Ketika Janda & Duda Berjodoh

Ketika Janda & Duda Berjodoh
BAB 22 Masalalu Zahra


__ADS_3

"sudah dong ayu jangan nangis lagi yah sayang, kita pasti temui bunda kok biar ayah hubungi yah...! "


"ayu mau ketemu bunda sekarang.... hiks hiks....!!!! "


Ayu adalah anak Zahra dari mantan suaminya yang baru berumur dua setengah tahun. Hampir satu tahun Zahra tak lagi bersama mereka ia setiap hari merindukan bundanya.


keadaan rumah tangga mantan suami nya kembali berantakan setelah menikah lagi, istri barunya hanya mau dengan uang dan harta Fano ia tidak mau mengurus Ayu.


"ayah sudah kirim pesan sama bunda kok sayang, sabar yah...! "


"hiks,,, hiks,,,, kenapa ayah tidak menghubungi bunda saja! "


"mungkin bunda kerja sayang, hp nya tidak di angkat.! "


"hiks,,,, hiks,,,,! "


Fano mantan suami Zahra, sebelumnya sangat menyayangi Zahra dan anaknya dulu mereka tidak berkeadaan dan miskin Zahra lah yang memulai usaha kecilnya sehingga mereka menjadi kaya.


Tapi setelah suaminya punya segala nya ia melupakan keluarganya dan bermain dengan perempuan lain sampai akhirnya ia ketahuan sama Zahra dan meminta untuk menceraikannya.


ia menikah dengan selingkuhan nya namun sangat berbeda dengan Zahra.


Anaknya yang sudah dua hari terus menangis memanggil bundanya ia sangat kewalahan


tidak bisa berbuat apa apa, mengajak anaknya untuk jalan jalan pun tak punya uang lagi.


keadaannya sekarang kembali miskin setelah hartanya di ambil oleh istri kedua nya.


ia terus menghubungi Zahra tapi sudah beberapa panggilan tidak ada jawaban.


"kita tunggu dulu bunda balas yah sayang, tenang saja bunda pasti mau ketemu kamu hari ini.! "


"ayah janji sama Ayu, ayah bawa Ayu ketemu bunda yah.! "


"Iyah sayang,, ayah janji.!"


Ayu mulai tenang karena di bujuk ayahnya dan berjanji akan membawanya bertemu bundanya hari ini.


Tepat pada hari itu papi dan mami Hengky kembali pulang ke London, Hengky baru saja sampai kerumah pulang dari bandara mengantar orang tua nya.


Zahra yang sedang memasak di dapur ia sedang memotong sayur diatas talenan.


"Zahra,,, sayang aku pulang..! "


Zahra yang sedang fokus memotong sayurnya kaget saat Hengky memanggilnya, ia menoleh sehingga ia mengiris jarinya dengan pisau.


"aowh.... sssth ! "


"Zahra,, kenapa sayang..! "


Hengky berlari menghapiri Zahra , ia melihat jari Zahra yang tengah berdarah.


"em aku gak sengaja iris jariku tuan...! "


Zahra menahan sakitnya sampai matanya berkaca kaca.


"sini biar aku obati..! "


Hengky pergi mengambil kotak P3K dan mengobati tangan Zahra.


"awh,,,, sakit tuan...! "


"tunggu bentar sayang, sakitnya cuman sebentar kok, nanti juga sembuh.!! "


"ehm,, iyah makasih tuan.! "


ia membantu Zahra membawanya duduk di kursi yang ada di situ.


"sini duduk dulu, aku ambil plester nya sebentar.! "


rasa perihnya sedikit reda, Hengky memasang plester di jari Zahra yang luka.


"gimana, masih sakit? "


"sudah mendingan kok makasih yah..! "


"hem iyah sayang lain kali hati hati pegang pisau.! "


Zahra berhenti dengan kegiatan memasak, ia disuruh Hengky istirahat sebentar.


"Zahra sepertinya HP mu bunyi dari tadi coba lihat siapa..! "


"ah iyah tuan aku liat dulu!!"


Hengky sempat mendengar HP Zahra yang berdering sejak tadi.


