
"sayang aku ke taman belakang sebentar, tolong bawakan aku kopi disana yah?" ucap Hengky berjalan melewati Zahra.
"iyah tuan, tunggu bentar biar aku buatkan dulu!" jawab Zahra segera bergegas pergi kedapur.
Hengky sengaja membawa Zahra ketaman karena ada sesuatu yang Hengky berikan dan yang ingin juga ia sampaikan.
ia membawa gitarnya serta barang barang yang telah ia beli untuk Zahra.
Ia duduk di kursi taman dan memainkan gitarnya sambil menunggu kopinya dari Zahra.
***
"ini kopinya tuan!"Zahra membawakan segelas kopi permintaan Hengky.
"hm, letakkan disitu!" jawab Hengky.
"kalau begitu aku permisi dulu tuan!" ucap Zahra.
"ehm tunggu Zahra sini dulu duduk aku ingin di temani!" meminta Zahra untuk tidak pergi dari situ.
"baik lah tuan!" Zahra duduk menerima ajakan Hengky.
Zahra melihat begitu besar kotak itu yang terletak di samping Hengky, ia penasaran ingin bertanya namun ia segan menanyakannya.
__ADS_1
"papi dan mami kirim salam buat mu Zahra!" ucap Hengky saat Zahra duduk di sampingnya.
"iyah terimakasih tuan!" jawabnya.
"ini untukmu" mengambil kotak yang sangat besar itu dan menyerahkannya kepada Zahra.
"ini apa tuan kok sangat besar!" tanya Zahra ragu menerima.
"ini hadiah untukmu, di dalamnya ada barang untukmu juga ada oleh oleh dari mami!" kata Hengky menjelaskan.
"aduh makasih yah tuan?" ucap Zahra dengan gembira menunjukan senyum manisnya.
Isi kotak yang sangat besar itu pun ia tak tau apa, namun ia sangat gembira diberi hadiah seperti itu apa lagi dari kekasihnya.
"bagaimana, apa masih rindu padaku!" tanya Hengky menoleh melihat Zahra yang sedang tersenyum bahagia.
"kalau begitu mendekat, aku ingin memelukmu sekali lagi!" ucap Hengky.
"he'em!!" Zahra tersenyum mengangguk tanpa ragu ia segera berhamburan di pelukan Hengky.
"Bagaimana apakah kau nyaman?" tanya Hengky sambil mengelus rambut Zahra lembut.
"sangat nyaman tuan, aku mencintai pria yang melakukanku seperti ini!" ucap Zahra terharu diperlakukan nyaman seperti ini.
__ADS_1
"hm, aku juga sangat mencintai wanita lembut seperti kau Zahra!" ucap Hengky.
Mereka saling melepas rindu berdua duduk ditaman dan saling mengucap kata cinta.
"Zah, apakah kau mau menikah denganku?" tanya Hengky pelan sambil memeluk Zahra.
Zahra melepaskan pelukan itu dengan pelan ia menatap wajah Hengky terpaku mendengar pertanyaan Hengky padanya.
"apakah tuan sungguh?" Zahra bertanya balik memastikan.
"aku serius, kedua orang tuaku sangat mengharapkannya!"jelas Hengky.
"aku mau jika itu serius, aku juga butuh kepastian bukan sekedar mainan!" kata Zahra
Rumah tangga yang pernah Zahra bentuk telah hancur jadi untuk memulai kembali dengan orang lain ia harus berhati hati tidak akan mau terulang untuk yang kedua kalinya.
"iya sayang, tunggu waktu yang pas aku janji akan menepati perkataanku!" ucap Hengky memastikan Zahra dengan omongannya.
Untuk menikah lagi Hengky pun telah merencanakan nya setelah bercerai dengan Raya namun ia harus memikirkan dengan matang ia tidak gegabah sebab pernikahan yang pernah ia lakukan gagal tak ada unjungnya.
"makasih yah tuan untuk semuanya, aku juga berjanji akan menunggu sampai waktu yang berbicara untuk menyatukan kita!" ucap Zahra penuh harap kepada Hengky.
"hem...iyah sayang! sudah sebaiknya kita masuk kedalam sudah malam!" Hengky beranjak dari duduknya menompang Zahra untuk berdiri.
__ADS_1
"hem!" Zahra berdehem mengangguk.
Ia sebelum pergi dari situ tak lupa membawa kotak hadiah yang diberikan Hengky padanya.