitu deh Dhan..


Dhani : ya iya lah, dia mah gak mungkin.. emangnya elu..??


Raffa : set*n..!!!!


Dhani: 😄😄😄😄😄


*


dag


dig


dug


Pendengaran Laila seakan tertutup, yang ia dengar hanya degup jantungnya sendiri yang semakin berdebar saat langkah kakinya mulai mendekati kamar rawat Rahadi..


ia berhenti sejenak saat kakinya hampir melangkah masuk..


"kenapa..?"


"aku deg-deg'an kak..!" jawabnya gugup yang membuat Damar tersenyum


"jangan takut.. kalo kamu gak kuat lambaikan tangan aja..!"


"kakaaaakk..!!"


Damar dan Nadia tertawa kecil sukses menggoda adiknya yang sedang dilanda nervous..


Setelah kembali mengatur nafas, mereka masuk dan dalam sekejap kemunculannya mampu menghipnotis setiap pasang mata yang berada disana..


Terutama mempelai pria yang terperangah melihat calon istrinya yang hadir bak bidadari..


Saking lebarnya ia menganga, mungkin mulutnya sudah kemasukan truk tronton jika saja sang mama tak segera menyadarkannya..


ternyata putri kita sama cantiknya seperti dirimu..


gumam Rahadi dalam hatinya seolah sedang berbicara dengan mendiang istrinya..


Disaat semua mata mengaguminya, Laila justru takjub dengan orang2 suruhan calon mertuanya itu yang membuat ruang rawat ayahnya disulap sedemikian rupa layaknya tempat ijab qobul disebuah gedung hanya dalam waktu beberapa jam saja.


Bunga-bunga.. lampu hias..


dan dekorasi lainnya semakin membuat kesan mewah tanpa harus melepaskan peralatan medis yang terpasang di tubuh ayahnya..


Jika orang lain melihatnya dalam foto, tak akan ada yang menyangka jika pernikahan mereka dilangsungkan dirumah sakit.


Hanya saja tak ada pelaminan disana.


Zacky mengulurkan tangan dan Laila menyambutnya dengan senyum termanisnya yang membuat Zacky meleleh dan ingin segera memeluknya..


"heyy sabar donk bro..! belum dihalalin tuh..!" ledek Fatan yang membuat semua orang tertawa.. termasuk dua orang anggota kepolisian yang entah sejak kapan datang itu ikut tertawa melihat tingkah calon pengantin dihadapan mereka..


"baru dikenalkan saja sudah begitu..? bagaimana jadinya kalau mereka tak langsung dinikahkan..?" goda Arya yang kembali mengundang tawa


Laila menunduk menyembunyikan wajahnya yang tersipu dengan senyum yang malu-malu


Mengalihkan rasa malunya, Zacky memberanikan diri meraih kedua tangan Laila dihadapan semua orang dan menjadi satu-satunya perhatian mereka.


Digenggamnya tangan sang pujaan hati dengan menatapnya lekat dan dalam.. membuat jantung Laila semakin berdebar kencang dengan perasaan yang tak menentu..


"Laila..


walaupun ini pertama kali kita dipertemukan oleh keluarga kita, tapi jalan cinta kita sudah cukup lama kita lewati bersama..


dan semakin hari, rasa cintaku semakin bertambah.. terlebih lagi saat ini kamu ada, tampil cantik, mempesona dan tersenyum dihadapanku..


(Laila tersenyum dengan matanya yang mulai berkaca-kaca)


Pujaan hatiku,,


jantungku berdebar setiap kali kau berada didekatku, dan aku gelisah saat kau berada jauh dariku..


Yang selalu kuimpikan adalah untuk bisa kujalani hidup bersamamu, setiap saat, setiap waktu dan dimanapun aku berada..


Aku berjanji,, akan selalu berusaha dengan segala kemampuanku untuk menjagamu didunia dan mempersiapkan diri untuk di akhirat..


Aku ingin,,, kamu menjadi istriku...!"


Laila tak mampu melepaskan pandangan mata yang menatapnya..


disaksikan ayah dan keluarganya,, pria ia yang ia cintai telah melamarnya..


rasa haru membuatnya tak kuasa untuk tidak menitikkan air mata..


Dengan lirih dan bergetar ia berucap...


"Zacky...


terimakasih karena kamu sudah mencintaiku dengan tulus dan ikhlas..


Selalu bisa membuatku tersenyum saat aku merasa sedih, menenangkanku saat gundah dan membantuku disaat aku kesulitan..


(hening.. Laila terisak..