Zahra mengambil HP nya mengecek nomor siapa yang masuk.


disana terdapat 13 panggilan tidak terjawab dan 1 pesan.


Ia masih mengenali nomor itu walaupun dia tidak menyimpan lagi.


ia membaca pesan yang telah dikirimkan Fano ia terharu membaca jika Ayu ingin bertemu dengan nya.


"siapa sayang yang telefon? "


"ah,,, tidak tau nomor tidak di kenal.! "


"sini biar aku cek! "


"eh, tidak usah, itu kayaknya tidak penting tuan..! "


Zahra menolak saat Hengky meminta untuk mengecek nomor itu.


Hengky meraih dengan paksa di tangan Zahra namun tiba tiba berdering kembali.


"ah, ini di telepon lagi tuan! "


"hm, coba angkat...! "


Zahra pura pura tidak kenal saja dan menanyakan siapa yang meneleponnya.


"hallo, ini dengan siapa? "


Ia mengangkat telfon dan bertanya, Hengky yang berada di dekat itu bisa mendengar suara orang itu di balik telefon Zahra.


"ah,,, halo Zahra... ini aku Fano, Ayu ingin bicara padamu..! "


Dari seberang sana Fano gembira karena Zahra mengangkat telepon nya ia segera memberikan HP kepada Ayu tanpa menunggu jawaban Zahra.


"nah sayang,, bunda mengangkat telefon mu. !!"


saat Ayu mendengar itu ia langsung meraih HP.


"halo bunda,,, Ayu kangen.. bunda dimana saja sih kok tidak pulang pulang..?? "


Zahra yang mendengar pertama kali suara Ayu dalam beberapa bulan ini, ia terharu jantung nya berdetak hebat sampai ia merasa sesak.


ia tidak tahan air matanya menetes dengan posisi mematung dan HP yang diletakkan di daun telinga.


"halo bunda,,,,, kenapa tidak jawab Ayu...! "


"ahh,,, iyah halo ayu, bunda dengar Ayu kok bunda juga sangat rindu padamu nak...! "


Suara Zahra mulai serak tangisan nya pecah saat menjawab Ayu.


"bunda kenapa tidak pulang! "


"bunda tidak bisa pulang sayang,, kan di rumah sudah ada mama baru Ayu.! "


"tapi ayu tidak suka! dia jahat sama Ayu bunda.... hiks,,,, hiks ,,,,!"


Ayu mengadu pada Zahra sambil menangis, Zahra semakin menangis saat mendengar itu dari Ayu.


"temui Ayu bunda,,,, hikss... hikkss...! "


"tapi sayang bunda tidak bisa...? "


Hengky yang mendengar semua percakapan itu ia merasa kasihan kepada Ayu dan ia juga tahu Zahra ingin bertemu dengan anaknya.


"Zahra, gak apa apa temui anakmu...! "

__ADS_1


Hengky menyuruh Zahra untuk bertemu dengan Ayu. Zahra mengangguk setelah mendengar kata Hengky.


"bunda,,,, ayo jawab Ayu...! "


"ehm,,,, yaudah sayang, bunda mau ketemu Ayu, beritahu ayah...!"


"horeeeeee........oke bunda terimakasih...! "


"iyah sayang...! "


Zahra tersenyum dengan air matanya, ia ikut bahagia mendengar Ayu disana sudah sedikit membaik.


"tuan,,, klo begitu aku permisi nanti ingin bertemu Ayu.! "


"tidak masalah Zahra, aku akan mengantarmu ..!! "


"makasih tuan, aku tinggal dulu mau mandi...!"


"iyah sayang...!! "


Akhirnya perasaan sedihnya hilang ia cepat membersihkan diri dan akan pergi menemui anaknya yang selama ini ia rindukan.


"kau tau dimana tempat nya Zahra? "


"iyah tuan, ayah Ayu mengirimkan lokasinya.! "


"yaudah, nanti aku tidak ikut dengan mu, aku cari tempatku yang tidak jauh dari situ. !"


"baik tuan..! "


Hengky mengantar Zahra ketempat dimana Ayu berada mereka berhenti di sebuah restoran yang tidak begitu ramai.


Zahra memasuki restoran itu di ikuti Hengky dari belakang.


