Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
Garis Dua


__ADS_3

Zahra juga tak sabar ingin segera melakukan test itu sesuai permintaan suaminya.


Ia segera kekamar mandi dan mencobanya di sana.


1 menit ia menunggu hasil setelah ia melakukan test, ia mengangkat alat test itu dan memperhatikan dengan seksama.


Senyum bahagia terlihat terukir diwajahnya mendapat hasil yang sangat memuaskan.


"Thank's God engkau telah menjawab doa kami!" ucap Zahra bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan ini sembari meletakan alat test itu didadanya.


Zahra tersenyum penuh haru menutup matanya tidak menyangka hadiah terindah ini didalam hidupnya, dengan cepat ia membersihkan test itu dan menyimpannya disebuah kotak untuk diperlihatkan kepada suaminya nanti.


...----------------...


(Dikantor Hengky)


Hengky yang tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya sedang fokus dilayar monitornya.


"Kok perasaanku tidak tenang yah, serasa pikiranku ada dirumah!" ucapnya bertanya sendiri.


Ia mengusap wajahnya menarik nafas dan mengeluarkannya pelan.


"Aku harus fokus ini pekerjaanku masih banyak!" ucapnya lagi sembari meraih lembaran lembaran kertas dan membacanya.

__ADS_1


Perasaan Hengky pun dapat ia rasakan jika istrinya dirumah tengah mendapatkan kebahagia, rasanya ia tak sabar menunggu sore dan ingin segera pulang.


...----------------...


(Waktu yang berpihak padanya)


Seperti yang ia nantikan, sore pun menghampiri dan memaksa nya untuk menghentikan pekerjaannya dan menuntunnya untuk segera pulang kerumah.


Dengan cepat ia segera merapikan mejanya dan memungut kedalam tasnya apa yang perlu ia bawa untuk pulang.


Tak hanya dia, karyawan karyawan kantornya ikut bersiap siap untuk pulang.


Hengky segera menaiki mobilnya menyalakan dan melaju pulang kerumah.


...----------------...


"Sayang, Daddy pulang!" serunya memanggil istrinya.


Zahra pun berlari menyambutnya dengan senyum diwajah.


"Bagaimana pekerjaan kantornya sayang?" balasnya basa basi seraya meraih tas milik suaminya.


"Baik sayang, Daddy kangen banget sama Mommy hari ini pikiran Daddy dikuasai oleh Mommy," ucap Hengky jujur apa adanya sesuai yang ia rasakan tak lupa ia memeluk dan mencium istrinya.

__ADS_1


Zahra tersenyum mencium pipi suaminya.


"Setiap hari bersama dan setiap detik, setiap waktu selalu menempel terus kenapa lagi?" balas Zahra merasakan semakin dicintai oleh suaminya.


"Wajah cantikmu yang membuat Daddy gila sayang!" Jawabnya menoleh kearah istrinya sambil melonggarkan dasinya.


"Hem Daddy OMES mulu sih, sudah ah Mommy mau buatkan kopi untuk Daddy dulu!" Zahra kembali mengecup pipi suaminya sebelum beranjak pergi kedapur.


Hengky menghempaskan punggungnya dibahu sofa yang ia duduki seraya menghembuskan nafasnya kasar, setiap hari ia mendapat sambutan hangat dari istrinya membuatnya semakin bersemangat untuk menjalani hari harinya.


Perbuatan Zahra kepadanya sangat jauh berbeda dari mantan istrinya, kasih sayang Zahra juga yang mengubah sikap dinginnya menjadi ramah kepada setiap orang, perbuatan baik Zahra yang selalu ia syukuri setiap kali dalam doanya.


Semoga tidak cepat berakhir akan ada hingga mereka memutih rambut.


"Sayang ini kopinya diminum gih, Mommy keatas dulu mau siapkan baju Daddy setelah ini jangan lupa mandi," ucap Zahra meletakan gelas kopi suaminya di atas meja dan segera berlari menaiki anak tangga.


"Hati hati sayang jangan lari lari diatas tangga nanti jatuh lagi!" teriakan Hengky menegur istrinya yang tengah berlari.


Zahra menghentikan kakinya seraya menoleh kebelakang.


"Oke Dad, i am sorry!" sesaat Zahra baru tersadar jika dirinya tengah berbadan dua, benar kata suaminya untuk tidak berlari larian.


Ia kembali melanjutkan langkahnya berjalan biasa menaiki tangga itu.

__ADS_1


Hengky meneguk kopinya hasil buatan istrinya, begitu sangat manis terasa ditenggorokannya, tak ragu untuk ia habiskan karena kopinya memang manis.


Setelahnya ia mengikuti Zahra kekamar dan menyelesaikan kegiatan membersihkan diri.


__ADS_2