Rahadi menyeka airmatanya sendiri yang luruh, begitu juga Salma dan yang lainnya)


Walaupun hubungan kita terasa berjarak, tapi kamu selalu membuatku merasa dekat, karena kamu selalu ada buat aku..


Aku bersyukur dengan apa yang aku miliki dan raih, dan kamu selalu memotivasiku untuk menjadi orang yang lebih baik lagi..


Aku berdoa.. (airmatanya berlinang)

__ADS_1


semoga Tuhan selalu memberimu kesehatan, dicukupkan rizkimu, menyempurnakan iman dan akhlakmu agar nanti kamu bisa menjadi imamku dan pendamping hidupku..


Karena aku.. bersedia menjadi istrimu..!"


Zacky tersenyum dan membawa genggaman tangan calon istrinya untuk ia cium..


"cieeeee...!!"


ucap mereka setelah menyeka airmata berjamaah..


Dengan senyum yang merekah, ia menuntun Laila membawanya kedepan sebuah meja dengan enam kursi mengelilinya..


Zacky duduk berdampingan dengan Laila. Dihadapannya ada Rahadi bersama Penghulu disampingnya..


Damar menjadi saksi dari pihak wanita dan dari pihak pria ada dr Wildan sebagai saksinya.


Penghulu mempertanyakan tentang kesiapan mereka, mengingat acara itu dilaksanakan secara mendadak..


"ijab qobul akan segera dilaksanakan.. apakah tidak ada yang keberatan??"


"tidaaakk..!" jawab mereka semua kompak


"tidak ada paksaan..??"


"gak dipaksa juga mereka ngebet sendiri pak..!"


celetuk Raffa yang mendapat tabokan dilengannya..


Tawa mereka pun kembali menggema,, padahal Raffa sendiri tengah menahan sakit dilengannya..


Upacara sakral pun segera dilangsungkan..


Setelah mengucap syahadat dan pembukaan lainnya.. Rahadi mengulurkan tangannya dan disambut Zacky untuk menjabatnya..


Jantungnya berdebar tak kalah hebat seperti yang Laila rasakan..


"Saya nikahkan engkau ananda Zacky Aryatama Putra bin Aryatama dengan putri saya yang bernama Laila Rahayu binti Rahadi dengan mas kawin (blablabla) dibayar Tinai"


"Saya terima nikahnya Laila Rahayu binti Rahadi dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI..!"


"bagaimana para saksi, sah??"


"SAAAHHH..!!!"


ucap mereka semua yang ada disana bersamaan.. kemudian bersorak dengan bertepuk tangan..


penghulu pun mulai memanjatkan doa..


Zacky merasa lega karena ia mampu mengucapkan kalimat yang sangat penting itu hanya dalam satu tarikan nafas..


Sedangkan Laila nampak khusuk mengamini setiap doa yang penghulu ucapkan..


Dalam hatinya,, ia berdoa semoga pernikahannya selalu mendapat keberkahan..


Setelah selesai memanjatkan doa, mereka berdiri dan saling berhadapan..


Salma membawakan sepasang cincin dan mereka saling menyematkannya..


Laila mencium punggung tangan pria yang kini telah sah menjadi suamianya untuk yang pertama kali..


Dan rasanya sangat berbeda baginya..


Zacky mengusap pelan puncak kepalanya dan mencium kening istrinya setelah Laila menegakkan tubuhnya..


Mereka saling tatap dan sama-sama tersenyum malu..


Zacky nampak celingukan yang membuat Laila mengerutkan keningnya..


dan dengan ragu Zacky memberanikan diri untuk bertanya pada mereka yang masih berada disana..


"ini udah halal kan ya? sekarang boleh peluk gak..?"


Laila terkejut begitu juga yang lainnya..


"BOLEEEHH...!!"


jawab mereka kompak lagi..


Zacky tersenyum dan tanpa malu-malu memeluk wanita yang ia cintai didepan semua orang..


Mereka kembali bersorak dengan bertepuk tangan...


"sekarang kamu milikku seutuhnya..!" bisik Zacky yang membuat wajah Laila bersemu..


.


.


* * *


Dhani : gue ikut mewek thor liat mereka walaupun jarak jauh,, terharu baget gue.. 😭


Author : jadi inget lamarannya siapa ya..?


Dhani : au ah.. gue sebel napa gue gak ada disitu sih?


Author : udaaah.. kamu mah sekolah aja yang pinter..


Dhani : males ah..


Author : yaudah.. END aja ya?


Dhani : jangan donk.. lo belum ngasih gue pasangan juga..


Author : END gak yaaa...?? kita minta komentar reader aja yuk...

__ADS_1


__ADS_2