"ayah itu sepertinya bunda...!! "


"iyah sayang kita tunggu dia kesini...!!! "


"bunda.......!! "


Ayu berteriak memanggil Zahra, spontan Zahra menoleh ia melambaikan tangannya dan menghampiri tempat di mana Ayu dan Fano berada.


"bunda........! "


Ayu berlari menghampiri Zahra.


"Sayang.... bunda sangat rindu padamu nak...!!! "


Zahra memeluknya mencium dan menggendong Ayu. ia duduk dimana Fano ada di sana.


Fano yang melihat nya tersenyum dan menyambut Zahra.


"silakan duduk Zahra...! "


"Zahra tidak menjawabnya ia menarik kursi dan duduk. Ayu yang ada dalam gendongan nya mencium dan memeluk juga bunda nya.


Hengky yang menyusul Zahra dari belakang mengambil tempat yang berada di sebelah meja makan yang Fano dan Zahra berada.


ia memesan minuman untuk sekedar menunggu Zahra.


jarak yang tidak jauh ia dapat mendengar segala percakapan mereka nanti.


"ehm,,, bagaimana kabar mu Zahra..? "


"Sangat baik mas, seperti yang mas lihat..!! "


Zahra yang berdandan sedikit membuat wajah nya semakin cantik sangat jauh saat bersama dengan mantan suaminya itu.


tidak ada senyuman sedikit pun terlihat dari wajahnya memandang Fano.


"selama ini kau tinggal di mana Zahra...? "


"aku rasa mas tidak perlu tau aku tinggal dimana lagi pula bukan lagi urusan mu.! "


"Zahra,, mas minta maaf aku menyesal berbuat seperti itu padamu tolong maafkan aku Zahra..! "


Fano dengan wajah memohon agar Zahra kembali berbaikan dengan nya namun ekspresi wajah Zahra sama sekali tidak memperdulikan apa pun.


"semua sudah berlalu mas, tidak ada yang perlu di sesali.! "


"bukan aku yang tak kasihan mas tapi kau, kau yang membuatnya terlantar..!


"iyah aku tau ini semua kesalahan ku, aku sudah keterlaluan aku yang tidak tau diri jadi aku mohon Zahra maafkan aku...! "


Fano seakan akan membujuk Zahra supaya Zahra kembali berbaikan dengan nya.


"di mana istri mas? "


"ah,,, aku yang salah memilih perempuan itu, ia hanya menginginkan harta ku..!! "


Zahra sekarang mengerti mengapa sikap Fano tiba tiba membaik padanya, ternyata istri barunya menyakitinya.


"bukannya perempuan seperti itu yang mas suka? "


"aku salah memilihnya Zahra aku mohon maaf kan khilaf ku, aku janji tidak akan ulang lagi kita mulai lagi dari awal, kasihan Ayu...!!!"


"tidak semudah itu mas, sampai kapan pun aku tidak akan balik lagi padamu.!!! "


Zahra sama sekali tidak merasa kasihan melihat Fano yang sekarang sudah mula beda, ia pun memohon untuk kembali rujuk tapi sama sekali Zahra tidak menerima.


"kasihan Ayu Zahra...! "


"mas yang tidak kasihan dengan nya mas yang membuat Ayu terlantar..! "


"semua kesalahan aku yang buat Zahra, aku mohon berikan aku kesempatan kita mulai dari nol lagi ...!!!"


"tidak mas, aku tidak akan kembali lagi kalau mas tidak sanggup mengurus Ayu berikan padaku !!!"


Keputusan Zahra sudah bulat bagaimana pun Fano membujuknya ia tidak akan terpengaruh lagi.


"tidak,,, aku tidak akan menyerahkan Ayu padamu..! "


Fano menarik Ayu dalam pelukan Zahra, Ayu yang melihat itu menangis dan tidak mau melepaskan Zahra.


"ayo Ayu sama Ayah...! "


"tidak ayah,,, Ayu mau sama bunda... hiks,,, hiks...!!! "


Zahra terdiam memeluk Ayu air matanya kembali menetes siapa yang tidak kasihan dengan anak sendiri tapi bagaimana pun juga ia tidak mungkin kembali pada mantan suaminya.


"bunda,, tolong bawa Ayu,,, gak mau tinggal sama Ayah lagi....!!!!! "


Zahra yang mendengar itu semakin menangis dan memeluk erat Ayu ia juga ingin membawa Ayu tapi bukan dalam keadaan memaksa seperti ini.


ia harus menunggu persetujuan dari Fano dia tidak ingin terlibat masalah lagi pada Fano jika ia membawa Ayu dengan paksa.


"Ayu,,,, dengar kan bunda Ayu pulang dulu sama Ayah nanti kalau bunda sudah ada rumah bunda bawa kamu...!!!"


"tidak mau,,,, Ayu mau sama bunda... hiks,, hiks, hiks,,!!! "


"sssstttth,,, tenang Ayu udah jangan nangis itu orang pada ngeliat kita !!!"


Zahra mengusap kepala ayu dan menenangkan Ayu karena Ayu yang semakin menangis orang di sekitar itu pada melihat mereka.


"bunda janji sama Ayu yah,, jemput Ayu kalau bunda sudah ada rumah...!!! "


"tentu sayang,, bunda akan bawa Ayu.!! "


Hengky mendengar dan melihat semua percakapan dan yang terjadi antara Fano dan Zahra. Ia keluar dari restoran mengambil mobilnya dan menunggu Zahra.


saat Hengky keluar Zahra melihat ia tau Hengky pasti menunggunya di luar.


"em, mas kurasa tidak ada yang perlu di bahas lagi aku mau pergi, urus Ayu dengan baik mas.! "


"tapi Zahra. ....!!!?"


"Ayu,,, bunda mau pergi dulu Ayu jangan nakal, dan jangan bikin Ayah susah...!!! "


Zahra menyerahkan Ayu kepada Fano ia meraih tas nya dan memberikan beberapa uang kepada Ayu.


"Ayu Sayang,,,, Nah buat beli jajan mu yah, ini gaji bunda sebulan kamu yang pegang simpan dan hemat hemat pakainya...!!!! "

__ADS_1


"makasih bunda.....!!!! "


Ayu mengambil uang itu sangat gembira, Zahra memberikan gajinya sebulan untuk Ayu karena ia tau Fano sedang dalam keadaan krisis.


"bunda pergi dulu sayang....! "


Zahra memcium Ayu dan memberi salam.


"hati hati bunda...!!! "


"iyah sayang. .. mas aku pergi dulu jaga Ayu..! "


"baik Zahra jaga dirimu!! "


Fano tidak lagi memohon karena ia tau Zahra tidak akan luluh ia pasrah dan harus menerima perbuatan nya.


Zahra pamit kepada Ayu dan Fano ia berbalik dan pergi dari sana. dengan wajah kusut dan sangat tidak bahagia.


ia melihat mobil Hengky sudah keluar dari parkiran ia membuka pintu dan masuk dengan keras ia membanting pintu mobil saat ia tutup.


Hengky yang tidak menyadari sangat kaget untung tidak sampai jantungan.


"astaga,,,, Zahra kenapa malah banting pintu.!"


Sama sekali Zahra tidak peduli dengan Hengky tatapannya yang lurus kedepan tanpa menoleh melihat Hengky.


"ayo jalan tuan! "


Zahra malah memerintahkan Hengky seperti sopir nya.


"haah....!!! "


Hengky menoleh dan melotot mendengar ucapan Zahra padanya.


"iyah,, ayo kita pulang tuan...!!! "


"ahh,,, oke nyonya siap laksanakan.! "


Hengky tau Zahra sedang kesal ia seakan menghibur dan mengikuti saja kemauan Zahra.


Hengky melajukan mobil nya dengan santai mereka meninggalkan restoran itu.


"Ayu,,,, ayo kita pulang nak...!!! "


"tidak mau ayah,,, Ayu mau jalan jalan!! "


"yaudah,, ayo sayang ayah bawa Ayu jalan jalan.!! "


Ayu yang melihat bundanya pergi dengan pasrah ia melepaskan ia tau bundanya tidak akan tega dengan nya suatu saat ia yakin bunda nya akan mengambilnya dari Ayah nya.


bukan ia tidak suka dengan ayah nya tetapi Ayah Fano harus bekerja mencari nafkah ia tidak bisa menemani Ayu setiap hari di rumah.


walaupun Ayah nya menitip nya ke pengasuh namun sangat beda jika ia bersama bunda nya.


"Ayu ingin jalan jalan kemana? "


"Ayu ingin melihat binatang yah... !!"


"oke,,, siap Ayah bawa ayo naik kita pergi.!!! "


Ayah Fano menghibur Ayu pikirannya mulai tenang melihat Ayu ceria kembali.


,


"tuan kita mau kemana? "


"iyah mau pulang kerumah..! "


"tapi ini bukan jalan pulang...!!! "


Zahra baru menyadari arah dari rumah Hengky sudah di lewati.


"tuan,,, kita kemana sih...!!"


Hengky tidak menjawab lagi, ia malah mengangguk angguk kepala menikmati musik yang ia nyalakan.


Kebetulan ia mendapat telefon dari klien perusahan nya.


ada sesuatu yang perlu mereka bahas tentang perusahan.


mereka janjian di sebuah kafe, Hengky sekalian membawa Zahra untuk sekedar menemaninya.


"ayo turun sayang"


"aku tidak mau turun kalau tuan tidak memberitahuku kita mau ngapain disana.! "


"nanti kau tau, ayo turun dulu! "


Zahra malah ngambek tidak mau turun alasan karena Hengky tidak memberitahukan nya mereka mau ngapain di dalam kafe itu.


"atau aku gendong sampai ke dalam.! "


Zahra mendengar perkataan Hengk, dengan berat hati ia terpaksa turun dan mengikuti Hengky masuk.


"selamat siang pak Hengky.! "


"selamat siang pak Andi, maaf lama menunggu."


"tidak masalah pak, saya juga baru sampai! "


"ah baik pak Andi, mari Zahra duduk.! "


Zahra memberi salam kepada laki laki itu dan ikut duduk di samping Hengky.


"hm pak Hengky bagaimana kalau kita pesan minum dulu, boleh?? "


"oh baiklah, itu lebih baik. !"


Pak Andi adalah salah satu klien dari perusahaan Hengky kebetulan ia mendapat sedikit masalah dalam kerjaannya jadi ia meminta Hengky untuk membahas nya.


Andi berstatus masih single hanya beda dua tahun dari umur Hengky.


Dia sedikit terpana akan kecantikan Zahra ia sesekali memandang Zahra.


"bagaimana pak Andi, dimana lagi terdapat kesalahan yang masih belum mengerti?"


"ah,,, ini lagi pak saya kurang paham.! "


Pak Andi bersama Hengky masih banyak membahas tentang kerjaan kantornya.


Zahra yang ikut berada disana, ia sangat bosan menjadi pengawal mereka ia memutar sedotan dalam minumannya menghembuskan nafas sangat bosan.


Andi yang sesekali memperhatikan Zahra tidak tahan ingin bertanya siapa Zahra kepada Hengky.


"ehm pak Hengky siapa dia? "


Andi menunjuk Zahra dengan dagu nya.


Hengky menoleh melihat Zahra.


" hm namanya Zahra dia adalah tunangan saya! "


Hengky sengaja berkata seperti itu karena dia tau Andi terus memperhatikan Zahra.


Zahra mendengar ucapan Hengky dia malah memutar bola matanya dan meminum minuman nya.


"halo Zahra, kenalin aku Andi. "


"iyah pak Andi senang bertemu dengan pak Andi.! "


Andi mengulurkan tangan menyalami Zahra.


Ia menyambut salaman itu, dia tidak mau menyinggung klien Hengky.


"ehm, pak Hengky dia sangat cocok dengan bapak..! "


"haha,,, doain pak Andi supaya kami bisa secepatnya melangsungkan pernikahan.! "


Hengky semakin memanasin Andi supaya ia tidak membicarakan Zahra lagi.


Andi yang mendengar itu ia mengangguk dan tersenyum.

__ADS_1


beberapa jam membahas tentang pekerjaan, Hengky dan Andi mengakhiri pembicaraan mereka.


mereka saling pamit pulang.


__ADS_2